Baca Juga
Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 2
1.7.
PERAN MANAJER SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang memimpin dan mengelola organisasi sistem teknologi informasi. Dulunya, manajer STI ini lebih berorientasi pada masalah teknikal dan teknologinya serta penekanannya untuk efisiensi. Manajer STI harus mempunyai pengetahuan bisnis secara umum.
Tabel
1.1. Perubahan peran maajer STI
Peran Dulu
|
Peran Sekarang
|
80% Pengetahuan teknikal
Berorientasi pada teknologi
Penekanan pada efisiensi
|
80% pengetahuan bisnis
Berorientasi pada manusia
Penekanan pada kompetisi
|
Tabel 1.2. Peran
manajer STI
|
Tabel 1.3. Pegeseran agenda peran eksekutif STI yang lama dengan yang baru.
Agenda
|
Eksekutif STI lama
|
Eksekutif STI baru
|
|
16%
20%
20%
14%
17%
3%
10%
-
|
27%
19%
17%
13%
9%
6%
2%
7%
|
Tabel 1.4.
pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.
Tanggung jawab ke
|
Eksekutif STI lama
|
Eksekutif STI baru
|
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
|
13%
19%
48%
17%
3%
|
27%
12%
44%
17%
-
|
Tabel 1.4.
pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.
Tanggung jawab ke
|
Eksekutif STI lama
|
Eksekutif STI baru
|
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
|
13%
19%
48%
17%
3%
|
27%
12%
44%
17%
-
|
2.2 Konsep
Dasar Sistem
Sistem dapat
didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan
pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur
yang mempunyai tujuan tertentu. Cintoh : sistem akuntansi. Sistem ini
definisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas,
penjualan, pembelian dan buku besar.
Dengan
pendekatan komponen, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai tujuan tertentu. Contoh : sistem komputer yang didefinisikan sebagai
perangkat lunak dan keras.
Pendekatan
komponen merupakan pendekatan yang relatif baik digunakan untuk menjelaskan
suatu sistem informasi. Kelemahan utama penggunaan pendekatan ini adalah jika
komponen dari sstem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja
tidak teridentifikasi, maka akan gagal untuk menggambarkan sisitem itu dengan
baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya.
2.3 Tujuan
Sistem Informasi
Tujuan dari
sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang
diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Untuk dapat berguna
maka informasi harus didukung ole 3 pilar sebagai berikut : tepat kepada
orangnya atau relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya atau akurat. Keluaran
yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai
informasi yang bergua, tetapi merupakan samapah
2.4 Komponen
sistem Informasi
Telah diketahui
bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu
siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut juga
dengan nama siklus informasi. Data yang masih belum diolah peru disimpan untuk pengolahan
lebih lanjut, karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada
umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat
dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di simpanan
dalam bentuk basis data. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan
digunakan untuk menghasilkan informasi.siklus pengolahan data yang dikembangkan
ini disebut dengan extended data processing life cycle.
Dari siklus
data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data, maka
diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan
demikian komponen sistem informasi yaitu komponen input, komponen model dan
komponen output sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis
data. Informasi
yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi
sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi
telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga membuat informasi
dapat disajikan tepat waktunya.
Informasi yang
akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen kontrol atau
pengendalian akan menjga sistem informasi dari kesalahan-kesalahan yang
disengaja ataupun yang tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem
informasi menghasilkan sistem informasi yang akurat.
Dengan demikian
sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
- Komponen input
- Komponen model
- Komponen output
- Komponen teknologi
- Komponen basis data
- Komponen kontrol.
2.4.1 komponen
input
Input merupakan
data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena
merupkan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan
dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang
masuk kedalam sistem informasi dapat langsung diolah menjad iinformasi atau
jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam
bentuk basis data. Dokumen
dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap dari data yang terjadi.
Dokumen dasar ini dapat membntu didalam penanganan arus data sistem informasi
yaitu:
- Dapat menunjukkan macam dar data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
- Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
- Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
- Bertindak sebagai pendistribusi data.
- Dokumen dasar dapat membantu dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
- Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan dari file-file data di komputer.
2.4.2 komponen output
Produk dari
sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para
penggunanya. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi
selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang
yang dalam.
2.4.3 komponen basis data
Kumpulan dari
data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat
keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Terdapat 3
hal yang berhubungan dengan basis data yaitu sebagai berikut:
- Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
- Simpaan permanen untuk menyimpan basisi data tersebut.
- Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.
2.4.4 komponen model
Informasi yang
dihasilakn oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data
yang diolah lewat suatu model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem
informasi berupa model logika atau model matematik.
2.4.5
komponen teknologi
Teknologi
merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi
yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang
tepat waktu. Komponen
teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen
teknologi dapat dikelompokkan kedalam 2 macam kategori yaitu teknologi sistem
komputer dan teknologi telekomunikasi.
2.4.6
komponen kontrol
Digunakan untuk
menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan
informasi yang akurat. Sistem
pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai
sitem pengendalian secara umum dan sistem pengendalian aplikasi. Lebih lanjut
pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-pengendalian sebagai
berikut:
- Pengendalian organisasi.
- Pengendalian dokumentasi
- Pengendalian perangkat keras
- Pengendalian keamanan fisik
- Pengndalian keamanan data
- Pengendalian komunikasi
2.5 Klasifikasi
Sistem
Suatu sistem
dapat diklasifikasikan sebagai sistem abstrak lawan sistem fisik, sistem
alamiah lawan sistem buatan manusia, sistem pasti lawan sistem probabilistik, dan
sistem tertutup lawan sistem terbuka. Sistem informasi masuk didalam sistem klasifikasi sistem
fisik, buatan manusia, sistem pasti dan sistem manusia.
2.6
Karakteristik Sistem
Suatu sistem mepunyai karakteristik.
Karakteristik tersebut adala sebagai berikut :
- Suatu sistem mempunyai komponen sistem atau sub sistem-sub sistem.
- Suatu sistem mempunyai batas sistem.
- Suatu sistem mempunyai ingkungan luar.
- Suatu sistem mempunyai penghubung.
- Suatu sistem mempunyai tujuan.
2.7 sistem
sosio-teknologi
Sistem
informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi. Sebagai suatu sistem,
organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi,
struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Komponen-komponen lainnya dari
organisasi selain komponen sistem informasi adalah komponen sosial dan komponen
sistem informasi adalah komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga
disebut dengan sistem sosio-teknologi.
Bagian ketiga baca disini
Sumber : Laeli M.
Editor : Admin Coretan
Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas