Showing posts with label Etika Profesi. Show all posts
Showing posts with label Etika Profesi. Show all posts

Saturday, March 9, 2019

BISNIS SEBUAH PROFESI

Baca Juga

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang etis dan baik secara moral. Dengan begitu, bisnis dapat menjadi sebuah profesi etis, asalkan ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang mengenal aturan yang jelas dan fair, disertai kepastian keberlakuan aturan tersebut, bisnis dapat berkembang secara optimal menjadi sebuah profesi yang etis. Ini berarti, yang dibutuhkan untuk menegakkan bisnis sebagai sebuah profesi yang etis adalah prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik. Perangkat legal-politis ini terdiri dari aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara fair dan baik disertai dengan sistem pemerintahan yang adil dan efektif dalam menegakkan aturan bisnis yang fair. Tanpa itu, bisnis hanya akan menjadi sebuah profesi yang kotor, penuh intrik, penuh tipu daya, penuh jual beli kekuasaan ekonomi dan politik demi kepentingan individu dengan mengorbankan kepentingan masyarakat luas.
1.2 Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian bisnis ?
  2. Apa pengertian profesi ?
  3. Bagaimana cara bisnis bisa menjadi sebagai profesi etis ?
  4. Bagaimana cara bisnis bisa menjadi sebagai profesi luhur ?
  5. Apa contoh kasus dalam bisnis sebagai profesi ?
1.3 Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui pengertian bisnis.
  2. Untuk mengetahui pengertian profesi.
  3. Untuk mengetahui bagaimana cara bisnis bisa menjadi sebagai profesi etis.
  4. Untuk mengetahui bagaimana cara bisnis bisa menjadi sebagai profesi luhur.
  5. Untuk mengetahui contoh dari kasus dalam bisnis sebagai profesi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Bisnis 

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa.

2.1.1 Ciri-ciri bisnis
  1. Bisnis yang merupakan jenis bisnis baru (ide baru) atau sebuah bisnis jenis baru yang merupakan sebuah pengembangan dari bisnis yg sudah ada dan yang sudah terbukti berhasil di pasar.
  2. Bisnis yang mempunyai konsep cukup kuat dan Cocok bagi Sasaran Pasar yang ditujunya.
  3. Bisnis yang tidak terlalu personal, artinya bahwa usaha yang dijalankan tidak harus tergantung dari keahlian seseorang atau beberapa orang yang keterampilan atau keahlian nya sukar untuk diajarkan kepada orang lain, atau bisnis yang hanya bisa dijalankan oleh pemilik binisnya saja.
2.2  Pengertian Profesi

Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan nilai yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Dengan demikian orang professional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Dengan kata lain, orang professional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjaan tersebut.
2.2.1        Ciri-Ciri Profesi
1.  Adanya keahlian dan ketrampilan khusus. Profesi selau mengandaikan adanya keahlian dan ketrampilan khusus tertentu yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Keahlian dan ketrampilam khusus ini umumnya dimiliki dengan kadar, lingkup, dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan orang kebanyakan lainnya. Ini berarti orang professional itu lebih ahli dan trampil dalam bidang profesinya dari pada orang-orang lain.
2.  Adanya komitmen moral yang tinggi. Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk profesi yang luhur, dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan
3.  Biasanya orang yang professional adalah orang yang hidup dari profesinya. Ini berarti dia hidup sepenuhnya dari profesi ini dan profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.
4.      Pengabdian kepada masyarakat. Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan dan mengutamkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.

2.3  Bisnis Sebuah Profesi Etis
1.      Ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang kondusif
·         Aturan yang jelas dan fair
·         Kepastian keberlakuan aturan tersebut
·         Aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis
·          Sistem pemerintahan yang adil dan efektif
  1. Prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik
    1. Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
    1. Prinsip Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
    1. Prinsip keadilan
Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
    1. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

2.4  Bisnis Sebagai Profesi Luhur
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang luhur apabila :

A.Pandangan Praktis-Realistis
Pandangan ini melihat bisnis sebagai suatu kegiatan diantara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan. Pandangan ini ditegaskan secara jelas bahwa tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan. Asumsi Adam Smith adalah, pertama, dalam masyarakat modern terjadi pembagian kerja di mana setiap orang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia harus memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menukarkan barang produksinya dengan barang produksi orang lain. Kedua, semua orang mempunyai kecenderungan untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
Dalam kaitan dengan ini tidak mengherankan bahwa Milton Friedmen mengatakan, omong kosong kalau bisnis tidak mencari keuntungan .Ia melihat bahwa dalam kenyataannya hanya keuntungan lah yang menjadi satu satunya motivasi dasar orang berbisnis. Menurut friedmen, mencari keuntungan bukan hal yang jelek karena semua orang berbisnis punya satu motivasi dasar yaitu mecari keuntungan. Artinya, kalau semua masuk ke dunia bisnis dengan satu motivasi dasar untuk mencari keuntungan, maka sah dan etis kalau saya pun mencari keuntungan dalam berbisnis.

B. Pandangan ideal
Bisnis tidak lain adalah suatu kegiatan diantara manusia yang menyangkut produksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pandangan ini tidak menolak bahwa keuntungan adalah tujuan bisnis. Tanpa keuntungan bisnis tidak bisa bertahan. Namun keuntungan hanya dilihat sebagai konsekuensi logis dari kegiatan bisnis. Bahwa dengan memenuhi kebutuhan masyarat secara baik, keuntungan akan datang sendirinya. Masyarakat akan terasa terikat membeli barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang memenuhi kebutuhan mereka dengan mutu dan harga yang baik itu. Dasar pemikirannya adalah pertukaran timbal balik secara fair diantara pihak-pihak yang terlibat. Maka yang mau ditegakkan dalam bisnis yang menganut pandangan ini adalah keadilan komutatif, kususnya keadilan tukar atau pertukaran dagang yang fair .

2.5  Contoh Kasus
Contoh penerapan moral bisnis :
Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.
Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar.
Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat.

BAB III
PENUTUP
31. Kesimpulan
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Bisnis mempunyai ciri-ciri yaitu merupakan jenis bisnis baru, mempunyai konsep cukup kuat, dan tidak terlalu personal. Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan nilai yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Profesi mempunyai ciri – ciri yaitu adanya keahlian dan ketrampilan khusus, adanya komitmen moral yang tinggi,dan pengabdian kepada masyarakat. Bisnis sebuah profesi etis bisa ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang kondusif dan prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik. Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang luhur menurut pandangan praktis-realistis dan pandangan ideal.
3.2 Saran      
1.      Hendaknya setiap pelaku bisnis menjalankan bisnisnya sesuai degan kode etik dan prinsip etika yang berlaku. Semua hal yang dilakukan dengan benar, maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan banyak pihak. Kode etik dan prinsip etika ini bermanfaat untuk mengurangi risiko kerusakan di lingkungan sekitar.
2.      Jika dalam pembahasan ini terdapat banyak kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan, kiranya memberikan kritikan agar bisa lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber : Anggraini Sinta Pramesti
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...