Baca Juga
Manajemen Saluran Distribusi
Saluran
distribusi, kadang-kadang disebut saluran perdagangan atau saluran
pemasaran, dapat didefinisikan dalam beberapa cara, Umumnya definisi yang
ada memberikan gambaran tentang saluran distribusi ini sebagai suatu rute atau
jalur.
Selama
suatu lembaga atau perusahaan menawarkan barang atau jasa, masalah distribusi
ini tidak dapat dipisahkan. Kegiatan distribusi selalu dilakukan meskipun tidak
menggunakan perantara sebagai lembaga. Jadi, kegiatan distribusinya langsung
diarahkan oleh produsen kepada konsumennya. Namun tidak jarang para perantara
ini digunakan oleh produsen untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada
pembeli akhir.
Saluran
distribusi, kadang-kadang disebut saluran perdagangan atau saluran
pemasaran, dapat didefinisikan dalam beberapa cara, Umumnya definisi yang
ada memberikan gambaran tentang saluran distribusi ini sebagai suatu rute atau
jalur.
Selama
suatu lembaga atau perusahaan menawarkan barang atau jasa, masalah distribusi
ini tidak dapat dipisahkan. Kegiatan distribusi selalu dilakukan meskipun tidak
menggunakan perantara sebagai lembaga. Jadi, kegiatan distribusinya langsung
diarahkan oleh produsen kepada konsumennya. Namun tidak jarang para perantara
ini digunakan oleh produsen untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada
pembeli akhir.
3.2. Definisi Manajemen Saluran
Konsep
tentang saluran pemasaran disini berorientasi pada keputusan dimana fungsi-fungsi
saluran tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya beberapa strategi.
Strategi itu sendiri merupakan suatu rencana umum atau menyeluruh, sebagai
petunjuk untuk mengambil keputusan dalam kegiatan saluran.
Dalam hal
ini, strategi mempunyai hubungan yang erat dengan manajemen secara fisik maupun
non fisik daripada saluran. Jadi, menurut C.
Glenn Walters, manajemen saluran dapat didefinisikan sebagai berikut : Manajemen Saluran adalah
pengembangan strategi yang searah didasarkan pada berbagai keputusan yang
berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik guna
mencapai tujuan perusahaan dan berada di dalam kondisi lingkungan tertentu.
3.3. Alasan Penting untuk Menggunakan Perantara
Perantara
pemasaran ini merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus
di bidang distribusi. Mereka itu adalah :
•
Perantara pedagang
•
Perantara agen
Pada
umumnya, alasan utama untuk menggunakan perantara adalah bahwa mereka ini dapat
membantu meningkatkan efisiensi distribusi. Kadang-kadang sulit untuk
melihat adanya peningkatan efisiensi tersebut. Satu cara untuk menunjukkan
efisiensi ini adalah dengan diagram saluran seperti yang terlihat pada gambar 3.1.
Pada
gambar 3.1a, produsen tidak menggunakan perantara sebagai penyalur. Jadi,
penyalurannya langsung dari produsen kepada pembeli. Dalam hal ini, produsen
harus melakukan kontak penjualan jauh lebih banyak, yaitu sebanyak 40 hubungan.
Ini terjadi antara 4 produsen dengan 10 pembeli.
Pada
gambar 3.1b, dapat dilihat bahwa penggunaan perantara dapat meningkatkan
efisiensi distribusi. Dengan adanya perantara maka kontak penjualan yang
terjadi antara produsen dengan pembeli akhir hanya sebanyak 14 transaksi. Ini
jauh lebih kecil dibandingkan tanpa perantara (sebanyak 40 transaksi).
Jadi, dengan memasukkan perantara ke dalam saluran distribusi akan mengurangi
jumlah pekerjaan yang harus dilakukan.
3.4. Keuntungan Menggunakan Perantara
Beberapa
keuntungan yang diperoleh bila menggunakan perantara, adalah :
- Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. produsen cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak.
- Kegiatan distribusinya cukup baik bila perantara sudah mempunyai pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan hanyalah di bidang distribusi.
- Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu rnenyediakannya.
- Perantara dapat membantu di bidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transpor sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen untuk mencarinya.
- Perantara dapat membantu di bidang penyimpanan den menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang fasilitas penyimpanan lainnya sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen, dapat memenuhinya.
- Perantara dapat membantu di bidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan pembelian tunai dan produsen.
- Keuntungan lain yang dapat diharapkan oleh produsen dari perantara ini adalah :
• Membantu dalam pencarian konsumen.
• Membantu dalam kegiatan promosi.
• Membantu dalam penyediaan informasi.
• Membantu dalam pengepakan dan pembungkusan.
• Membantu dalam penyortiran.
3.5.
Perantara Pedagang
Pada
dasarnya, perantara pedagang
(merchant middleman) bertanggung-jawab terhadap pemilikan semua
barang yang dipasarkannya. Dalam hubungannya dengan pemindahan milik, kegiatan
perantara pedagang ini berbeda dengan lembaga lain yang termasuk dalam
perantara agen, seperti : perusahaan transport, perusahaan pergudangan dan
sebagainya. Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam golongan .
Perantara
pedagang adalah :
1. Pedagang besar
(wholesaler)
Adalah sebuah
unit usaha yang membeli dan menjual kembali barang-barang kepada pengecer dan
pedagang lain dan atau kepada pemakai industri, pemakai lembaga, dan pemakai
komersial yang tidak menjual dalam volume yang sama kepada konsumen akhir. Istilah
pedagang besar ini hanya digunakan pada perantara pedagang yang terikat dengan
kegiatan perdagangan besar dan biasanya tidak melayani penjualan eceran kepada
konsumen akhir.
2. Pengecer (retailer)
Adalah sebuah
lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir
untuk keperluan pribadi (non bisnis). Perdagangan eceran meliputi semua
kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa
kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan usaha).
3.6. Perantara Agen
Perantara agen
ini dibedakan dengan perantara pedagang karena tidak mempunyai hak milik atas
semua barang yang ditangani.
Agen adalah
lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi
khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distribusi barang, tetapi mereka
tidak memiliki hak untuk memiliki barang yang diperdagangkan
Pada dasarnya
perantara agen digolongkan kedalam dua kelompok, yaitu :
1. Agen
Penunjang
( Facilitating agent)
Merupakan agen
yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa.
Pembagiannya adalah
sebagai berikut :
·
Agen pengangkutan borongan (Bulk transportation agent)
·
Agen
penyimpanan (Storage agent)
·
Agen pengangkutan khusus (Speciality Shipper)
·
Agen
penjualan dan pembelian (purchase dan
sales agent)
Kegiatan agen penunjang adalah
membantu untuk memindahkan barang-barang sedemikian rupa sehingga mengadakan
hubungan langsung dengan pembeli dan penjual. Jadi agen penunjang ini melayani
kebutuhan-kebutuhan dari setiap kelompok secara serempak.
2. Agen
Pelengkap (Supplemental agent)
Agen ini berfungsi melaksanakan
jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya
kekurangan-kekurangan. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melakukan
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang, maka agen
pelengkap dapat menggantikannya. Jasa-jasa
yang dilakukannya antara lain :
·
Jasa
Pembimbingan/ konsultasi
·
Jasa
financial
·
Jasa
informasi
·
Jasa
khusus
Berdasarkan macam
jasa yang mereka tawarkan tersebut, agen pelengkap dapat digolongkan ke dalam :
- Agen yang membantu dibidang keuangan, seperti bank
- Agen yang membantu dalam mengambil keputusan, seperti biro iklan, lembaga penelitian, dokter
- Agen yang membantu dalam penyediaan informasi, seperti televisi, surat kabar, radio
- Agen khusus yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas.
3.7. Beberapa Alternatif Distribusi
Beberapa
alternatif distribusi yang akan dibahas disini didasarkan pada jenis barang dan
dan segmen pasarnya, yaitu :
·
Barang konsumsi, ditujukan untuk segmen pasar konsumen
·
Barang Industri, ditujukan untuk segmen pasar industri
Kedua macam
barang tersebut memerlukan saluran distribusi yang berbeda karena segmen pasar
yang dituju juga berbeda. Namun demikian dapat juga dipakai satu macam saluran
untuk kedua produk tersebut. Hal ini dimungkinkan karena satu jenis barang
dapat digolongkan kedalam barang konsumsi maupun barang industri. Sebagai
contoh : Tekstil, dapat digunakan oleh perusahaan konveksi kecil sebagai bahan
bakunya (termasuk barang industri), tetapi juga dapat dibeli oleh konsumen
rumah tangga (termasuk barang konsumsi) untuk keperluan sendiri. Untuk mencapai
segmen pasar industri atau segmen pasar konsumen, produsen tekstil dapat
memakai saluran distribusi yang sama, yaitu melalui pedagang besar dan
pengecer.
3.7.1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Dalam penyaluran
barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen, terdapat lima macam
saluran. Pada setiap saluran, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk
menggunakan kantor dan cabang penjualan. Adapun
macam-macam saluran distribusi barang konsumsi adalah :
1.
Produsen
– Konsumen
Ini adalah
saluran yang paling pendek, dan paling sederhana. Tanpa menggunakan perantara.
Produsen dapat menjual barang yang dihasilkan melalui Pos atau langsung
mendatangi rumah konsumen. Disebut
juga saluran distribusi langsung.
2.
Produsen
– Pengecer – Konsumen
Disini pengecer
besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Adapula beberapa produsen
yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen.
3.
Produsen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Saluran seperti
ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini Produsen hanya melayani
penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada
pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh
konsumen dilayani oleh pengecer saja.
4.
Produsen
– Agen – Pengecer – Konsumen
Disini Produsen memilih agen sebagai
penyalurnya. Dia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran
distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para
pengecer besar.
5.
Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran
distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk
menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada
toko-toko kecil.
3.7.2. Saluran Distribusi Barang Industri
Ada empat macam
saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat macam saluran distribusi
tersebut adalah :
1.
Produsen
– Pemakai Industri
Saluran
distribusi dari produsen ke pemakai industri merupakan saluran yang paling
pendek, dan disebut juga saluran distribusi langsung. Saluran semacam ini cocok
untuk barang-barang industri seperti : lokomotif, kapal, pesawat terbang, dll.
2.
Produsen
– Distributor Industri – Pemakai industri
Produsen barang-barang jenis
perlengkapan operasi dan aksesories atau equipment kecil dapat menggunakan
distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat
menggunakan distributor industri sebagai penyalurnya antara lain : produsen
bahan bangunan, produsen alat-alat untuk pembangunan, produsen alat pendingin
udara.
3.
Produsen
– Agen – Pemakai Industri
Biasanya saluran distribusi semacam
ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Juga
perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah
pemasaran baru, lebih suka menggunakan agen.
4.
Produsen – agen – Distributor Industri – Pemakai Industri
Saluran
distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain
bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu
faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen
penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.
3.8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran
Produsen harus
memperhatikan berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan
saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut adalah :
1.
Pertimbangan
Pasar
Karena saluran distribusi sangat
dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan
faktor penentu dalam pemilihan saluran. Beberapa faktor pasar yang perlu
diperhatikan adalah :
a. Konsumen
/ pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar industri maka perusahaan jarang/ bahkan tidak
pernah menggunakan pengecer dalam saluran distribusinya. Jika pasarnya berupa konsumen dan
pasar industri, maka perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.
b. Jumlah
pembeli potensial
Jika jumlah konsumen relative kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat
mengadakan penjualan secara langsung pada pembeli
c. Konsentrasi
pasar secara geografis
Untuk daerah konsentrasi
yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan
distributor industry
d. Jumlah
pesanan
Jika volume yang dibeli
oleh pemakai produk tidak begitu besar atau relative kecil, maka perusahaan
dapat menggunakan distributor industri.
e. Kebiasaan
dalam pembelian
Kebiasaan membeli dari
konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap
kebijaksanaan dalam penyaluran. Termasuk dalam kebiasaan membeli ini antara
lain :
-
kemauan
untuk membelanjakan uangnya
-
tertariknya
pada pembelian dengan kredit
-
lebih senang melakukan pembelian yang tidak berkali-kali
-
tertariknya
pada pelayanan penjual
2.
Pertimbangan
Barang
Beberapa faktor
yang harus dipertimbangkan dari segi barang ini antara lain :
a. Nilai
unit
Jika nilai unit dari barang yang dijual relative rendah maka produsen
cenderung untuk menggunakan saluran distribusi yang panjang. Tetapi jika nilai
unitnya relative tinggi maka saluran distribusinya pendek atau langsung.
b. Besar
dan berat barang
Manajemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungannya dengan
nilai barang secara keseluruhan dimana besar dan berat barang sangat
menentukan. Jika ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai
barangnya sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, maka sebagian
beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara. Jadi, perantara ikut menanggung sebagian dari ongkos
angkut.
c. Mudah
rusaknya barang
Jika barang yang dijual mudah rusak maka perusahan tidak perlu menggunakan
perantara. Jika ingin menggunakannya maka harus dipilih perantara yang memiliki
fasilitas penyimpanan yang cukup baik
d. Sifat
teknis
Beberapa jenis barang industri seperti instalasi biasanya disalurkan secara
langsung kepada pemakai industri. Dalam hal ini produsen harus mempunyai
penjual yang dapat menerangkan berbagai masalah teknis penggunaan dan pemeliharaannya.
e. Barang
standard dan pesanan
Jika barang yang dijual berupa barang standard maka dipelihara sejumlah
persediaan pada penyalur. Kalau barang yang dijual berdasarkan pesanan maka
penyalur tidak perlu memelihara persediaan.
f. Luasnya
product line
Jika perusahaan hanya
membuat satu macam barang saja, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur
adalah baik. Tetapi jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat
menjual langsung kepada para pengecer.
3.
Pertimbangan
Perusahaan
Pada segi perusahaan,
beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :
a. Sumber
pembelanjaan
Penggunaan saluran
distribusi langsung atau pendek biasanya memerlukan jumlah dana yang lebih
besar. Oleh karena itu, saluran distribusi pendek ini kebanyakan hanya
dilakukan oleh perusahaan yang kuat dibidang keuangannya. Perusahaan yang tidak
kuat kondisi keuangannya akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang
lebih panjang.
b. Pengalaman
dan kemampuan manajemen
Suatu perusahaan yang
menjual barang baru, atau ingin memasuki pasaran baru, lebih suka menggunakan
perantara. Hal ini disebabkan karena umumnya para perantara sudah
mempunyai pengalaman, sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.
c. Pengawasan
saluran
Pengawasan akan lebih mudah dilakukan bila saluran distribusinya pendek.
Jadi, perusahaan yang ingin mengawasi penyaluran barangnya cenderung memilih
saluran yang pendek walaupun ongkosnya tinggi.
d. Pelayanan
yang diberikan oleh penjual
Jika produsen mau
memberikan pelayanan yang lebih baik seperti membangun etalase (ruang
peragaan), mencarikan pembeli untuk perantara, maka akan banyak perantara yang
bersedia menjadi penyalurnya.
4.
Pertimbangan
Perantara
Pada segi
perantara, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :
a. Pelayanan
yang diberikan oleh perantara
Jika perantara mau
memberikan pelayanan yang lebih baik, misalnya dengan menyediakan fasilitas
penyimpanan, maka produsen akan bersedia menggunakannya sebagai penyalur.
b. Kegunaan
perantara
Perantara akan digunakan
sebagai penyalur apabila ia dapat membawa barang produsen dalam persaingan, dan
selalu mempunyai inisiatif untuk memberikan usul tentang barang baru
c. Sikap
Perantara terhadap kebijaksanaan produsen
Kalau perantara bersedia
menerima resiko yang dibebankan oleh produsen, misalnya resiko turunnya harga,
maka produsen dapat memilihnya sebagai penyalur. Hal ini dapat
memperingan tanggung jawab produsen dalam menghadapi berbagai macam resiko.
d. Volume
penjualan
Dalam hal ini , produsen cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan
barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu lama
e. Ongkos
Jika ongkos dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakannya
perantara, maka hal ini dapat dilaksanakan terus
3.9. Menentukan Banyaknya Penyalur
Setelah
menentukan banyaknya saluran distribusi yang akan dipakai, perusahaan/produsen
perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai pedagang besar atau
pengecer. Dalam hal ini
produsen mempunyai tiga alternatif pilihan, yaitu :
1.
Distribusi
Intensif
Distribusi Intensif ini dapat dilakukan oleh produsen yang menjual barang
konvenien. Perusahaan berusaha menggunakan penyalur, terutama pengecer
sebanyak-banyaknya untuk mendekati dan mencapai konsumen. Semua ini dimaksudkan
untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen. Sedangkan untuk barang
industri, distribusi intensif ini biasanya terbatas untuk jenis operating
supplies atau barang standard lainnya, seperti obeng, minyak pelumas, dan
lainnya.
2.
Distribusi
Selektif
Perusahaan yang
menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih suatu jumlah pedagang
besar/ pengecer yang terbatas dalam suatu daerah geografis. Biasanya
saluran ini dipakai untuk memasarkan produk baru, barang shopping atau barang
special, dan barang industri jenis accessory equipment. Penggunaan saluran
distribusi selektif ini dimaksudkan untuk meniadakan penyalur yang tidak
menguntungkan dan meningkatkan volume penjualan dengan jumlah transaksi lebih
terbatas.
3.
Distribusi
Eksklusif
Distribusi eksklusif ini
dilakukan oleh perusahan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau
pengecer dalam daerah pasar tertentu. Jadi produsen/ penyedia hanya menjual
produknya kepada satu pedagang besar atau satu pengecer saja. Pada umumnya,
distribusi eksklusif ini banyak dipakai :
a. Untuk barang-barang special
b.
Apabila
penyalur bersedia membuat persediaan dalam jumlah besar sehingga pembeli lebih
leluasa dalam memilih produk yang akan dibelinya
c.
Apabila
produk yang dijual memerlukan servis sesudah penjualan (pemasangan, reparasi,
dsb), misalnya alat pendingin udara (AC), almari es dll.
Setelah diketahui panjangnya saluran
dan banyaknya penyalur yang digunakan oleh produsen. Secara
keseluruhan dapat diadakan pembandingan untuk jenis-jenis barang konsumsi.
3.7. Beberapa Alternatif Distribusi
Beberapa
alternatif distribusi yang akan dibahas disini didasarkan pada jenis barang dan
dan segmen pasarnya, yaitu :
·
Barang konsumsi, ditujukan untuk segmen pasar konsumen
·
Barang Industri, ditujukan untuk segmen pasar industri
Kedua macam
barang tersebut memerlukan saluran distribusi yang berbeda karena segmen pasar
yang dituju juga berbeda. Namun demikian dapat juga dipakai satu macam saluran
untuk kedua produk tersebut. Hal ini dimungkinkan karena satu jenis barang
dapat digolongkan kedalam barang konsumsi maupun barang industri. Sebagai
contoh : Tekstil, dapat digunakan oleh perusahaan konveksi kecil sebagai bahan
bakunya (termasuk barang industri), tetapi juga dapat dibeli oleh konsumen
rumah tangga (termasuk barang konsumsi) untuk keperluan sendiri. Untuk mencapai
segmen pasar industri atau segmen pasar konsumen, produsen tekstil dapat
memakai saluran distribusi yang sama, yaitu melalui pedagang besar dan
pengecer.
3.7.1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Dalam penyaluran
barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen, terdapat lima macam
saluran. Pada setiap saluran, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk
menggunakan kantor dan cabang penjualan. Adapun
macam-macam saluran distribusi barang konsumsi adalah :
1.
Produsen
– Konsumen
Ini adalah
saluran yang paling pendek, dan paling sederhana. Tanpa menggunakan perantara.
Produsen dapat menjual barang yang dihasilkan melalui Pos atau langsung
mendatangi rumah konsumen. Disebut
juga saluran distribusi langsung.
2.
Produsen
– Pengecer – Konsumen
Disini pengecer
besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Adapula beberapa produsen
yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen.
3.
Produsen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Saluran seperti
ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini Produsen hanya melayani
penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada
pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh
konsumen dilayani oleh pengecer saja.
4.
Produsen
– Agen – Pengecer – Konsumen
Disini Produsen memilih agen sebagai
penyalurnya. Dia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran
distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para
pengecer besar.
5.
Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran
distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk
menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada
toko-toko kecil.
3.7.2. Saluran Distribusi Barang Industri
Ada empat macam
saluran yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat macam saluran distribusi
tersebut adalah :
1.
Produsen
– Pemakai Industri
Saluran
distribusi dari produsen ke pemakai industri merupakan saluran yang paling
pendek, dan disebut juga saluran distribusi langsung. Saluran semacam ini cocok
untuk barang-barang industri seperti : lokomotif, kapal, pesawat terbang, dll.
2.
Produsen
– Distributor Industri – Pemakai industri
Produsen barang-barang jenis
perlengkapan operasi dan aksesories atau equipment kecil dapat menggunakan
distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat
menggunakan distributor industri sebagai penyalurnya antara lain : produsen
bahan bangunan, produsen alat-alat untuk pembangunan, produsen alat pendingin
udara.
3.
Produsen
– Agen – Pemakai Industri
Biasanya saluran distribusi semacam
ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Juga
perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah
pemasaran baru, lebih suka menggunakan agen.
4.
Produsen – agen – Distributor Industri – Pemakai Industri
Saluran
distribusi ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain
bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu
faktor penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen
penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.
3.8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran
Produsen harus
memperhatikan berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan
saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut adalah :
1.
Pertimbangan
Pasar
Karena saluran distribusi sangat
dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan
faktor penentu dalam pemilihan saluran. Beberapa faktor pasar yang perlu
diperhatikan adalah :
a. Konsumen
/ pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar industri maka perusahaan jarang/ bahkan tidak
pernah menggunakan pengecer dalam saluran distribusinya. Jika pasarnya berupa konsumen dan
pasar industri, maka perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.
b. Jumlah
pembeli potensial
Jika jumlah konsumen relative kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat
mengadakan penjualan secara langsung pada pembeli
c. Konsentrasi
pasar secara geografis
Untuk daerah konsentrasi
yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan
distributor industry
d. Jumlah
pesanan
Jika volume yang dibeli
oleh pemakai produk tidak begitu besar atau relative kecil, maka perusahaan
dapat menggunakan distributor industri.
e. Kebiasaan
dalam pembelian
Kebiasaan membeli dari
konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap
kebijaksanaan dalam penyaluran. Termasuk dalam kebiasaan membeli ini antara
lain :
-
kemauan
untuk membelanjakan uangnya
-
tertariknya
pada pembelian dengan kredit
-
lebih senang melakukan pembelian yang tidak berkali-kali
-
tertariknya
pada pelayanan penjual
2.
Pertimbangan
Barang
Beberapa faktor
yang harus dipertimbangkan dari segi barang ini antara lain :
a. Nilai
unit
Jika nilai unit dari barang yang dijual relative rendah maka produsen
cenderung untuk menggunakan saluran distribusi yang panjang. Tetapi jika nilai
unitnya relative tinggi maka saluran distribusinya pendek atau langsung.
b. Besar
dan berat barang
Manajemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungannya dengan
nilai barang secara keseluruhan dimana besar dan berat barang sangat
menentukan. Jika ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai
barangnya sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, maka sebagian
beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara. Jadi, perantara ikut menanggung sebagian dari ongkos
angkut.
c. Mudah
rusaknya barang
Jika barang yang dijual mudah rusak maka perusahan tidak perlu menggunakan
perantara. Jika ingin menggunakannya maka harus dipilih perantara yang memiliki
fasilitas penyimpanan yang cukup baik
d. Sifat
teknis
Beberapa jenis barang industri seperti instalasi biasanya disalurkan secara
langsung kepada pemakai industri. Dalam hal ini produsen harus mempunyai
penjual yang dapat menerangkan berbagai masalah teknis penggunaan dan pemeliharaannya.
e. Barang
standard dan pesanan
Jika barang yang dijual berupa barang standard maka dipelihara sejumlah
persediaan pada penyalur. Kalau barang yang dijual berdasarkan pesanan maka
penyalur tidak perlu memelihara persediaan.
f. Luasnya
product line
Jika perusahaan hanya
membuat satu macam barang saja, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur
adalah baik. Tetapi jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat
menjual langsung kepada para pengecer.
3.
Pertimbangan
Perusahaan
Pada segi perusahaan,
beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :
a. Sumber
pembelanjaan
Penggunaan saluran
distribusi langsung atau pendek biasanya memerlukan jumlah dana yang lebih
besar. Oleh karena itu, saluran distribusi pendek ini kebanyakan hanya
dilakukan oleh perusahaan yang kuat dibidang keuangannya. Perusahaan yang tidak
kuat kondisi keuangannya akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang
lebih panjang.
b. Pengalaman
dan kemampuan manajemen
Suatu perusahaan yang
menjual barang baru, atau ingin memasuki pasaran baru, lebih suka menggunakan
perantara. Hal ini disebabkan karena umumnya para perantara sudah
mempunyai pengalaman, sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.
c. Pengawasan
saluran
Pengawasan akan lebih mudah dilakukan bila saluran distribusinya pendek.
Jadi, perusahaan yang ingin mengawasi penyaluran barangnya cenderung memilih
saluran yang pendek walaupun ongkosnya tinggi.
d. Pelayanan
yang diberikan oleh penjual
Jika produsen mau
memberikan pelayanan yang lebih baik seperti membangun etalase (ruang
peragaan), mencarikan pembeli untuk perantara, maka akan banyak perantara yang
bersedia menjadi penyalurnya.
4.
Pertimbangan
Perantara
Pada segi
perantara, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah :
a. Pelayanan
yang diberikan oleh perantara
Jika perantara mau
memberikan pelayanan yang lebih baik, misalnya dengan menyediakan fasilitas
penyimpanan, maka produsen akan bersedia menggunakannya sebagai penyalur.
b. Kegunaan
perantara
Perantara akan digunakan
sebagai penyalur apabila ia dapat membawa barang produsen dalam persaingan, dan
selalu mempunyai inisiatif untuk memberikan usul tentang barang baru
c. Sikap
Perantara terhadap kebijaksanaan produsen
Kalau perantara bersedia
menerima resiko yang dibebankan oleh produsen, misalnya resiko turunnya harga,
maka produsen dapat memilihnya sebagai penyalur. Hal ini dapat
memperingan tanggung jawab produsen dalam menghadapi berbagai macam resiko.
d. Volume
penjualan
Dalam hal ini , produsen cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan
barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu lama
e. Ongkos
Jika ongkos dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakannya
perantara, maka hal ini dapat dilaksanakan terus
3.9. Menentukan Banyaknya Penyalur
Setelah
menentukan banyaknya saluran distribusi yang akan dipakai, perusahaan/produsen
perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai pedagang besar atau
pengecer. Dalam hal ini
produsen mempunyai tiga alternatif pilihan, yaitu :
1.
Distribusi
Intensif
Distribusi Intensif ini dapat dilakukan oleh produsen yang menjual barang
konvenien. Perusahaan berusaha menggunakan penyalur, terutama pengecer
sebanyak-banyaknya untuk mendekati dan mencapai konsumen. Semua ini dimaksudkan
untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen. Sedangkan untuk barang
industri, distribusi intensif ini biasanya terbatas untuk jenis operating
supplies atau barang standard lainnya, seperti obeng, minyak pelumas, dan
lainnya.
2.
Distribusi
Selektif
Perusahaan yang
menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih suatu jumlah pedagang
besar/ pengecer yang terbatas dalam suatu daerah geografis. Biasanya
saluran ini dipakai untuk memasarkan produk baru, barang shopping atau barang
special, dan barang industri jenis accessory equipment. Penggunaan saluran
distribusi selektif ini dimaksudkan untuk meniadakan penyalur yang tidak
menguntungkan dan meningkatkan volume penjualan dengan jumlah transaksi lebih
terbatas.
3.
Distribusi
Eksklusif
Distribusi eksklusif ini
dilakukan oleh perusahan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau
pengecer dalam daerah pasar tertentu. Jadi produsen/ penyedia hanya menjual
produknya kepada satu pedagang besar atau satu pengecer saja. Pada umumnya,
distribusi eksklusif ini banyak dipakai :
a. Untuk barang-barang special
b.
Apabila
penyalur bersedia membuat persediaan dalam jumlah besar sehingga pembeli lebih
leluasa dalam memilih produk yang akan dibelinya
c.
Apabila
produk yang dijual memerlukan servis sesudah penjualan (pemasangan, reparasi,
dsb), misalnya alat pendingin udara (AC), almari es dll.
Setelah diketahui panjangnya saluran
dan banyaknya penyalur yang digunakan oleh produsen. Secara
keseluruhan dapat diadakan pembandingan untuk jenis-jenis barang konsumsi.
Tabel 3.1.
Alternatif Strategi Distribusi untuk Barang Konsumsi
Berdasarkan Intensitasnya
|
Jenis Barang Konsumsi
|
Panjangnya
Saluran
|
Alternatif Strategi Distribusi
|
Pola Distribusi dlm Pasar yang ada
|
|
Konvenien
Shopping
Spesial
|
Umumnya panjang
Umumnya sedang
Umumnya pendek
|
Intensif
Selektif
Eksklusif
|
Menyebar (banyak)
Jarang (beberapa)
Terpusat (satu)
|
3.10. Pengendalian Saluran Distribusi
Pengendalian
saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang
mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu saja
(penyalur independen). Karena penyalur independent tersebut melaksanakan
kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri, artinya, mereka hanya tertarik
untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka.
Produsen yang
menjual melalui penyalur indipenden tersebut harus dapat merancang produk dan
program pemasaran yang menarik. Untuk membuat agar penyalur independent dapat
lebih terikat pada produsen, maka produsen harus mengambil beberapa
kebijaksanaan seperti :
1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir
pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah
penjualan kepada pembeli akhir.
2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi
penyalur merupakan masalah bagi produsen dan tidak dapat diabaikan jika ingin
mempertahankan posisi pasarnya.
3. Produsen harus memberi ganti kepada penyalur atas garansi
dan servis lain yang diberikannya kepada para pembeli.
4. Produsen harus dapat memberikan semangat kepada penyalur
dengan memberi sejumlah insentif. Beberapa
teknik pemberian insentif yang dapat digunakan antara lain :
·
Konsesi
harga
·
Bantuan
keuangan
·
Proteksi
3.11.
Teknik yang dipakai untuk membina kerjasama penyalur
Untuk membina kerjasama yang baik
dengan penyalur maka perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik berikut ini :
A.
KONSESI
HARGA :
1.
Struktur
Potongan
·
Potongan
dagang
·
Potongan
kuantitas
·
Potongan
tunai
·
Potongan
musiman
·
Pembebasan
ongkos angkut
·
Pengurangan
ongkos angkut
·
Penghargaan
promosional
2.
Pengganti
Potongan
·
Alat-alat
peraga
·
Program
latihan
·
Program
pengawasan persediaan
·
Bantuan
teknis
·
Pemberian
catalog
·
Jasa
konsultasi manajemen
B.
BANTUAN
KEUANGAN :
- Pinjaman Berjangka
- Pembelian kredit
C.
PROTEKSI
:
- Proteksi harga
- Proteksi persediaan
- Proteksi territorial (distribusi selektif dan eksklusif)
Sumber : Sri Retnoningsih
Editor : Admin Coretan Mahasiswa