Baca Juga
Sistem Informasi Manajemen
A. Konsep dasar sistem
Sistem dapat
didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan
pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur
yang mempunyai tujuan tertentu. Cintoh : sistem akuntansi. Sistem ini
definisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas,
penjualan, pembelian dan buku besar.
Dengan pendekatan
komponen, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan
satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan
tertentu. Contoh : sistem komputer yang didefinisikan sebagai perangkat lunak
dan keras.
Pendekatan
komponen merupakan pendekatan yang relatif baik digunakan untuk menjelaskan suatu
sistem informasi. Kelemahan utama penggunaan pendekatan ini adalah jika
komponen dari sstem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja
tidak teridentifikasi, maka akan gagal untuk menggambarkan sisitem itu dengan
baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya. Dapat dikatakan
gagal dalam pembuatan atau penerapan suatu sistem teknologi informasi ketika
pemahaman mengenai konsep informasi yang merupakan sebuah hal yang penting
tentang teknologi informasi secara umum tidak dapat menghasilkan sebuah produk.
B. Tujuan Sistem Informasi
Tujuan
dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang
diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Untuk dapat berguna
maka informasi harus didukung ole 3 pilar sebagai berikut : tepat kepada
orangnya atau relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya atau akurat. Keluaran
yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai
informasi yang bergua, tetapi merupakan samapah.
C. Komponen
sistem Informasi
Telah
diketahui bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat
suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut
juga dengan nama siklus informasi. Data
yang masih belum diolah peru disimpan untuk pengolahan lebih lanjut, karena
tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada umumnya, data yang
diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat dapat diambil
untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di simpanan dalam bentuk
basis data. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan digunakan untuk
menghasilkan informasi.siklus pengolahan data yang dikembangkan ini disebut
dengan extended data processing life cycle.
Dari
siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data,
maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data.
Dengan demikian komponen sistem informasi yaitu komponen input, komponen model
dan komponen output sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen
basis data. Informasi
yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi
sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi
telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga membuat informasi
dapat disajikan tepat waktunya.
Informasi
yang akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen kontrol atau
pengendalian akan menjga sistem informasi dari kesalahan-kesalahan yang
disengaja ataupun yang tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem
informasi menghasilkan sistem informasi yang akurat.
Dengan
demikian sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
1.
Komponen input
2.
Komponen model
3.
Komponen output
4.
Komponen teknologi
5.
Komponen basis data
6.
Komponen kontrol.
- Komponen Input
Input merupakan data yang
masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupkan bahan
dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat
menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang masuk
kedalam sistem informasi dapat langsung diolah menjad iinformasi atau jika
belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam
bentuk basis data. Dokumen dasar merupakan
formulir yang digunakan untuk menangkap dari data yang terjadi. Dokumen dasar
ini dapat membntu didalam penanganan arus data sistem informasi yaitu:
- Dapat menunjukkan macam dar data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
- Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
- Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
- Bertindak sebagai pendistribusi data.
- Dokumen dasar dapat membantu dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
- Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan dari file-file data di komputer
- Komponen Output
Produk
dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para
penggunanya. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi
selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang
yang dalam.
- Komponen Basis data
Kumpulan
dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan
diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Terdapat 3 hal yang berhubungan dengan basis data yaitu sebagai berikut:
- Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
- Simpaan permanen untuk menyimpan basisi data tersebut.
- Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.
- Komponen Model
Informasi
yang dihasilakn oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis
data yang diolah lewat suatu model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem
informasi berupa model logika atau model matematik.
- Komponen Teknologi
Teknologi
merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi
yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang
tepat waktu. Komponen
teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen
teknologi dapat dikelompokkan kedalam 2 macam kategori yaitu teknologi sistem
komputer dan teknologi telekomunikasi.
- Komponen Kontrol
Digunakan
untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan
informasi yang akurat. Sistem
pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai
sitem pengendalian secara umum dan sistem pengendalian aplikasi. Lebih lanjut
pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-pengendalian sebagai
berikut:
- Pengendalian organisasi.
- Pengendalian dokumentasi.
- Pengendalian perangkat keras.
- Pengendalian keamanan fisik.
- Pengndalian keamanan data.
- Pengendalian komunikasi.
- Karakteristik Sistem
Suatu
sistem mepunyai karakteristik. Karakteristik tersebut adala sebagai berikut :
- Suatu sistem mempunyai komponen sistem atau sub sistem-sub sistem.
- Suatu sistem mempunyai batas sistem.
- Suatu sistem mempunyai ingkungan luar.
- Suatu sistem mempunyai penghubung.
- Suatu sistem mempunyai tujuan.
- Sistem Sosio-Teknologi
Sistem
informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi. Sebagai suatu sistem,
organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi,
struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Komponen-komponen
lainnya dari organisasi selain komponen sistem informasi adalah komponen sosial
dan komponen sistem informasi adalah komponen teknologi. Oleh karena itu,
organisasi juga disebut dengan sistem sosio-teknologi.
Sumber : Laeli M.
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
Sumber : Laeli M.
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas