Tuesday, May 2, 2017

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 2

Baca Juga

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 2

1.7. PERAN MANAJER SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang memimpin dan mengelola organisasi sistem teknologi informasi. Dulunya, manajer STI ini lebih berorientasi pada masalah teknikal dan teknologinya serta penekanannya untuk efisiensi. Manajer STI harus mempunyai pengetahuan bisnis secara umum.


Tabel 1.1. Perubahan peran maajer STI

Peran Dulu
Peran Sekarang
80% Pengetahuan teknikal
Berorientasi pada teknologi
Penekanan pada efisiensi
80% pengetahuan bisnis
Berorientasi pada manusia
Penekanan pada kompetisi

Tabel 1.2. Peran manajer STI

  1. Menyelaraskan strategi bisnis dan STI secara dua arah.
  2. Menciptakan hubungan yang efektif dengan manajemen lini.
  3. Merencanakan, merancang dan mengimplementasikan sistem-sistem baru.
  4. Membangun da mengelola infrastruktur.
  5. Meningkatkan keahlian organisasi STI.
  6. Mengelola kerjasama dengan pemasok.
  7. Membangun kinerja yang tinggi.
  8. Mendesain ulang dan mengelola organisasi STI.

Tabel 1.3. Pegeseran agenda peran eksekutif STI yang lama dengan yang baru.


Agenda
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
  • Pengendalian dan perencanaan strategik STI
  • Pengelolaan arsitektur STI
  • Pengelolaan sumber daya manusia
  • Operasi sistem
  • Pengembangan sistem dan perawatannya
  • Pengelolaan risiko
  • Pekerjaan STI lainnya
  • Pekerjaan bukan STI
16%

20%
20%
14%
17%

3%
10%
-
27%

19%
17%
13%
9%

6%
2%
7%

Tabel 1.4. pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.

Tanggung jawab ke
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
13%
19%
48%
17%
3%
27%
12%
44%
17%
-


Tabel 1.4. pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.

Tanggung jawab ke
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
13%
19%
48%
17%
3%
27%
12%
44%
17%
-

2.2 Konsep Dasar Sistem

Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Cintoh : sistem akuntansi. Sistem ini definisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar.

Dengan pendekatan komponen, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : sistem komputer yang didefinisikan sebagai perangkat lunak dan keras.

Pendekatan komponen merupakan pendekatan yang relatif baik digunakan untuk menjelaskan suatu sistem informasi. Kelemahan utama penggunaan pendekatan ini adalah jika komponen dari sstem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja tidak teridentifikasi, maka akan gagal untuk menggambarkan sisitem itu dengan baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya.

2.3 Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung ole 3 pilar sebagai berikut : tepat kepada orangnya atau relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya atau akurat. Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang bergua, tetapi merupakan samapah

2.4 Komponen sistem Informasi

Telah diketahui bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut juga dengan nama siklus informasi. Data yang masih belum diolah peru disimpan untuk pengolahan lebih lanjut, karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di simpanan dalam bentuk basis data. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan informasi.siklus pengolahan data yang dikembangkan ini disebut dengan extended data processing life cycle.

Dari siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data, maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan demikian komponen sistem informasi yaitu komponen input, komponen model dan komponen output sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Informasi yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga membuat informasi dapat disajikan tepat waktunya.

Informasi yang akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen kontrol atau pengendalian akan menjga sistem informasi dari kesalahan-kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem informasi menghasilkan sistem informasi yang akurat.

Dengan demikian sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
  1. Komponen input
  2. Komponen model
  3. Komponen output
  4. Komponen teknologi
  5. Komponen basis data
  6. Komponen kontrol.
2.4.1 komponen input

Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupkan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang masuk kedalam sistem informasi dapat langsung diolah menjad iinformasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk basis data. Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap dari data yang terjadi. Dokumen dasar ini dapat membntu didalam penanganan arus data sistem informasi yaitu:
  1. Dapat menunjukkan macam dar data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
  2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
  3. Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
  4. Bertindak sebagai pendistribusi data.
  5. Dokumen dasar dapat membantu dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
  6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan dari file-file data di komputer.
2.4.2 komponen output

Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para penggunanya. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang yang dalam.

2.4.3 komponen basis data

Kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Terdapat 3 hal yang berhubungan dengan basis data yaitu sebagai berikut:
  1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
  2.  Simpaan permanen untuk menyimpan basisi data tersebut.
  3.  Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.
2.4.4 komponen model

Informasi yang dihasilakn oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem informasi berupa model logika atau model matematik.

 2.4.5 komponen teknologi

Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang tepat waktu. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen teknologi dapat dikelompokkan kedalam 2 macam kategori yaitu teknologi sistem komputer dan teknologi telekomunikasi.

 2.4.6 komponen kontrol

Digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi yang akurat. Sistem pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sitem pengendalian secara umum dan sistem pengendalian aplikasi. Lebih lanjut pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-pengendalian sebagai berikut:
  1.  Pengendalian organisasi.
  2. Pengendalian dokumentasi
  3. Pengendalian perangkat keras
  4. Pengendalian keamanan fisik
  5. Pengndalian keamanan data
  6. Pengendalian komunikasi
2.5 Klasifikasi Sistem

Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai sistem abstrak lawan sistem fisik, sistem alamiah lawan sistem buatan manusia, sistem pasti lawan sistem probabilistik, dan sistem tertutup lawan sistem terbuka. Sistem informasi masuk didalam sistem klasifikasi sistem fisik, buatan manusia, sistem pasti dan sistem manusia.

2.6 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mepunyai karakteristik. Karakteristik tersebut adala sebagai berikut :
  1.  Suatu sistem mempunyai komponen sistem atau sub sistem-sub sistem.
  2.  Suatu sistem mempunyai batas sistem.
  3. Suatu sistem mempunyai ingkungan luar.
  4. Suatu sistem mempunyai penghubung.
  5. Suatu sistem mempunyai tujuan.
2.7 sistem sosio-teknologi

Sistem informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi. Sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi, struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Komponen-komponen lainnya dari organisasi selain komponen sistem informasi adalah komponen sosial dan komponen sistem informasi adalah komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut dengan sistem sosio-teknologi.

Bagian ketiga baca disini

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa


No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...