Wednesday, July 5, 2017

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis Perusahaan

Baca Juga

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis Perusahaan

Etika(ethic) mengacu pada prinsip prinsip moral yang mencerminkan keyakinan masyarakat mengenai tindakan yang benar atau salah dari seseorang individu atau kelompok.Karyawan perusahaan harus mempraktekan etika bisnis. Maksudnya, suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial, yaitu suatu pengakuan perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengerahui masyarakat. Istilah tanggung jawab sosial kadang-kadang dipergunakan untuk menggambarkan tanggung jawab perusahaan kepada komunitas dan lingkungannya. Namun demikian dapat dipakai secara luas dengan mengikuti tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor. Walaupun keputusan bisnis yang dibuat adalah untuk meningkatkan nilai, keputusan haruslah tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial.
Pendekatan masalah – masalah etika
Para manajer melaporkan bahwa kualitas paling penting dari pengambilan keputusan etika adalah konsistensi. Merekan sering kali mencoba mengadopsi pendekatan filosofis yang dapat menjadi landasan bagi konsitensi yang mereka cari, terdapat tiga pendekatan etikan, yaitu:
  1. Pendekatan ultilitarian yaitu menilai dampak tindakan tertentu terhadap orang – orang yang terlibat langsung, dari segi apa yang memberikan manfaat terbesar bagi sebagian besar orang.
  1. Pendekatan hak moral yaitu menilai apakah keputusan dan tindakan sesuai dengan hak – hak istimewa individu dan kelompok.
  1. Pendekatan keadilan sosial yaitu menilai konsistensi tindakan dengan kesetaraan, keadilan, dan netralitas dalam menditribusikan imbalan dan biaya di antara individu dan kelompok.
Kode etik bisnis
Untuk membantu menjamin konsistensi penerapan standar etis, semakin banyak asosiasi profesi dan perusahaan yang menetapkan kode etik. Contohnya, perusahaan NIKE mengalami permasalahan global dalam menegakkan kode etik. Produk nike di produksi di pabrik – pabrik yang dimemiliki  dan dijalankan oleh perusahaan lain. dimanapun nike beropersai di seluruh dunia, kami dipandu oleh kode etik ini. Kami mengingatkan kontraktor kami dengan prinsip – prinsip ini. Kami juga mengikat para kontraktor dengan kode standar yang spesifik, yaitu:
  1. Tenaga kerja paksa
  1. Tenaga kerja anak
  1. Kompensasi
  1. Tunjangan
  1. Jam lembur
  1. Lingkungan, keselamatan dan kesehatan.
  1. Dokumen dan inspeksi.
Tren Utama kode etik
Beberapa waktu lalu, kode etik yang biasanya hanya ditemukan pada buku panduan karyawan, tren terbaru adalah bahwa kode ini juga di tampilkan secara menyolok pada situs web perusahaan dan laporan tahuna, dan bersebelahan dengan poster title VII di majalah dinding perusahaan. Tren kedua adalah bahwa perusahaan – perusahaan menambhakan ukuran – ukuran penegakan terhadap kode etiknya, termasuk kebijakan yang dirancang untuk memandu karyawan mengenai apa yang harus dilakukan jika mereka melihat terjadinya pelanggaran dan sanksi yang akan dikenakan, termasuk konsekuensinya terhadap pekerjaan serta kemungkinan diajukannya tuntutan pidana dan perdata.
Tren ketiga adalah semakin meningkatnya perhatian perusahaan untuk memperbaiki pelatihan karwayan dalam memahami kewajibannya berdasarkan pada kode etik perusahaan, tujuannya adalah menekankan pertimbangan eyika selama proses pengambilan keputusa.

Tanggung Jawab Sosial

A.
Corporate Social Responsibility (CSR)
          Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
Contoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.
Ruang Lingkup CSR
  •   Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan – kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat luas.
  •   Mematuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat baik yang berkaitan dengan kegiatan bisnis maupun kegiatan sosial pada umumnya.
  •   Hormat pada hak dan kepentingan stakeholders yang mempunyai kepentingan langsung ataupun tidak langsung terhadap kepentingan bisnis.
Jenis – jenis tanggung jawab pada CSR
1. Tanggung Jawab kepada Pelanggan
Tanggung jawab kepada pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan  mempunyai tanggung jawab ketikan memproduksi dan menjual produk dalam praktek tanggung jawab pelanggan meliputi.
Tanggung Jawab Produksi :
Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga keselamatan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efeksamping.

Tanggung jawab penjualan
Perusahaan  tidak melakukan strategi penjualan yangterlaluagresive atau iklan yang menyesatkan, perlu survey kepuasanpelanggan, dimana yang
diperlakukan sebagaimana mestinya.

Cara MenjaminTanggungJawab Sosisal Kepada Pelanggan
Dapat di lakukan dengan  tahapan sebagai berikut :
1. Ciptakan Kode Etik

  Berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara
2. Memantau Semua Keluhan
  Hubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau lainnya. Cari sumber keluhan dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak akan timbul lagi.
3.Umpan Balik Pelanggan
Meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas barang atau jasa yang mereka beli walaupun selama ini  tidak ada keluhan a.l dengan mengirim kuesioner.

1.      Tanggung Jawab kepada Karyawan
a. Rasa Aman para Karyawan 
Meyakinkan a.l tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya.
b. Perlakuan layak oleh karyawan lain
Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan, perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual 
c. Kesempatan yang sama
  Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara
2.      Tanggung Jawab Kepada Pemegang  Saham
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham)
Cara Perusahaan Meyakinkan Tanggung  Jawab
  •   Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik.
  •   Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan  
4. TANGGUNG JAWAB KEPADA KREDITOR
  Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta  memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan.
5 .TANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN
  Proses produksi yang digunakan perusahaan juga  produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat  dan polusi tanah akibat sampah/limbah beracun  yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian.    
6. Tanggung Jawab Kepada Komunitas
Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas.  Perusahaan menunjukkan kepedulian- nya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberi donasi kepada kelompok sosial lokal. Misal suatu bank memberi kredit lunak kepada masyarakat sekitarnya yang berpenghasilan rendah dan kepada komunitas minoritas. Atau beberapa perusahaan besar memberi donasi  kepada universitas terkemuka.

Tanggung Jawab Bisnis dalam Lingkungan Internasional  
  •   Apabila perusahaan bersaing dalam lingkungan bisnis internasional, mereka harus tanggap akan perbedaan budaya. Misalnya perusahaan dibeberapa negara tidak semua berpandangan bahwa memberi imbalan kepada pelanggan atau pemasok besar sebagai tidak etis.
  •   Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika dan tanggung jawab bisnis   dalam kerangka internasional, sehingga mereka dapat membangun reputasi global untuk menjalankan roda bisnis dengan cara yang etis.
Biaya Untuk  Memenuhi Tanggung  Jawab Sosial
Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung  jawab sosial kepada  :
  1. Pelanggan adalah  Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengetahui kepuasan pelanggan,Gugatan hokum.
  1. Karyawan adalah  Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengetahui kepuasan karyawan,  Gugatan hukum oleh karyawan karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti.        
  1. Pemegang Saham  adalah  Mengumumkan Informasi Keuangan secara periodik, Gugatan hukum atas tuduhan bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemegang saham .     
  1. Lingkungan adalah Memenuhi regulasi pemerintah akan lingkungan, Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan yang dibuat perusahaan.

Sumber               : Noviana Rinjani
Editor                  : Admin Coretan Mahasiswa

Scope Bisnis

Baca Juga

Scope Bisnis


Scope Bisnis dan strategi bersaing bagi perusahaan di pasar luar negeri
1.Jelaskan perbedaan antara scope bisnis nasional, internasional, regional dan global !

Jawab :
a.   Perusahaan Domestik / Lokal
Perusahaan bisnis domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana dan tidak kompleks karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di sekitarnya saja mulai dari besar kecil kompensasi, budaya perusahaan, rekrutmen tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya.
b.   Perusahaan Internasional
Perusahaan bisnis internasional adalah suatu unit bisnis yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negari dari negara asalnya. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negri sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.
c.   Perusahaan Multinasional
Perusahaan bisnis multi nasional adalah perusahaan yang memiliki beberapa pabrik yang berdiri di negara yang berbeda-beda. Penyesuaian dengan budaya di tiap negara yang dimasuki adalah suatu keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya ongkos produksi dan distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen akhir.
d.   Perusahaan Global
Perusahaan global adalah unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan sistem pengambilan keputusan desentralisasi. Sistem partisipasi bisnis global digunakan karena sudah semakin pudar dan hilangnya batasan-batasan pasar suatu negara dengan negara lainnya (globalisasi). Biasanya perusahaan global memiliki ciri distribusi sudah ekspor, memiliki unit produksi di luar negara asal dan melakukan aliansi dengan perusahaan asing.
  
2.Jelaskan alasan bahwa bisnis dikembangkan dari scope nasional, internasional, regional dan global ?

Jawab :
Mengapa Perusahaan – perusahaan melakukan Globalisasi,   karena melalui globalisasi perusahaan-perusahaan AS sering kali dapat memperoleh manfaat dari industri dan teknologi yang dikembangkan di luar negeri.  Bahkan, perusahaan jasa yang relatif kecil yang memiliki keunggulan kompetitif khusus dapat memanfaatkan operasi yang besar di luar negeri. Diebold  Inc, pada awalnya hanya beroperasi di AS, menjual mesin ATM, lemari besi untuk bank, dan sistem keamanan untuk institusi keuangan. Namun seiring semakin jenuhnya pasar AS, Diebold perlu melakukan ekspansi secara internasional untuk mempertahankan pertumbuhannya. Upaya globalisasi perusahaan tersebut mengarah baik pada perkembangan teknologi baru di pasar-pasar negara berkembang dan peluang untuk masuk pada industri yang sama sekali baru, yang secara signifikan memperbaiki penjualan Diebold. Perkembangan global berfungsi sebagai senjata kompetitif. Penetrasi langsung ke pasar asing dapat mengeringkan arus kas penting dari operasi domestik pesaing asing.

3.Jelaskan empat orientasi strategi berikut ini : ethnocentic orientation, polycentric orientation, regiocentric orientation, geocentric orientation !

Jawab :
Orientasi strategis perusahaan global
Suatu perusahaan dengan orientasi  etnosentris  (ethnocentric orientation) yakin bahwa nilai dari prioritas dari organisasi induk seharusnya adalah mengarahkan  pengambilan keputusan strategis dari seluruh operasinya. Jika suatu perusahaan memiliki orientasi polisentris  (polycentric orientation), maka budaya dari negara dimana suatu srategi akan diimplementasikan dapat mendominasi proses pengambilan keputusan. Sebaliknya, orientasi regiosentris (regiosentric orientation) terjadi jika induk perusahaan berusaha memajukan tujuannya sendiri dengan tujuan dari daerah-daerah yang sedang dipertimbangkan, sehingga terjadi kompromi yang sesuai dengan daerah tersebut.
a.    Pendekatan ethnosentic
·         Karakter perusahaan lokal dan internasional.
·         Peluang diluar pasar lokal yang berkembang diberbagai unsur-unsur bauran pemasaran.
b.    Pendekatan polycentric
·       Karakteristik perusahaan multinasional
·         Bauran pemasaran diadopsi manajer-manajer disuatu negara
c.    Orientasi regiocentric dan geocentrik
·      Ciri-ciri dari perusahaan global dan transnasional
·      Peluang pemasaran dikejar oleh kedua-duanya strategi yaitu adaptasi dan perluasan di pasar global.
Soal No 2
1.      Jelaskan 6 strategi bersaing bagi perusahaan di pasar luar negri !

Jawab :
a.    Anak Perusahaan dengan Kepemilikan Penuh
Mendirikan anak  perusahaan di luar negeri dengan kepemilikan penuh dipertimbangkan oleh perusahaan yang mampu dan bersedia membuat komitmen investasi tertinggi di pasar luar negeri. Perusahaan-perusahaan tersebut menekankan kepemilikan penuh terhadap anak perusahaannya karena alasan pengendalian dan efisiensi manajemen keputusan mengenai kebijakan lini produk lokal, ekspansi, laba, dan dividen, biasanya tetap berada ditangan para manajer senior di AS. Anak perusahaan yang dimiliki secara penuh dapat dimulai dari nol atau dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah mapan di negara tuan rumah.
b.    Investasi Penyertaan saham
Perusahaan kecil dan menengah dengan potensi pertumbuhan yang tinggi seringkali memiliki kebutuhan akan dana tambahan agar dapat  tumbuh lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menjual sahamnya kepada publik. Perusahaan-perusahaan ini seringkali meminta dukungan dari perusahaan modal ventura atau perusahaan private equity yang menginvestasikan uang para pemegang sahamnya diperusahaan baru dan perusahaan kecilserta menengah lainnya  yang berpotensi sangat menguntungkan.
c.    Cabang di Luar Negeri
Cabang asing merupakan perpanjangan perusahaan di pasar asing – suatu unit bisnis strategis dengan lokasi terpisah yang bertanggung jawab langsung melaksanakan tugas-tugas operasional yang ditugaskan kepadanya oleh manajemen korporat termasuk penjualan, layanan konsumen dan distribusi fisik.
d.   Usaha Patungan
Meskipun usaha patungan dapat mengatasi banyak persyratan dari pasar yang kompleks dan lini produk yang beragam, perusahaan-perusahaan AS yang mempertimbangkan JV yang berbasis ekuitas maupun JV  yang berbasis nonekuitas menghadapi banyak tantangan. Misalnya saja, memanfaatkan sepenuhnya keunggulan komparatif dari perusahaan lokal mungkin melibatkan hubungan manajerial dimana tidak terdapat otoritas tunggal yang dapat mengambil keputusan strategis atau menyelesaikan konflik
e.    Lisensi, Peluang manufaktur, dan Waralaba
·      Strategi lisensi yang terbuka bagi perusahaan-perusahaan AS adalah kontrak manufaktur atas lini produknya dengan perusahaan asing guna mengeksploitasi keunggulan komparatif lokal dalam hal teknologi, bahan baku, dan tenaga kerja.
·      Waralaba
Waralaba merupakan suatu bentuk lisensi khusus yang memberikan kepada terwaralaba untuk menjual produk atau jasa yang sudah terkenal, dengan menggunakan merek atau nama dagang, prosedur yang telah dikembangkan secara hati-hati, dan strategi pemasaran perusahaan induk. Sebagai imbalannya, terwaralaba membayar komisi kepada perusahaan induk, yang umumnya di dasarkan pada volume penjualan pewaralaba di area pasar yang sudah ditentukan.ralaba dioperasikan oleh investor lokal yang harus menaati  kebijakan ketat dari induk perusahaan.
  
f.     Ekspor Untuk Ceruk Pasar
Pendekatan ceruk pasar utama bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspor adalah memodifikasi karakteristik kinerja atau pengukuran dari produk yang dipilih agar memenuhi permintaan luar negeri. Menggabungkan kriteria produk dari pasar AS maupun dari pasar asing dapat menjadi proses yang lambat dan melelahkan, namun terdapat sejumlah teknik ekspansi yang menyediakan pengetahuan bagi perusahaan AS guna mengeksploitasi peluang dilingkungan yang baru.

Sumber            : Noviana Rinjani
Editor               : Admin Coretan Mahasiswa

Thursday, June 1, 2017

Kesadaran Nasional - Makalah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan - Bagian 2

Baca Juga

Kesadaran Nasional -  Makalah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan


2.2 Peran Manifesto Politik 1925, Kongres 1928 dan Perempuan Pertama dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia.
  • Peran Manifesto Politik 1925 dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan     Indonesia.
Pada tahun 1908 di negeri Belanda berdirilah organisasi Indische Vereenlging. Organisasi ini didirikan para mahasiswa yang belajar di negeri Belanda. Mereka itu adalah Sutan Kasayangan Sorlpada, R.N. Noto Suroto, R.P. Sosrokartono, R. Husein Djayadiningrat, Notodiningrat, Sumitro Kolopaking, dan dr. Apituley. Tujuan organisasi ini adalah memajukan kepentingan-kepentingan bersama dari orang-orang yang berasal dari Indonesia, maksudnya orang-orang pribumi dan non pribumi bukan Eropa di negeri Belanda.
Pada mulanya organisasi ini bersifat sosial budaya, namun sejak berakhirnya Perang Dunia I perasaan anti kolonialisme dan imperialisme tokoh-tokoh Indische Vereeniging semakin menonjol. Mereka mengubah suasana dan semangat kegiatan organisasi ke dalam bidang politik. Hal ini dipengaruhi oleh kedatangan tiga tokoh Indische Partij yang dibuang Belanda yakni Dr. Cipto Mangunkusumo, R.M. Suwardi Suryaningrat, dan E.F.E. Douwes Dekker, yang berjiwa Nasionalis.

Manifesto politik adalah suatu pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok terhadap masalah negara. Pada masa pergerakan nasional, Perhimpunan Indonesia mengeluarkan pernyataan politik yang berkaitan dengan nasib dan masa depan bangsanya. Pernyataan politik ini amat penting artinya bagi terwujudnya Indonesia merdeka yang didengar dan didukung oleh dunia Internasional.

Konsep-konsep manifesto politik Perhimpunan Indonesia sebenarnyatelah dimunculkan dalam Majalah Hindia Poetra, edisi Maret 1923. Akan tetapi, Perhimpunan Indonesia baru menyampaikan manifesto politiknya secara tegas pada awal tahun 1925 yang kemudian dikenal sebagai Manifesto Politik 1925. Indische Verreniging sejak berdirinya tahun 1908 belum pernah terjadi perubahan yang mendasar. Dengan mengikuti lajunya perkembangan jaman, terutama dalam bidang pergerakan nasional maka organisasi yang dibentuk di negeri Belanda juga mengalami perkembangan.

Pada tahun 1924 nama majalah Hindia Poetra diubah menjadi Indonesia Merdeka. Kemudian tahun 1925 dipakailah nama baru organisasi Indonesische Vereeniging menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Kegiatan organisasi PI ini semakintegas dalam bidang politik. Dengan bertambahnya mahasiswa yang belajar di negeri Belanda, maka bertambah pulalah kekuatan organisasi PI. Pada permulaan tahun 1925 dibuatlah suatu Anggaran Dasar baru yang merupakan penegasan lebih jelas dari perjuangan PI. Pada saat itu PI di bawah pimpinan Dr. Sukiman Wiryosanjoyo. Anggaran Dasar baru itu merupakan manifesto politik, di dalamnya dimuat prinsip-prinsip yang harus dilaksanakan oleh gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan.

Cita-cita Perhimpunan Indonesia tertuang dalam 4 pokok ideologi dengan memerhatikan masalah sosial, ekonomi dengan menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang dikembangkan sejak tahun 1925 dirumuskan sebagai berikut :
  1. Kesatuan Nasional : mengesampingkan perbedaan-perbedaan sempit seperti yang berkaitan dengan kedaerahan, serta perlu dibentuk suatu kesatuan aksi untuk melawan Belanda untuk mentiptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu.
  2. Solidaritas : terdapat perbedaan kepentingan yang sangat mendasar antara penjajah dengan yang dijajah (Belanda dengan Indonesia). Oleh karena itu haruslah mempertajam konflik antara orang kulit putih dan sawo matang tanpa melihat perbedaan antara orang Indonesia.
  3. Non-kooperasi : harus disadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, oleh karena itu hendaknya dilakukan perjuangan sendiri tanpa mengindahkan lembaga yang telah ada yang dibikin oleh Belanda seperti Dewan Perwakilan Kolonial (Volksraad).
  4. Swadaya : perjuangan yang dilakukan haruslah mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dengan demikian perlu dikembangkan struktur alternatif dalam kehidupan nasional, politik, sosial, ekonomi, hukum yang kuat berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Dalam rangka merealisasikan keempat pikiran pokok berupa ideologi.
Dalam deklarasi tersebut ditekankim pula pokok-pokok, seperti ide unity (kesatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Perhimpunan Indonesia berusaha menggabungkan semua unsur tersebut sebagai satu kebulatan yang belum pernah dikembangkan oleh organisasi-organisasi sebelumnya. Perhimpunan Indonesia percaya bahwa semua orang Indonesia dapat menerima dan menciptakan gerakan yang kuat dan terpadu untuk memaksakan kemerdekaan kepada pihak Belanda.
  • Peran Kongres Pemuda 1928 dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia.
Sejak berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908) maka muncullah organisasi organisasi pergerakan kebangsaan di berbagal daerah. Di antaranya organisasi pemuda Tri Koro Dharmo (7 Maret1915) yang dldlrikan di Jakarta oleh Dr. R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman dan Sunardi. Tujuan organisasi ini adalah mencapai Jawa-Raya dengan jalan lain memperkokoh persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, dan Madura. Untuk rnenghindari perpecahan maka pada waktu kongres di Solo ditetapkan bahwa mulai tanggal 12 Juni 1918 namanya diubah menjadi Jong Java.

Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya supaya kelak ia dapat menyumbangkan tenaganya untuk pembangunan Jawa-Raya dengan jalan mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota, serta berusaha menumbuhkan rasa cinta akan budaya sendiri. Dalam perkembangannya, ternyata Jong Java juga ikut berpolitik.

Seiring dengan berdirinya Jong Java, berdiri pula perkumpulan-perkumpulan pemuda bersifat kedaerahan, seperti Pemuda Pasundan, Jong Sumateranen Bond, Jong Minahasa, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Celebes (Sulawesi). Semua organisasi kepemudaan ini bercita-cita ke arah kemajuan Indonesia terutama memajukan budaya dan daerahnya maslng-masing.

Dengan munculnya perkumpulan-perkumpulan ini ternyata terdapat benih-benih yang dapat disatukan ke arah persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu pemuda-pemuda Indonesia merasa, perlu membentuk suatu wadah untuk menyamakan langkah dalam mencapai tujuan. Wadah kegiatan itulah yang dikenal dengan Kongres Pemuda yang disebut juga dengan nama Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda yang kemudian dikenal sebagai sebuah tonggak dalam sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari organisasi kepemudaan seperti Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia ini yang mendapat dukungan dari organisasi kepemudaan yang lain sepertiJong Java, Jong Sumatera dan sebagainya dengan penuh keyakinan ingin mencapai tujuannya yaitu persatuan Indonesia. Organisasi yang bernama Jong Indonesia yang didirikan pada Februari 1927 ini kemudian mengganti nama menjadi Pemuda Indonesia. Para anggotanya terdiri dari murid-murid yang berasal dari AMS, RHS, dan Stovia.

Dalam perjalanannya para pemuda ini menginginkan suatu upaya penyatuan peletakan dasar untuk kemerdekaan dengan menentang ketidakadilan yang dialami selama masa penjajahan. Pertemuan awalnya dimulai 15 Nopember 1925 dengan membentuk panitia Kongres Pemuda Pertama yang bertugas menyusun tujuan kongres.
  • Kongres Pemuda I (30 April – 2 Mei 1926) Tempat kongres di Jakarta, tujuan kongres:menanamkan semangat kerjasama antara perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan Indonesia.
  • Kongres Pemuda II, Kongres ini berlangsung di Gedung Indonesische Club, di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta, pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres ini terlaksana atas inisiatif dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) dan Pemuda Indonesia. Ketua kongres ini adalah Sugondo Joyopuspito.
Keputusan-keputusan Kongres Pemuda II sebagai berikut :
  1. Mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda.
  2. Menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.
  3. Menetapkan sang Merah Putih sebagai bendera Indonesia.
  4. Melebur semua organisasi pemuda menjadi satu dengan nama Indonesia Muda.
Kongres Pemuda II berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang sangat penting untuk modal perjuangan selanjutnya. Sumpah Pemuda amat berpengaruh bagi upaya mencapai lndonesia merdeka. Partai-partai yang ada segera menyesualkan diri dengan cita-cita pemuda. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang telah menjiwai partai-partai di Indonesia itu diwujudkan dalam wadah baru bernama Gabungan Poitik Indonesia (GAPI).

Demikian pula beberapa perkumpulan wanita yang kemudian bergabung dalam Perikatan Perhimpunan Isteri Indonesia, juga semua, organisasi kepanduan yang membentuk persatuan dengan nama Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI).

Dengan Kongres Pemuda itu identitas kebangsaan Indonesia semakin terbentuk. Identitas itu kini berwujud: tanah air, bangsa, bahasa dan persatuan dengan nama Indonesia. Dengan Kongres Pemuda II, rasa persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda dan bangsa Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini merupakan suatu keberanian dan keuletan yang luar biasa dari pemuda kita. Walaupun di bawah tekanan senjata polisi Kolonial Belanda, mereka tetap melaksanakan kewajiban dan pengabdian guna memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan tanah airnya.

Kongres Pemuda II ini sangat penting bagi terbentuknya identitas sebagai bangsa Indonesia. Karena pentingnya peristiwa Kongres Pemuda II bagi bangsa Indonesia, maka tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda
  • Peran Kongres Perempuan Pertama dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia.
Pergerakan kaum wanita di Indonesia dirintis oleh R.A. Kartini (1879 - 1904). Perjuangan R.A.Kartini memunculkan semangat nasionalisme bagi kaum wanita. Sebagai penerus R.A. Kartini adalah Dewi Sartika (1884 - 1974) dari Jawa Barat. Berkat cita-cita R.A. Kartini, muncullah gerakan-gerakan penididikan wanita di Indonesia.

Dalam perkembangannya sejak tahun 1920 organisasi-organisasi ke-wanitaan tersebut mulai terlibat dalam gerakan politik. Pada tanggal 22 De-sember 1928 diadakan Kongres Perempuan I. Kongres ini diselenggarakan di Yogyakarta, dipimpin oleh R.A. Sukanto.
Tujuan Kongres Perempuan I adalah sebagai berikut :
  1. Mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan kaum wanita.
  2. Menyatukan organisasi-organisasi wanita yang beraneka ragam.
Kongres Perempuan I membicarakan masalah persatuan di kalangan wanita, masalah wanita dalam keluarga, masalah poligami dan perceraian serta sikap yangharus diambil terhadap kolonialisme Belanda. Keputusan terpenting dalam kongres tersebut adalah mendirikan gabungan perkumpulan wanita yang disebut Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI).

Pada tahun 1929 Perserikatan Perempuan Indonesia berganti nama menjadi Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Kongres Perempuan I besar pengaruhnya dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam membentuk identitas kebangsaan sebagai berikut :
  1. Kongres Perempuan I merupakan kebangkitan kesadaran nasional di kalangan wanita. Di samping berperan penting dalam keluarga atau masyarakat, wanita juga berperan penting dalam perjuangan mencapai kemerdekaan bangsa dan negara.
  2. Kongres Perempuan I membuka kesadaran kaum wanita untuk ikut berjuang dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain.
Dengan pentingnya peristiwa Kongres Perempuan I tersebut maka tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu. Peran generasi muda maupun perempuan di masa perjuangan sampai di zaman kemerdekaan ini sangat penting. Mereka menjadi penggerak perubahan dan pembaharuan. Hal itu sudah diawali dengan adanya kegiatan Kongres Pemuda 1928 maupun Kongres Perempuan I 1928.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari apa yang telah dipaparkan oleh penulis, dapat disimpulkan bahwa:
  1. Pergerakan nasional Indonesia muncul akibat kesatuan nasib yang ingin merdeka  dan penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan Belanda.
  2. Organisasi-organisasi pergerakan nasional muncul karena keinginan untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Indonesia.
  3. Kemerdekaan yang dicapai Indonesia saat ini tidak lepas dari perjuangan para tokoh ataupun organisasi-orgnisasi yang meluangkan semua pikiran dan tenaganya demi sebuah kemerdekaan Indonesia.
Sumber : Nunung Asmahani.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa.


PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...