Saturday, December 9, 2017

STATISTIKA DESKRIPTIF

Baca Juga


STATISTIKA DESKRIPTIF
1.1   PENGANTAR
Upaya memperoleh dan mengolah informasi statistik mempunyai sejarah yang sangat panjang, sepanjang peradaban manusia. Pada jaman sebelum masehi, bangsa-bangsa di mesopotamia, mesir, dan cina telah mengumpulkan data statistik untuk memperoleh informasi tentang berapa pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk, berapa hasil pertanian yang mampu diproduksi, berapa cepat atlet lari dan sebagainya. Pada abad pertengahan, lembaga gereja menggunakan satistika untuk mencatat jumlah kelahiran, kematian, dan perkawinan.
Pada saat ini statistika telah berkembang jauh, seiring dengan telah ditemukan dan berkembangnya teori peluang. Statistika telah memungkinkan untuk melihat jauh kedepan diluar data itu sendiri. Statistika pada tahun 1990-an telah memasuki wilayah pengambilan keputusan melalui proses generalisasi dan peramalan dengan memperhatikan faktor resiko dan ketidakpastian.
Sedemikian jauh telah terlihat bahwa peranan statistika relatif luas dan penting. Statistika yang dimulai dengan pengumpulan dan penyajian data, kemudian semakin berkembang dengan ditemukannya teori probabilitas dan teori pengambilan keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari agar efisien pada semua bidang baik ekonomi, manajemen, maupun teknik.

1.2  PENGERTIAN DAN PENGGUNAAN STATISTIKA
Statistika adalah ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif.
Istilah statistika perlu dipahami mempunyai makna yang berbeda dengan statistik. Istilah statistik dapat diartikan sebagai suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka.
Statistika seperti dikemukakan pada sub-bab didepan mempunyai kegunaan yang luas dalam bisnis dan bidang-bidang lainnya. Statistika dipergunakan dalam bidang pemasaran, akuntansi, manajemen, pengawasan mutu, melihat kepuasan konsumen, dan sebagainya. Berikut beberapa pihak yang berkepentingan dengan statistika terkait dengan bidang bisnis, manajemen, akuntansi, dan keuangan.

Pengguna statistika
Masalah yang dihadapi
Manajemen

  1. Penentuan struktur gaji, dan tunjangan karyawan.
  2. Penentuan jumlah persediaan barang dalam proses dan barang jadi.
  3. Evaluasi produktivitas karyawan.
  4. Evaluasi kinerja perusahaan.
Akuntansi

  1. Penentuan standar audit barang dan jasa.
  2. Penentuan depresiasi dan apresiasi barang dan jasa
  3. Analisis rasio keuangan perusahaan.
Pemasaran

  1. Penelitian dan pengembangan produk.
  2. Analisis potensi pasar, segmentasi pasar, dan diskriminasi pasar.
  3. Ramalan penjualan.
  4. Efektivitas kegiatan promosi penjualan.
Keuangan


  1. Potensi peluang kenaikan dan penurunan harga saham, suku bungan, dan reksa dana.
  2. Tingkat pengembalian investasi beberapa sektor ekonomi.
  3. Analisis pertumbuhan laba, cadangan usaha.
  4. Analisis resiko setiap usaha.
Ekonomi pembangunan

  1. Analisis pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga.
  2. Pertumbuhan penduduk dan tingkat pengangguran serta kemiskinan.
  3. Indeks harga konsumen dan perdagangan besar.
Agribisnis
  1. Analisis produksi tanaman, ternak, ikan dan kehutanan.
  2. Kelayakan usaha dan skala ekonomi.
  3. Manajemen produksi agribisnis.
  4. Analisis ekspor dan impor produk pertanian

Selain dalam bidang ekonomi, statistika juga digunakan dalam bidang teknik, pertanian, komunikasi dan bidang lainnya.

1.3  JENIS-JENIS STATISTIKA
Berdasarkan pada definisi statistika dibagi dalam dua jenis yaitu statistika deskriptif dan dan statistika induktif. Beberapa buku statistika menyebutnya dengan statistika inferensia.
Statistika deskriptif adalah metode statistika yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan menjadi sebuah informasi.
Statistika deskriptif mempunyai kegiatan mulai dari pengumpulan data, mengolah, dan menyajikan data. Penyajian data dapat berbentuk tabel, diagram, ukuran, dan gambar.
Statistika induktif adalah metode yang digunakan untuk mengetahui tentang sebuah populasi berdasarkan suatu smpel atau contoh dengan menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi sebuah kesimpulan.
Populasi adalah sebuah kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda dan ukuran lain dari obyek yang menjadi perhatian.
Sampel adalah suatu bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian.

1.4  JENIS-JENIS DATA
Jenis data dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (A) data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data kuantitatif, data tersebut bukan berupa angka dan disebut dengan data kualitatif atau atribut. (B) data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data kuantitatif atau data berupa angka dan disebut dengan data kuantitatif.
Diagram jenis-jenis data dapat disajikan sebagai berikut :


data kualitatif merupakan data non angka (numerik) seperti jenis kelamin, warna kesayangan, dan asal suku. Data kualitatif digunakan apabila kita tertarik melihat proporsi atau bagian yang termasuk dalam katagori.
data kuantitatif merupakan data angka atau numerik seperti jumlah mobil, jumlah tv yang dijual suatu toko, berat badan, jarak solo-jakarta, dan sebagainya. Semua ukuran tersebut berupa angka. Data kuantutatif dibedakan menjadi dua bagian yaitu data diskret dan data kontinu.
Data diskret merupakan data kuantitatif yang nilainya khusus dan merupakan hasil perhitungan serta biasanya berupa bilangan bulat. Data diskret seperti jumlah mobil dan sebagainya, jadi datan diskret biasanya berupa angka bulat.
Data kontinu merupakan data kuantitatif yang nilanya menempati semua interval pengukuran dan merupakan hasil pengukuran serta bisa berupa bilangan pecahan dan bulat. tinggi badan, luas rumah, panjang jalan dan lain-lainnya yang merupakan hasil pengukuran merupakan data kontinu.
Selain pembagian kualitatif, kuantitatif, diskret, dan kontinu, ada yang membagi data dalam data primer dan data skunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau objek penelitian. Data sekunder merupakan data yang sudah diterbitkan atau digunakan pihak lain.

1.5   SUMBER DATA STATISTIK
Sumber data sekunder:
  1. Badan pusat statistik (BPS) banyak menerbitkan data baik bulanan maupun tahunan. Statistik indonesia mencakup data ekonomi indonesia seperti indeks harga konsumen, inflasi, pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional. Data sektoral juga ada seperti produksi, konsumsi, ekspor, dan impor komoditi penting. Data sosial seperti kependudukan, pendidikan, dan ketenagakerjaan juga anda bisa dapatkan. BPS juga menerbitkan indikator ekonomi yang bersifat bulanan. Anda juga bisa mengunjungi website BPS di http://www.bps.go.id
  2. Bank Indonesia (BI) setiap bulan, triwulan, dan tahunan menerbitkan laporan perbankan ekonomi keuangan dan kerja sama internasional. Laporan ini memberikan data perkembangan ekonomi dunia, perkembangan pasar keuangan, kerja sama internasional, dan lain-lain. Anda bisa menghubungi direktorat riset ekonomi dan kebijakan moneter BI, atau anda bisa mengunjungi website BI di http://www.bankindonesia.go.id
  3. Selain BPS dan BI beberapa data produksi, konsumsi dan data lain yang bersifat khusus, anda dapat mencari di departemen masing-masing seperti didepartemen perindustrian dan perdagangan, departemen pertanian, departemen keuangan, dan lain-lain.
Sumber data primer:
  1. Wawancara langsung dengan objek penelitian atau responden baik dengan tatap muka, melalui telephon, atau melalui panduan kuesioner yaitu berupa pertanyaan yang sudah disiapkan dan akan diisi oleh responden.,
  2. Wawancara tidak langsung dilakukan menggunakan pihak ketiga atau informan. Pihak informan yang menanyakan pada responden berdasarkan panduan pertanyaan dari bahan penelitian. Cara ini dilakukan apabila ada kecenderungan ketertutupan dari pihak responden atau untuk menghindari jawaban tidak jujur.
  3. Mengirim kuesioner pada responden. Kuesioner dapat dikirimkan melalui pos, email, atau bersama barang yang diperjual belikan. Untuk mendapatkan data primer, baik wawancara langsung, tidak langsung, maupun mengirim kuesioner membutuhkan serangkaian pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
1.6   SKALA PENGUKURAN
1.     Skala Nominal
Skala nominal adalah ukuran yang paling sederhana, dimana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja, dan tidak menunjukan tingkatan apa-apa.
2.    Skala Ordinal
Skala ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ordinal digunakan untuk mengurutkan objek atau data yang terendah sampai data tertinggi atau sebaliknya.
3.    Skala Interval
Skala interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan ciri dari objek yang diukur.
4.    Skala Rasio
Skala rasio adalah skala yang mencakup semua skala, disamping memberikan keterangan tentang nilai absolute dari objek yang diukur. Angka pada skala rasio menunjukan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. Perbedaan utama antara skala interval dan rasio adalah (a) data skala rasio memiliki titik nol yang mempunyai arti, (b) rasio antara keduanya juga mempunyai arti.
BAB 2
PENYAJIAN DATA
2.1  PENGANTAR
Banyak sekali permasalahan ekonomi baik manajemen maupun akuntansi dan situasi ekonomi makro yang dihadapi oleh manajer, direktur, pemilik perusahaan, bahkan karyawan dalam suatu perusahaan. Terhadap suatu permasalahan yang dihadapi, seseorang haruslah bertindak dengan cermat, dan tepat yaitu dimulai dengan melakukan pengumpulan data yang terkait dengan permasalahan, menyajikan dan menata data menjadi informasi yang tepat untuk pengambilan keputusan.
            Langkah-langkah statistik deskriptif


2.2 DISTRIBUSI FREKUENSI
Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data kedalam beberapa kategori yang menunjukan banyaknya data dalam setiap kategori, dan setiap data tidak dapat dimasukan kedalam dua atau lebih kategori.
Langkah pertama adalah mengurutkan dT dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebalinya. Tujuan dari langkah ini adalah agar memudahkan dalam melakukan penghitungan pada langkah ketiga.
Langkah kedua adalah membuat kategori atau kelas yaitu data dimasukan kedalam kategori yang sama sehingga data dalam satu kategori mempunyai karakteristik yang sama.
Untuk membuat kategori atau kelas tidak ada ketentuan pasti yang mengatur berapa banyaknya kelas. Jumlah kelas bisa hanya dua, tiga atau bahkan sepuluh atau lebih.
Langkah ketiga adalah melakukan penturusan atau pentabulasian dari data mentah yang sudah diurutkan kedalam kelas interval yang sudah dihasilkan pada langkah ketiga.
Setelah data dikelompokkan dalam bentuk distribusi frekuensi terdapat keinginan untuk melihat sebaran dalam bentuk persentase, berapa banyak data yang masuk dalam suatu kategori atau kelas,. Keinginan mengubah bentuk dari frekuensi yang absolute menjadi frekuensi yang relatif diharapkan dapat memudahkan dalam membaca data secara tepat dan tidak kehilangan makna dari kandungan data.

2.3  PENYAJIAN DATA
Grafik poligon menghubungkan antara nilai tengah dengan jumlah frekuensi, grafik histogram menghubungkan tepi kelas dengan jumlah frekuensi, sedang grafik ogif menghubungkan tepi kelas dengan frekuensi kumulatif.
Batas kelas dalam suatu interval kelas atau katagori terdiri dua macam yaitu batas kelas bawah yaitu nilai dalam suatu interval kelas dan batas kelas atas yaitu nilai tertinggi dalam suatu interval kelas.
Nilai tengah kelas adalah tanda atau penciri dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap mewakili suatu interval kelas.
Nilai tepi kelas  adalah nilai batas kelas yang memisahkan nilai antara kelas astu degan kelas lainnya.
Frekuensi kumulatif  menunjukan seberapa besar jumlah frekuensi pada tingkat kelas tertentu. Frekuensi kumulatif dibedakan menjadi dua bentuk yaitu frekuensi kumulatif kurang dari yang merupakan penjumlahan dari mulai frekuensi kelas terendah sampai kelas tertinggi dan jumlah akhirnya merupakan jumlah data. Frekuensi kumulatif lebih dari merupakan pengurangan dari jumlah data dengan frekuensi setiap kelas dimulai dari kelas terendah dan jumlah akhirnya adalah nol.
2.3.1  HISTOGRAM
Histogram merupakan bentuk diagram yang mudah dipahami. Histogram merupakan diagram balok, karena frekuensi disajikan dalam bentuk balok. Histogram menghubungkan antara tepi kelas interval pada sumbu horisontal (X) dan frekuensi setiap kelas pada sumbu vertikal (Y).
2.3.2  poligon
Poligon hampir sama dengan histogram, perbedaannya histogram menggunakan balok, sedangkan poligon menggunakan garis yang menghubungkan titik-titik yang merupakan koordinat antar nilai tengah kelas dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut. Titik tengah kelas merupakan representasi dari karakter kelas dan nilai tengah ini menggantikan  posisi interval kelas pada diagram histogram. Pada grafik poligon, sumbu horisontal merupakan nilai tengah dan sumbu vertikal adalah jumlah frekuensi setiap kelas.

2.3.3  KURVA OGIF
Kurva ogif merupakan diagram garis yang menunjukan kombinasi antara interval kelas dengan  frekuensi kumulatif. Kurva ogif menunjukan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu horisontal pada kurva ogif menunjukan tepi interval kelas dan sumbu vertikal menunjukan frekuensi kumulatif. Kurva ogif memudahkan kita untuk melihat frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolut maupun nilai relatif pada tungkat atau interval tertentu.

Sumber            : Nur Litta
Editor             : Admin Coretan Mahasiswa

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...