Wednesday, May 31, 2017

Kesadaran Nasional - Makalah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan

Baca Juga

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba. Nasionalisme tersebut masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional.Nasionalisme yang bersifat menyeluruh dan meliputi semua wilayah Nusantara baru muncul sekitar awal abad XX.Lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia didorong oleh dua faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern.

1.      Faktor Intern
  • Sejarah Masa Lampau yang GemilangIndonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya. Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara.
  • Penderitaan Rakyat Akibat Penjajah. Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devide et impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia.
  • Pengaruh Perkembangan Pendidikan Barat di Indonesia. Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda.
  • Pengaruh Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Perkembangan pendidikan di Indonesia juga banyak diwarnai oleh pendidikan yang dikelola umat Islam.
  • Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia.
  • Berkembangnya sistem pendidikan Barat melahirkan golongan terpelajar. Adanya diskriminasi dalam pendidikan kolonial dan tidak adanya kesempatan bagi penduduk pribumi untuk mengenyam pendidikan, mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah untuk kaum pribumi.
  • Peranan Bahasa Melayu. Di samping mayoritas beragama Islam, bangsa Indonesia juga memiliki bahasa pergaulan umum (Lingua Franca) yakni bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu berubah menjadi bahasa persatuan nasional Indonesia.
2.   Faktor Ekstern
  • Kemenangan Jepang atas Rusia. Selama ini sudah menjadi suatu anggapan umum jika keperkasaan Eropa (bangsa kulit putih) menjadi simbol superioritas atas bangsa-bangsa lain dari kelompok kulit berwarna. Hal itu ternyata bukan suatu kenyataan sejarah. Perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia.
  • Partai Kongres India. Dalam melawan Inggris di India, kaum pergerakan nasional di India membentuk All India National Congress (Partai Kongres India), atas inisiatif seorang Inggris Allan Octavian Hume pada tahun 1885. Di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi, partai ini kemudian menetapkan garis perjuangan yang meliputi Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, dan Hartal. Keempat ajaran Ghandi ini, terutama Satyagraha mengandung makna yang memberi banyak inspirasi terhadap perjuangan di Indonesia.
  • Filiphina dibawah Jose Rizal. Filipina merupakan jajahan Spanyol yang berlangsung sejak 1571 – 1898. Dalam perjalanan sejarah Filipina muncul sosok tokoh yang bernama Jose Rizal yang merintis pergerakan nasional dengan mendirikan Liga Filipina. Sikap patriotisme dan nasionalisme yang ditunjukkan Jose Rizal membangkitkan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bagi para cendekiawan di Indonesia.
1.2. Rumusan masalah
Hal-hal yang kiranya dianggap perlu dalam mencapai sebuah tujuan adalah pergerakan nasional Indonesia dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Dalam makalah ini, penulis akan berusaha membahas atau memaparkan berbagai masalah yang berkaitan dengan pergerakan nasional Indonesia yang dimulai dengan berdirinya organisasi-organisasi hingga perjuangan organisasi tersebut dalam memperjuangkan kemerdekaan sehingga terbentuknya bangsa indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Pergerakan Nasional
Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan.Masa pergerakan nasional (1908 - 1942), dibagi dalam tiga tahap berikut.
  1. Masa pembentukan (1908 - 1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat      Islam,      dan Indische       Partij.
  2. Masa radikal/nonkooperasi (1920 - 1930), berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
  3.  Masa moderat/kooperasi (1930 - 1942), berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan Gapi. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.
1. Budi Utomo (BU)
Pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo dengan ketuanya Dr. Sutomo.Organisasi Budi Utomo artinya usaha mulia.Pada mulanya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik.Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak.

2. Sarekat Islam (SI)
Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam.Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak.Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam).Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam. Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah :
  1. perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
  2. isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya.
  3. membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.
3. Indische Partij (IP)
IP didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh tokoh Tiga Serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Pendirian IP ini dimaksudkan untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia.Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.

Tujuan dari partai ini benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial.Tindakan ini terlihat nyata pada tahun 1913. Saat itu pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun bebasnya Belanda dari tangan Napoleon Bonaparte (Prancis). Perayaan ini direncanakan diperingati juga oleh pemerintah Hindia Belanda.Adalah suatu yang kurang pas di mana suatu negara penjajah melakukan upacara peringatan pembebasan dari penjajah pada suatu bangsa yang dia sebagai penjajahnya.Hal yang ironis ini mendatangkan cemoohan termasuk dari para pemimpin Indische Partij. R.M. Suwardi Suryaningrat menulis artikel bernada sarkastis yang berjudul ‘Als ik een Nederlander was’, Andaikan aku seorang Belanda. Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam De Express tanggal 26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan. Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam Tiga Serangkai, E.F.E. Douwes Dekker turut mengkritik dalam tulisannya di De Express tanggal 5 Agustus 1913 yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemoen Soewardi Soerjaningrat.

Baca bagian selanjutnya disini...

Sumber : Nunung Asmahani
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

Monday, May 29, 2017

Kesadaran Nasional - Makalah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan

Baca Juga

Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan Kesadaran Nasional

BAB I
PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang
Kesadaran Nasional sangat dibutuhkan karena untuk memperkuat rasa Nasionalisme sebagai warga negara yang baik. Dengan adanya Kesadaran Nasional akan mampu menumbuhkan semangat untuk bertindak menentang penjajahan. Kesadaran Nasional ini tumbuh setelah memahami sejarah bangsanya. Salah satu wujud adanya kesadaran itu adalah pertumbuhan organisasi pergerakan nasional seperti BU,SI,Insulinde,Indische Partij dsbnya. Disamping itu juga muncul strategi perjuangan seperti melalui cara kooperasi,non kooperasi. Bangsa Indonesia memperingati hari kebangkitan Nasionalnya setiap tanggal 20 Mei. Hal ini mengingatkan kita akan lahirnya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Faktor eksternal karena kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905, perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia.

Masuknya paham-paham baru ke Indonesia seperti liberalisme pertama kali dicetuskan oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul Wealth of Nations. Dalam bidang politik, liberalisme bertujuan untuk mendapatkan pengakuan adanya kebebasan yang dimiliki oleh individu. Nasionalisme adalah suatu paham yang dapat memberi ilham kepada sebagian besar penduduk untuk bersatu dan dengan rasa kesetiaan yang mendalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Sosialisme adalah paham persamaan hak ekonomi yang muncul akibat adanya perkembangan industrialisasi yang ada di Eropa. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

B.Rumusan Masalah        
  1. Apa pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia?
  2. Apa peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia?
  3. Apa perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan, sampai dengan terbentuknya nasionalisme Indonesia?
  4. Apa peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia?
C.    Tujuan
  1. Mengetahui pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia.
  2. Mengetahui peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia.
  3. Mengetahui perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan, sampai dengan terbentuknya nasionalisme Indonesia.
  4. Mengetahui peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia
  1. Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial Barat. Pada mulanya kolonial Barat hanya ingin mendominasi perekonomian lama kelamaan kolonial Barat menguasai politik dan ekonomi. Akibatnya seluruh politik dan ekonomi Indonesia dirampas oleh kolonial Barat. Penjajahan dan penindasan inilah yang menyebabkan kesadaran Bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajah dengan cara berjuang.
  2. Pengaruh perkembangan pendidikan Barat. Sejak abad ke-19 pemerintah Belanda secara lambat laun membuat sekolah-sekolah. pendidikan itu ternyata begitu menarik bagi pemuda Indonesia. Selain lembaga pendidikan kolonial ada juga lembaga pendidikan swasta yaitu Taman Siswa, Muhamadiyyah, Missi, dan Zending. Lembaga-lembaga itulah yang kemudian menghasilkan tokoh2 nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  3. Pengaruh pendidikan Islam. Sekolah-sekolah yang didirikan organisasi Islam seperti Muhamadiyyah bersifat Modern karena proses pembaharuan namun masih bersifat islami. Artinya ilmu pengetahuan modern dipadu dengan ajaran islam.

B. Peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia.

1. Peranan kaum terpelajar dan kaum professional, Salah satu penyebab tumbuhnya penyebab Nasionalisme adalah kesadaran akan kesamaan politik yang disebabkan oleh penjajahan oleh bangsa lain atau oleh penguasa yang otoriter. Para kaum pelajar yang terpelajar membentuk berbagai organisasi yaitu:
  • Boedi Oetomo, Didirikan tahun 1908 yang dipelopori oleh Dr. Soetomo. Organisazi ini banyak bergerak dibidang social, ekonomi,dan pendidikan.
  • Indishe Partij, Didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai yaitu: Douwes Dekker,Ki Hajar Dewantara,Dr. Cipto Mangunkusumo. Semboyannya “Indonesia Lepas Dari Belanda”. Tujuannya membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.
  • Perhimpunan Indonesia, Organisasi ini adalah sebuah organisasi pelajar2 Hindia yang didirikan di Belanda. Berjuang utntuk kemerdekaan Indonesia. Ketua Moh. Hatta.
  • Partai Komunis Indonesia, Partai ini juga memperjuangkan Indonesia tetapi bersifat komunis atau tidak mengakui adanya Tuhan.
  • Partai Nasional Indonesia, Dalam kongresnya, PNI sepakat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
2. Peranan Pers, dalam sejarah dunia, pers sangat penting karena dapatmempengaruhi pendapat atau opini Publik,mendorong terjadinya perubahan dalam masarakat,menjadi sarana propaganda yang efektif, perhatian masyarakat meluas melampoi batas. Hal ini dipengaruhi oleh berkembangnya alat komunikasi yang semakin canggih.
  • Pers dan pergerakan nasional. Surat kabar dari Indonesia berisi tentang ajakn bangsa Indonesia untuk memerdekakan Indonesia. Salah satu tokohnya adalah Abdul Rivai.
  • Pers dan peranan kaum terpelajar. Keterkaitannya adalah: Satu, kaum terpelajar dan professional dalah kelompok masyarakat Indonesia ayang pertama kali memahami dan menyadari nasib buruk bangsanya. Kedua, pers juga berperan penting sebagai pihak yang membawa ide-ide kemerdekaan.
C. Perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan, sampai dengan terbentuknya nasionalisme Indonesia
  • Organisasi pergerakan yang bersifat etnik, kedaerahan. Pada umumnya organizazi ini didirikan di daerah2 masing-masing oleh para pemuda. Contohnya:
  1. Tri Koro Dharmo. Berdiri pada 9 Maret 1915. Tri Koro Dharmo artinya tiga tujuan mulia.
  2. Jong Java. Berdiri tahun 1918 yang merupakan reinkarnasi dari Tri Koro Dharmo.
  3. Jong Sumatranen Bond. Organisasi yang dipelopori oleh pemuda Sumatra pada 9 Desember 1917.
  4. Jong Minahasa. Pada tahun 1918 pemuda Sulawesi Utara juga mendirikan organisasi ini.
  5. Jong Celebez. Adalah organisasi pemuda pelajar yang berasal dari Sulawesi.
  • Organisasi pergerakan yang bersifat Keagamaan.
Didirikan oleh Haji Samanhudi tahun1911 di Solo.Memiliki cirri keislaman dan ekonomis. Tujuan didirikan organisasi ini melindungi dan menjamin kepentingan pedagang muslim terhadap persaingan Negara CIna. 
  1. Serikat Islam. Organisasi ini merupakan reinkarnasi dari Serikat Dagang Islam yangh didirikan oleh HOS. Cokroaminoto tahun 1911. 
  2. Muhamadiyyah. Dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912. organisasi ini banyak bergerak dibidang pendidikan, social, ekonomi.
  3. Nahdatul Ulama(NU). Didirikan pada tahun 1926 oleh KH. Hasjim Asj’ari. Tujuan memperyahankan kepentingan kaum muslim tradisional.

D. Peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.
  • Manifesto Pilitik 1925, pada tahun 1925 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan politik yang kemudian dikenal dengan Manifesto Politik (Manipol). Isinya: PI tetap menggunakan nama Indonesia sekaligus memakai nama Belanda yaitu Indonesische Vereeniging sebagai nama perkumpulannya.
  • Kongres Pemuda 1928, Pada kongres pemuda 1928 para pemuda mengeluarkan sebuah Sumpah yaitu Sumpah Pemuda. Kongres ini WR. Supratman dengan gesekan biolanya memeperdengarkan lagu Indonesia Raya.
ISI SUMPAH PEMUDA
Satu: Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia
Dua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia.
Tiga: Kami putra putri Indonesia menjunjung bahsa persatuan, bahasa Indonesia
  • Kongres Perempuan, Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI) mengadakan kongres perempuan pada 22 Desember 1928. kongres ini menje3laskan bahwa kaum perempuan Indonesia harus berjuang untuk kepentingan seluruh perempuan Indonesia. Inilah yang menjadi hari Ibu yaitu tanggal 22 Desember.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Proses terbentuknya kesadaran nasional berawal dari kaum cerdik pandai, penindasan, penderitaan dan perlakuan diskriminatif terhadap kaum pribumi. Bukan hanya hal serupa politik balas budi menjadi salah satu faktor kebangkitan bangsa dari keterpurukan. Pengaruh perkembangan di bidang pendidikan barat dan islam telah memberi sumbangsih yang berdampak pada perkembangan pendidikan nasional Indonesia, hal ini memunculkan dan membangkitkan jiwa nasionalisme bangsa.

Sejak tahun 1908-1925 di Indonsia bermunculan berbagai organisasi modern dikalangan elite pelajar seperti Budi Utomo yang pada massanya menjadi organisasi modern pertama, dengan munculnya Budi Utomo menjadi contoh dikalangan pelajar muda yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan dan budaya namun seiring perkembangan semangat nasionalisme untuk lepas dari pengaruh belanda, Jong Java  sebagai organisasi kepemudaan yang dulunya Trikooro Darma yang di harapkan pemuda sunda bisa bersatu dalam membangun suatu persatuan Jawa raya demi nasionalisme.

B.    Saran
Bangsa Indonesia harus bersyukur atas kemerdekaan Indonesia yang dicapai dari proses yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu sebagai penerus bangsa hendaknya kita melanjutkan perjuangan atau cita-cita para pejuang dalam pergerakan nasional demi sebuah kemerdekaan yang sebenarnya.Dan menjadiakan hari esok sebagai pembuktian lahirnya pemuda-pemuda pergerakan Nasional Indonesia yang rela berjuang demi bangsa dan Negara. Dan para pemuda di Indonesia harus membuktikan bahwa bangsa Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara yang lebih maju.

Makalah ini hanya singkat pengetahuan mengenai pergerakan nasional, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan isi makalah ini. 

DAFTAR PUSTAKA

Poesponegoro, Notosusanto, N. 1981. Sejarah Nasional Indonesia. Jilid V. Jakarta: Balai Pustaka
https://guruipsgempol1.wordpress.com/2012/04/10/proses-terbentuknya-kesadaran-nasional-identitas-indonesia-dan-perkembangan-pergerakan-kebangsaan-indonesia/
http://ndaru-ips.blogspot.com/2013/03/terbentuknya-kesadaran-nasional.html
http://hernigumaisha.blogspot.co.id/p/blog-page.html


Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa 

Friday, May 26, 2017

Belajar dari krisis perbankan

Baca Juga


Belajar dari Krisis Perbankan 


Perkembangan dunia perbankan yang sangat pesat setelah terjadi deregulasi di bidang keuangan, monoter dan perbankan pada juni 1983 engakibatkan kebutuhsn dana secara langsung maupun tidak langsung yang mendorong tumbuhnya perbankan menyangkut produk, jumlah bank maupun jumlah cabank yang pada gilirannya semakin menjangkau banyak masyarakat yang membtuhkan jasa perankan.

Krisis perbankan tahun 1997/1998 memberikan pelajaran serius dalam bisnis perbankan. Bank kesulitan likuiditas, kualitas aset memburuk, tidak mampu menciptakan earning dan modal terkuras dalam waktu yang sangat cepat. Kondisi ini berlangsung hingga tahun 2004 yang di cerminkan oleh return on asse (ROA) negatif, terjadi negatif spread, sedikit bank yang membagi deviden, likuiditas rendah, kredit bermasalah, dan rasio kecukupan bank di bawah 8%. Kesulitan bank di indonesia semakin berkepanjangan meskipun bank indonesia telah menjalankan tugasnya sebagai leader of last ressort yaitu fungsi yang elekat sebagai pelindung bank dalam hal terjadi kesulitan likuiditas, serta memberi pinjaman penuh atas simpanan masyarakat. Ini menunjukkan ada kebijakan perbankan yang keliru ataupun kelemahan manajerial lain dalam perbankan indonesia,

Menurut Halim dan Mishkin (2000) menyebutkan bahwa akar krisis perbankan Asia Tenggara karena adanya liberalisasikeuangan yang di timbulkaan semakin bebasnya arus dana asing masuk ke sektor perbankan. Peningkatan capita flow di sebabkan negara berkembang membutuhkan dana untuk pertumbuhn ekonomi. Disamping itu, pemerintah juga memberikan jaminan tidak langsung terhadap investor asing melalui kebijakan manageable floating rate, sehingga resiko forex semakin kecil, sementara IMF memberi dukungan dengan menjamin bahwa investasi akan aman bila dilakukan di negara berkembang khususnya asia tenggara.

Arus dana asing yang masuk ke dalam lembaga perbankan domestik sebagian besar di tempatkan pada kredit untuk membiayai proyek yang mempunyai keungtungan tinggi begitujuga memiiki resiko yang tinggi. Penentuan bunga kredit di tentukan dari tiggak resiko proyek yang di biayai, semakin tinggi resiko maka semakin tinggi dalam menentukan premi resiko. Dalam istilah perbankan, lembaga teah melakukan adverse selection, yaitu pembebanan bunga di dasarkan pada kemampuan dam kemauman peminjam dalam membayar kembali secara parsial, yang didasarkan pada probabilitas kegagalan peminjam berkualitas rendah. Oleh karena itu, tingkat bungs kredit jugs tinggi dsn di bebankan kepada semua calon peminjam termasuk yang berkualitas tinggi sehingga peminjam kualitas tinggi memiih modal sendiri dari pada meminjam bank. Akibatnya penempatan dana tersalurkan ke peminjam kualitas rendah atau pelaku bisnis beresiko tinggi.

Bank yang berada di negara berkembang sekarang sedang melakukan liberalisasi keuangan, umumnya memiliki persoalan pada aspek atau teknik manajerial yaitu kurang memilikli loan offifec yang terlatih, pemahaman risk assesment system sangat lemah, keahlian manajemen relatif buruk. Ini engakibatkan pertumbuhan kredit yang sangat tinggi pada sektor usaha beresiko tinggi yang memperluas sumber sumber pengawasan bank. Dalam liberalisasi banyak terdapat regulasi finansial yang buruk. Otoritas pengawas bank gagal melakukan supervisi terhadap bank. Penempatan kredit beresiko tinggi, buruknya kemampuan anajemen, lemahnya keahlian loan officer, dan buruknya regulasi serta pertumbhan kredit yang sangat tinggi menciptakan dalam ketidakpastian pada dunia perbakan di negara berkembang.

Pada tahap ke dua, lemahnya kondisi perbnkan memicu munculnya tindakan spekulatif yang begitu gencr untuk memperoleh keuntngan melalui pasar uang dan memperlemah posisi domestik curency yang akan mendorong bank sentral melakukan penguatan melalui peningkatan suku bunga pasar (SBI). Kenaikan SBI diharapkan dapat meningkatkan bunga simpanan masyarakat sehingga dana masyarakat dapat di himpun secara cepat  dan oleh bank dapat di tempatkan kembali di SBI.dengan demikian, dapat mengurangi mata uang domestik yang beredar dan menguatkan posisi tawar mata uang domestik terhadan dolar AS, dengan demikian untuk kasus indonesia diharapkan rupiah menguat terhadap dolar AS.

Hahm dan mishkin (2000) menyatakan bahwa keputusan menaikkan BI rate adalah keputusanyang salah karena adanya kesenjangan jatuh tempo dana antara aktiv adan pasiva bank yang tidak tepat. Ini akan memperburuk neraca lembaga perbakan . apabila terjadi kenaikan tingkat bunga pasar maka akan menimbulkan penurunan nilai ekayaan bersih tau modal bank  sebab nilai sekarang akan lebih rendah daripada pressent value dari pasiva.

Lembaga perbankan gagal menyesuaikan posisi mismatch antara aktiva dan pasiva dalam waktu yang singkat untuk menghindari resiko bank. Seharusnya durasi aset lebih pendek dari pada durasipasiva ketika tingkat suku bunga diprediksi akan naik. Dengan kata lain, bank gagal menyesuaikan posisi dari kesenjangan durasi positif ke negatif dalam waktu yang sangat singkat.

Kondisi ini diperparah dalam pasiva bank terdapat pinjaman dalam dolar AS yang telah mengapresiasi domestic currency. Hal ini akan mempersulit peminjam dalam emenuhi kewajibannya. Depresiasi nilai uang dalam negri dan kenaikantingkat bunga meningkatkan resiko kredit meningkat dan cara mengatasinya adalah melakukan penghapusbukuan. Namun ada kecenderungan untuk menghindari write off sebab ketakuatan akan terjadi liquid freeze up yang akan memperburuk ekonomi.

Nilai domestik yang melemah juga mengakibatkan inflasi aktual dan inflasi yang diharapkan, yang pada gilirannya akan meningkatkan interest rate. Peningkatan pembayaran bung apada gilirannya menurunkan cast flow yang mengarah pada memburuknya neraca. Posisi nerac anon bank menjadi faktor kritis bagi menguatnya problem asimetri informasi dalam sistem keuangan. Jika ada faktor kemerosotan yang semakin buruk dari neraca atau peminjam maka akan meperburuk dalam problem adverse selection maupun moral hazard dalam pasar keuangan, sehingga memperburuk krisis perbankan.

Kondisi bank yang relatif buruk akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Bank yang buruk akan di luiditas oleh bank indonesia. Dan di satu sisi pemerintah melakukan peminjman penuh di samping pinjaman batas dan explisit untuk simpanan masyarakat. Otoritas pengawas memperketat regulasi perbankan dan telah mendapatkan arah kebijakan perbankan yang tercermin pada arsitektur perbankan indonesia.pengawasan lembaga perbankan bergeser dari pengawasan berbasis kepatuhan ke pengawasan berbasis resiko yang berlaku umum pada dunia internasional yang di dalamnya memperhatikan persyaratan modal minimum, supervisory review dan marker dicipline. Supervisor review memastikan bahwa bank secara konsisten memenuhi persyaratan modal minimun, sedangkan disiplin pasar lebih menekankan peran publik. Dari hal-hal di atas, bisnis perbankan memerlukan sikap yang hati hati terutama dalam menghadapi perubahan. Produk bank sebagian besar sangat dipengaruhi oleh perubahan pasar, perubahan nilai uang dan perilaku suka bunga harus di sikapi secara professional. Bank perlu selalu menjaga kepercayaan masyarakat dengan cara memelihara likuiditas yang memadai, tanpa mengorbankankeperntingan memperoleh profit dan selalu mematuhi regulasi yang bersentuhan dengan bidang perbankan.

Pemahaman manajemen perbankan dimuali dari bab 1  mengenai bank dan perbankan serta jenis bank. Karakteristik usaha perbankan dan keunikannya, kegiatan usaha perbankan, sistem perbankan, lingkungan perbankan, persaingan bank, dan arah kebijakan perbankan di indonesia. Pada bab bab selanjutnya akan dibhas isi perut lembaga perbankan yang dimulai pentingnya memahani laporan keuangan dan kinerja bank sebagai prasyarat kebijakan dan partisipasi pasar dalam melakukan monitoring bank. Pembaca akan di ajak untuk memahami manajemen pasiva bank, permodalan bank, investasi dan perkreditan bank, peminjaman kredit hingga penyelamatankredit, manajemen aktiva pasiva dan sistem penilaian kesenatan bank.


Writer : Laeli M
Editor : Admin Coretan Mahasiswa

Thursday, May 18, 2017

Mengembangkan Usaha

Baca Juga

Mengembangkan Usaha



Cara Mengembangkan Usaha Hingga Mencapai Puncak Bisnis

1. STARTING

Saat mulai usaha fokus “bagaimana bisa survive” atau sekedar dapur ngepul terlebih dahulu. Jangan berusaha mencari laba besar saat awal, tapi carilah omset. Fokus bagaimana meramaikan ’toko’ anda dan mengkonversi sebanyak mungkin calon pelanggan menjadi pelanggan.

Lakukan pemasaran secara agresif dan teragenda. Jangan biarkan seharipun tanpa promosi. Lakukan hal ini terus-menerus sampai ‘kursi’ (kapasitas) yang anda tawarkan setidaknya mencapai 70% kapasitas. Misal, bisnis rumah makan, minimum 70% bangkunya selalu terisi.
Jika bisnis anda adalah distribusi, bukalah jalur distribusi sebanyak mungkin dan secepat mungkin. Genjot volume penjualan anda bukan profit anda. Asalkan pembayaran bagus, profit rendahpun tidak menjadi masalah.

“ Rebut dan kuasai pasarnya terlebih dahulu, baru maksimumkan marginnya “Jangan terburu-buru membuat sistem secara detail, karena akan menghilangkan fleksibilitas dalam bisnis anda. Biasanya mantan karyawan diperusahaan besar akan fokus membuat sistem dibanding menggenjot penjualan. Ini adalah kesalahan fatal saat awal berbisnis!.

2. PROFITING

Setelah volume penjualan anda cukup besar atau kapasitas yang anda tawarkan sudah maksimum tiap saat, barulah cara mengembangkan usaha berikutnya adalah fokus menaikkan keuntungan usaha.
Ada 3 hal yang mampu menaikkan keuntungan usaha dari customer :
a. Menaikkan angka repeat order;
b. Menaikkan rata-rata pembelian tiap kunjungan;
c. Menaikkan margin.

Repeat order adalah segala upaya yang dilakukan untuk membuat pelanggan semakin sering berbelanja ke tempat kita. Menaikkan rata-rata pembelian adalah upaya agar pelanggan yang tadinya belanja sebesar Rp 1000.000,- tiap kunjungan, meningkat menjadi Rp 2000.000,- tiap kunjungan, bahkan lebih. Menaikan margin adalah upaya menaikkan nilai dan harga jual, serta menekan biaya produksi dengan cara menaikan produktifitas dan menekan pengeluaran. Di tahap profiting , promosi tetap jangan berhenti. Bedanya dengan tahap starting, promosi profiting lebih difokuskan ke pelanggan yang sudah ada. Secara detail materi profiting.

3. SYSTEMIZING

Setelah dapur ngepul dan keuntungan melimpah, kini saatnya mengembangkan usaha dengan cara menyempurnakan sistem. Sebenarnya sistem tersebut mungkin sudah dirintis sedikit demi sedikit sejak mulai usaha, hanya saja di tahap systemizing, kita akan fokus pada pembenahan sistem. Tujuan dari sistem adalah membuat bisnis ‘autopilot’ atau tetap berjalan tanpa anda dan siap dikembangbiakan (multiplying ). Materi systemizing akan kami paparkan sacara terpisah pada materi berikutnya. Jika profit anda besar, anda tidak perlu pusing untuk membuat sistem sendiri. Cukup membayar konsultan untuk membuat sistem di perusahaan Anda. Yang terpenting lagi, inilah saatnya Anda mencari GM/direktur yang jauh lebih pandai dan berpengalaman dari Anda.

4. MULTIPYING

Cara mengembangkan usaha berikutnya, Setelah sistem terbentuk, perlu dilakukan uji coba dengan cara menduplikasi bisnis yg sudah ada yaitu dengan membuka cabang. Jangan terburu-buru untuk diwaralabakan jika sistem belum teruji. Jika Anda membutuhkan modal untuk usaha, gunakan pilihan untuk menjual sebagian saham cabang utama untuk membangun cabang baru. Uji sistem Anda dengan membuka cabang di beberapa tempat atau kota yang berbeda, sebelum akhirnya bisnis Anda siap diwaralabakan.

5. REAPING FREEDOM
Kini tiba saatnya memetik apa yang telah ada tanam, yaitu kebebasan financial. Dengan kata  lain “Bisnis anda jalan, anda jalan-jalan…”.Sekarang tiba saatnya meninggalkan ‘gading’ kepada orang-orang sekitar anda.

Bagaimana jika dikaitkan dengan Kurva Pengalaman Kerja untuk membangun usaha

KURVA PENGALAMAN KERJA
(LEARNING CURVE)
  • Arti dan Tujuan
Penelitian telah dilakukan pada berbagai industri di dunia terhadap beberapa produk, dan mendapatkan suatu gambaran bahwa rata-rata ongkos persatuan barang akan mengalami penurunan sebagai akibat dari bertambahnya pengalaman di dalam mengerjakan pekerjaan itu atau memproduksikan barang tersebut. Hal ini adalah logis karena dengan bertambahnya pengalaman wewenang di dalam mengerjakan pekerjaan itu, tentu saja akan diperoleh pelajaran untuk melakukannya dengan lebih baik serta lebih efisien. Kekeliruan-kekeliruan yang telah diperbuatnya dapat diketahui dan untuk selanjutnya tidak diulang lagi terhadap kesalahan yang sama. Dengan jalan demikian maka logika hubugan antara pengalaman kerja dengan efisiensi tersebut dapat dijelaskan.

Dari penelitian yang telah dilakukan secara intensif khususnya penelitian yang dilakukan oleh The Boston Consulting Group yang telah melakukan penelitian terhadap lebih dari 2000 jenis produk di negara-negara industri didunia, telah diperoleh gambaran bahwa penurunan biaya per unit akan dapat dicapai secara cukup berarti apabila pengalaman dibidang itu telah mencapai dua kali lipat (double). Jadi apabila pengalaman kerja meningkat dan mencapai dua kali lipat dari semua maka akan terdapat suatu penurunan biaya produksi per unit yang cukup berarti besarnya. Penurunan biaya produksi sebgai akibat bertambahnya pengalaman kerja itu dapat digambarkan dalam bentuk grafik yang sering disebut “LEARNING CURVE” atau “EXPERIENCE CURVE”. Hukum dari Learning Curve ini mengatakan bahwa biaya produksi per unit dari suatu produk, bila diukur dengan nilai uang yang tetap ,akan mengalami penurunan sebesar prosentase tertentu, setiap kali pengalaman kerja meningkat menjadi dua kali lipat.

Pengalaman kerja di dalam berproduksi dapat ditunjukkan oleh kumulatif volume produksi dari tahun ke tahun atau dari bulan ke bulan. Oleh karena itu maka apabila kumulatif volume produksi bertambah brarti pengalaman kerja juga bertambah, dan apabila kumulatif volume produksinya mencapai dua kali lipat itu berarti pengalaman kerjanya juga sudah doubel (dua kali lipat) pula.

Penggambaran secara grafis terhadap Learning Curve ini dapat dilihat pada gambar berikut ini:


Sebagai suatu gambaran, andaikata suatu pabrik yang membuat suatu jenis mesin tertentu, dan tiap mesin yang dihasilkan itu dibubuhi nomor mesinnya, maka pengalaman kerja dari perusahaan itu dalam memproduksikan jenis mesin yang diproduksikan pada saat itu. Jadi:Pengalaman kerja = Komulatif Volume produksi.

Perlu ditekankan disini bahwa perturunan biaya produksi tersebut adalah tidak terjadi dengan sendirinya seperti halnya dalam gaya berat, tetapi penurunan biaya tersebut haruslah diusahakan secara terus menerus oleh produsen, dilakukan pengawasan terus menerus terhadap kegiatan itu. Apabila intensitas pengawasannya berkurang tentu saja pengaruh dari hukum learning curve ini juga akan berkurang pula.

Di samping itu orang sering mendengar dan mengalami bahawa  keadaannya justru sebaliknya yaitu setiap tahun (pengalaman juga selalu bertambah tentu saja) terlihat adanya gejala naiknya biaya produksi per satuan. Keadaan tersebut perlu memperoleh penjelasan lebih mengena. Kenaikan biaya produksi dari tahun ke tahun memang selalu naik, tingkat upah juga selalu naik, harga energi semakin hari semakin langka dan harganya juga semakin naik. Hal-hal itulah yang mendorong kenaikan biaya produksi tersebut. Jadi kenaikan biaya itu adalah karena faktor kelangkaan barang yang menyebabkan kenaikan harga serta faktor inflasi atau faktor nilai uang. Dalam hal learning curve ini maka kita meniadakan pengaruh nilai uang atau pengaruh nilai uang atau pengaruh inflasi tersebut, yaitu dengan menganggap (asumsi) nilai uang tetap atau tidak ada pengaruh inflasi. Apabila terdapat inflasi mak pengaruuh inflasi ini harus kita hilangkan lebih dahulu sebelum perhitungan kita, kita lakukan terhadap learning curve ini. Hal ini tentu saja dapat kita lakukan dengan mengurangi biaya produksi tersebut dari tahun – ketahun sebesar tingkat inflasi yang terjadi di negara itu. Dengan demikian maka perhitungan learning curve itu didasarkan pada nilai uang yang tetap, sehingga penurunan biaya itu adalah betul–betul menggambarkan adanya pengaruh meningkatnya efisiensi sebagai akibat bertambahnya pengalaman kerja.

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...