Baca Juga
KONSEP
RISIKO DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Risiko
(risk) dan Kontrol (control) berkaitan dengan exposures. Kata exposures itu
sendiri menurut The English Oxford Dictionary adalah berasal dari kata expose
yang berarti uncover make visible atau leave unprotected. Sedangkan kata risiko
(risk) is the probability of occurance. Controls are need to reduce exposures.
Risiko yang dihadapi pada system berbasis teknologi informasi lebih rumit dan
perlu didesain dengan metoda yang berbeda disbanding system secara manual.
Dibidang teknologi, salah satu perkembangan terpenting dari tonggak sejarah
perkembangan teknologi informasi adalah ide Van Neuman tentang konsep
programmable yang diterapkan pada system kerja komputer.
A.
Jenis – jenis Risiko :
1. Risiko
Bisnis (Bussiness Risks)
Risiko bisnis adalah risiko yang
dapat disebabkan oleh faktor – faktor intern maupun ekstern yang berakibat
kemungkinan tidak tercapainya tujuan organisasi (business goals objectives).
Risiko ekstern (risk from external) environment) ialah misalnya antara lain
perubahan kondisi perekonomian tingkat kurs yang berubah mendadak, dan
munculnya pesaing baru yang mempunyai potensi bersaing tinggi . sedangkan
risiko yang berasal dari internal misalnya antara lain permasalahan
kepegawaian, risiko-risiko yang berkaitan dengan peralatan atau mesin, risiko
keputusan yang tidak tepat, dan kecurangan manajemen (manajement Fraud).
2. Risiko
Bawaan (Inherent Risks)
Risiko bawaan ialah potensi
kesalahan atau penyalahgunaan yang melekat pada suatu kegiatan, jika tidak ada
pengendalian intern. Misalnmya kegiatan kampus, apabila tidak ada
absensi/daftar kehadiran kuliah akan banyak mahasiswa yang cenderung tidak
disiplin hadir mengikuti kuliah.
3. Risiko
Pengendalian ( Control Risks)
Dalam suatu organisasi yang baik
seharusnya sudah ada risks assessment, dan dirancang pengendalian intern secara
optimal terhadap setiap potensi risiko. Risiko pengendalian ialah masih adanya
risiko meskipun sudah ada pengendalian.
4. Risiko
Deteksi (Detection Risks)
Risiko deteksi adalah risiko yang
terjadi karena prosedur audit yang dilakukan mungkin tidak dapat mendeteksi
adanya error yang cukup materialitas atau adanya kemungkinan fraud. Risiko
deteksi mungkin dapat terjadi karena auditor ternyata dalam prosedur auditnya
tidak dapat mendeteksi terjadinya existing control failures (system
pengendalian intern yang ada ternyata tidak berjalan baik).
5. Audit
(Audit Risks)
Risiko audit sebenarnya adalah
kombinasi dari inherent risks, control risks, dan detection risks. Risiko audit
adalah risiko bahwa hasil pemeriksaan auditornya ternyata belum dapat
mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.
Elemen Pengendali Internal
Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling berkaitan sebagai berikut:
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian
menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan
pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern,
menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menyediakan
arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang
yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh di
dalam lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etik, komitmen
terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, gaya manajemen dan gaya
operasi, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, praktik
dan kebijkan SDM. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang
lingkungan pengendalian untuk memahami sikap, kesadaran, dan tindakan
manajemen, dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern, dengan
mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secarakolektif.
- Penaksiran
Risiko
Penaksiran
risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan
untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana
risiko harus dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah
identifkasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan
pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. Manajemen risiko
menganalisis hubungan risiko asersi spesifik laporan keuangan dengan aktivitas
seperti pencatatan, pemrosesan, pengikhtisaran, dan pelaporan data-data
keuangan. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan
keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif
mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan
melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan
keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain
perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru
atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru,
restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru.
3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas
pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwaarahan
manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan
yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas.
Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diterapkan di berbagai
tingkat organisasi dan fungsi. Umumnya aktivitas pengendalian yang mungkin
relevan dengan audit dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang
berkaitan dengan review terhadap kinerja, pengolahan informasi, pengendalian
fisik, dan pemisahan tugas. Aktivitas pengendalian dapat dikategorikan sebagai
berikut.
a) Pengendalian Pemrosesan Informasi
b) Pemisahan tugas
c) Pengendalian fisik
d) Telaah kinerja
4. Informasi Dan Komunikasi
Informasi
dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi
dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung
jawab mereka. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuangan yang
meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan,
menggabungkan, menganalisa, mengklasikasi, mencatat, dan melaporkan transaksi
serta menjaga akuntabilitas asset dan kewajiban. Komunikasi meliputi penyediaan
deskripsi tugas individu dan tanggung jawab berkaitan dengan struktur
pengendalian intern dalam pelaporan keuangan. Auditor harus memperoleh
pengetahuan memadai tentang sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan
untuk memahami :
a) Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan
b) Bagaimana transaksi tersebut dimulai
c) Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi
d) Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk mengirim, memproses, memelihara, dan mengakses informasi.
5. Pemantauan / Monitoring
Pemantauan
adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang
waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat
waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui
kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau
dengan berbagai kombinasi dari keduanya. Di berbagai entitas, auditor intern
atau personel yang melakukan pekerjaan serupa memberikan kontribusi dalam
memantau aktivitas entitas. Aktivitas pemantauan dapat mencakup penggunaan
informasi dan komunikasi dengan pihak luar seperti keluhan pelanggan dan respon
dari badan pengatur yang dapat memberikan petunjuk tentang masalah atau bidang
yang memerlukan perbaikan. Komponen pengendalian intern tersebut berlaku dalam
audit setiap entitas. Komponen tersebut harus dipertimbangkan dalam hubungannya
dengan ukuran entitas, karakteristik kepemilikan dan organisasi entitas, sifat
bisnis entitas, keberagaman dan kompleksitas operasi entitas, metode yang
digunakan oleh entitas untuk mengirimkan, mengolah, memelihara, dan mengakses
informasi, serta penerapan persyaratan hukum dan peraturan
Fokus Internal Coso:
1. Fokus Pengguna Utama adalah manajemen.
2. Sudut pandang atas internal control adalah kesatuan beberapa proses secara umum.
3. Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control adalah pengoperasian sistem yang efektif dan efisien, pelaporan laporan keuangan yang handal serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.
4. Komponen/domain yang dituju adalah pengendalian atas lingkungan, manajemen resiko, pengawasan serta pengendalian atas aktivitas informasi dan komunikasi.
5. Fokus pengendalian dari eSAC adalah keseluruhan entitas.
6. Evaluasi atas internal control ditujukan atas seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam poin waktu tertentu.
7. Pertanggungjawaban atas sistem
pengendalian dari eSAC ditujukan kepada manajemen.
kelemahan pengendalian internal menurut COSO :
Aktifitas
pengendalian, sebagai komponen kerja dari struktur pengendalian internal
COSO membahas pengendalian dari sisi pelaporan keuangan dan sisi sistem
informasi (pengendalian umum dan pengendalian aplikasi).
Referensi : Puradireja, Kanaka dan Mulyadi.Auditing,
Edisi 5, Cetakan ke 1. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 1997.
Halim,
Abdul MBA. Akuntansi,
Edisi 2. Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2001.
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas