Baca Juga
PERENCANAAN DAN DESIGN DATABASE SIG
HORTIKULTURA TANAMAN KOPI DI KABUPATEN KENDAL
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar
Belakang
SIG dapat mempresentasikan real word :dunia nyata;
diatas monitior !omputer sebagaimana lembaran peta dapat mempresentasikan dunia
nyata di ataskertas. Tetapi
SIG memiliki kekuatan lebih dan fleksibilitas dibandingkan lembaran pada kertas. SIG dapat menentukan lokasi
yang sesuai untuk pengembangan lokasi permukiman penduduk yang memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. kemampuan
SIG secara eksplisit adalah memasukkan
data dan mengumpulkan data geografi (spasial
dan atribut)
mengintegrasikan data geografi,
memeriksa, mengu-pdate
data geografi,menyimpan dan membuka kembali data geografi,mempresentasikan
atau menampilkan data geografi.
Perencanan design database dibutuhkan dalam sebuah
system informasi geografis yang dibangun, maka diperlukan pembuatan design
database agar memudahkan dalam input data kedalam sebuah database. Perencanaan
database diperlukan yang berguna sebagai strategi dalam pembangunan database.
Perencanaan design database SIG harus direncanakan secara urut agar lebih mudah
dipahami dan diolah.
II.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun
tujuan diantaranya adalah membuat design database yang dibutuhkan dalam Sitem informasi Geografis
Hortikultura tanaman kopi
III.
Metode Pengumpulan Data
Studi Pustaka / Literatur Metode
pengumpulan data dengan studi
kepustakaan / literatur, dilakukan dengan mencari dan mempelajari pustaka-pustaka
yang berkaitan. Pustaka tersebut dapat berupa buku-buku atau melalui media internet yang berkaitan dengan penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peta Kabupaten Kendal
![]() |
| Peta Kabupaten Kendal |
2.2 Perencanaan Strategi Langkah/Tahapan Pembangunan Database SIG
No
|
Nama Proses
|
Tahapan
|
Hardware / software
|
1
|
Digitasi
|
Melakukan konversi data analog menjadi data digital
|
ArcGIS, ArcView
|
Koreksi
geometrik
|
Proses
transformasi data raster yang masih mentah ke dalam system proyeksi
tertentu, sehingga nilai koordinatnya dapat ditumpang susunkan dengan data
spasial lain
|
Arcgis
|
|
Integrasi
|
Mengintegrasikan fungsi google map API dengan
tekonologi pemrograman lainnya
|
PHP,MySQL,Jquery
|
|
Editing
|
Proses perbaikan digitasi yang belum sempurna
|
ArcGIS, ArcView
|
|
view
|
Menampilkan semua data gambar yang ada baik dalam
bentuk vector maupun bentuk raster
|
Arcview
|
2.3 Design Database SIG
2.3.1 Analisa Data Requirement
No
Req
|
Requirement
|
Req 1
|
Kabupaten Kendal memiliki beberapa
kecamatan
|
Req 2
|
Tiap kecamatan mempunyai beberapa
kelurahan
|
Req 3
|
Tiap kecamatan mempunyai id
kecamatan,nama kecamatan
|
Req 4
|
Tiap kelurahan mempunyai id kelurahan
dan nama kelurahan
|
Req 5
|
Tiap kelurahan memiliki lahan yang
ditanami tanaman kopi
|
Req 6
|
Data lahan yang ditanami kopi
mempunyai data sendiri seperti ketinggian,curah hujan,pH tanah,dan suhu
|
Req 7
|
Setiap unsur lahan akan di
representasikan dengan menggunakan geometri polyline
|
Req 8
|
Setiap data lahan mempunyai id
lahan,nama pemilik lahan dan luas lahan
|
Req 9
|
Setiap ketinggian mempunyai id
ketinggian dan rate ketinggian
|
Req 10
|
Setiap suhu mempunyai id lahan,dan
suhu
|
Req 11
|
Setiap lahan mempunyai id lahan,
derajat pH
|
Req 12
|
Setiap curah hujan mempunyai id
lahan,curah hujan
|
2.3.2 Rancang Representasi Data SIG
Tabel wilayah
tanam kopi
No
|
Nama Jenis tanama kopi
|
Ketinggian
|
Curah hujan
|
Suhu
|
Bentuk
Representasi
|
1
|
Arabika
|
1000-2000
Mdpl
|
1000 – 1500 mm
|
15-24oC
|
Polygon
|
2
|
Robusta
|
2000 Mdpl
|
1200-2000
mm
|
15-24oC
|
Polygon
|
Tabel batas wilayah
No
|
Id Batas
|
Nama Batas
|
Bentuk
Representasi
|
1
|
B1
|
Batas Kabupaten
|
Line
|
2
|
B2
|
Batas Kecamatan
|
Line
|
3
|
B3
|
Batas Kelurahan
|
Line
|
4
|
B4
|
Batas Pemukiman
|
Line
|
5
|
B5
|
Batas wilayah tanam Kopi
|
Line
|
Tabel jalan
No
|
Id Jalan
|
Nama Jalan
|
Bentuk
Representasi
|
1
|
J1
|
Jalan Arteri Primer
|
Line
|
2
|
J2
|
Jalan Arteri Sekunder
|
Line
|
3
|
J3
|
Jalan Kolektor
|
Line
|
4
|
J4
|
Jalan Lokal Primer
|
Line
|
3
Tabel
Produktifitas Tanaman Kopi
No
|
Nama Wilayah
|
Jumlah Produksi (Ton)
|
Bentuk
Representasi
|
1
|
Sukorejo
|
34.68
|
Polygon
|
Patean
|
44.96
|
Polygon
|
|
Singorejo
|
32.7
|
Polygon
|
|
Limbangan
|
34.8
|
Polygon
|
|
Boja
|
31.2
|
Polygon
|
|
Pager Uyung
|
42.8
|
||
Weleri
|
10.6
|
||
Ringin
|
9.2
|
||
Gemuh
|
6.4
|
2.3.3 Enterprise Rules
No
|
Nama Peta Digital
|
Enterprise Rules
|
Peta Digital indikator pH tanah
|
1. Setiap
unsur spasial kelurahan memiliki atribut non spasial table kelurahan
2. Setiap
unsure spasial pH tanah meiliki atribut non spasial tabel pH tanah
3. Setiap
unsure spasial pH tanah terdiri dari lebih dari satu unsure spasial kelurahan
yang direlasikan dalam bentuk primary key dan foreign key
|
|
Peta Digital lahan
|
1. Setiap
unsur spasial kelurahan memiliki atribut non spasial table kelurahan
2. Setiap
unsure spasial lahan meiliki atribut non spasial tabel lahan
3. Setiap
unsure spasial lahan terdiri dari lebih dari satu unsure spasial kelurahan
yang direlasikan dalam bentuk primary key dan foreign key
|
|
Peta digital indikator curah hujan
|
1. Setiap
unsur spasial kelurahan memiliki atribut non spasial table kelurahan
2. Setiap
unsure spasial curah hujan meiliki atribut non spasial tabel curah hujan
3. Setiap
unsure spasial curah hujan terdiri dari lebih dari satu unsure spasial
kelurahan yang direlasikan dalam bentuk primary key dan foreign key
|
|
Peta Digital indikator ketinggian
|
1. Setiap
unsur spasial kelurahan memiliki atribut non spasial table kelurahan
2. Setiap
unsure spasial curah hujan meiliki atribut non spasial tabel ketinggian
3. Setiap
unsure spasial ketinggian terdiri dari lebih dari satu unsure spasial
kelurahan yang direlasikan dalam bentuk primary key dan foreign key
4. Setiap
unsure batas kelurahan akan memiliki unsure spasial ketinggian, relasi
dinyatakan dalam konsep topologi (bersamaan dengan system koordinat)
|
2.3.4 ERD Spasial
Tanaman
|
Sektor
|
Sub-sektor
|
Kabupaten
|
Kecamatan
|
Hasil panen
|
|
Tanaman
|
-
|
-
|
m : 1
|
-
|
-
|
1 : m
|
Sektor
|
-
|
1 : m
|
1 : m
|
-
|
-
|
|
Sub-sektor
|
-
|
-
|
-
|
-
|
||
Kecamatan
|
-
|
-
|
1 : m
|
|||
Hasil
panen
|
1 : m
|
-
|
Untuk pembuatan basis data pertama kita melakukan
terlebih dahulu konsep data yang ingin di tampilkan dalam sig tersebut dengan
menentukan entitas yang terkait dalam data tersebut dan kemudian
menterjemahkannya ke dalam basis data. dalam tahap ini disajikan suatu model
yang disebut Enterprise Rule (ER). Enterprise Rule ini diperlukan
untuk menentukan hubungan antar entitas yang berkaitan dengan laman (website) .
ER-nya adalah sebagai berikut :
- Sektor perkebunan yang terbagi menjadi beberapa subsektor
- Tanaman kopi termasuk tanaman sub sektor perkebunan, karena kopi termasuk tanaman hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi
- Kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan dan satu kecamatan terdapat di dalam sebuah kabupaten
- Setiap kecamatan memproduksi beberapa komoditas dan setiap komoditas holtikultura musiman produktivitas tanaman kopi spasial ada di dalam sebuah kecamatan
- Komoditas yang di produksi adalah kopi arabica, kopi perkebunan dan
Sehingga Hubungan data tersebut adalah sebagai
berikut:
2.3.5 Pendekatan Skeleton table
- Kecamatan (idkec,nmkcl)
- Keberadaan tanaman kopi (idkec, banyak_kopi, jenis_kopi, kontur_tanah)
2.3.6 Kamus Data Skeleton
Kamus Data Skeleton Tabel Kecamatan
|
Nama
|
|
Size
|
Keterangan
|
|||||
1
|
IdKec
|
Aplhanumeric
|
5digit
|
Nomor Identitas Kecamatan
|
|||||
2
|
NmKec
|
Character
|
30digit
|
Nama Kecamatan
|
Kamus Data Skeleton Tabel Keberadaan Tanaman Kopi
|
Nama
|
|
Size
|
Keterangan
|
|||||
1
|
idkec
|
Aplhanumeric
|
5digit
|
Nomor Identitas Kecamatan
|
|||||
2
|
banyak_kopi
|
Numeric
|
30digit
|
Banyak kopi di setiap kecamatan
|
|||||
3
|
jenis_kopi
|
Character
|
30digit
|
Jenis kopi
|
|||||
4
|
kontur_tanah
|
Character
|
30digit
|
Kontur tanah
|
Sumber : Melly K.S.
Editor : Admin Coretan
Mahasiswa

