Wednesday, April 5, 2017

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi

Baca Juga

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi

BAB I

1.1  PENDAHULUAN

sistem teknologi informasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari sistem teknologi informasi dimulai dari era akuntan sampai ke era jejarin dimulai tahun 1990. Perkembagan teknologi ini menyebabkan perubahan perubahan peran dari sistem teknologi informasi itu sendiri,mulai dari peranannnya membantu organisasi menjadi lebih efisien sampai perannya sebagai alat memenangkan kompetisi.perkembangan ini juga menyebabkan perubahan-perubahan peran manajer didalam organisasi.

1.2. PERUBAHAN TERMINOLOGI

Beberapa istilah sebagai nama sistem teknologi informasi yaitu sistem informasi manajemen , sistem informasi manajemen berbasis komputer, teknologi informasi, teknologi sistem informasi,sistem komputer , sistem informasi teknologi, manajemen informasi , dan sistem informasi.

Istilah sistem informasi manajemen (SIM) atau management information system (MIS) menunjukkan sistem sistem informasi fungsional, yaitu sistem-sistem informasi yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Istilah sistem informasi manajemen berbasis manajemen menekankan bahwa teknologi komputer digunakan disistem ini. Teknologi informasi adalah sub-sistem atau sistem bagian dari sistem informasi.  Sistem komputer merupakan sub sistem atau sistem bagian dari teknologi informasi.sedangkan sistem teknologi informasi yaitu sistem yang menggunakan teknologi informasi.

1.3  PERUBAHAN-PERUBAHAN MATERI PENGAJARAN

Perubahan materi pengajaran

pemahaman konsep yang penting tentang sistem teknologi informasi secara umum. Pemahaman mengenai konsep informasi yang menyatakan jika sistem teknologi informasi tidak dapat menghasilkan produk ini, maka pembuatan atau atau penerapan sistem teknologi informasi dapat dikatakan gagal.

Pemahaman yang tidak kalah pentingnya yaitu pemahaman tentan komponen-komponen yang membentuk sistem teknologi itu. Sebagai suatu sistem yang fisik , sistem teknologi informasi sebenarnya memiliki komponen-konponen dan macam yang sudah pasti ketidak mampuan mengidentifikasikan dan memahami komponen komponen ini akan mengakibatkan sistem teknologi informasi yang dibuat tidak dapat mencapai tujuannya. 
Konsep dasar lainnya yaitu kosep dasar sistem teknologi informasi untuk pengambilan keputusan manajemen. Didalam organisasi bisnis, sistem teknologi digunakan untuk manajemen.

1.3.2 Teknologi

Teknologi dalam sistem teknologi informasi adalah teknologi komputer,teknologi telekomunikasi dan ternologi apapun yang memberikan nilai tambah untuk organisasi.

1.3.3 Aplikasi sistem teknologi informasi

Ini dapat diterapkan secara internal atau eksternal. Di internal organisasi sistem teknologi informasi dapat diterapkan difungsi fungsi organisasi dan ditingkatan tingkatan manajemen. Sistem teknologi informasi juga diterapkan ditingkatan manajemen bawah,menengah dan atas. Sistem teknologi secara eksternal merupakan sistem teknologi informasi internal yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi telekomunikasi. Tujuan dari sistem teknologi informasi ini adalah untuk menjangkau perusahaan eksternal dengan lebih efektif.

Tujuan utama menarik sistem teknologi informasi ke luar sehingga menjangkau langsung secara efektip pemasok dan pelanggan perusahaan di maksudkan supaya perusahaan dapat memenangkan persaingan, karena sistem teknologi informasi sekarang merupakan alat yang memungkinkan menciptakan keunggulan kompetisi.

1.3.4.Pengembangan Sistem Teknologi informasi  

Secara konvensional sistem teknologi informasi dapat di kembangkan dengan metode SDLC (System development life cycle),karena terdiri dari beberapa tahapan-tahapan pengembangan sistem yang membentuk suatu siklus hidup. Yaitu tahapan analisis,desain,implementasi dan perawatan.

1.3.5. pengelolaan sistem teknologi informasi

Sistem teknologiinformasi yangg sudah dioperaikan harus diklola dengan baik karena nilai dan manfaat dari sitem teknologi informasi secara finansial adalah signifikan. Isu-isu penting tentang pengelolaan sistem teknologi yaitu pengelolaan pengendalian,pengelolaan etika dan pengelolaan politikinformasi.

Pengendalian atau kontrol merupakan hal yang penting, karena jika kontrol tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan sistem teknologi informasi tidak dapat mencapai tujuannya karena sistem teknologi informasi menghasilkan output yang tidak akurat. Pengelolaan etika akibat teknlogi informasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan penurunan kinerja pemakai sistem.

Demikian juga dengan penanganan politik informasi di dalam perusahaan .banyak sistem teknologi informasi secara teknis bagus tapi gagal penerapannya karena adanya politik informasi didalam organisasi yang menggagalkan sistem teknologi informasi tersebut.

1.4. PERKEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Perkembangan sistem teknologi informasi di mulai pada tahun 1964 yaitu pada saat IBM memperkenalkan MT/ST (Magnetic type/selectric type) Writer,yaitu mesin ketik eletronik yang dpat merekamkan ke pita magenetik. Perkembangan selanjutnya dari sistem teknologi informasi tidak terlepas dari sistem perkembangan dari komputer.(Electronic numerical integrator and computer) pada era komputer ini,aplikasi yang banyak di lakukan adalah aplikasi teknik,karena pada waktu itu komputer di maksudkan sebagai alat untuk menghitung (compute).pada tahun 1964 IBM memperkenalkan komputer IBM S 360.IBM memberi nama S 360 yang artinya system 360 dengan maksud komputer ini dapat melayani semua aplikasi sepanajng 360 derajat.sejak dikenalkan S IBM 360 , komputer mulai digunakan untuk aplikasi bisnis yang merupakan tonggak awal sistem teknologi informasi.

Awal tahun 1970-an, teknologi juga mulai digunakan diproduksi. Teknologi ini adalah teknologi komputer dan robot untuk mengendalikan proses produksi supaya efisien dan efektif. Pada tahun 19980-an, suatu sistem yang dikenal dengan nama penunjang keputusan (SPK) atau Decision Support Systems (DSS) mulai dikenalkan oleh ilmuwan yaitu Michael S.scott dan kawan kawan. Sistem ini banyak diterapkan untuk manajemen tingkat menengah. Sedangkan sistem ini sendiri merupakan sistem interaktif dan ad-hoc untuk mendukung keputusan setengah terstruktur manajer-manajer tingkat menengah.

Pada tahun 1990 memulai sistem informasi eksekutif (EIS) . sistem ini diperlukan oleh eksekutif puncak karena persaingan bisnis lebih tajam yang menuntut eksekutif didukung oleh sistem teknologi informasi yang interaktif , mudah digunakan serta mempunyai fasilitas drill drown. Pertengahan tahun 1990 dimulai geograpic information system yang merupkan sistem teknologi informasi apapun baik itu SIM atau DSS yang menggukan tampilan peta geografis.

Perkembangan terakhir dari sistem teknologi informasi adlah dengan dikembangkannya jaringan saraf (neural) buatan atau artificial neural network (ANN) yang meruupakan sistem teknologi yang mencoba meniru sitem kerja dari jaringan sitem kerja saraf otak. Perbedaannya dengn sistem teknologi informasi yang lain adalah ANN memiii kelebihan proses belajar seperti halnya otak,sehingga proses yang sama selanjutnya akan dilakukan dengan lebih baik.

Yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen (SIM) yang sebenarnya adalah sistem informasi fungsional yang ada difungsi-fungsi organisasi yang dikembangkan di amerika serikat pada tahun 1970.

1.5. PERAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DI DALAM ORGANISASI

Sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di dalam organisasi,yaitu untuk meningkatkan (1) efisiensi, (2) efektivitas, (3) komunikasi, (4) kolaborasi dan (5) kompetitif.pada awalnya sisitem teknologi informasi digunakan untuk pengolahan transaksi (TPS).tujuan dari TPS adalah menggantikan pengolahan transaksi oleh manusia dengan teknologi sistem teknologi informasi.peran efisiensi lainya juga di capai oleh PCS (Proces Control System)  yang menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.

         Peran sistem teknologi informasi yang ke dua untuk meningkatkan efektivitas dapat di capai dengan SIM ,DSS,GSS,GIS,ES,EIS dan ANN.lebih efektip karena pengambilan keputusan di dasar dengan informasi akurat,tepat waktu dan relevan,manfaat efektivitas juga dapat di capai dengan PCS untuk mendapatkan hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sarana produksi yang diinginkan.

         Peran ketiga dan keempat dari sistem teknologi informasi adalah uantuk komunikasi dan kolaborasi di capai dengan menerapkan OAS (Office Automation System) yang akan mengintegrasikan pengguna sistem teknologi informasi termasuk para manajer secara elektronik. Peningkatan komunikasi dicapai dengan menggunakan e-mail dan chat. Peningkatan kolaborasi dicapai dengan menggunakan video con   ference dan teleconference.

            Peran kelima dari sistem teknologi informasi adalah untuk meningkatkan daya kompetisi. SIS merupakan sistem-sistem teknologi informasi dan teknologi informasi apapun di dalam organisasi untuk mengimplementasikan strategi untuk keunggulan kompetisi.


1.6. PERAN ORGANISASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Menurut Rockart (1998), perkembangan peran organisasi sistem teknologi informasi dapat dikelompokkan kedalam lima era, yaitu era akuntansi, era operasional, era informasi, era jejaring dan jejaring global. Era akuntansi (accoounting era) dimulai awal 1950 sampai 1960-an. Disebut dengan era akuntansi (accounting era) karena fokus dari aplikasinya adalah untuk aplikasi akuntansi seperti aplikasi penggajian, piutang dagang, kas dan lainnya. Metode pemasukan datanya masih menggunakan sistem batch.

Era operasional (operational era) dimulai dari pertengahan 1960-an sampai dengan pertengahan 1970-an. Disebut dengan era operasional (operational era), karena aplikasi sistem teknnologi ini tidak hanya untuk akuntansi, tetapi untuk aplikasi operasi yang lainnya seperti misalnya untuk pengendalian persediaan dan penjadwalan produksi. Metode pemasukan datanya sudah mengarah ke sistem on-line. Peranan staff sistem teknologi informasi masih sama, yaitu lebih banyak mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi dan operasionalnya.

Ewra informasi (informatin era) dimulai dari akhir tahun 1970-an sampai dengan awal 1980-an. Disebut dengan era informasi (information era), karena aplikasi sistem teknologi informasi ini tidak hanya akuntansi dan opeasional saja, tetapi sudah digunakan sebagai inormasi pengambilan keputusan oleh manajemen. Metode pemasukan datanya secara sistem on-line. Peranan staff sistem teknologi informasi sudah berkembang, yaitu selain mengembangkan, mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi-aplikasi sistem teknologi informasi, juga mendukung dan membantu pengembangan sistem pemakai sistem (end user computing).

 Era jejaring (wired society era) dimulai dari pertengahan tahun 1980-an. Disebut dengan era jejaring  (wired society era) karena perusahaan-perusahan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem sistem teknologi informasiuntuk keperluan keuntungan strategik. Era jejaring global (global wired society era) dimulai dari pertengahan tahun tahun 1990-an. Karena perusahaan-perusahaan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi secara global dengan teknologi telekomunikasi melalui internet.

Cek bagian selanjutnya disini.

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

Wednesday, March 8, 2017

Strategi Pemasaran Travel - Pemasaran Jasa

Baca Juga

Pemasaran Jasa

Bab I

Klasifikasi dan Karakteristik Jasa
Deskripsi Usaha:
Tour and Travel Organizer merupakan usaha jasa yang memberi jasa berupa pelayanan tour dan travel domestik. Usaha ini bergerak di bidang pariwisata. Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat disesuaikan dengan paket dan fasilitas yang diinginkan konsumen. Fasilitas yang diberikan kepada konsumen antara lain akomodasi kendaraan (bus, minibus, pesawat terbang), reservasi hotel, reservasi rumah makan/restoran/catering, tiket masuk tempat wisata, tour leader dan tour guide serta fasilitas lainnya sesuai keinginan konsumen. Usaha ini melayani tour ke beberapa tujuan seperti wisata pulau jawa, bali, lombok dan wisata religi/ziarah. 
Tujuan dari tour and travel organizer ini adalah memberi kemudahan kepada konsumen yang ingin berwisata, sehingga tidak perlu susah dan repot untuk mengatur dan memesan akomodasi serta keperluan lainnya pada saat berwisata.  

Klasifikasi Jasa:
  1.  Usaha tour and travel organizer ini termasuk kedalam klasifikasi Jasa utama yang didukung dengan barang minor. Penawaran jasa utamanya adalah konsumen yang ingin berwisata akan mendapat pelayanan dari pihak travel sesuai paket yang dipilih atau diinginkan. Jasa/ barang minor tambahan sebagai pelengkapnya adalah selama perjalanan, konsumen akan mendapat snack, soft drink/air mineral, tanda pengenal, kaos peserta, dll.
  2. Berdasarkan tingkat kontak konsumen, usaha jasa ini termasuk kedalam klasifikasi High Contact System. Karena pada saat perjalanan wisata, konsumenlah yang ikut serta secara langsung dalam kegiatan tour yang sedang dilakukan. Konsumen berinteraksi secara langsung dengan tour leader dan tour guide yang menemani selama perjalanan.
  3. Berdasarkan kesamaannya dengan operasi manufaktur, usaha jasa ini dikategorigan sebagai produk jasa Pure Service karena tour and travel organizer memberikan pelayanan jasanya pada saat konsumen datang atau ada.
Karakteristik Jasa
  1. Karakteristik dari usaha jasa salon mobil ini adalah Intangibility. Dalam hal ini konsumen tidak bisa merasakan, mendengan atau mencium sebelum kegiatan tour dilaksanakan. Setelah tour dilaksanakan barulah konsumen bisa merasakan fasilitas sesuai dengan keinginan mereka.
  2. Karakteristik yang kedua adalah Heterogeinity. Termasuk dalam karakteristik ini karena usaha ini sangat bergantung pada sumber daya manusia yang dimiliki. Tour leader dan tour guide yang disediakan untuk membantu perjalanan sangat berperan penting dalam kelancaran serta kenyamanan konsumen, kerna mereka berinteraksi langsung dengan konsumen.
  3. Karakteristik yang ketiga adalah Lack of Ownership. Pada jasa ini tidak terjadi pemindahan kepemilikan kepada konsumen. berbagai akomodasi yang telah disiapkan hanya bisa dinikmati konsumen saat berwisata.
 Bab 2
Pemasaran Relational dalam Pemasaran Jasa
Bentuk-bentuk relationship marketing yang dilakukan oleh usaha tour dan travel organizer ini antara lain :
  • Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationship)
Tujuan dari pemasaran relational adalah menciptakan hubungan yang kuat dan bertahan lama dengan kelompok pelanggan. Dalam usaha ini, pelanggan merupakan aspek utama, karena pelanggan yang menggunakan jasa tour organizer tentunya orang-orang yang ingin merasakan kenyamanan dan kebahagiaan saat berwisata. Untuk itu hubungan pelanggan harus diutamakan, mulai dari pelayanan pada saat menawarkan paket, fasilitas dan harga, kemudian pelayanan yang maksimal pada saat pelaksanaan tour dan pelayanan setelah tour berlangsung agar pelanggan tetap menggunakan jasa ini secara berulang.
  •  Kemitraan dengan pemasok (supplier relationship).
Pemasok dalam hal ini dapat dicontohkan ketika kami melaksanakan progrram tour wisata, kami membutuhkan snack (roti,dll), soft drink/air mineral. Untuk itu kami bermitra dengan toko kue/roti serta toko minuman untuk memasok kebutuhan selama tour.
  • Kemitraan antar perusahaan (lateral partnership).
Kemitraan antar perusahaan yang dibangun dalam hal ini antara lain kemitraan dengan penyedia angkutan seperti bus wisata, agen tiket pesawat terbang, pemilik hotel, pemilik rumah makan /catering serta dengan sesama tour organizer lainnya untuk memudahkan dalam pelaksanaan program tour.
  • Hubungan dengan lembaga penyedia asuransi.
Hubungan dengan lembaga penyedia asuransi dibutuhkan karena pada saat membawa group tour, beberapa resiko mungkin terjadi seperti kecelakaan, bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Untuk itu setiap peserta diberikan asuransi yang digunakan selama tour berlangsung.

Bab III
Perumusan Strategi Perusahaan Jasa
  •  Visi
Visi merupakan keinginan perusahaan yang bersifat ideal yang dirumuskan secara seksama, yang menentukan arah atau keadaan masa depan.
Visi : Menjadi perusahaan tour and travel organizer yang terdepan dengan standart pelayanan terbaik.
  •  Misi
Misi perusahaan merupakan perwujidan dari visi perusahaan. Keduanya merupakan acuan utama dari segala perubahan yang terjadi dalam perusahaan.
Misi : Memberikan layanan pariwisata terbaik dengan harga sesuai keinginan konsumen dan  menyediakan fasilitas yang istimewa.
  •  Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung. Analisis SWOT juga merupakan salah satu model analisis lingkungan perusahaan yang berfungsi untuk menjelaskan pertanyaan dimana posisi perusahaan sekarang, serta menjelaskan strategi apa yang nanti cocok digunakan oleh perusahaan.
Berikut adalah analisis SWOT dari usaha jasa Tour and Travel Organizer :

1.Kekuatan (strenghts)
Kekuatan adalah suatu kunci bagi perusahaan untuk bertahan didalam persaingan dengan perusahaan lain. Dengan demikian akan berdampak pada suatu keunggulan bagi perusahaan itu sendiri.Kekuatan dari usaha jasa Tour and Travel Organizer sebagai berikut :
  • Yang menjadi kekuatan jasa tour and travel organizer ini adalah usaha tersebut mengutamakan kebebasan dan kemudahan konsumen dalam menentukan tujuan, fasilitas, akomodasi serta harga yang diinginkan oleh konsumen itu sendiri dan kami menyediakan keseluruhan yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen.
2.Kelemahan (weakness)
Kelemahan adalah faktor internal yang dimiliki oleh perusahaan merupakan suatu keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber daya manusia, kemampuan, keterampilan serta yang menjadi penghalang serius bagi kinerja organisasi atau perusahaan.Kelemahan dari usaha jasa tour and travel organizer sebagai berikut :
  • Kurangnya jumlah sumber daya manusia ketika kami akan membawa group dengan jumlah banyak (ratusan orang dengan lebih dari 5 bus).
  • Kelemahan yang kedua adalah ketika menerima order dari konsumen dalam jangka waktu yang terlalu dekat dengan pelaksanaan, terkadang kesulitan untuk mendapatkan akomodasi yang masih tersedia untuk tanggal yang sudah ditentukan tersebut.
3.Peluang (opportunity)
Peluang adalah berbagai faktor situasi lingkungan luar perusahaan yang menguntungkan bagi kegiatan perusahaan.Peluang yang dimiliki usaha jasa tour and travel organizer sebagai berikut :
  1. Peluang dari usaha ini didapat dari melihat lokasi usaha yang berada di sekitar berbagai instansi (kantor, sekolah, pemerintahan) yang setiap periode tertentu mengadakan program tour bagi civitas instansi mereka.
  2. Banyaknya destinasi wisata baru di berbagai kota yang menjadikan daya tarik bagi konsumen untuk mengunjunginya, sehingga konsumen membutuhkan jasa tour organizer untuk mengantar mereka ke tempat tersebut.
4.Ancaman (Threats)
Ancaman merupakan suatu kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi suatu bisnis perusahaan. Ancaman yang dimiliki usaha jasa tour and travel organizer :
  1. Kondisi jalan atau cuaca yang kurang baik seperti macet pada jalur darat, delay penerbangan pada jalur udara dan cuaca buruk pada penyeberangan kapal menjadikan ancaman bagi lancarnya program tour karena waktu yang molor dari estimasi yang sudah ada.
  2. Banyaknya pesaing dan oknum yang merusak harga pasar sehingga para konsumen tergiur dengan harga yang murah dan pada akhirnya tidak mendapat fasilitas yang layak.
  3. Tidak menentunya harga tiket pesawat terbang serta kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang sewaktu-waktu terjadi menjadikan kami harus mengestimasi biaya lebih untuk kemungkinan tersebut.

Bab 4
Segmentasi, Targeting dan Positioning

.      A. Segmentasi
Segmentasi pasar adalah pembagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda. Setelah usaha ini berjalan sekitar 2 tahun, segmentasi pasar yang dituju adalah :
  • Segmentasi Demografis
Berdasarkan segmen demografis, usaha ini melihat dari factor pendapatan dan pekerjaan. Seseorang dengan pekerjaan yang membuat mereka jenuh, pasti membutuhkan refreshing salah satunya dengan berwisata dan sebagian besar dari mereka menggunakan jasa tour organizer untuk membantunya berwisata.
  • Segmentasi Psikografis
Berdasarkan segmen psikografis, dapat dilihat dari tingkah laku dan gaya hidup masyarakat. Dapat kita ketahui bahwa akhir-akhir ini banyak bermunculan lokasi atau destinasi wisata baru di berbagai kota di Indonesia, hal ini berpengaruh pada gaya hidup masyarakat yang senang berwisata dan rasa ingin tahu terhadap tempat tersebut. Tentunya hal ini dapat menjadikan segmentasi pasar bagi usaha tour organizer. 
  • Segmentasi Geografis
Berdasarkan segmen geografis, pertimbangan dalam menentukan lokasi operasi usaha juga diperlukan. Lokasi usaha ini terletak di sekitar pemukiman penduduk, instansi swasta dan pemerintahan serta instansi pendidikan (sekolah). Segmen ini dapat dijadikan sasaran bagi usaha tour organizer karena dari kepadatan penduduk dan berbagai instansi di sekitar lokasi usaha yang setiap periode tertentu mengadakan program wisata ataupun tour bagi civitas instansi mereka.

B. Targeting
Setelah mengevaluasi segmen pasar yang ada, lalu diputuskan segmen yang akan dilayani. Ini merupakan seleksi pasar sasaran. Pasar sasaran terdiri atas kumpulan pembeli dengan kebutuhan atau karakteristik serupa yang akan dilayani perusahaan.

Dengan mempertimbangkan lima pola product specialization, usaha tour and travel organizer ini menggunakan Selective Specialization yaitu perusahaan memutuskan memilih beberapa segmen dan merancang barang untuk masing-masing segmen. Dalam hal ini usaha tour and travel organizer membuat beberapa penawaran paket tour yang ditujukan untuk masing-masing segmen seperti segmen pelajar dan mahasiswa, segmen instansi swasta maupun pemerintahan, segmen keluarga dan beberapa segmen lainnya. Yang membedakan adalah pada harga dan fasilitas dalam paket yang ditawarkan.

Dapat kita lihat bahwa segmen pelajar/mahasiswa tentu mempunyai budget yang berbeda dengan segmen konsumen dari instansi atau pekerja yang sudah mempunyai penghasilan dan hal ini berpengaruh pada pemilihan paket wisata yang akan diambil.

C. Positioning
Positioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk brand image, manfaat yang dijanjikan serta competititve advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing. Positioning yang dibentuk dari usaha tour and travel organizer ini antara lain, yang pertama yaitu  bonus berupa hadiah barang yang diberikan kepada customer pada saat tour belangsung maupun setelah tour selesai dilaksanakan. Misalnya, ketika tour menggunakan bus, pada saat perjalanan seorang tour leader yang memimpin tour mengadakan games kecil ataupun kuis dan memberikan hadiah kepada pemenangnya. Tujuannya adalah membuat suasana perjalanan agar tidak jenuh dan membosankan dan customer merasa berkesan dengan adanya hadiah yang diberikan. Selain itu ketika tour selesai, pihak tour organizer member hadiah yang diperuntukkan bagi operasional instansi yang telah menggunakan jasa ini misalnya, dispenser, kipas angin dll.

Yang kedua yaitu memberikan fasilitas tour guide yang memandu dalam kegiatan selama berwisata. Tour guide yang dipilih harus bisa memandu dengan cara yang unik dan materi yang disampaikan relevan dengan keadaan saat ini serta sesuai dengan segmen customer yang dilayani. Dengan hal ini bisa membantu pihak tour organizer dalam memberikan image yang baik kepada konsumen.


Belajar dari Krisis Perbankan 

Perkembangan dunia perbankan yang sangat pesat setelah terjadi deregulasi di bidang keuangan, monoter dan perbankan pada juni 1983 engakibatkan kebutuhsn dana secara langsung maupun tidak langsung yang mendorong tumbuhnya perbankan menyangkut produk, jumlah bank maupun jumlah cabank yang pada gilirannya semakin menjangkau banyak masyarakat yang membtuhkan jasa perankan.

Krisis perbankan tahun 1997/1998 memberikan pelajaran serius dalam bisnis perbankan. Bank kesulitan likuiditas, kualitas aset memburuk, tidak mampu menciptakan earning dan modal terkuras dalam waktu yang sangat cepat. Kondisi ini berlangsung hingga tahun 2004 yang di cerminkan oleh return on asse (ROA) negatif, terjadi negatif spread, sedikit bank yang membagi deviden, likuiditas rendah, kredit bermasalah, dan rasio kecukupan bank di bawah 8%. Kesulitan bank di indonesia semakin berkepanjangan meskipun bank indonesia telah menjalankan tugasnya sebagai leader of last ressort yaitu fungsi yang elekat sebagai pelindung bank dalam hal terjadi kesulitan likuiditas, serta memberi pinjaman penuh atas simpanan masyarakat. Ini menunjukkan ada kebijakan perbankan yang keliru ataupun kelemahan manajerial lain dalam perbankan indonesia,

Menurut Halim dan Mishkin (2000) menyebutkan bahwa akar krisis perbankan Asia Tenggara karena adanya liberalisasikeuangan yang di timbulkaan semakin bebasnya arus dana asing masuk ke sektor perbankan. Peningkatan capita flow di sebabkan negara berkembang membutuhkan dana untuk pertumbuhn ekonomi. Disamping itu, pemerintah juga memberikan jaminan tidak langsung terhadap investor asing melalui kebijakan manageable floating rate, sehingga resiko forex semakin kecil, sementara IMF memberi dukungan dengan menjamin bahwa investasi akan aman bila dilakukan di negara berkembang khususnya asia tenggara.

Arus dana asing yang masuk ke dalam lembaga perbankan domestik sebagian besar di tempatkan pada kredit untuk membiayai proyek yang mempunyai keungtungan tinggi begitujuga memiiki resiko yang tinggi. Penentuan bunga kredit di tentukan dari tiggak resiko proyek yang di biayai, semakin tinggi resiko maka semakin tinggi dalam menentukan premi resiko. Dalam istilah perbankan, lembaga teah melakukan adverse selection, yaitu pembebanan bunga di dasarkan pada kemampuan dam kemauman peminjam dalam membayar kembali secara parsial, yang didasarkan pada probabilitas kegagalan peminjam berkualitas rendah. Oleh karena itu, tingkat bungs kredit jugs tinggi dsn di bebankan kepada semua calon peminjam termasuk yang berkualitas tinggi sehingga peminjam kualitas tinggi memiih modal sendiri dari pada meminjam bank. Akibatnya penempatan dana tersalurkan ke peminjam kualitas rendah atau pelaku bisnis beresiko tinggi.

Bank yang berada di negara berkembang sekarang sedang melakukan liberalisasi keuangan, umumnya memiliki persoalan pada aspek atau teknik manajerial yaitu kurang memilikli loan offifec yang terlatih, pemahaman risk assesment system sangat lemah, keahlian manajemen relatif buruk. Ini engakibatkan pertumbuhan kredit yang sangat tinggi pada sektor usaha beresiko tinggi yang memperluas sumber sumber pengawasan bank. Dalam liberalisasi banyak terdapat regulasi finansial yang buruk. Otoritas pengawas bank gagal melakukan supervisi terhadap bank. Penempatan kredit beresiko tinggi, buruknya kemampuan anajemen, lemahnya keahlian loan officer, dan buruknya regulasi serta pertumbhan kredit yang sangat tinggi menciptakan dalam ketidakpastian pada dunia perbakan di negara berkembang.

Pada tahap ke dua, lemahnya kondisi perbnkan memicu munculnya tindakan spekulatif yang begitu gencr untuk memperoleh keuntngan melalui pasar uang dan memperlemah posisi domestik curency yang akan mendorong bank sentral melakukan penguatan melalui peningkatan suku bunga pasar (SBI). Kenaikan SBI diharapkan dapat meningkatkan bunga simpanan masyarakat sehingga dana masyarakat dapat di himpun secara cepat  dan oleh bank dapat di tempatkan kembali di SBI.dengan demikian, dapat mengurangi mata uang domestik yang beredar dan menguatkan posisi tawar mata uang domestik terhadan dolar AS, dengan demikian untuk kasus indonesia diharapkan rupiah menguat terhadap dolar AS.

Hahm dan mishkin (2000) menyatakan bahwa keputusan menaikkan BI rate adalah keputusanyang salah karena adanya kesenjangan jatuh tempo dana antara aktiv adan pasiva bank yang tidak tepat. Ini akan memperburuk neraca lembaga perbakan . apabila terjadi kenaikan tingkat bunga pasar maka akan menimbulkan penurunan nilai ekayaan bersih tau modal bank  sebab nilai sekarang akan lebih rendah daripada pressent value dari pasiva.

Lembaga perbankan gagal menyesuaikan posisi mismatch antara aktiva dan pasiva dalam waktu yang singkat untuk menghindari resiko bank. Seharusnya durasi aset lebih pendek dari pada durasipasiva ketika tingkat suku bunga diprediksi akan naik. Dengan kata lain, bank gagal menyesuaikan posisi dari kesenjangan durasi positif ke negatif dalam waktu yang sangat singkat.

Kondisi ini diperparah dalam pasiva bank terdapat pinjaman dalam dolar AS yang telah mengapresiasi domestic currency. Hal ini akan mempersulit peminjam dalam emenuhi kewajibannya. Depresiasi nilai uang dalam negri dan kenaikantingkat bunga meningkatkan resiko kredit meningkat dan cara mengatasinya adalah melakukan penghapusbukuan. Namun ada kecenderungan untuk menghindari write off sebab ketakuatan akan terjadi liquid freeze up yang akan memperburuk ekonomi.

Nilai domestik yang melemah juga mengakibatkan inflasi aktual dan inflasi yang diharapkan, yang pada gilirannya akan meningkatkan interest rate. Peningkatan pembayaran bung apada gilirannya menurunkan cast flow yang mengarah pada memburuknya neraca. Posisi nerac anon bank menjadi faktor kritis bagi menguatnya problem asimetri informasi dalam sistem keuangan. Jika ada faktor kemerosotan yang semakin buruk dari neraca atau peminjam maka akan meperburuk dalam problem adverse selection maupun moral hazard dalam pasar keuangan, sehingga memperburuk krisis perbankan.

Kondisi bank yang relatif buruk akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Bank yang buruk akan di luiditas oleh bank indonesia. Dan di satu sisi pemerintah melakukan peminjman penuh di samping pinjaman batas dan explisit untuk simpanan masyarakat. Otoritas pengawas memperketat regulasi perbankan dan telah mendapatkan arah kebijakan perbankan yang tercermin pada arsitektur perbankan indonesia.pengawasan lembaga perbankan bergeser dari pengawasan berbasis kepatuhan ke pengawasan berbasis resiko yang berlaku umum pada dunia internasional yang di dalamnya memperhatikan persyaratan modal minimum, supervisory review dan marker dicipline. Supervisor review memastikan bahwa bank secara konsisten memenuhi persyaratan modal minimun, sedangkan disiplin pasar lebih menekankan peran publik. Dari hal-hal di atas, bisnis perbankan memerlukan sikap yang hati hati terutama dalam menghadapi perubahan. Produk bank sebagian besar sangat dipengaruhi oleh perubahan pasar, perubahan nilai uang dan perilaku suka bunga harus di sikapi secara professional. Bank perlu selalu menjaga kepercayaan masyarakat dengan cara memelihara likuiditas yang memadai, tanpa mengorbankankeperntingan memperoleh profit dan selalu mematuhi regulasi yang bersentuhan dengan bidang perbankan.

Pemahaman manajemen perbankan dimuali dari bab 1  mengenai bank dan perbankan serta jenis bank. Karakteristik usaha perbankan dan keunikannya, kegiatan usaha perbankan, sistem perbankan, lingkungan perbankan, persaingan bank, dan arah kebijakan perbankan di indonesia. Pada bab bab selanjutnya akan dibhas isi perut lembaga perbankan yang dimulai pentingnya memahani laporan keuangan dan kinerja bank sebagai prasyarat kebijakan dan partisipasi pasar dalam melakukan monitoring bank. Pembaca akan di ajak untuk memahami manajemen pasiva bank, permodalan bank, investasi dan perkreditan bank, peminjaman kredit hingga penyelamatankredit, manajemen aktiva pasiva dan sistem penilaian kesenatan bank.

Writer : Laeli M
Editor : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...