Wednesday, October 18, 2017

MAKALAH PEMASARAN ONLINE ERA GLOBAL

Baca Juga


MAKALAH PEMASARAN ONLINE ERA GLOBAL  

BAB I
LATAR BELAKANG
Pemasaran On-line merupakan proses transaksi jual beli seperti halnya transaksi  biasanya, hanya bedanya pemasaran on-line dilakukan secara on-line melalui sistem komputer on-line interaktif yang  menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik, pemasaran online ini bertujuan untuk menjual jasa atau barang secara online. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pemasaran on-line memanfaatkan media internet untuk menjual produk atau jasa, bisnis online lewat internet sangat  mudah dilakukan dan mempunyai banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk barang ataupun jasa yang di kelola. Ada beberapa cara pemasaran produk barang secara on-line. Beberapa tempat yang bisa dipakai buat promosi sekaligus berjualan on-line antara lain: Mesin pencari (dengan metode SEO). Social media, seperti Facebook, Twitter (dengan metode SMO). Marketplace, seperti Toko Bagus.com,Tokopedia.com. Membuat website bisnis, seperti web company profile, atau web toko on-line. Mobile app, bisa menggunakan jenis aplikasi iOS, ataupun aplikasi Android.
Keuntungan dalam menjalankan sebuah bisnis online, tentunya tidak semulus apa yang sudah kita bayangkan. Ada beberapa hambatan yang akan menjadi sebuah kendala pada saat menjalani usaha bisnis online. Hal inilah yang menjadi faktor penyebab banyak orang yang mengalami gulung tikar. Berikut  kendala dalam menjalani pemasaran secara online. Antara lain: Pertama, banyaknya kasus penipuan di dunia maya, tentunya akan membuat kepercayaan konsumen dalam bisnis online menjadi sangatlah kurang. Kedua, persaingan akan bisnis on-line di internet sudah sangatlah tinggi dan semakin ketat dan kemajuan akan teknologi saat ini, membuat semakin banyak orang memasarkan akan produk bisnisnya melalui media online internet. Ketiga, kendala akan terbatasnya koneksi akan internet.
Dalam berbisnis yang populer pada saat ini, pemasaran on-line memiliki beberapa keunggulan. Pertama, biaya yang lebih murah artinya dengan pemasaran online kita tidak perlu membangun atau menyewa kios di tepi jalan. Keunggulan yang kedua yaitu tidak terikat oleh waktu dan tempat. Artinya, dalam pemasaran on-line kita dapat memasarkan produk kapan dan dimana saja yang dapat mencakup di seluruh dunia. Keunggulan yang ketiga yaitu dalam bisnis on-line kita bisa menjadi manager dan pemiliknya sendiri. Karena dalam bisnis on-line tidak terikat oleh siapapun, kita tidak perlu “Bos” yang mengatur jadwal pekerjaan dan dalam menjalankan bisnis. Tetapi, disini kita yang mengatur jadwal dan menentukan strategi pemasaran agar memperoleh target pendapatan yang maksimal. Keunggulan terakhir yaitu, menghemat waktu dan uang. Artinya, dalam melalui situs pemasaran online yang kita buat, kita dapat mengirimkan daftar produk sehingga dapat dilihat oleh para pelanggan.

Ketika kita terjun total di bisnis online, atau mulai meng-online-kan bisnis kita ada beberapa resiko yang mungkin kita hadapi, berikut diantaranya : Pertama yang mungkin dialami adalah produk atau jasa tidak laku. Ini adalah resiko paling buruk yang mungkin terjadi pada para pebisnis on-line. Ada banyak penyebab, produk tidak laku di Internet di antaranya sebagai berikut: Pertama, masih dalam proses dan Anda tidak sabar menunggunya. Kedua, website atau toko on-line Anda tidak dikenal seperti Google dan mesin pencari lainnya. Ketiga, website Anda dikenal tapi menduduki peringkat paling rendah. Keempat, website dan promosi Anda kurang jelas mau menjual apa. Kelima, tidak ada trust (Kepercayaan) dari calon konsumen. Keenam, harga terlalu mahal. Ketujuh, calon konsumen tidak tahu apa keuntungan membeli produk atau jasa dari Anda. Selanjutnya, resiko penipuan dalam dunia maya. Beberapa penyebabnya adalah, tidak bertemunya pembeli dan penjual, dan juga kelemahan internet user pada pengetahuannya saat menggunakan internet (lemot).

Banyaknya kasus penipuan di dunia maya, sedikit banyak mulai mempengaruhi tingkat kepercayaan para pelanggan. Bahkan tak jarang calon pembeli yang memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian dari toko online diselimuti rasa takut dan ragu akan benar tidaknya situs toko online yang mereka kunjungi. Adanya ketakutan dan kurang percayaan dari para pelanggan seperti ini tentunya bisa diatasi dengan beberapa cara, berikut tips menjaga kepercayaan konsumen di ranah on-line.  Pertama Sediakan informasi yang dibutuhkan konsumen. Lain halnya dengan toko konvensional, di toko online para konsumen tidak bisa mencoba produk yang akan mereka beli. Karena itu, sebaiknya seorang pembisnis on-line menuliskan informasi produk secara rinci, mulai dari bahannya, ukurannya, warnanya, hingga model dari produk tersebut. Informasi yang lengkap mengenai sebuah produk bisa membantu calon pelanggan untuk memutuskan, apakah ia mau membeli produk itu atau tidak. Yang paling penting, jika informasi pada deskripsi produk itu sesuai dengan kondisi barang yang sebenarnya, pembeli akan memberikan kepercayaan besar pada bisnis online Anda. Selanjutnya menerima pengembalian barang yang rusak. 
Dalam melayani transaksi jual beli on-line, informasikan pula mengenai syarat dan cara pengembalian barang yang mengalami kerusakan ketika diterima para konsumen. Misalnya, saja seperti pengembalian produk jika produk tersebut mengalami kerusakan, pesanan produk ada yang kurang, atau ukurannya tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Terakhir,  permudah konsumen agar bisa menghubungi pengelola toko on-line, kepercayaan konsumen juga bisa terjaga ketika mereka mengetahui bagaimana cara menghubungi penjual saat mereka mendapati kesulitan dalam bertransaksi. Oleh karena itu, sediakan informasi secara rinci dan akurat mengenai contact person Anda yang dapat dihubungi konsumen setiap saat.
Yang akan menjadi sasaran pemasaran on-line adalah konsumen on-line. Secara keseluruhan, populasi Internet adalah lebih muda, lebih makmur,lebih berpendidikan dan lebih banyak pria dibandingkan populasi keseluruhan. Namun, ketika lebih banyak orang beralih ke Internet, populasi cyberspace menjadi lebih banyak orang yang menggunakan dan terbedakan. Para pengguna yang lebih muda lebih cenderung menggunakan internet untuk hiburan dan sosialisasi. Namun, 45 persen dari pemakai berusia 40 tahun ke atas dan menggunakan Internet untuk Investasi dan masalah-masalah yang lebih serius. Pengguna Internet pada umumnya memberikan nilai yang lebih besar pada informasi dan cenderung menanggapi pesan-pesan yang diarahkan hanya pada penjualan secara negatif. Mereka menentukan jenis informasi pemasaran yang ingin mereka terima tentang jenis produk dan jasa serta dalam jenis kondisi tertentu.
 Pada pemasaran on-line, konsumen, bukan pemasar,, yang memberikan izin dan mengontrol interaksi itu. “ Mesin pencari” (search engines) Internet, seperti Yahoo!, Infoseek, dan Exsite, memberikan kepada para konsumen akses ke berbagai sumber informasi, yang membuat mereka menjadi pembelanja lebih terinformasi dan lebih mutu. Para pembeli telah mendapatkan kemampuan berikut dalam rezim yang kaya dengan informasi baru. Pertama, mereka dapat memperoleh informasi yang obyektif mengenai lini berbagai merek, yang meliputi biaya, harga, keistimewaan, dan mutu, tanpa mengandalkan produsen dan pengecer. Kedua, mereka dapat mulai meminta iklan dan informasi dari produsen. Ketiga, mereka dapat merancang tawaran dari produsen yang mereka inginkan. Keempat, mereka dapat menggunakan agen perangkat lunak untuk mencari dan mengundang tawaran dari berbagai penjual.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang diatas penulis  mengambil beberapa poin untuk dijadikan rumusan masalah dalam makalah ini,antara lain:
A.    Apakah Pemasaran On-line ?
B. Apa manfaat bagi pembeli dan juga bagi pemasar dari pemasaran on-line?
C. Apakah pemasaran langsung?
D. Apa saja sisi positif dan juga negatif dari pemasaran langsung?
E. Saluran apa saja didalam pemasaran langsung?

BAB III
PEMBAHASAN

A.    PEMASARAN ON-LINE
Anggapan yang pertama : Pemasaran on-line yaitu dilakukan melalui system komputer on-line interaktif, yang menghubungkan pembeli dan penjual secara elektronik. Yang kedua : Pemasaran On-line merupakan proses transaksi jual beli seperti halnya transaksi  biasanya, hanya bedanya pemasaran on-line dilakukan secara on-line melalui sistem komputer on-line interaktif yang  menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik, pemasaran on-line ini bertujuan untuk menjual jasa atau barang secara on-line. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pemasaran on-line memanfaatkan media internet untuk menjual produk atau jasa, bisnis on-line lewat internet sangat  mudah dilakukan dan mempunyai banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk barang ataupun jasa yang di kelola.
B.     MANFAAT APA SAJA BAGI PEMBELI DAN PEMASAR
Manfaat bagi pembeli, Pertama : Kemudahan : Pertama pelanggan dapat memesan produk 24 jam sehari di mana pun mereka berada. Mereka tidak harus berkendara, mencari tempat parkir, dan berjalan melewati gang yang panjang mencari dan memeriksa barang – barang. Kedua : Para pelanggan dapat memperoleh setumpuk informasi komparatif tentang perusahaan, produk, dan pesaing tanpa meninggalkan kantor atau rumah mereka. Ketiga : Rongrongan yang lebih sedikit: Para pelanggan tidak perlu menghadapi atau melayani bujukan dan faktor – faktor emosional; mereka juga tidak perlu menunggu dalam antrian.
Bagi pemasar, Pertama: menyesuaikan yang cepat terhadap kondisi pasar: Perusahaan – perusahaan dapat dengan cepat menambahkan produk pada tawaran mereka serta mengubah harga dan deskripsi atau produk. Kedua : Biaya yang lebih rendah: Para pemasar on-line dapat menghindari biaya pengelolaan toko dan dari biaya sewa, asuransi, serta prasarana yang menyertainya. Mereka dapat membuat katalog digital dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada biaya percetakan dan pengirim katalog kertas. Ketiga : Pemupukan hubungan: Pemasar on-line dapat berbicara dengan pelanggan dan belajar lebih banyak dari mereka. Pemasar juga dapat men – download laporan yang berguna, atau demo gratis perangkat lunak mereka, atau contoh gratis surat berkala mereka ke dalam sistem. Keempat : Pengukuran besar  pemirsa: Para pemasar dapat mengetahui berapa banyak orang yang mengunjungi situs on-line mereka dan berapa banyak yang singgah di tempat tertentu dalam situs tersebut. Informasi  itu dapat menmbantu para pemasar untuk meningkatkan tawaran dan iklan mereka.

Cek bagian selanjutnya disini....

Sumber            : Wiwik Sulyani
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa 

PENGARUH AGAMA & BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Baca Juga

PENGARUH AGAMA & BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
PENGARUH AGAMA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Salah satu karakteristik demografi yang sangat penting adalah agama yang dianut oleh penduduk. Semua ajaran agama-agama yang ada sangat mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku konsumen dari para penganutnya. Hampir sebagian manusia yg hidup di duia memeluk salah satu agama. Di Indonesia terdapat lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha. Setiap agama tersebut memiliki aturan tersendiri, dan aturan dalam agama tersebut menjadi salah satu hal yg mempengaruhi perilaku konsumen.
Agama Islam
Agama islam adalah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Ajaran Agama Islam telah memiliki pengaruh yg kuat dalam kehidupan penduduk Muslim di Indonesia. Dalam Agama Islam terdapat aturan dasar yakni rukun Islam. Prinsip dasar dari rukun islam tersebut telah mempengaruhi bagaimana seorang muslim berperilaku sebagai konsumen. Ajaran tersebut juga mempengaruhi bagaiman sikap, persepsi, dan gaya hidup seorang muslim sebagai konsumen.
ATURAN DASAR ISLAM YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
  1. Perintah Salat
  2. Perintah Puasa
  3. Perintah Zakat
  4. Perintah Haji
  5. Berpakaian yang menutup aurat bagi wanita
  6. Makanan Halal
  7. Ekonomi Islam
Membangun Konsep Diri yang Produktif
Agama harus menjiwai sikap, persepsi, cara pikir dan perilaku konsumen. Konsumen yang menjalankan agama dengan baik dan benar akan dapat membangun kepribadiabn konsumen yg baik pula. Konsumen harus memiliki konsep diri yg tidsk menekankan kepada materialisme atau simbolik interaksi.
MEMBANGUN KONSEP DIRI YANG PRODUKTIF MENURUT ISLAM
  1. Jadilah manusia yang memiliki konsep diri yang dermawan.
  2. Janganlah harta benda melalaikan konsumen menjadi manusia yang lupa kepada Tuhannya.
  3. Janganlah menjadi konsumen yang dermawan karena ingin di puji oleh orang lain (riya).
  4. Jadilah konsumen yang berhemat.
  5.  Jadilah manusia yang menepati janji.
  6. Jadilah konsumen yang selalu memaafkan.
  7. Jadilah konsumen yang selalu berbuat baik.
  8. Jadilah konsumen yang sabar.
Kristen dan Katolik
Dalam agama kristen atau katolik ini ada beberapa aturan. Contoh : dalam perayaan paskah di dalam ajaran katolik ada pantangan dan puasa sebelum paskah. Dalam waktu yang di tentukan atau di ajarkan. Dan berbagai ajaran seperti perayaan natal dan mengunjungi tempat religi.
Budha
Dalam agama budha ini penganutnya meyakini bahwa mereka harus vegetarian dan tidak vegetarian yang menjadi perbedaan. Bagi yang vegetarian berpikir makan daging = menyiksa hewan. Namun bagi yang percaya tidak harus vegetarian mereka berpikir makan nasi juga akan menyiksa hewan lain seperti burung dan hama-hama.
Hindu
Didalam ajaran Hindu terdapat ajaran mengenai pelanggaran untuk memakan daging sapi. Pelanggaran memakan daging sapi dalam agama Hindu lebih disebabkan bahwa sapi adalah binatang yang suci.

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Budaya adalah segala nilai,pemikiran,dan simbol yang mempengaruhi perilaku,sikap,kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarakat. Bentuk dari budaya sendiri tidak hanya abstrak seperti nilai pemikiran dan kepercayaan,tetapi juga bisa berbentuk objek.Contoh budaya dalam masyarakat : Rumah,kendaraan,elektronik dan pakaian,undang-undang dan teknologi.
Arti Budaya Bagi Konsumen
Konsumen sendiri mempunyai arti sebagai mahkluk sosial yang saling berinteraksi. Dan arti budaya bagi konsumen sendiri adalah saling mempengaruhi dalam membentuk prilaku,kebiasaan,kepercayaan dan nilai-nilai penting seperti sosial budaya.
Sikap & PerilakuDipengaruhi oleh Budaya
Engel, Blackwell,dan Miniard (1995) menyebutkan 10 sikap dan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh budaya, yaitu :
1.      Kesadaran diri dan ruang
2.      Komunikasi dan bahasa
3.      Pakaian dan penampilan
4.      Makanan dan kebiasaan makan
5.      Waktu dan kesadaran akan waktu
6.      Hubungan keluarga,organisasi,dan lembaga pemerintah
7.      Nilai dan norma
8.      Kepercayaan dan sikap
9.      Proses mental dan belajar
10.  Kebiasaan kerja
Unsur-Unsur Budaya
Unsur-unsur dalam budaya di bagi menjadi tiga , yaitu:

A . Nilai (value)
Adalah segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau masyarakat dan bersifat melekat atau sulit berubah karna berlangsung lama serta jumlah nya lebih sedikit, dan nilai juga bisa di artikan sebagi kepercayaan. Nilai tersebut tidak terpengaruh oleh situasi atau pun suatu objek.Contoh nilai-nilai yang dianut orang Indonesia :
a.       Laki-laki adalah kepala rumah tangga
  1. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua
  2. Hamil diluar nikah adalah aib
  3. Menghormati sesepuh tokoh adat,tokoh agama dan pejabat pemerintah
  4. Memperoleh pendidikan yang baik,memperoleh gelar
Contoh Perubahan Nilai-Nilai di Indonesia
Nilai yang berubah
Pengaruh terhadap konsumsi
Banyak anak banyak rezeki berubah menjadi keluarga kecil yang sejahtera (KB)
Kontrasepsi meningkat, kebutuhan konsumsi dan pakaian menurun
Dulu tidak banyak wanita yang memakai jilbab, sekarang sudah banyak
Kebutuhan pakaian muslimah meningkat
Semakinbanyak wanita yang bekerja di luar rumah(tidak hanya menjadi ibu rumah tangga)
Kosmetik,pakaian kerja dan transportasi meningkat
Kesempatan wanita untuk melanjutkan pendidikan
Permintaan pakaian, peralatan sekolah, transportasi meningkat
B . Norma ( Norms)
Norma bagi masyarakat adalah suatu tindakan atau aturan antara baik dan benar boleh dan tidak suatu perbuatan atau tindakan. Norma terbagi menjadi dua macam yaitu :Norma  (enacted norms) dan Cresive norms.
C . Kebiasaan
Kebiasaan adalah suatu kegiatan yang bersifat mengulang, dalam budaya kebiasaan ini berupa sebuah kegiatan atau perayaan yang bersifat turun temurun dari generasi ke generasi.Contoh : Pelantikan pejabat, ulangtahun dan upacara-upacaraseperti keagamaan dan pernikahan.
D. Larangan(Mores)
Larangan adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Larangan yang berlaku dimasyarakat indonesia bisa bersumber dari budaya atau dari nilai-nilai agama.
E.Konvensi(Conventions)
Konvensi menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seorang harus bertindak sehari-hari dan biasanya berkaitan dengan perilaku konsumen,yaitu perilaku rutin yang dilakukan konsumen.
F. Mitos
Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat.masyarakat jawa memiliki mitos yang banyak mengenai raja-raja mereka, termasuk mitos dari walisongo, banyak mitos yang atau cerita yang beredar mengenai kehebatan metafisika dari walisongo tersebut.membedakan mana cerita yang benar dan mana cerita yang khayalan adalah sangat sulit.
Sebagian masyarakat memiliki mitos angka 13 atau 14, angka tersebut dipercayai membawa keburukan dan keberuntungan. Beberapa perusahaan melakukan praktis bisnis dengan menjalankan mitos tersebut dengan tujuan untuk mengikuti kepercayaan mitos yang dimiliki oleh sebagian masyarakat.
G. Simbol
Simbol adalah segala sesuatu (benda,nama,warna,konsep)yang memiliki arti penting lainnya(makna budaya yang diinginkan). Para produsen sering menggunakan gambar binatangsebagai ciri merek produknya. Binatang tersebut merupakan simbol kekuatanyang akan melekat pada merek tersebut. Toyota contohnya menggunakan nama kijanguntuk merek mobilnya model minibus.contoh lainnya gatot kaca sebagai simbol dari merek kuku bima. Gatot kaca yang digunakan dalam gatot kaca yang digunakan dalam simbol suplemen ini merupakan pahlawan dalam legenda pewayangan yang memiliki kekuatan yang amat besar. Penggunaan simbol gatot kaca dalam produk kuku bima dimaksudkan setelah konsumen menggunakan produk tersebut akan kuat seperti gatot kaca.
Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen
Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya adalah nilai-nilai,norma-norma dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk dipindahkan ke konsumen .
Makna budaya atau makna simbolik yang telah melekat pada produk akan dipindahkan kepada konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian(grooming ritual), dan pembuangan (divestment ritual). Menurut mowen dan minor (1998), ritual adalah tindakan yang simbolik yang dilakukan konsumen untuk menciptakan,menguatkan,menghilangkan,ataumerevisi makna budaya tertentu.
Konsumen mungkin akan memperoleh makna budaya atau makna simbolik dengan cara membuang atau menghilangkan barang-barang tertentu yang dimilikinya. Ketika menjadi mahasiswa, seorang konsumen laki-laki mungkin memelihara rambutnya sehingga panjang ia memotongnya menjadi pendek dan menyisirnya dengan rapi,karena ingin dianggap sebagai seseorang yang telah dewasa dan berpenampilan rapi.
Budaya Populer
Masyarakat modern yang hidup di hampir semua negara memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya populer. Buday populer dinikmati bersama oleh semua masyarakat yang melewati batas negara, bangsa,agama,ras dan perbedaan-perbedaan lainnya. Mowen dan minor (1998) mengartikan budaya populer sebagai budaya masyarakat banyak. Budaya populer mudah dipahami oleh sebagian besar anggota masyarakat, mereka tidak memerlukan pengetahuan yang khusus untuk memahami budaya populer tersebut. Budaya populer bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat suatu bangsa. Budaya populer bisa diperoleh dan dibeli dengan mudah. Budaya populer akan mempengaruhi perilaku konsumen.
            Beberapa jenis budaya populer diuraikan berikut :
1. Iklan
2. Televisi
3. Musik
4. Radio
5. Pakaian dan aksesoris
6. Permainan (games)
7. Film
8. Komputer
Budaya dan Strategi Pemasaran
Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Selama berabad-abad, bangsa indonesia telah memiliki budaya untuk menggunakan tumbuh-tumbuhan lokal untuk merawat kecantikan, menjaga kebugaran tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit. Kebiasaan tersebut diturunkan dari genersi ke generasi berikutnya sampai zaman modern tersebut. Beberapa orang yang memiliki insting  bisnis atau kewirausahaan memanfaatkan penegtahuan budaya tersebut untuk membuat produk-produk obat tradisional atau yang dikenal sebgai jamu.
Jamu adalah obat tradisional masyarakat indonesia, khususnyajawa, yang telah dikonsumsi selama puluhan abad. Dahulu, masyarakat meracik sendiri segala macam tumbuhan untuk dibuat jamu. Dengan adanya pengusaha yang membuat jamu, maka jamu diproduksi secara masal  dan diperjualbelikan. Salah satu pelopor  pembuat jamu ini adalah Nyonya Menner, dengan produk jamunya yang bermerek nyonya menner. Produsen jamu nyonya menner memanfaatkan budaya tradisional dalam mengembangkan berbagai produk jamunya. Tumbuh-tumbuhan yang biasa dipakai oleh masyarakat sebagai bahan jamu dimanfaatkannya sebagai bahan baku produk jamunya. Jamu yang semula adalah produk rumah tangga yang hanya dikonsumsi oleh kalangan terbatas, sekarang telah menjadi industri modern.

Sumber            : Anisa Nabella P,Reza Nanda Riyanto,Noviana Rinjani
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa



PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...