Wednesday, July 5, 2017

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis Perusahaan

Baca Juga

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis Perusahaan

Etika(ethic) mengacu pada prinsip prinsip moral yang mencerminkan keyakinan masyarakat mengenai tindakan yang benar atau salah dari seseorang individu atau kelompok.Karyawan perusahaan harus mempraktekan etika bisnis. Maksudnya, suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial, yaitu suatu pengakuan perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengerahui masyarakat. Istilah tanggung jawab sosial kadang-kadang dipergunakan untuk menggambarkan tanggung jawab perusahaan kepada komunitas dan lingkungannya. Namun demikian dapat dipakai secara luas dengan mengikuti tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor. Walaupun keputusan bisnis yang dibuat adalah untuk meningkatkan nilai, keputusan haruslah tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial.
Pendekatan masalah – masalah etika
Para manajer melaporkan bahwa kualitas paling penting dari pengambilan keputusan etika adalah konsistensi. Merekan sering kali mencoba mengadopsi pendekatan filosofis yang dapat menjadi landasan bagi konsitensi yang mereka cari, terdapat tiga pendekatan etikan, yaitu:
  1. Pendekatan ultilitarian yaitu menilai dampak tindakan tertentu terhadap orang – orang yang terlibat langsung, dari segi apa yang memberikan manfaat terbesar bagi sebagian besar orang.
  1. Pendekatan hak moral yaitu menilai apakah keputusan dan tindakan sesuai dengan hak – hak istimewa individu dan kelompok.
  1. Pendekatan keadilan sosial yaitu menilai konsistensi tindakan dengan kesetaraan, keadilan, dan netralitas dalam menditribusikan imbalan dan biaya di antara individu dan kelompok.
Kode etik bisnis
Untuk membantu menjamin konsistensi penerapan standar etis, semakin banyak asosiasi profesi dan perusahaan yang menetapkan kode etik. Contohnya, perusahaan NIKE mengalami permasalahan global dalam menegakkan kode etik. Produk nike di produksi di pabrik – pabrik yang dimemiliki  dan dijalankan oleh perusahaan lain. dimanapun nike beropersai di seluruh dunia, kami dipandu oleh kode etik ini. Kami mengingatkan kontraktor kami dengan prinsip – prinsip ini. Kami juga mengikat para kontraktor dengan kode standar yang spesifik, yaitu:
  1. Tenaga kerja paksa
  1. Tenaga kerja anak
  1. Kompensasi
  1. Tunjangan
  1. Jam lembur
  1. Lingkungan, keselamatan dan kesehatan.
  1. Dokumen dan inspeksi.
Tren Utama kode etik
Beberapa waktu lalu, kode etik yang biasanya hanya ditemukan pada buku panduan karyawan, tren terbaru adalah bahwa kode ini juga di tampilkan secara menyolok pada situs web perusahaan dan laporan tahuna, dan bersebelahan dengan poster title VII di majalah dinding perusahaan. Tren kedua adalah bahwa perusahaan – perusahaan menambhakan ukuran – ukuran penegakan terhadap kode etiknya, termasuk kebijakan yang dirancang untuk memandu karyawan mengenai apa yang harus dilakukan jika mereka melihat terjadinya pelanggaran dan sanksi yang akan dikenakan, termasuk konsekuensinya terhadap pekerjaan serta kemungkinan diajukannya tuntutan pidana dan perdata.
Tren ketiga adalah semakin meningkatnya perhatian perusahaan untuk memperbaiki pelatihan karwayan dalam memahami kewajibannya berdasarkan pada kode etik perusahaan, tujuannya adalah menekankan pertimbangan eyika selama proses pengambilan keputusa.

Tanggung Jawab Sosial

A.
Corporate Social Responsibility (CSR)
          Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
Contoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.
Ruang Lingkup CSR
  •   Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan – kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat luas.
  •   Mematuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat baik yang berkaitan dengan kegiatan bisnis maupun kegiatan sosial pada umumnya.
  •   Hormat pada hak dan kepentingan stakeholders yang mempunyai kepentingan langsung ataupun tidak langsung terhadap kepentingan bisnis.
Jenis – jenis tanggung jawab pada CSR
1. Tanggung Jawab kepada Pelanggan
Tanggung jawab kepada pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan  mempunyai tanggung jawab ketikan memproduksi dan menjual produk dalam praktek tanggung jawab pelanggan meliputi.
Tanggung Jawab Produksi :
Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga keselamatan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efeksamping.

Tanggung jawab penjualan
Perusahaan  tidak melakukan strategi penjualan yangterlaluagresive atau iklan yang menyesatkan, perlu survey kepuasanpelanggan, dimana yang
diperlakukan sebagaimana mestinya.

Cara MenjaminTanggungJawab Sosisal Kepada Pelanggan
Dapat di lakukan dengan  tahapan sebagai berikut :
1. Ciptakan Kode Etik

  Berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara
2. Memantau Semua Keluhan
  Hubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau lainnya. Cari sumber keluhan dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak akan timbul lagi.
3.Umpan Balik Pelanggan
Meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas barang atau jasa yang mereka beli walaupun selama ini  tidak ada keluhan a.l dengan mengirim kuesioner.

1.      Tanggung Jawab kepada Karyawan
a. Rasa Aman para Karyawan 
Meyakinkan a.l tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya.
b. Perlakuan layak oleh karyawan lain
Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan, perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual 
c. Kesempatan yang sama
  Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara
2.      Tanggung Jawab Kepada Pemegang  Saham
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham)
Cara Perusahaan Meyakinkan Tanggung  Jawab
  •   Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik.
  •   Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan  
4. TANGGUNG JAWAB KEPADA KREDITOR
  Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta  memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan.
5 .TANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN
  Proses produksi yang digunakan perusahaan juga  produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat  dan polusi tanah akibat sampah/limbah beracun  yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian.    
6. Tanggung Jawab Kepada Komunitas
Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas.  Perusahaan menunjukkan kepedulian- nya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberi donasi kepada kelompok sosial lokal. Misal suatu bank memberi kredit lunak kepada masyarakat sekitarnya yang berpenghasilan rendah dan kepada komunitas minoritas. Atau beberapa perusahaan besar memberi donasi  kepada universitas terkemuka.

Tanggung Jawab Bisnis dalam Lingkungan Internasional  
  •   Apabila perusahaan bersaing dalam lingkungan bisnis internasional, mereka harus tanggap akan perbedaan budaya. Misalnya perusahaan dibeberapa negara tidak semua berpandangan bahwa memberi imbalan kepada pelanggan atau pemasok besar sebagai tidak etis.
  •   Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika dan tanggung jawab bisnis   dalam kerangka internasional, sehingga mereka dapat membangun reputasi global untuk menjalankan roda bisnis dengan cara yang etis.
Biaya Untuk  Memenuhi Tanggung  Jawab Sosial
Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung  jawab sosial kepada  :
  1. Pelanggan adalah  Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengetahui kepuasan pelanggan,Gugatan hokum.
  1. Karyawan adalah  Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengetahui kepuasan karyawan,  Gugatan hukum oleh karyawan karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti.        
  1. Pemegang Saham  adalah  Mengumumkan Informasi Keuangan secara periodik, Gugatan hukum atas tuduhan bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemegang saham .     
  1. Lingkungan adalah Memenuhi regulasi pemerintah akan lingkungan, Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan yang dibuat perusahaan.

Sumber               : Noviana Rinjani
Editor                  : Admin Coretan Mahasiswa

Scope Bisnis

Baca Juga

Scope Bisnis


Scope Bisnis dan strategi bersaing bagi perusahaan di pasar luar negeri
1.Jelaskan perbedaan antara scope bisnis nasional, internasional, regional dan global !

Jawab :
a.   Perusahaan Domestik / Lokal
Perusahaan bisnis domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana dan tidak kompleks karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di sekitarnya saja mulai dari besar kecil kompensasi, budaya perusahaan, rekrutmen tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya.
b.   Perusahaan Internasional
Perusahaan bisnis internasional adalah suatu unit bisnis yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negari dari negara asalnya. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negri sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.
c.   Perusahaan Multinasional
Perusahaan bisnis multi nasional adalah perusahaan yang memiliki beberapa pabrik yang berdiri di negara yang berbeda-beda. Penyesuaian dengan budaya di tiap negara yang dimasuki adalah suatu keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya ongkos produksi dan distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen akhir.
d.   Perusahaan Global
Perusahaan global adalah unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan sistem pengambilan keputusan desentralisasi. Sistem partisipasi bisnis global digunakan karena sudah semakin pudar dan hilangnya batasan-batasan pasar suatu negara dengan negara lainnya (globalisasi). Biasanya perusahaan global memiliki ciri distribusi sudah ekspor, memiliki unit produksi di luar negara asal dan melakukan aliansi dengan perusahaan asing.
  
2.Jelaskan alasan bahwa bisnis dikembangkan dari scope nasional, internasional, regional dan global ?

Jawab :
Mengapa Perusahaan – perusahaan melakukan Globalisasi,   karena melalui globalisasi perusahaan-perusahaan AS sering kali dapat memperoleh manfaat dari industri dan teknologi yang dikembangkan di luar negeri.  Bahkan, perusahaan jasa yang relatif kecil yang memiliki keunggulan kompetitif khusus dapat memanfaatkan operasi yang besar di luar negeri. Diebold  Inc, pada awalnya hanya beroperasi di AS, menjual mesin ATM, lemari besi untuk bank, dan sistem keamanan untuk institusi keuangan. Namun seiring semakin jenuhnya pasar AS, Diebold perlu melakukan ekspansi secara internasional untuk mempertahankan pertumbuhannya. Upaya globalisasi perusahaan tersebut mengarah baik pada perkembangan teknologi baru di pasar-pasar negara berkembang dan peluang untuk masuk pada industri yang sama sekali baru, yang secara signifikan memperbaiki penjualan Diebold. Perkembangan global berfungsi sebagai senjata kompetitif. Penetrasi langsung ke pasar asing dapat mengeringkan arus kas penting dari operasi domestik pesaing asing.

3.Jelaskan empat orientasi strategi berikut ini : ethnocentic orientation, polycentric orientation, regiocentric orientation, geocentric orientation !

Jawab :
Orientasi strategis perusahaan global
Suatu perusahaan dengan orientasi  etnosentris  (ethnocentric orientation) yakin bahwa nilai dari prioritas dari organisasi induk seharusnya adalah mengarahkan  pengambilan keputusan strategis dari seluruh operasinya. Jika suatu perusahaan memiliki orientasi polisentris  (polycentric orientation), maka budaya dari negara dimana suatu srategi akan diimplementasikan dapat mendominasi proses pengambilan keputusan. Sebaliknya, orientasi regiosentris (regiosentric orientation) terjadi jika induk perusahaan berusaha memajukan tujuannya sendiri dengan tujuan dari daerah-daerah yang sedang dipertimbangkan, sehingga terjadi kompromi yang sesuai dengan daerah tersebut.
a.    Pendekatan ethnosentic
·         Karakter perusahaan lokal dan internasional.
·         Peluang diluar pasar lokal yang berkembang diberbagai unsur-unsur bauran pemasaran.
b.    Pendekatan polycentric
·       Karakteristik perusahaan multinasional
·         Bauran pemasaran diadopsi manajer-manajer disuatu negara
c.    Orientasi regiocentric dan geocentrik
·      Ciri-ciri dari perusahaan global dan transnasional
·      Peluang pemasaran dikejar oleh kedua-duanya strategi yaitu adaptasi dan perluasan di pasar global.
Soal No 2
1.      Jelaskan 6 strategi bersaing bagi perusahaan di pasar luar negri !

Jawab :
a.    Anak Perusahaan dengan Kepemilikan Penuh
Mendirikan anak  perusahaan di luar negeri dengan kepemilikan penuh dipertimbangkan oleh perusahaan yang mampu dan bersedia membuat komitmen investasi tertinggi di pasar luar negeri. Perusahaan-perusahaan tersebut menekankan kepemilikan penuh terhadap anak perusahaannya karena alasan pengendalian dan efisiensi manajemen keputusan mengenai kebijakan lini produk lokal, ekspansi, laba, dan dividen, biasanya tetap berada ditangan para manajer senior di AS. Anak perusahaan yang dimiliki secara penuh dapat dimulai dari nol atau dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah mapan di negara tuan rumah.
b.    Investasi Penyertaan saham
Perusahaan kecil dan menengah dengan potensi pertumbuhan yang tinggi seringkali memiliki kebutuhan akan dana tambahan agar dapat  tumbuh lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menjual sahamnya kepada publik. Perusahaan-perusahaan ini seringkali meminta dukungan dari perusahaan modal ventura atau perusahaan private equity yang menginvestasikan uang para pemegang sahamnya diperusahaan baru dan perusahaan kecilserta menengah lainnya  yang berpotensi sangat menguntungkan.
c.    Cabang di Luar Negeri
Cabang asing merupakan perpanjangan perusahaan di pasar asing – suatu unit bisnis strategis dengan lokasi terpisah yang bertanggung jawab langsung melaksanakan tugas-tugas operasional yang ditugaskan kepadanya oleh manajemen korporat termasuk penjualan, layanan konsumen dan distribusi fisik.
d.   Usaha Patungan
Meskipun usaha patungan dapat mengatasi banyak persyratan dari pasar yang kompleks dan lini produk yang beragam, perusahaan-perusahaan AS yang mempertimbangkan JV yang berbasis ekuitas maupun JV  yang berbasis nonekuitas menghadapi banyak tantangan. Misalnya saja, memanfaatkan sepenuhnya keunggulan komparatif dari perusahaan lokal mungkin melibatkan hubungan manajerial dimana tidak terdapat otoritas tunggal yang dapat mengambil keputusan strategis atau menyelesaikan konflik
e.    Lisensi, Peluang manufaktur, dan Waralaba
·      Strategi lisensi yang terbuka bagi perusahaan-perusahaan AS adalah kontrak manufaktur atas lini produknya dengan perusahaan asing guna mengeksploitasi keunggulan komparatif lokal dalam hal teknologi, bahan baku, dan tenaga kerja.
·      Waralaba
Waralaba merupakan suatu bentuk lisensi khusus yang memberikan kepada terwaralaba untuk menjual produk atau jasa yang sudah terkenal, dengan menggunakan merek atau nama dagang, prosedur yang telah dikembangkan secara hati-hati, dan strategi pemasaran perusahaan induk. Sebagai imbalannya, terwaralaba membayar komisi kepada perusahaan induk, yang umumnya di dasarkan pada volume penjualan pewaralaba di area pasar yang sudah ditentukan.ralaba dioperasikan oleh investor lokal yang harus menaati  kebijakan ketat dari induk perusahaan.
  
f.     Ekspor Untuk Ceruk Pasar
Pendekatan ceruk pasar utama bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspor adalah memodifikasi karakteristik kinerja atau pengukuran dari produk yang dipilih agar memenuhi permintaan luar negeri. Menggabungkan kriteria produk dari pasar AS maupun dari pasar asing dapat menjadi proses yang lambat dan melelahkan, namun terdapat sejumlah teknik ekspansi yang menyediakan pengetahuan bagi perusahaan AS guna mengeksploitasi peluang dilingkungan yang baru.

Sumber            : Noviana Rinjani
Editor               : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...