Baca Juga
PENGARUH
AGAMA & BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
PENGARUH AGAMA TERHADAP
PERILAKU KONSUMEN
Salah satu karakteristik
demografi yang sangat penting adalah agama yang dianut oleh penduduk. Semua ajaran
agama-agama yang ada sangat mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku konsumen
dari para penganutnya. Hampir sebagian manusia yg hidup di duia memeluk salah
satu agama. Di Indonesia terdapat lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katholik,
Hindu, Budha. Setiap agama tersebut memiliki aturan tersendiri, dan aturan
dalam agama tersebut menjadi salah satu hal yg mempengaruhi perilaku konsumen.
Agama
Islam
Agama
islam adalah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Ajaran
Agama Islam telah memiliki pengaruh yg kuat dalam kehidupan penduduk Muslim di
Indonesia. Dalam Agama Islam terdapat aturan dasar yakni rukun Islam. Prinsip
dasar dari rukun islam tersebut telah mempengaruhi bagaimana seorang muslim
berperilaku sebagai konsumen. Ajaran tersebut juga mempengaruhi bagaiman sikap,
persepsi, dan gaya hidup seorang muslim sebagai konsumen.
ATURAN DASAR ISLAM YANG
MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
- Perintah Salat
- Perintah Puasa
- Perintah Zakat
- Perintah Haji
- Berpakaian yang menutup aurat bagi wanita
- Makanan Halal
- Ekonomi Islam
Membangun
Konsep Diri yang Produktif
Agama
harus menjiwai sikap, persepsi, cara pikir dan perilaku konsumen. Konsumen yang
menjalankan agama dengan baik dan benar akan dapat membangun kepribadiabn
konsumen yg baik pula. Konsumen harus memiliki konsep diri yg tidsk menekankan
kepada materialisme atau simbolik interaksi.
MEMBANGUN KONSEP DIRI
YANG PRODUKTIF MENURUT ISLAM
- Jadilah manusia yang memiliki konsep diri yang dermawan.
- Janganlah harta benda melalaikan konsumen menjadi manusia yang lupa kepada Tuhannya.
- Janganlah menjadi konsumen yang dermawan karena ingin di puji oleh orang lain (riya).
- Jadilah konsumen yang berhemat.
- Jadilah manusia yang menepati janji.
- Jadilah konsumen yang selalu memaafkan.
- Jadilah konsumen yang selalu berbuat baik.
- Jadilah konsumen yang sabar.
Kristen dan Katolik
Dalam agama kristen
atau katolik ini ada beberapa aturan. Contoh
: dalam perayaan paskah
di dalam ajaran katolik ada pantangan dan puasa sebelum paskah. Dalam waktu
yang di tentukan atau di ajarkan. Dan berbagai ajaran seperti perayaan natal
dan mengunjungi tempat religi.
Budha
Dalam agama budha ini
penganutnya meyakini bahwa mereka harus vegetarian dan tidak vegetarian yang
menjadi perbedaan. Bagi yang vegetarian berpikir makan daging = menyiksa hewan. Namun
bagi yang percaya tidak harus vegetarian mereka berpikir makan nasi juga akan
menyiksa hewan lain seperti burung dan hama-hama.
Hindu
Didalam ajaran Hindu
terdapat ajaran mengenai pelanggaran untuk memakan daging sapi. Pelanggaran
memakan daging sapi dalam agama Hindu lebih disebabkan bahwa sapi adalah
binatang yang suci.
PENGARUH BUDAYA TERHADAP
PERILAKU KONSUMEN
Budaya adalah segala nilai,pemikiran,dan
simbol yang mempengaruhi perilaku,sikap,kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan
masyarakat. Bentuk dari budaya sendiri tidak hanya abstrak
seperti nilai pemikiran dan kepercayaan,tetapi juga bisa berbentuk objek.Contoh
budaya dalam masyarakat : Rumah,kendaraan,elektronik dan pakaian,undang-undang
dan teknologi.
Arti Budaya Bagi Konsumen
Konsumen sendiri
mempunyai arti sebagai mahkluk sosial yang saling berinteraksi. Dan arti budaya
bagi konsumen sendiri adalah saling mempengaruhi dalam membentuk
prilaku,kebiasaan,kepercayaan dan nilai-nilai penting seperti sosial budaya.
Sikap & PerilakuDipengaruhi oleh Budaya
Engel, Blackwell,dan
Miniard (1995) menyebutkan 10 sikap dan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh
budaya, yaitu :
1.
Kesadaran diri dan
ruang
2.
Komunikasi dan bahasa
3.
Pakaian dan penampilan
4.
Makanan dan kebiasaan
makan
5.
Waktu dan kesadaran
akan waktu
6.
Hubungan
keluarga,organisasi,dan lembaga pemerintah
7.
Nilai dan norma
8.
Kepercayaan dan sikap
9.
Proses mental dan
belajar
10.
Kebiasaan kerja
Unsur-Unsur Budaya
Unsur-unsur dalam budaya di bagi menjadi tiga , yaitu:
A . Nilai (value)
Adalah segala sesuatu
yang dianggap penting oleh seseorang atau masyarakat dan bersifat melekat atau
sulit berubah karna berlangsung lama serta jumlah nya lebih sedikit, dan nilai
juga bisa di artikan sebagi kepercayaan. Nilai tersebut tidak terpengaruh oleh
situasi atau pun suatu objek.Contoh nilai-nilai
yang dianut orang Indonesia :
a.
Laki-laki adalah
kepala rumah tangga
- Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua
- Hamil diluar nikah adalah aib
- Menghormati sesepuh tokoh adat,tokoh agama dan pejabat pemerintah
- Memperoleh pendidikan yang baik,memperoleh gelar
Contoh Perubahan Nilai-Nilai di Indonesia
|
Nilai yang berubah
|
Pengaruh terhadap
konsumsi
|
|
Banyak anak banyak rezeki berubah menjadi
keluarga kecil yang sejahtera (KB)
|
Kontrasepsi meningkat, kebutuhan konsumsi
dan pakaian menurun
|
|
Dulu tidak banyak wanita yang memakai
jilbab, sekarang sudah banyak
|
Kebutuhan pakaian muslimah meningkat
|
|
Semakinbanyak wanita yang bekerja di luar
rumah(tidak hanya menjadi ibu rumah tangga)
|
Kosmetik,pakaian kerja dan transportasi
meningkat
|
|
Kesempatan wanita untuk melanjutkan
pendidikan
|
Permintaan pakaian, peralatan sekolah,
transportasi meningkat
|
B . Norma ( Norms)
Norma bagi masyarakat
adalah suatu tindakan atau aturan antara baik dan benar boleh dan tidak suatu
perbuatan atau tindakan. Norma terbagi menjadi dua macam yaitu
:Norma (enacted norms) dan Cresive norms.
C . Kebiasaan
Kebiasaan adalah suatu
kegiatan yang bersifat mengulang, dalam budaya kebiasaan ini berupa sebuah
kegiatan atau perayaan yang bersifat turun temurun dari generasi ke generasi.Contoh : Pelantikan
pejabat, ulangtahun dan upacara-upacaraseperti keagamaan dan pernikahan.
D. Larangan(Mores)
Larangan
adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya
berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu
masyarakat. Larangan yang berlaku dimasyarakat indonesia bisa bersumber dari
budaya atau dari nilai-nilai agama.
E.Konvensi(Conventions)
Konvensi
menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seorang harus bertindak sehari-hari
dan biasanya berkaitan dengan perilaku konsumen,yaitu perilaku rutin yang
dilakukan konsumen.
F. Mitos
Mitos
menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan
idealisme bagi suatu masyarakat.masyarakat jawa memiliki mitos yang banyak
mengenai raja-raja mereka, termasuk mitos dari walisongo, banyak mitos yang
atau cerita yang beredar mengenai kehebatan metafisika dari walisongo
tersebut.membedakan mana cerita yang benar dan mana cerita yang khayalan adalah
sangat sulit.
Sebagian
masyarakat memiliki mitos angka 13 atau 14, angka tersebut dipercayai membawa
keburukan dan keberuntungan. Beberapa perusahaan melakukan praktis bisnis
dengan menjalankan mitos tersebut dengan tujuan untuk mengikuti kepercayaan
mitos yang dimiliki oleh sebagian masyarakat.
G. Simbol
Simbol
adalah segala sesuatu (benda,nama,warna,konsep)yang memiliki arti penting
lainnya(makna budaya yang diinginkan). Para produsen sering menggunakan gambar
binatangsebagai ciri merek produknya. Binatang tersebut merupakan simbol
kekuatanyang akan melekat pada merek tersebut. Toyota contohnya menggunakan
nama kijanguntuk merek mobilnya model minibus.contoh lainnya gatot kaca sebagai
simbol dari merek kuku bima. Gatot kaca yang digunakan dalam gatot kaca yang
digunakan dalam simbol suplemen ini merupakan pahlawan dalam legenda pewayangan
yang memiliki kekuatan yang amat besar. Penggunaan simbol gatot kaca dalam
produk kuku bima dimaksudkan setelah konsumen menggunakan produk tersebut akan
kuat seperti gatot kaca.
Pengaruh
Budaya terhadap Perilaku Konsumen
Produk
dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya,
karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya adalah
nilai-nilai,norma-norma dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik.
Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk dipindahkan ke
konsumen .
Makna
budaya atau makna simbolik yang telah melekat pada produk akan dipindahkan
kepada konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran
(exchange ritual), pemakaian(grooming ritual), dan pembuangan (divestment
ritual). Menurut mowen dan minor (1998), ritual adalah tindakan yang
simbolik yang dilakukan konsumen untuk
menciptakan,menguatkan,menghilangkan,ataumerevisi makna budaya tertentu.
Konsumen
mungkin akan memperoleh makna budaya atau makna simbolik dengan cara membuang
atau menghilangkan barang-barang tertentu yang dimilikinya. Ketika menjadi
mahasiswa, seorang konsumen laki-laki mungkin memelihara rambutnya sehingga
panjang ia memotongnya menjadi pendek dan menyisirnya dengan rapi,karena ingin
dianggap sebagai seseorang yang telah dewasa dan berpenampilan rapi.
Budaya
Populer
Masyarakat
modern yang hidup di hampir semua negara memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya
populer. Buday populer dinikmati bersama oleh semua masyarakat yang melewati
batas negara, bangsa,agama,ras dan perbedaan-perbedaan lainnya. Mowen dan minor
(1998) mengartikan budaya populer sebagai budaya masyarakat banyak. Budaya
populer mudah dipahami oleh sebagian besar anggota masyarakat, mereka tidak
memerlukan pengetahuan yang khusus untuk memahami budaya populer tersebut.
Budaya populer bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat suatu bangsa.
Budaya populer bisa diperoleh dan dibeli dengan mudah. Budaya populer akan
mempengaruhi perilaku konsumen.
Beberapa jenis budaya populer diuraikan berikut :
Beberapa jenis budaya populer diuraikan berikut :
1.
Iklan
2.
Televisi
3.
Musik
4.
Radio
5.
Pakaian dan aksesoris
6.
Permainan (games)
7.
Film
8.
Komputer
Budaya
dan Strategi Pemasaran
Pemahaman
tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi mengenai
produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Selama berabad-abad, bangsa indonesia
telah memiliki budaya untuk menggunakan tumbuh-tumbuhan lokal untuk merawat
kecantikan, menjaga kebugaran tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit.
Kebiasaan tersebut diturunkan dari genersi ke generasi berikutnya sampai zaman
modern tersebut. Beberapa orang yang memiliki insting bisnis atau
kewirausahaan memanfaatkan penegtahuan budaya tersebut untuk membuat produk-produk
obat tradisional atau yang dikenal sebgai jamu.
Jamu
adalah obat tradisional masyarakat indonesia, khususnyajawa, yang telah
dikonsumsi selama puluhan abad. Dahulu, masyarakat meracik sendiri segala macam
tumbuhan untuk dibuat jamu. Dengan adanya pengusaha yang membuat jamu, maka
jamu diproduksi secara masal dan diperjualbelikan. Salah satu
pelopor pembuat jamu ini adalah Nyonya Menner, dengan produk jamunya yang
bermerek nyonya menner. Produsen jamu nyonya menner memanfaatkan budaya tradisional
dalam mengembangkan berbagai produk jamunya. Tumbuh-tumbuhan yang biasa dipakai
oleh masyarakat sebagai bahan jamu dimanfaatkannya sebagai bahan baku produk
jamunya. Jamu yang semula adalah produk rumah tangga yang hanya dikonsumsi oleh
kalangan terbatas, sekarang telah menjadi industri modern.
Sumber
: Anisa Nabella P,Reza Nanda
Riyanto,Noviana Rinjani
Editor
:
Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas