Baca Juga
ANALISIS EQUILIBRIUM DALAM EKONOMI
1. PENGERTIAN
EQUILIBRIUM
Seperti dalam istilah ekonomi lainnya,
Equilibrium dapat di definisikan dalam berbagai cara. Salah satu definisi
Equilibrium adalah suatu kumpulan variabel-variabel terpilih yang saling
berhubungan dan di sesuaikan satu dengan yang lainnya dengan cara sedemikian
rupa, sehingga tidak ada kecenderungan yang melekat ( inherent ) dalam model
tersebut untuk berubah . pada pokoknya, Equilibrium untuk model tertentu adalah
suatu keadaan yang mempunyai ciri tidak adanya kecenderungan untuk berubah .
oleh karena itu, analisi Equilibrium ( secara khusus, sesuai dengan studi
mengenai Equilibrium ) disebut statika ( statics ).
Kenyataan bahwa Equilibrium berarti
tidak ada kecenderungan untuk berubah dapat mendorok seseorang untuk menarik
kesimpulan bahwa suatu Equilibrium harus berarti adanya suatu keadaan yang
ideal atau keadaan yang di inginkan, karena hanya pada keadaan ideal saja tidak
ada dorongan terjadinya perubahan . kesimpulan seperti ini tidak dijamin
kebenarannya. Walaupun keadaan Equilibrium tertentu dapat menunjukan suatu
keadaan yang diinginkan dan sesuatu yang harus di capai seperti keuntungan
maksimum dari sudut pengusaha, keadaan Equilibrium lainnya tidak diinginkan dan
perlu dihindari .
2. EQUILIBRIUM
PASAR PARSIAL SUATU MODEL LINEAR
A. PEMBENTUKAN
MODEL
Karena hanya satu barang yang akan
dibahas, maka hanya tiga variabel yang dimasukkan dalam model, yakni :
Kuantitas ( Quantity ) narang yang di minta ( Qd , kuantitas barang yang di
tawarkan ( Qs ), dan harga barang ( p ) . Jadi, Qd digunakan untuk menunjukan
baik kuantitas variabel yang diminta (dengan rentang nilai keseluruhan) maupun
nilai penyelesaiannya (suatu nilai khusus) dan demikian juga untuk simbol Qs
dan P .
B. PENYELESAIAN
MELALUI PENGHAPUSAN VARIABEL
Model tersebut terdiri dari tiga
persamaan dengan tiga variabel. Namun, dengan menyamakan Qd dan Qs melalui
syarat Equilibrium , kit amemperoleh Q = Qd = Qs dan menulis kembali model yang
sama sebagai berikut :
Q
= a- bP
Q = -c + dP
Q = -c + dP
Sehingga mengurangi model menjadi
dua persamaan dengan dua variabel. Selanjutnya, dengan mensubtitusi persamaan
pertama ke persamaan kedua model tersebut dapat dikurangi menjadi satu
persamaan dengan satu variabel :
a – bP = -c + dP atau setelah mengurangi (a+dP) dari kegua bagian persamaan dan mengalikannya dengan -1, (b + d )P = a + c hasil ini juga secara langsung diperoleh dengan mensubtitusi persamaan kedua dan ketiga kedalam persamaan pertama .
Karena b + d ≠ 0 , kita boleh membagi kedua bagian dengan (b + d) . hasilnya adalah nilai penyelesaian P :
P*= a + c
b + d
a – bP = -c + dP atau setelah mengurangi (a+dP) dari kegua bagian persamaan dan mengalikannya dengan -1, (b + d )P = a + c hasil ini juga secara langsung diperoleh dengan mensubtitusi persamaan kedua dan ketiga kedalam persamaan pertama .
Karena b + d ≠ 0 , kita boleh membagi kedua bagian dengan (b + d) . hasilnya adalah nilai penyelesaian P :
P*= a + c
b + d
perhatikan
bahwa P* secara keseluruhan dinyatakan dalam parameter, yang menunjukan data
tertentu untuk model tersebut. Jadi P* adalah suatu nilai yang sudah tertentu.
Perhatikan juga bahwa P* adalah positif seperti harga seharusnya karena keempat
parameter adalah positif menurut spesifikasi model tersebut. Untuk mendapatkan
kuantitas Equilibrium Q* (= Q*d = Q*s ) yang sesuai dengan nilai P*, langsung
saja disubtitusikan ke persamaan. Dan kemudian selesaikan hasil persamaannya
dengan mensubtitusi ke dalam fungsi permintaan kita akan memperoleh:
Q*
= a – b( a + c ) = a(b + d ) – b(a+c) = ad – bc
b + d b + d b + d
b + d b + d b + d
equilibrium
yang sekali lagi merupakan suatu ekpresi hanya dalam istilah parameter. Karena
penyebut ( b + d ) adalah positif, Q* yang positif mensyaratkan bahwa pembilang
(ad-bc) juga positif . jadi supaya mempunyai arti ekonomi, model ini harus
mempunyai persyaratan tambahan, yaitu bahwa ad > bc.
3. PASAR
PARSIAL SUATU MODEL NON LINEAR
Anggaplah fungsi permintaan linear dalam model pasar tertutup diganti dengan fungsi permintaan kuadrat, sedangkan fungsi penawaran tetap linear. Jika anda menggunakan koefisen dalam angka selain parameter, maka bentuk model berikut akan timbul :
Anggaplah fungsi permintaan linear dalam model pasar tertutup diganti dengan fungsi permintaan kuadrat, sedangkan fungsi penawaran tetap linear. Jika anda menggunakan koefisen dalam angka selain parameter, maka bentuk model berikut akan timbul :
Qd = Qs
Qd = 4 – P2
Qd = 4P – 1
Qd = 4 – P2
Qd = 4P – 1
Seperti telah di bahas sebelumnya,
sistem tiga persamaan ini dapat disederhanakan menjadi satu persamaan dengan
menghapus variabel (dengan subtitusi) :
4 – P2 = 4P – 1
Atau P2 + 4P
– 5 = 0
Ini adalah persamaan
kuadrat karena bagian kiri adalaha fungsi kuadrat dari variabel P . secara
umum, perbedaan utama antara persamaan kuadrat dan linear adalah bahwa
persamaan kuadrat menghasilkan dua nilai jawaban.
A. PERSAMAAN
KUADRAT VERSUS FUNGSI KUADRAT
Sebelum membahas metode penyelesaiannya, harus dijelaskan terlebih dahulu perbedaan dua istilah persamaan kuadrat ( quadratic equition ) dan fungsi kuadrat (quadratic function) . menurut pembahasan terdahulu, pernyataan P2 + 4P – 55 merupakan suatu fungsi kuadrat, katakanlah f(P) . jadi kita bisa menulis f(P) = P2 + 4P – 5
Sebelum membahas metode penyelesaiannya, harus dijelaskan terlebih dahulu perbedaan dua istilah persamaan kuadrat ( quadratic equition ) dan fungsi kuadrat (quadratic function) . menurut pembahasan terdahulu, pernyataan P2 + 4P – 55 merupakan suatu fungsi kuadrat, katakanlah f(P) . jadi kita bisa menulis f(P) = P2 + 4P – 5
|
P
|
…
|
-6
|
-5
|
-4
|
-3
|
-2
|
-1
|
0
|
1
|
2
|
…
|
|
f(P)
|
…
|
7
|
0
|
-5
|
-8
|
-9
|
-8
|
-5
|
-5
|
0
|
7…
|
Nilai
P dalam domain fungsi memenuhi syarat untuk dimasukkan. Hal ini
disebabkan kita jarang membahas pemecahan persamaan f(P) = P2 =
4P-5. Karena pasangan orde seperti di atas dapat ditulis dalam jumlah tak
hingga, yaitu satu untuk setiap nilai P, maka terdapat sejumlah bilangan
tak terhingga untuk pemecahan (3.8). variabel f(P) sekarang hilang, telah
diganti dengan nilai nol hasilnya adalah persamaan kuadrat dalam satu variabel
P.
v Rumus Kuadrat
Secara umum
rumus persamaan kuadrat diketahui dalam bentuk
a = bx = c = 0
(a ¹
0)
dalam kasus ini,
akar dua memiliki nilai yang sama ; dikenal sebagai akar kuadrat dari bilangan
negative yang tidak ada dalam sisitem bilangan nyata. Rumus yang luas
penggunaannya ini diperoleh melalui proses yang disebut “penyempurnaan
kuadrat”.
v Pemecahan Lain dengan Grafik
Salah satu
metode pemecahan grafik variable kuantitas telah dihilangkan untuk mendapatkan
persamaan kuadrat. Permasalhan kita adalah mencari perpotongan kedua titik,
yakni :
D = {(P, Q) | Q = 4 – P2}
S = {(P,Q) | Q = 4P – 1 }
Dan jika tidak
ada pembatas yang ditetapkan untuk domain dan “range”, perpotongan himpunan
akan berisi dua elemen yakni :
D Ç S = {(1,3), (-5, -2)}
Pasangan orde
yang pertama terletak dalam kuadran 1 dan pasangan orde yang kedua dalam
kuadran 3.
v Persamaan Polinomial Tingkat Tinggi
Bila suatu
sistem dari persamaan simultan berubah bukan menjadi persamaan linier melainkan
menjadi persamaan polynomial pangkat tiga atau persamaan polynomial pangkat
empat akar – akarnya lebih sukar dicari. Salah satu metode yang digunakan
adalah “memfaktorkan” fungsinya. Secara umum, persamaan polynomial
pangkat n harus menghasilkan total n akar. Kedua dan yang lebih penting untuk
pencarian akar, kita perhatikan hubungan berikut anatar tiga akar (1, -2, 2 )
dan 4 suku yang konstan harus merupakan hasil bagi dari akar tiga, maka masing
masing akar harus menjadi pembagi dari suku yang konstan. Hubungan ini dapat
dirumuskan dalil berikut :
Dalil I
berdasarkan persamaan polinomial :
Dimana semua
koefisien adalah bilangan bulat, dan koefisien xn adalah
kesatuan ada akar bilangan bulat, maka
masing – masing harus menjadi pembagi a0.
Dalil II
berdasarkan pada polynomial dengan koefisien bilangan bulat :
Jika ada akar rasionak
rls dimana rdan s adalah bilangan bulat tanpa pembagi yang
umum kecuali kesatuan (unity), maka r adalah pembagi a0
dan s adalah pembagi an.
Dalil III berdasarkan persamaan polynomial
3.4 Ekuilibrium Pasar Umum
Dalam model pasar tetutup kondisi
ekulibrium hanya terdiri dari satu persamaan yaitu Qd = Qs atau E º Qs – Qs = 0 dimana E menunjukkan kelebihan
permintaan. Kondisi equilibrium untuk model pasar dengan n- barang akan
melibatkan n persamaan yaitu satu persamaan untuk setiap barang.
ü Model Pasar dengan Dua Barang
Untuk mudahnya, fungsi
permintaan dan penawaran dari kedua barang diasumsikan linier. Sebagai tahap
awal dalam pemecahan model ini, kita sekali lagi dapat menghilangkan variabel.
Dengan mensubstitus persamaan kedua dan ketiga kedalam persamaan pertama serta
persamaan kelima dan keenam kedalam persamaan keempat, jumlah persamaan akan
berkurang menjadi dua persamaan.
Walaupun ini
sistem sederhana hanya menggunakan dua persamaan,tetapi bila digunakan 12
parameter dengan menggunakan cara aljabar menjadi tidak mudah,kecuali
diperkenankan penulisan yang singkat. Definisi simbol-simbol penulisan yang
singkat sebagai berikut :
ci
º
ai - bi
( i = 0,1,2 )
gi º ai - βi
Misalkan pada fungsi permintaan
dan penawaran,untuk setiap barang,Qsi
tergantung pada Pi,Qdi sebagai fungsi dari kedua
harga. Sementara Pi koefisien negatif terhadap Qd1,maka P2
adalah positif. Apabila terjadi kenaikan dalam P2,maka Qd1 cenderung naik
pula,sehingga kedua barang saling bersubtitusi. Peran P1 dalam fungsi Qd2 mempunyai interpretasi yang sama. Ekuilibrium harga
dapat berupa grafik,bila koefisiennya sudah diketahui,maka kedua persamaan
tersebut digambar dalam bidang koordinat P1
P2,dan perpotongan
antara kedua kurva akan menetapkan P1*
dan P2*.
Kasus dengan n Barang
Pembahasan mengenai pasar dengan
banyak barang hanya terbatas pada kasus dua barang,tetapi sudah jelas ini telah
beralih dari analisis ekuilibrium parsial
ke analisis ekuilibrium umum. Bila
semua barang dalam perekonomian dimasukkan dalam model pasar yang mencakup ai
Walras ( Walrasian type of general equilibrium model ),dimana kelebihan
permintaan untuk setiap barang merupakan fungsi dari semua harga barang dalam
perekonomian. Secara umum dengan n-barang dapat menyatakan fungsi permintaan
dan penawaran sebagai berikut :
Qdi = Qdi ( P1,P2,
. . . , Pn ) ( i = 1 , 2, . . . , n )
Qsi = Qsi ( P1,P2,
. . . , Pn )
Selanjutnya,kondisi
ekuilibrium terdiri dari himpunan n
persamaan,
Qdi – Qsi = 0 ( i = 1, 2, . . . , n )
Pemecahan Sistem
Persamaan Umum
Untuk model dengan fungsi yang
umum,sejumlah m parameter (a,a, . . .
,a) di mana m tidak perlu sama dengan
n-ekulibrium harga n,mempunyai bentuk analisis umum sebagai
berikut :
Pi* = Pi* ( a1, a2, . . . , am
)
Ini
adalah pernyataan simbolik yang menyebabkan nilai pecahan dari setiap
variabel,disini harga merupakan suatu fungsi dari himpunan semua parameter
model. Beberapa contoh sederhana harus meyakinkan bahwa jumlah persamaan dan
jumlah variabel yang tidak diketahui ( variabel endogen ) yang sama tidaklah
menjamin terdapatnya satu pemecahan. Contoh sederhana cukup menjelaskan
pentingnya konsistensi ( consistency )
dan kebebasan fungsi ( funcional
independence ) sebagai prasyarat
untuk penerapan proses dalam menghitung jumlah variabel yang tidak diketahui.
Untuk model persamaan simultan,digunakan model linear melalui konsep
“determinan” dan non-linear memerlukan pengetahuan mengenai “derivatif parsial”
dan “determinan jacobian”. Pembahasan mengenai analisis statis dibatasi pada
model pasar dalam berbagai bentuk linear dan non-linear,satu barang dan banyak
barang,khusus dan umum dapat diterapkan dalam bisang ekonomi lainnya. Contoh
model pendapatan nasional Keynes :
Y = C + I0 + G0 (
a > 0, 0 < b < 1 )
C = a + bY
Persamaan
pertama adalah dalam kondisi ekulibrium ( pendapatan nasional = pengeluaran
total yang direncanakan ). Persamaan kedua,fungsi konsumsi adalah kondisi
perilaku,yakni a dan b masing-masing menunjukkan pengeluaran
konsumsi otonom dan condong mengonsumsi marjinal.
Mensubtitusikan persamaan kedua ke
dalam persamaan pertama,menjadi satu persamaan dengan satu variabel,Y :
Y = a + bY + I0 + G0
( 1 – b )Y = a + I0 + G
Untuk
mencari nilai penyelesaian Y,membaginya
dengan ( 1 – b ) :
Y* = 
Sumber : Anggraini Sinta P.
Editor : Admin Coretan Mahasiswa


