Thursday, March 7, 2019

RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

Baca Juga


DEFINISI RISIKO

Risiko didefinisikan dalam kamus webster sebagai suatu halangan, eksposur terhadap kerugian atau kecelakaan. Jadi, risiko diartikan sebagai peluang akan terjadinya suatu peristiwa yang tidak diinginkan.
Contoh : jika anda melakukan olahraga terjun payung, anda sedang mempertaruhkan nyawa anda. Terjun payung adalah suatu olahraga yang beresiko, jika anda menempatkan taruhan pada perlombaan pacuan kuda maka anda mempertaruhkan uang anda.
            Risiko suatu aktiva dapat dianalisis dalam 2 cara :
1.      Dengan basis berdiri sendiri , dimana aktiva tersebut dipertimbangkan dalam suatu keadaan terisolasi.
2.      Dengan basis portofolio, dimana aktiva dimiliki sebagai salah satu dari sejumlah aktiva lain didalam suatu fortofolio.

1.     RISIKO BERDIRI SENDIRI
Risiko beridir sendiri (stand alone risk) suatu aktiva merupakan risiko yang akan dihadapi seorang investor jika ia hanya memiliki satu aktiva itu saja. Sudah pasti sebagian besar aset akan dimiliki dalam bentuk portofolio, tetapi kita perlu memahami risiko berdiri sendiri agar dapat memahami risiko dalam konteks portofolio. Untuk mengistrasikan risiko berdiri sendiri, kita asumsikan seorang investor membeli surat utang negara jangka pendek senilai $100.000 dengan perkiraan pengembalian sebesar 5%. Dalam hal ini, tingkat pengembalian investasi yaitu 5% dapat diestimasikan dengan cukup akurat dan investasi tersebut pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai investasi bebas risiko. Investor yang sama juga dapat menginvestasikan uang $100.000 tersebut pada saham perusahaan yang baru didirikan untuk melihat apakah terdapat minyak bumi disamudra atlantik bagian tengah. Pengembalian atas saham tersebut akan jauh lebih sulit diramalkan. Dalam sekenario terburuk perushaan tersebut dapat bangkrut dan investor kehilangan se;uruh uangnya dalam hal ini pengembaliannya berati 100%. Sekenario terbaiknya, perusahaan akan menemukan cadangan minyak bumi dalam jumlah besar dan investor akan menerima pengembalian positif dalam jumlah yang sangat besar. Ketika mengevaluasi investasi ini, investor mungkin menganalisis situasi dan mengambil kesimpulan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan secara statistik adalah 20%.

A.    DISTRIBUSI PROBABILITAS

Probabilitas suatu peristiwa didefinisikan sebagai peluang terjadinya suatu peristiwa. Misalkan seorang peramal cuaca mungkin menyatakan, ada peluang 40% terjadi hujan hari ini dan 60% tidak akan terjadi hujan. Jika seluruh peristiwa atau hasil yang mungkin akan terjadi disusun daftarnya dan kemudian jika diberikan probabilitas untuk setiap peristiwa, daftar tersebut akan disebut sebagai distribusi probabilitas (probability distribution). Probabilitas juga dapat diberikan untuk kemungkinan hasil (dalam hal ini pengembalian) yang kemungkinan terjadi dari suatu investasi. Jika anda membeli sebuah obligasi, anda akan berharap menerima bunga dari obligasi ditambah pengembalian atas investasi awal anda dan pembayaran – pembayaran tersebut akan memberikan tingkat pengembalian dari investasi anda. Semakin tinggi probabilitas terjadi gagal bayar, maka semakin beresiko obligasi tersebut dan semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi pula tingkat pengembaliannya. Jika anda berinvestasi dalam saham dan bukannya membeli sebuah obligasi, anda kembali akan berharap mendapatkan pengembalian atas uang anda.

B.     TINGKAT PENGEMBALIAN YANG DIHARAPKAN

Pengembalian yang diharapkan adalah nilai rata – rata dari distribusi probabilitas pengembalian. semakin besar probabilitas pengembalian, semakin besar risiko yang berdiri sendiri (stand-alone). Tingkat pengembalian yang diharapkan atas saham umumnya sama dengan pengambilan yang diperlukan namun, sesuatu dapat terjadi yang menyebabkan tingkat pengembalian yang diperlukan berubah. Tingkat pengembalian dapet dihitung dengan menggunakan beberapa rumus yaitu :

*      Perhitungan Expected Return pada sekuritas
Untuk menghirung return yang diharapkan dari suatu sekuritas yang harus dipahami oleh seorang investor adalah dengan mamahami probabilitas dari kejadian yang akan terjadi.
Rumusnya :
Text Box: E(R)= ∑_(i=1)^n▒= Ri.pri
 





Dimana :
E(R)    = Expected return atau return yang diharapkan dari suatu sekuitas
Ri        = Return ke-i yang mungkin terjadi
Pri        = Probabilitas kejadian return ke-i
n          = Banyaknya return yang mungkin terjadi

*      Perhitungan Expected Return pada portofolio dapat menggunakan rumus :
Text Box: E (RP) = XA.E (RA) + XB.E (RB)
 



Dimana :         
E (RP)              = Expevted return portofolio
E (RA)              = Expetced Return Saham A
E(RB)               = Expetced Return Saham B
XA                   = Uang yang diinvestasikan pada saham A
XB                   = Uan diinvestasikan pada saham B
*      Perhitungan Expected Return dari saham  rumus :

Text Box: r = D1/PO+(P1-PO)/PO
 




Dimana :
r           = Keuntungan yang
D1       = Dividen tahub 1
PO       = Harga beli
P1        = Harga jual

2.     RISIKO DALAM KONTEKS PORTOFOLIO
Seperti yang akan kita lihat, sebuah aktiva yang dimiliki sebagai bagian dari suatu portofolio kurang berisiko jika dibandingkan dengan aktiva yang sama yang dimiliki secara terpisah. Karenanya sebagia besar aktiva keuangan dimiliki sebagai bagian dari portofolio. Bank, Dana pensiun, Perusahaan asuransi, reksadana, dan institusikeuangan lainnya diharuskan oleh hukum untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi. Bahkan investor – investor individual paling tidak yang lepemilikan atas sekuritasnya menjadi bagian yang signifikan dari selurus kekayaan mereka umumnya memiliki portofolio, bukan saham dari satu perusahaan saja. Dalam kondisi seperti ini dari sudut pandang investor adanya fakta bahwa suatu saham tertentu akan naik atau turun bukanlah hal yang sangat penting, yang penting adahal tingkat pengembalian dariportofolionya dan risiko portofolio tersebut. Logikanya risiko dan tingkat pengembalian dari masing – masing sekuritas harus dianalisis dari segi bahgaimana sekuritas tersebut mempengaruhi risiko dan tingkat pengembalian portofolio dimana sekuritas dimiliki.

  RISIKO PORTOFOLIO

Risiko Portofolio adalah varian return sekurutas – sekuritas yang membentuk portofolio tersebut. Salah satu pengukur risiko adalah deviasi standar (standard deviation) atau varian (variance) yang merupakan kuadrat dari deviasi standar. Meskipun tingkat pengembalian portofolio yang diharapkan hanyalah rata – rata tertimbang dari tingkat pengembalian yang diharapkan atas setiap asetdidalam portofolio, tingkat risiko portofolio sp, bukanlah merupakanrata – rata tertimbang dari standar deviasi setiap aset. Risiko fortofolio umumnya lebih kecil dari rata – rata s aset. Apa yang akan terjadi jika kita memasukkan lebih dari dua saham dalam portofolip. aturannya, risiko portofolio akan turun seiring dengan meningkatnya jumla saham dalam portofolio. Jika kita menambahkan cukup saham yang memiliki kolerasi parsial, dapatkah kita menghilangkan risiko sepenuhnya? Secara umum jawabannya adalah tidak tetapi ada dua hal yang patut untuk dicatat yaitu :
1)      Sampai sejauh apa penambahan saham ke suatu portofolio akan mengurangi risiko portofolio tersebut bergantung pada tingkat korelasi diantara saham semakin kecil koofisien korelasi, maka semakin kecil risiko dalam suatu portofolio besar. Jika kita dapat menemukan sekumpulan saham yang korelasinya nol atau negatif maka seluruh risiko dapat dihilangkan. Alan tetapi didunia nyata korelasi yang ada diantara setiap saham umumnya positif tetapi lebih kecil dari +1. Jadi hanya sebagian dan bukan seluruh risiko yang dapat dihilangkan.
2)      Beberapa saham secara individual lebih berisiko dibandingkan saham – saham lainnya sehingga beberapa saham akan lebih membantu dibandingkan saham lain dalam hal penurunan risiko portofolio.

Risiko yang  Dapat Didiversifikasikan versus Risiko Pasar

Menemukan saham – saham yang tingkat pengembaliannya saling berkolerasi secara negatif adalah suatu hal yang sulit jika tidak bisa disebut mustahil. Kebanyakan saham cenderung menunjukkan hasil yang baik ketika perekonomian nasional menguat dan hasil yang buruk ketika perekonomian melemah. Jadi bahkan portofolio yang sangat besar sekalipun akhirnya kan memiliki risiko yang substansial tetapi tentunya risiko tersebut tidak sebesar jika seluruh uang diinvestasikan dalam satu saham saja. Sebuah portofolio yang memiliki seluruh saham, yang disebut sebagai portofolio pasar (market portofolio). Jadi hampir setengah dari tingkat risiko inheren dalam rata-rata saham industrial akan dapat dihilangkan jika saham tersebut dimiliki dalam sebuah portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, yang artinya portofolio tersebut terdiri atas 40 atau lebih saham.

Namun beberapa risiko akan tetap selalu ada, sehingga hal yang bisa dibilang mustahil jika kita ingin mendiversifikasikan sepenuhnya pengaruh – pengaruh dari pergerakan bursa saham secara luas yang mempengaruhi hampir seluruh saham. Bagian dari risiko saham yang dapat dihilangkan disebut risiko yang dapat didiversifikasikan, sedangkan bagian yang tidak dapat dihilangkan disebut risiko pasar. Risiko yang  dapat di diversifikasikan disebabkan oleh peristiwa – peristiwa acak seperti tuntutan hukum, pemogokan, program pemasaran yang berhasil dan gagal, memenangkan atau kalah dalam kontrak besar, dan peristiwa – peristiwa lain yang khusus bagi suatu perusahaan tertentu. Karena bersifat acak pengaruh berbagai peristiwa ini pada suatu portofolio dapat dihilangkan dengan  melakukan diversifikasi peristiwa merugikan yang terjadi pada satu perusahaan akan dihilangkan oleh peristiwa menguntungkan diperusahaan yang lain.

Risiko Pasar, dilain pihak tumbuh dari faktor – faktor yang secara sistematis akan  mempengaruhi sebagian besar perusahaan, perang, inflasi, resesi dan tingkat suku bunga yang tinggi karena kebanyakan saham akan dipengaruhi secara negatif oleh faktor – faktor ini, risiko pasar tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi.

KONSEP BETA

Kecenderungan saham bergerak naik dan turun mengikuti pasar, akan tercermin dalam koefisien betanya (beta coefficient). Beta adalah elemen kunci dari CAPM. Sebuah saham dengan risiko rata – ratadinyatakan sebagai saham yang cenderung bergerak naik dan turun sesuai dengan pasar umum yang diukur dengan suatu indeks tertentu. Analisis mengenai risiko diatas adalah bagian dari model penetapan aktiva modal (CAPM) dan kita dapat merangkum pembahasan yang telah kita lakukan sampai saat ini :
1)      Risiko sebuah saham terdiri atas 2 unsur, risiko pasar dan risiko yang dapat didiversifikasikan
2)      Risiko yang dapat didiversifikasikan dapat dihilangkan melalui diversifikasi dan kebanyak investor memang melakukan diversifikasi baik itu dengan memiliki fortofolio yang besar atau dengan membeli saham dalam bentuk reksadana. Risiko pasar adalah satu – satunya risiko yang relevan bagi seorang investor yang rasional dan terdiversifikasi karena investor seperti itu akan menghilangkan risiko yang dapat didiversifikasikan-nya
3)      Para investor harus mendapatkan konpensasi untuk menanggung risiko. Semakin besar tingkat risiko sebuah saham maka akan semakin tinggi pula tinggkat pengembalian yang diminta. Akan tetapi konpensasi hanya dibutuhkan untuk risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Jika terdapat premi risiko pada saham yang diakibatkan oleh risiko yang dapat didiversifikasi, para investor yang terdiversifikasi dengan baik akan mulai membeli sekuritas – sekuritas tersebut (yang tidak akan terlalu berisiko bagi investor seperti itu) sehingga akan mengangkat harga penawarannya dan expetasi tingkat pengembalian akhir (equilibrium) saham hanya akan tinggal mencerminkan risiko yang tidak dapat didiversifikasikan.

3.     HUBUNGAN ANTARA RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

Dari bagian sebelumnya, kita telah melihat bahwa menurut teori CAPM beta adalah ukuran yang tepat dari risiko relevan sebuah saham. Kini kita harus melihat hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian untuk suatu tingkat risiko tertentu yang diukur oleh beta. Di dalam pasar uang dimana saham dan obligasi dijual para pemakai uang seperti perusahaan yang melakukan investasi harus bersaing satu sama lain untuk mencari modal. Untuk melakukan pembiayaan atas proyek yang akan bermanfaa bagi pemegang saham perusahaan, perusahaan haus menawarkan kepada investor, tingkat pengembalian yang mampu bersaing dengan alternatif investasi yang tersedia bagi investor tersebut. Tingkat pengembalian dari alternatif investasi terbaik berikutnya ini dikenal sebagai biaya kesempatan dana (opportunity cost of fund).

Dalam menjalankan sebuah bisnis oerusahaan kecil lebih berisiko dalam tingkat pengembalian dari pada perusahaan besar. Mengapa? Karena pengalaman bisnis perusahaan kecil mengandung risiko operasi yang lebih besar, mereka lebih sensitif terhadap kecenderungan bisnis yang menurun dan beberapa beroperasi dalam pasar yang kecil yang dengan cepat muncul dan kemudian dengan cepat lenyap. Selain itu perusahaan kecil mengandalkan pembiayaan melalui utang dibandingkan perusahaan yang besar. Perbedaab ini menciptakan variabilitas yang lebi pada jumlah laba dan arus kas yang diartikan sebagai risiko yang lebih besar.


KESIMPULAN

Risiko dan tingkat pengembalian keuangan mempunyai hubungan yang positif, semakin besar risiko yang ditanggung maka semakin besar pengembalian yang harus dikompensasikan. Sebaliknya semakin kecil return yang diharapkan maka semakin kecil risiko yang ditanggung.


DAFTAR PUSTAKA

Yulianto, akbar ali (Penterjemah).2009.Fundamental of financial manajemen.Edisi 10.Jakarta: PT Salemba Empat
Yulianto, akbar ali (Penterjemah).2014.Dasar – dasar manajemen keuangan.Edisi 10.Jakarta: PT Salemba Empat

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...