Baca Juga
|
P
|
…
|
-6
|
-5
|
-4
|
-3
|
-2
|
-1
|
0
|
1
|
2
|
…
|
|
f(P)
|
…
|
7
|
0
|
-5
|
-8
|
-9
|
-8
|
-5
|
-5
|
0
|
7…
|
Nilai P dalam domain fungsi memenuhi syarat untuk dimasukkan. Hal ini
disebabkan kita jarang membahas pemecahan persamaan f(P) = P2 =
4P-5. Karena pasangan orde seperti di atas dapat ditulis dalam jumlah tak
hingga, yaitu satu untuk setiap nilai P, maka terdapat sejumlah bilangan
tak terhingga untuk pemecahan (3.8). variabel f(P) sekarang hilang, telah
diganti dengan nilai nol hasilnya adalah persamaan kuadrat dalam satu variabel
P.
v Rumus Kuadrat
Secara umum rumus persamaan kuadrat diketahui dalam bentuk
a = bx = c = 0 (a ¹ 0)
dalam kasus ini, akar dua memiliki nilai yang sama ; dikenal sebagai
akar kuadrat dari bilangan negative yang tidak ada dalam sisitem bilangan
nyata. Rumus yang luas penggunaannya ini diperoleh melalui proses yang disebut
“penyempurnaan kuadrat”.
v Pemecahan Lain dengan Grafik
Salah satu metode pemecahan grafik variable kuantitas telah dihilangkan
untuk mendapatkan persamaan kuadrat. Permasalhan kita adalah mencari
perpotongan kedua titik, yakni :
D = {(P, Q) | Q = 4 – P2}
S = {(P,Q) | Q = 4P – 1 }
Dan jika tidak ada pembatas yang ditetapkan untuk domain dan “range”,
perpotongan himpunan akan berisi dua elemen yakni :
D Ç S = {(1,3), (-5, -2)}
Pasangan orde yang pertama terletak dalam kuadran 1 dan pasangan orde
yang kedua dalam kuadran 3.
v Persamaan Polinomial Tingkat Tinggi
Bila suatu sistem dari persamaan simultan berubah bukan menjadi
persamaan linier melainkan menjadi persamaan polynomial pangkat tiga atau
persamaan polynomial pangkat empat akar – akarnya lebih sukar dicari. Salah
satu metode yang digunakan adalah “memfaktorkan” fungsinya. Secara umum,
persamaan polynomial pangkat n harus menghasilkan total n akar. Kedua dan yang
lebih penting untuk pencarian akar, kita perhatikan hubungan berikut anatar
tiga akar (1, -2, 2 ) dan 4 suku yang konstan harus merupakan hasil bagi dari
akar tiga, maka masing masing akar harus menjadi pembagi dari suku yang
konstan. Hubungan ini dapat dirumuskan dalil berikut :
Dalil I berdasarkan persamaan polinomial :
Dimana semua koefisien adalah bilangan bulat, dan koefisien xn
adalah kesatuan ada akar bilangan bulat,
maka masing – masing harus menjadi pembagi a0.
Dalil II berdasarkan pada polynomial dengan koefisien bilangan bulat :
Jika ada akar rasionak rls dimana rdan s adalah
bilangan bulat tanpa pembagi yang umum kecuali kesatuan (unity), maka r
adalah pembagi a0 dan s adalah pembagi an.
Dalil III berdasarkan persamaan polynomial
3.4 Ekuilibrium Pasar Umum
Dalam model pasar tetutup
kondisi ekulibrium hanya terdiri dari satu persamaan yaitu Qd = Qs atau E º Qs – Qs = 0 dimana E menunjukkan kelebihan permintaan. Kondisi
equilibrium untuk model pasar dengan n- barang akan melibatkan n persamaan
yaitu satu persamaan untuk setiap barang.
ü Model Pasar dengan Dua Barang
Untuk
mudahnya, fungsi permintaan dan penawaran dari kedua barang diasumsikan linier.
Sebagai tahap awal dalam pemecahan model ini, kita sekali lagi dapat menghilangkan
variabel. Dengan mensubstitus persamaan kedua dan ketiga kedalam persamaan
pertama serta persamaan kelima dan keenam kedalam persamaan keempat, jumlah
persamaan akan berkurang menjadi dua persamaan.
Sumber : Unknown
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas