Wednesday, October 18, 2017

PENGARUH AGAMA & BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Baca Juga

PENGARUH AGAMA & BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
PENGARUH AGAMA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Salah satu karakteristik demografi yang sangat penting adalah agama yang dianut oleh penduduk. Semua ajaran agama-agama yang ada sangat mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku konsumen dari para penganutnya. Hampir sebagian manusia yg hidup di duia memeluk salah satu agama. Di Indonesia terdapat lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha. Setiap agama tersebut memiliki aturan tersendiri, dan aturan dalam agama tersebut menjadi salah satu hal yg mempengaruhi perilaku konsumen.
Agama Islam
Agama islam adalah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Ajaran Agama Islam telah memiliki pengaruh yg kuat dalam kehidupan penduduk Muslim di Indonesia. Dalam Agama Islam terdapat aturan dasar yakni rukun Islam. Prinsip dasar dari rukun islam tersebut telah mempengaruhi bagaimana seorang muslim berperilaku sebagai konsumen. Ajaran tersebut juga mempengaruhi bagaiman sikap, persepsi, dan gaya hidup seorang muslim sebagai konsumen.
ATURAN DASAR ISLAM YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
  1. Perintah Salat
  2. Perintah Puasa
  3. Perintah Zakat
  4. Perintah Haji
  5. Berpakaian yang menutup aurat bagi wanita
  6. Makanan Halal
  7. Ekonomi Islam
Membangun Konsep Diri yang Produktif
Agama harus menjiwai sikap, persepsi, cara pikir dan perilaku konsumen. Konsumen yang menjalankan agama dengan baik dan benar akan dapat membangun kepribadiabn konsumen yg baik pula. Konsumen harus memiliki konsep diri yg tidsk menekankan kepada materialisme atau simbolik interaksi.
MEMBANGUN KONSEP DIRI YANG PRODUKTIF MENURUT ISLAM
  1. Jadilah manusia yang memiliki konsep diri yang dermawan.
  2. Janganlah harta benda melalaikan konsumen menjadi manusia yang lupa kepada Tuhannya.
  3. Janganlah menjadi konsumen yang dermawan karena ingin di puji oleh orang lain (riya).
  4. Jadilah konsumen yang berhemat.
  5.  Jadilah manusia yang menepati janji.
  6. Jadilah konsumen yang selalu memaafkan.
  7. Jadilah konsumen yang selalu berbuat baik.
  8. Jadilah konsumen yang sabar.
Kristen dan Katolik
Dalam agama kristen atau katolik ini ada beberapa aturan. Contoh : dalam perayaan paskah di dalam ajaran katolik ada pantangan dan puasa sebelum paskah. Dalam waktu yang di tentukan atau di ajarkan. Dan berbagai ajaran seperti perayaan natal dan mengunjungi tempat religi.
Budha
Dalam agama budha ini penganutnya meyakini bahwa mereka harus vegetarian dan tidak vegetarian yang menjadi perbedaan. Bagi yang vegetarian berpikir makan daging = menyiksa hewan. Namun bagi yang percaya tidak harus vegetarian mereka berpikir makan nasi juga akan menyiksa hewan lain seperti burung dan hama-hama.
Hindu
Didalam ajaran Hindu terdapat ajaran mengenai pelanggaran untuk memakan daging sapi. Pelanggaran memakan daging sapi dalam agama Hindu lebih disebabkan bahwa sapi adalah binatang yang suci.

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Budaya adalah segala nilai,pemikiran,dan simbol yang mempengaruhi perilaku,sikap,kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarakat. Bentuk dari budaya sendiri tidak hanya abstrak seperti nilai pemikiran dan kepercayaan,tetapi juga bisa berbentuk objek.Contoh budaya dalam masyarakat : Rumah,kendaraan,elektronik dan pakaian,undang-undang dan teknologi.
Arti Budaya Bagi Konsumen
Konsumen sendiri mempunyai arti sebagai mahkluk sosial yang saling berinteraksi. Dan arti budaya bagi konsumen sendiri adalah saling mempengaruhi dalam membentuk prilaku,kebiasaan,kepercayaan dan nilai-nilai penting seperti sosial budaya.
Sikap & PerilakuDipengaruhi oleh Budaya
Engel, Blackwell,dan Miniard (1995) menyebutkan 10 sikap dan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh budaya, yaitu :
1.      Kesadaran diri dan ruang
2.      Komunikasi dan bahasa
3.      Pakaian dan penampilan
4.      Makanan dan kebiasaan makan
5.      Waktu dan kesadaran akan waktu
6.      Hubungan keluarga,organisasi,dan lembaga pemerintah
7.      Nilai dan norma
8.      Kepercayaan dan sikap
9.      Proses mental dan belajar
10.  Kebiasaan kerja
Unsur-Unsur Budaya
Unsur-unsur dalam budaya di bagi menjadi tiga , yaitu:

A . Nilai (value)
Adalah segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau masyarakat dan bersifat melekat atau sulit berubah karna berlangsung lama serta jumlah nya lebih sedikit, dan nilai juga bisa di artikan sebagi kepercayaan. Nilai tersebut tidak terpengaruh oleh situasi atau pun suatu objek.Contoh nilai-nilai yang dianut orang Indonesia :
a.       Laki-laki adalah kepala rumah tangga
  1. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua
  2. Hamil diluar nikah adalah aib
  3. Menghormati sesepuh tokoh adat,tokoh agama dan pejabat pemerintah
  4. Memperoleh pendidikan yang baik,memperoleh gelar
Contoh Perubahan Nilai-Nilai di Indonesia
Nilai yang berubah
Pengaruh terhadap konsumsi
Banyak anak banyak rezeki berubah menjadi keluarga kecil yang sejahtera (KB)
Kontrasepsi meningkat, kebutuhan konsumsi dan pakaian menurun
Dulu tidak banyak wanita yang memakai jilbab, sekarang sudah banyak
Kebutuhan pakaian muslimah meningkat
Semakinbanyak wanita yang bekerja di luar rumah(tidak hanya menjadi ibu rumah tangga)
Kosmetik,pakaian kerja dan transportasi meningkat
Kesempatan wanita untuk melanjutkan pendidikan
Permintaan pakaian, peralatan sekolah, transportasi meningkat
B . Norma ( Norms)
Norma bagi masyarakat adalah suatu tindakan atau aturan antara baik dan benar boleh dan tidak suatu perbuatan atau tindakan. Norma terbagi menjadi dua macam yaitu :Norma  (enacted norms) dan Cresive norms.
C . Kebiasaan
Kebiasaan adalah suatu kegiatan yang bersifat mengulang, dalam budaya kebiasaan ini berupa sebuah kegiatan atau perayaan yang bersifat turun temurun dari generasi ke generasi.Contoh : Pelantikan pejabat, ulangtahun dan upacara-upacaraseperti keagamaan dan pernikahan.
D. Larangan(Mores)
Larangan adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Larangan yang berlaku dimasyarakat indonesia bisa bersumber dari budaya atau dari nilai-nilai agama.
E.Konvensi(Conventions)
Konvensi menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seorang harus bertindak sehari-hari dan biasanya berkaitan dengan perilaku konsumen,yaitu perilaku rutin yang dilakukan konsumen.
F. Mitos
Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat.masyarakat jawa memiliki mitos yang banyak mengenai raja-raja mereka, termasuk mitos dari walisongo, banyak mitos yang atau cerita yang beredar mengenai kehebatan metafisika dari walisongo tersebut.membedakan mana cerita yang benar dan mana cerita yang khayalan adalah sangat sulit.
Sebagian masyarakat memiliki mitos angka 13 atau 14, angka tersebut dipercayai membawa keburukan dan keberuntungan. Beberapa perusahaan melakukan praktis bisnis dengan menjalankan mitos tersebut dengan tujuan untuk mengikuti kepercayaan mitos yang dimiliki oleh sebagian masyarakat.
G. Simbol
Simbol adalah segala sesuatu (benda,nama,warna,konsep)yang memiliki arti penting lainnya(makna budaya yang diinginkan). Para produsen sering menggunakan gambar binatangsebagai ciri merek produknya. Binatang tersebut merupakan simbol kekuatanyang akan melekat pada merek tersebut. Toyota contohnya menggunakan nama kijanguntuk merek mobilnya model minibus.contoh lainnya gatot kaca sebagai simbol dari merek kuku bima. Gatot kaca yang digunakan dalam gatot kaca yang digunakan dalam simbol suplemen ini merupakan pahlawan dalam legenda pewayangan yang memiliki kekuatan yang amat besar. Penggunaan simbol gatot kaca dalam produk kuku bima dimaksudkan setelah konsumen menggunakan produk tersebut akan kuat seperti gatot kaca.
Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen
Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya adalah nilai-nilai,norma-norma dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk dipindahkan ke konsumen .
Makna budaya atau makna simbolik yang telah melekat pada produk akan dipindahkan kepada konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian(grooming ritual), dan pembuangan (divestment ritual). Menurut mowen dan minor (1998), ritual adalah tindakan yang simbolik yang dilakukan konsumen untuk menciptakan,menguatkan,menghilangkan,ataumerevisi makna budaya tertentu.
Konsumen mungkin akan memperoleh makna budaya atau makna simbolik dengan cara membuang atau menghilangkan barang-barang tertentu yang dimilikinya. Ketika menjadi mahasiswa, seorang konsumen laki-laki mungkin memelihara rambutnya sehingga panjang ia memotongnya menjadi pendek dan menyisirnya dengan rapi,karena ingin dianggap sebagai seseorang yang telah dewasa dan berpenampilan rapi.
Budaya Populer
Masyarakat modern yang hidup di hampir semua negara memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya populer. Buday populer dinikmati bersama oleh semua masyarakat yang melewati batas negara, bangsa,agama,ras dan perbedaan-perbedaan lainnya. Mowen dan minor (1998) mengartikan budaya populer sebagai budaya masyarakat banyak. Budaya populer mudah dipahami oleh sebagian besar anggota masyarakat, mereka tidak memerlukan pengetahuan yang khusus untuk memahami budaya populer tersebut. Budaya populer bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat suatu bangsa. Budaya populer bisa diperoleh dan dibeli dengan mudah. Budaya populer akan mempengaruhi perilaku konsumen.
            Beberapa jenis budaya populer diuraikan berikut :
1. Iklan
2. Televisi
3. Musik
4. Radio
5. Pakaian dan aksesoris
6. Permainan (games)
7. Film
8. Komputer
Budaya dan Strategi Pemasaran
Pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Selama berabad-abad, bangsa indonesia telah memiliki budaya untuk menggunakan tumbuh-tumbuhan lokal untuk merawat kecantikan, menjaga kebugaran tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit. Kebiasaan tersebut diturunkan dari genersi ke generasi berikutnya sampai zaman modern tersebut. Beberapa orang yang memiliki insting  bisnis atau kewirausahaan memanfaatkan penegtahuan budaya tersebut untuk membuat produk-produk obat tradisional atau yang dikenal sebgai jamu.
Jamu adalah obat tradisional masyarakat indonesia, khususnyajawa, yang telah dikonsumsi selama puluhan abad. Dahulu, masyarakat meracik sendiri segala macam tumbuhan untuk dibuat jamu. Dengan adanya pengusaha yang membuat jamu, maka jamu diproduksi secara masal  dan diperjualbelikan. Salah satu pelopor  pembuat jamu ini adalah Nyonya Menner, dengan produk jamunya yang bermerek nyonya menner. Produsen jamu nyonya menner memanfaatkan budaya tradisional dalam mengembangkan berbagai produk jamunya. Tumbuh-tumbuhan yang biasa dipakai oleh masyarakat sebagai bahan jamu dimanfaatkannya sebagai bahan baku produk jamunya. Jamu yang semula adalah produk rumah tangga yang hanya dikonsumsi oleh kalangan terbatas, sekarang telah menjadi industri modern.

Sumber            : Anisa Nabella P,Reza Nanda Riyanto,Noviana Rinjani
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa



No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...