Baca Juga
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang
etis dan baik secara moral. Dengan begitu, bisnis dapat menjadi sebuah profesi
etis, asalkan ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang mengenal aturan yang
jelas dan fair, disertai kepastian
keberlakuan aturan tersebut, bisnis dapat berkembang secara optimal menjadi
sebuah profesi yang etis. Ini berarti, yang dibutuhkan untuk
menegakkan bisnis sebagai sebuah profesi yang etis adalah prinsip-prinsip etis
untuk berbisnis yang baik. Perangkat legal-politis ini terdiri dari aturan
hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara fair dan baik disertai dengan sistem pemerintahan yang adil dan
efektif dalam menegakkan aturan bisnis yang fair.
Tanpa itu, bisnis hanya akan menjadi sebuah profesi yang kotor, penuh intrik,
penuh tipu daya, penuh jual beli kekuasaan ekonomi dan politik demi kepentingan
individu dengan mengorbankan kepentingan masyarakat luas.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa pengertian bisnis ?
- Apa pengertian profesi ?
- Bagaimana cara bisnis bisa
menjadi sebagai profesi etis ?
- Bagaimana cara bisnis bisa menjadi
sebagai profesi luhur ?
- Apa contoh kasus dalam bisnis
sebagai profesi ?
1.3 Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui pengertian
bisnis.
- Untuk mengetahui pengertian
profesi.
- Untuk mengetahui bagaimana cara
bisnis bisa menjadi sebagai profesi etis.
- Untuk mengetahui bagaimana cara
bisnis bisa menjadi sebagai profesi luhur.
- Untuk mengetahui contoh dari
kasus dalam bisnis sebagai profesi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bisnis
Bisnis
adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana
seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan
keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, penggunaan singular
kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum),
teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan
yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas
penyedia barang dan jasa.
2.1.1 Ciri-ciri bisnis
- Bisnis yang merupakan jenis bisnis baru (ide
baru) atau sebuah bisnis jenis baru yang merupakan sebuah pengembangan
dari bisnis yg sudah ada dan yang sudah terbukti berhasil di pasar.
- Bisnis yang mempunyai konsep cukup kuat dan Cocok
bagi Sasaran Pasar yang ditujunya.
- Bisnis yang tidak terlalu personal, artinya bahwa usaha yang dijalankan tidak harus tergantung dari keahlian seseorang atau beberapa orang yang keterampilan atau keahlian nya sukar untuk diajarkan kepada orang lain, atau bisnis yang hanya bisa dijalankan oleh pemilik binisnya saja.
2.2
Pengertian Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai
pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan
ketrampilan nilai yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang
mendalam. Dengan demikian orang professional adalah orang yang melakukan suatu
pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian
dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas
pekerjaannya itu. Dengan kata lain, orang professional adalah orang yang
melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh
waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjaan tersebut.
2.2.1 Ciri-Ciri Profesi
1. Adanya keahlian dan ketrampilan khusus. Profesi selau mengandaikan adanya keahlian dan ketrampilan khusus tertentu yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Keahlian dan ketrampilam khusus ini umumnya dimiliki dengan kadar, lingkup, dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan orang kebanyakan lainnya. Ini berarti orang professional itu lebih ahli dan trampil dalam bidang profesinya dari pada orang-orang lain.
2. Adanya komitmen moral yang tinggi. Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk profesi yang luhur, dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan
3. Biasanya orang yang professional adalah orang yang hidup dari profesinya. Ini berarti dia hidup sepenuhnya dari profesi ini dan profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.
4. Pengabdian kepada masyarakat. Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan dan mengutamkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.
2.3 Bisnis Sebuah Profesi Etis
1. Ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang kondusif
·
Aturan yang jelas dan fair
·
Kepastian keberlakuan aturan tersebut
·
Aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis
·
Sistem pemerintahan yang adil
dan efektif
- Prinsip-prinsip etis untuk
berbisnis yang baik
- Prinsip
Otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan
kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan
kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung
arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang
dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan
yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi
perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan
komunitasnya.
- Prinsip
Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang
paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus
diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika
prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat
meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Terdapat tiga
lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak
akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran.
Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua,
kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang
sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
- Prinsip
keadilan
Perusahaan harus bersikap adil
kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil
kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan
lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat
dipertanggung jawabkan.
- Prinsip
Hormat Pada Diri Sendiri
Perlunya menjaga citra baik
perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip
keadilan.
2.4 Bisnis Sebagai Profesi Luhur
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi
yang luhur apabila :
A.Pandangan Praktis-Realistis
Pandangan ini melihat bisnis sebagai
suatu kegiatan diantara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan
membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan. Pandangan ini ditegaskan
secara jelas bahwa tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan. Asumsi Adam
Smith adalah, pertama, dalam masyarakat modern terjadi pembagian kerja di mana
setiap orang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia harus
memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menukarkan barang produksinya dengan barang
produksi orang lain. Kedua, semua orang mempunyai kecenderungan untuk membuat
kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
Dalam kaitan dengan ini tidak
mengherankan bahwa Milton Friedmen mengatakan, omong kosong kalau bisnis tidak
mencari keuntungan .Ia melihat bahwa dalam kenyataannya hanya keuntungan lah
yang menjadi satu satunya motivasi dasar orang berbisnis. Menurut friedmen,
mencari keuntungan bukan hal yang jelek karena semua orang berbisnis punya satu
motivasi dasar yaitu mecari keuntungan. Artinya, kalau semua masuk ke dunia
bisnis dengan satu motivasi dasar untuk mencari keuntungan, maka sah dan etis
kalau saya pun mencari keuntungan dalam berbisnis.
B. Pandangan ideal
Bisnis tidak lain adalah suatu
kegiatan diantara manusia yang menyangkut produksi, menjual dan membeli barang
dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pandangan ini tidak menolak bahwa
keuntungan adalah tujuan bisnis. Tanpa keuntungan bisnis tidak bisa bertahan. Namun
keuntungan hanya dilihat sebagai konsekuensi logis dari kegiatan bisnis. Bahwa
dengan memenuhi kebutuhan masyarat secara baik, keuntungan akan datang
sendirinya. Masyarakat akan terasa terikat membeli barang dan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan yang memenuhi kebutuhan mereka dengan mutu dan harga
yang baik itu. Dasar pemikirannya adalah pertukaran timbal balik secara fair
diantara pihak-pihak yang terlibat. Maka yang mau ditegakkan dalam bisnis yang
menganut pandangan ini adalah keadilan komutatif, kususnya keadilan tukar atau pertukaran
dagang yang fair .
2.5 Contoh Kasus
Contoh
penerapan moral bisnis :
Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara
InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua
perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam
industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan
sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi.
Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading
commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.
Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus
menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan
global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai
bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron,
suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan
terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS
jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar.
Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral
hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600
juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan
disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus
memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil
presiden Amerika Serikat.
BAB III
PENUTUP
31. Kesimpulan
Bisnis
adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Bisnis mempunyai ciri-ciri yaitu
merupakan jenis bisnis baru, mempunyai konsep cukup kuat, dan tidak terlalu
personal. Profesi
dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan
mengandalkan keahlian dan ketrampilan nilai yang tinggi dengan melibatkan
komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Profesi mempunyai ciri – ciri yaitu adanya keahlian dan ketrampilan
khusus, adanya komitmen moral yang tinggi,dan pengabdian kepada masyarakat. Bisnis sebuah profesi etis bisa ditunjang
oleh sistem politik ekonomi yang kondusif dan prinsip-prinsip etis untuk
berbisnis yang baik. Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang luhur menurut pandangan
praktis-realistis dan pandangan ideal.
3.2 Saran
1. Hendaknya setiap pelaku bisnis menjalankan bisnisnya sesuai degan kode etik dan prinsip etika yang berlaku. Semua hal yang dilakukan dengan benar, maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan banyak pihak. Kode etik dan prinsip etika ini bermanfaat untuk mengurangi risiko kerusakan di lingkungan sekitar.
2. Jika dalam pembahasan ini terdapat banyak kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan, kiranya memberikan kritikan agar bisa lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber : Anggraini Sinta Pramesti
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
Editor : Admin Coretan Mahasiswa