Baca Juga
Makalah Kompensasi-Sumber Daya Manusia-Bagian 3
A.
Metode – metode Evaluasi Pekerjaan
Terdapat
empat metode evaluasi pekerjaan yang terdiri dari dua bagian, dua metode pertama
(metode peringkat dan metode klasifikasi) merupakan metode kualitatif, dan dua
metode berikutnya (perbandingan faktor dan poin) adalah metode kuantitatif.
Tidak dikatakan bahwa suatu metode apakah kualitatif atau kuantitatif yang
terbaik, penilai dapat memilih metode apa yang paling sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi.
1.
Metode Peringkat
Dalam
mengevaluasi pekerjaan, metode peringkat (ranking method) sangat
sederhana dibandingkan dengan metode lain. Metode peringkat digunakan pada
organisasi berukuran kecil karena sistem pengukuran pekerjaan yang sederhana
dan mengeluarkan biaya sedikit. Dalam prosesnya, penilai mempelajari secara
cermat deskripsi setiap pekerjaan, kemudian menguruutkan sesuai nilainya.
Beberapa langkah harus dilakukan, antara lain, analisis pekerjaan, memilih
pekerjaan, menentukan faktor-faktor yang dapat dibandingkan, dan menentukan
peringkat pekerjaan. Berikut ini merupakan langkah-langkah Metode Peringkat.
Informasi
Pekerjaan. Langkah awal dalam metode
peringkat pekerjaan adalah membuat deskripsi pekerjaan. Biasanya, pekerjaan
yang tingkat kesulitan tugas-tugas dan tanggung jawab yang tinggi memiliki
nilai tertinggi ditempatkan peringkat paling atas dalam pekerjaan. Kemudian
disusul oleh tugas-tugas dan tanggungjawab tertinggi kedua memberi nilai
tertinggi kedua, demikian seterusnya sampai nilai terendah.
Memilih
Pekerjaan. Peringkat pekerjaan dibuat
berdasarkan bidang atau dalam kelompok pekerjaan pada sebuah organisasi. Sebagai
contoh, peringkat pekerjaan pada setiap bagian, misalnya bagian penjualan,
produksi, pengembangan sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Demikian pula,
peringkat pekerjaan dalam satu kelompok pada bidang pekerjaan pengembangan
sumber daya manusia, misalnya pelatihan, pendidikan, dan lain sebagainya.
Menentukan
Faktor-faktor yang Dapat Dibandingkan.
Isi pada setiap pekerjaan akan diperbandingkan satu sama yang lainnya, dari
yang terbaik sampai terendah. Setiap pekerjaan perlu diidentifikasi secara
jelas, baik mengenai tugas-tugas, tanggungjawab, dan wewenang agar memudahkan
untuk menentukan peringkat pekerjaan. Banyak faktor yang dapat dijadikan
ukuran, tetapi penilai biasanya menggunakan tingkat kesulitan pekerjaan
dijadikan sebagai faktor pembanding pada setiap pekerjaan dalam organisasi.
Menentukan
Peringkat Pekerjaan. Berdasarkan faktor-faktor yang
dijadikan sebagai pembanding pada setiap pekerjaan akan dapat ditentukan
peringkat pekerjaan. Sebagai contoh, pada table berikut ini, pada bagian
pemasaran terdapat tingkatan pekerjaan yang memiliki nilai berbeda dari yang
tinggi samapi terendah. Setiap peringkat pekerjaan mempunyai nilai yang
berbeda, peringkat pertama memiliki nilai yang paling tinggi sampai pada
peringkat pekerjaan terendah memiliki nilai yang paling rendah pula.
|
Peringkat
|
Pekerjaan
|
Pembayaran (bulanan)
|
|
1
|
Manajer
Pemasaran
|
Rp 20
juta
|
|
2
|
Wakil
Manajer Pemasaran
|
Rp 15
juta
|
|
3
|
Kepala
Bagian Penjualan
|
Rp 10
juta
|
|
4
|
Supervisor
Penjualan
|
Rp 7
juta
|
|
5
|
Tenaga
Penjualan
|
Rp 5
juta
|
Berbagai teknik dapat dilakukan dalam menentukan peringkat pekerjaan, pertama, tentukan terlebih dahulu pekerjaan yang paling tinggi nilainya dan paling rendah nilainya dipilih sebagai patokan untuk menentukan peringkat berbagai jenis pekerjaan lainnya. Kedua, teknik perbandingan berpapasan, setiap pekerjaan dapat dibandingkan antara tugas-tugas dan tanggungjawab yang dituntut setiap pekerjaan, diurutkan berdasarkan tingkat kesulitannya. Ketiga, penggunaan panitia penilai, terdapat beberapa penilai untuk menilai suatu pekerjaan. Teknik terakhir, juga dapat dilakukan dalam menentukan peringkat pekerjaan adalah melalui struktur organisasi.
2. Metode Klasifikasi
Metode
klasifikasi (classification method) mrupakan metode yang sederhana dalam
menenukan nilai untuk setiap pekerjaan. Suatu pekerjaan dikelompokkan pada
suatu kelompok tertentu dengan cara mebuat gambaran pada suatu kelas, kemudian
mencocokan deskripsi pekerjaan pada kelas mana pekerjaan itu dikelompokkan.
Metode ini bermanfaat untuk menghilangkan ketidakadilan dalam memberikan
penghargaan untuk setiap pekerjan yang hanya memiliki sedikit perbedaan. Suatu
kemungkinan terjadi, suatu tugas pekerjaan tertentu memiliki nilai yang lebih
tinggi dibandingkan dengan tugas pada pekerjaan lain. Akan tetapi, beberapa
tugas pada pekerjaan lain memiliki nilai yang lebih besar. Suatu kesulitan yang
dihadapi penilai untuk menentukan peringkat pada kasus seperti itu. Untuk
mengatasi masalah demikian, lebih tepat bila digunakan metode klasifikasi
pekerjaan.
3. Metode Perbandingan Faktor
Metode
perbandingan faktor (comparison factor method) merupakan perbaikan atas
metode peringkat yang telah dibicarakan sebelumnya. Dalam metode ini, beberapa
faktor pada setiap pekerjaan akan dijadikan sebagai pembanding pada jenis
pekerjaan lain untuk menentukan peringkat suatu pekerjaan. Misalnya, peringkat
pekerjaan dapat dibuat melalui faktor keterampilan, setelah itu dapat pula
ditentukan melalui persyaratan mental, begitu pula untuk faktor-faktor lainnya.
Sebagai contoh, terdapat lima faktor yang dapat dilakukan untuk menetukan
peringkat pekerjaan, antara lain :
- Keterampilan, kemampuan mengerjakan pekerjaan secara teknis ppada suatu bidang pekerjaan.
- Persyaratan mental, mencerminkan karakteristik mental, meliputi kecerdasan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.
- Tanggungjawab, berkaitan dengan disiplin kerja, hasil pekerjaan baik kualitas maupun kuantitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan organisasi.
- Kondisi Pekerjaan, mencerminkan pengaruh-pengaruh lingkungan terhadap hasil pekerjaan, seperti, kebisingan, penerangan, penggunaan bahan berbahaya, alat yang tidak layak digunakan lagi, ventilasi, dan jam kerja yang tidak sesuai. Persyaratan Fisik, untuk jenis pekerjaan tertentu akan membutuhkan kemampuan fisik sebagi suatu persyaratan.
4.
Metode Poin
Metode
poin (point menthod) ialah salah satu evaluasi pekerjaan yang dilakukan
secara kuantitatif. Metode poin merupakan penilaian atas beberapa faktor pada
suatu pekerjaan, kemudian dijumlahkan untuk menentukan nilai suatu
pekerjaan. Faktor-faktor yang terdapat pada sutu pekerjaan akan diberi
nilai, bobot, atau angka, berdasarkan itu dapat ditentukan besar penghargaan
atau kompensasi. Faktor-faktor tersebut berasal dari analisis pekerjaan. Metode
poin lebih dikenal dibandingkan dengan metode-metode sebelumnya. Selain itu,
metode poin dapat digunakan untuk jenis pekerjaan operasi dan administrasi.
Alasan lain, metode ini dapat mengevaluasi faktor-faktor tugas dalam pekerjaan
dan menentukan angka total sebelum struktur kompensasi dipertimbangkan.
Menggunakan metode ini, pemberi kerja dapat memberikan nilai relative setiap
pekerjaan. Beberapa langkah harus dilakukan pada metode poin, antara lain
sebagai berikut :
Memilih
Jenis Pekerjaan. Tugas penilai disini adalah
memilih satu jenis pekerjaan, misalnya pekerjaan administrasi dalam
mengembangkan metode poin.
Mengidentifikasi
Faktor-faktor yang Layak Diberi Kompensasi.
Dengan teridentifikasinya suatu pekerjaan akan dapat ditentukan faktor-faktor
mana yang layak diberi kompensasi. Sebagai contoh, faktor-faktor tugas yang
layak diberi kompensasi adalah pengetahuan, ketrampilan kerja, inisiatif, dan
lain sebagainya.
Menentukan
Tingkatan Untuk Faktor-faktor Layak Kompensasi. Para penilai membagi setiap faktor menjadi beberapa
tingkatan. Tingkatan-tingkatan tersebut dapat membedakan sejumlah tingkatan pada
faktor lain. Sebagai contoh, jika kelompok pekerjaan tertentu membutuhka
persyaratan pendidikan diploma tiga, maka untuk kelompok pekerjaan yang lebih
rendah dngan mudah dapat ditentukan, misalnya lulusan Sekolah Menengah Umum,
dan lain sebagainya yang setara dengan itu.
Menentukan
Bobot Faktor. Sebagai contoh, untuk jenis
pekerjaan penelitian dan pengembangan, mungkin faktor pendidikan dan pengalaman
memberikan angka yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan operasi.
Demikian pula, faktor kondisi memberikan angka yang lebih besar pada pekerjaan
operasi daripada pekerjaan administrasi. Pada table berikut ini terdapat enam
faktor yang layak diberi kompensasi, total maksimum 1000 poin dan total minimum
300 poin. Total maksimum yang diberikan pada faktor-faktor tersebut dengan
mudah dapat diterjemahkan kedalam bobot yang dinyatakan dalam presentase. Untuk
memperoleh bobot faktor, total maksimum tiap faktor dibagi dengan total
maksimum dari seluruh tingkatan. Dari empat tingkat terdapat dalam tabel tersebut,
total terbesar terdapat pada tingkat IV yaitu 1000. Hasil perhitungan ini
menghasilkan bobot untuk setiap faktor dari faktor pertama sampai keenam,
berurut-turut, 29 persen, 11 persen, 23 persen, 4 persen, dan 7 persen.
|
No
|
Faktor Layak Kompensasi
|
Tingkat
I
|
Tingkat
II
|
Tingkat
III
|
Tingkat
IV
|
|
1
|
Pengetahuan
|
85
|
145
|
180
|
290
|
|
2
|
Keterampilan
|
30
|
45
|
55
|
110
|
|
3
|
Tanggungjawab
|
55
|
105
|
125
|
230
|
|
4
|
Pengalaman
|
85
|
150
|
190
|
260
|
|
5
|
Kondisi Kerja
|
20
|
25
|
30
|
40
|
|
6
|
Usaha
|
25
|
35
|
45
|
70
|
Menentukan
Nilai Poin Faktor. Penilai menentukan total poin
untuk setiap faktor pada pekerjaan. Caranya, poin tertinggi setiap faktor dikali
bobot pada faktor tersebut . Hasil perhitungan, nilai poin padavsetiap tingkat
pada setiap faktor dapat dilihat pada tabel dibawah. Untuk menentukan interval
untuk poin setiap faktor dapat digunakan rumus berikut :
Interval
pada setiap tingkat pada faktor tertentu adalah konstan, poin untuk tingkat
terkecil bersumber dari nilai bobot presentase yang dialokasikan pada setiap
faktor. Sebagai contoh, poin pada tingkat pertama untuk setiap faktor bersumber
dari bobot fakrot adalah 29 persen, 11 persen, 23 persen, 29 persen, 4 persen,
dan 7 persen. Sebagai contoh, interval pada faktor pengetatahuan adalah sebesar
87 pada setiap tingkat. Demikian seterusnya dilakukan untuk setiap faktor,
keterampialn, tanggungjawab, pengalaman, konsidi kerja, dan usaha.
|
No
|
Faktor Layak Kompensasi
|
Bobot
|
Tingkat
I
|
Tingkat
II
|
Tingkat
III
|
Tingkat
IV
|
|
1
|
Pengetahuan
|
29%
|
29
|
116
|
203
|
290
|
|
2
|
Keterampilan
|
11%
|
11
|
44
|
77
|
110
|
|
3
|
Tanggungjawab
|
23%
|
23
|
92
|
161
|
230
|
|
4
|
Pengalaman
|
26%
|
26
|
104
|
182
|
260
|
|
5
|
Kondisi Kerja
|
4%
|
4
|
16
|
28
|
40
|
|
6
|
Usaha
|
7%
|
7
|
28
|
49
|
70
|
Memvalidasi
Sistem Poin. Hal ini dilakukan dengan memilih beberapa
pekerjaan dari kelompok pekerjaan sebagai sampel dan menghitung bobot setiap
pekerjaan yang dipilih. Para penilai menyusun pekerjaan dengan total poin pada
setiap faktor untuk memeriksa validitas pengalokasian poin. Dengan demikian,
maka selesailah tugas penilai dalam mengevaluasi pekerjaan.
B.
Menetapkan Harga Pekerjaan
Nilai
setiap pekerjaan (job pricing) adalah suatu proses evaluasi pekerjaan
untuk menentukan nilai setiap pekerjaan yang dihargai denganmata uang tertentu.
Ada tiga cara dapat digunakan untuk menetapkan harga pekerjaan, antara lain,
tingkat bayaran, rentang bayaran, dan broadbanding.
1.
Tingkat Bayaran
Suatu
proses yang digunakan organisasi untuk menetapkan harga pekerjaan adalah dengan
mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki karakteristik sama atau hampir
sama. Bagi organisasi, lebih mudah menetapkan 10 tingkatan bayaran dibandinglan
150 pekerjaan berbeda. Bagi oragisasi berukuran kecil yang mempekerjakan kurang
daro 300 karyawan mungkin lebih mudah menentukan tingakt bayaran dibandingkan
organisasi besar.
2.
Rentang Bayaran
Rentang
Bayaran merupakan proses pengelompokkan pekerjaan dengan rentang tertentu untuk
memberikan bayaran yang sama pada suatu rentang tertentu tersebut.
3.
Broadbanding
Broadbanding
merupakan kebijakan kompensasi untuk menghilangkan sebagian tingkatan bayaran
agar menjadi lebih sedikit untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
BAB
III
PENUTUP
Kompensasi
juga mempunyai tujuan yang sangat penting bagi perkembangan suatu perusahaan.
Karena tanpa adanya kompensasi, perusahaan tersebut tidak akan berkembang.
Salah satu tujuan kompensasi adalah : Memperoleh karyawan yang memenuhi
persyaratan, mempertahankan karyawan yang ada, menjamin keadilan, menghargai
prilaku yang diinginkan, mengendalikan biaya-biaya dan mematuhi
peraturan-peraturan legal.
Kompensasi
sangatlah penting bagi perusahaan, maka dari itu kompensasi harus sangat
diperhatikan oleh perusahaan. Karena jikalau masalah kompensasi tidak berjalan
dengan baik perusahaan tidak akan berkembang dengan cepat karena masalah
keuangan pasti keliru. Dan bagi karyawan, apabila masalah kompensasi tidak
benar maka akan terjadi kecemburuan sosial. Jadi, masalah kompensasi harus
diperhatikan baik-baik.
Sumber : Vika Lutfiani, Biqis Adilah
Editor
: Admin Coretan Mahasiswa