Baca Juga
MAKALAH PEMASARAN
ONLINE ERA GLOBAL
BAB I
LATAR
BELAKANG
Pemasaran On-line merupakan proses transaksi
jual beli seperti halnya transaksi biasanya, hanya bedanya
pemasaran on-line dilakukan secara on-line melalui sistem komputer on-line interaktif yang
menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik, pemasaran online ini bertujuan untuk menjual jasa atau
barang secara online. Seperti
yang sudah kita ketahui bersama, pemasaran on-line memanfaatkan media internet
untuk menjual produk atau jasa, bisnis online lewat internet sangat mudah
dilakukan dan mempunyai banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk memasarkan
produk barang ataupun jasa yang di kelola. Ada beberapa cara pemasaran
produk barang secara on-line. Beberapa tempat yang bisa dipakai buat promosi sekaligus
berjualan on-line antara lain: Mesin pencari
(dengan metode SEO). Social media, seperti Facebook, Twitter (dengan metode
SMO). Marketplace, seperti Toko Bagus.com,Tokopedia.com. Membuat website
bisnis, seperti web company profile, atau web toko on-line. Mobile app, bisa menggunakan jenis aplikasi iOS, ataupun aplikasi
Android.
Keuntungan dalam menjalankan sebuah bisnis online,
tentunya tidak semulus apa yang sudah kita bayangkan. Ada beberapa hambatan
yang akan menjadi sebuah kendala pada saat menjalani usaha bisnis online. Hal
inilah yang menjadi faktor penyebab banyak orang yang mengalami gulung tikar.
Berikut kendala dalam menjalani pemasaran secara online. Antara lain:
Pertama, banyaknya kasus penipuan di dunia maya, tentunya akan membuat
kepercayaan konsumen dalam bisnis online menjadi sangatlah kurang. Kedua,
persaingan akan bisnis on-line di internet sudah sangatlah tinggi dan semakin
ketat dan kemajuan akan teknologi saat ini, membuat semakin banyak orang
memasarkan akan produk bisnisnya melalui media online internet. Ketiga, kendala
akan terbatasnya koneksi akan internet.
Dalam berbisnis yang populer pada saat ini, pemasaran on-line memiliki beberapa keunggulan. Pertama, biaya yang lebih murah artinya
dengan pemasaran online kita tidak perlu membangun atau menyewa kios di tepi
jalan. Keunggulan yang kedua yaitu tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Artinya, dalam pemasaran on-line kita dapat memasarkan
produk kapan dan dimana saja yang dapat mencakup di seluruh dunia. Keunggulan
yang ketiga yaitu dalam bisnis on-line kita bisa menjadi
manager dan pemiliknya sendiri. Karena dalam bisnis on-line tidak terikat oleh siapapun, kita tidak perlu “Bos” yang mengatur
jadwal pekerjaan dan dalam menjalankan bisnis. Tetapi, disini kita yang
mengatur jadwal dan menentukan strategi pemasaran agar memperoleh target
pendapatan yang maksimal. Keunggulan terakhir yaitu, menghemat waktu dan uang. Artinya,
dalam melalui situs pemasaran online yang kita buat, kita dapat mengirimkan
daftar produk sehingga dapat dilihat oleh para pelanggan.
Ketika kita terjun total di bisnis online, atau mulai
meng-online-kan bisnis kita ada beberapa resiko yang mungkin kita hadapi,
berikut diantaranya : Pertama yang mungkin dialami adalah produk atau jasa
tidak laku. Ini adalah resiko paling buruk yang mungkin terjadi pada para
pebisnis on-line. Ada banyak penyebab, produk
tidak laku di Internet di antaranya sebagai berikut: Pertama, masih dalam proses dan Anda tidak sabar menunggunya. Kedua, website atau toko on-line Anda tidak dikenal seperti Google dan mesin pencari lainnya. Ketiga, website Anda dikenal tapi menduduki peringkat paling
rendah. Keempat, website dan promosi Anda kurang jelas mau menjual apa. Kelima, tidak ada trust (Kepercayaan) dari calon konsumen. Keenam, harga terlalu mahal. Ketujuh, calon konsumen tidak tahu apa keuntungan membeli produk atau jasa dari Anda. Selanjutnya, resiko penipuan dalam dunia maya. Beberapa
penyebabnya adalah, tidak bertemunya pembeli dan penjual, dan juga kelemahan
internet user pada pengetahuannya saat menggunakan internet (lemot).
Banyaknya kasus penipuan di dunia maya, sedikit banyak
mulai mempengaruhi tingkat kepercayaan para pelanggan. Bahkan tak jarang calon
pembeli yang memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian dari
toko online diselimuti rasa takut dan ragu akan benar tidaknya situs
toko online yang mereka kunjungi. Adanya ketakutan dan kurang
percayaan dari para pelanggan seperti ini tentunya bisa diatasi dengan beberapa
cara, berikut tips menjaga kepercayaan konsumen di
ranah on-line. Pertama Sediakan
informasi yang dibutuhkan konsumen. Lain halnya dengan toko
konvensional, di toko online para konsumen tidak bisa mencoba produk yang akan
mereka beli. Karena itu, sebaiknya seorang pembisnis on-line menuliskan informasi produk secara rinci, mulai dari bahannya,
ukurannya, warnanya, hingga model dari produk tersebut. Informasi yang lengkap
mengenai sebuah produk bisa membantu calon pelanggan untuk memutuskan, apakah
ia mau membeli produk itu atau tidak. Yang paling penting, jika informasi pada
deskripsi produk itu sesuai dengan kondisi barang yang sebenarnya, pembeli akan
memberikan kepercayaan besar pada bisnis online Anda. Selanjutnya menerima pengembalian barang yang rusak.
Dalam melayani transaksi jual beli on-line, informasikan pula mengenai syarat dan cara pengembalian barang yang
mengalami kerusakan ketika diterima para konsumen. Misalnya, saja seperti pengembalian produk jika produk tersebut mengalami kerusakan,
pesanan produk ada yang kurang, atau ukurannya tidak sesuai dengan permintaan
konsumen. Terakhir, permudah konsumen agar bisa menghubungi pengelola toko on-line, kepercayaan konsumen juga bisa terjaga ketika mereka mengetahui bagaimana
cara menghubungi penjual saat mereka mendapati kesulitan dalam bertransaksi.
Oleh karena itu, sediakan informasi secara rinci dan akurat
mengenai contact person Anda yang dapat dihubungi konsumen setiap
saat.
Yang
akan menjadi sasaran pemasaran on-line adalah konsumen on-line. Secara
keseluruhan, populasi Internet adalah lebih muda, lebih makmur,lebih
berpendidikan dan lebih banyak pria dibandingkan populasi keseluruhan. Namun,
ketika lebih banyak orang beralih ke Internet, populasi cyberspace menjadi
lebih banyak orang yang menggunakan dan terbedakan. Para pengguna yang lebih
muda lebih cenderung menggunakan internet untuk hiburan dan sosialisasi. Namun,
45 persen dari pemakai berusia 40 tahun ke atas dan menggunakan Internet untuk
Investasi dan masalah-masalah yang lebih serius. Pengguna Internet pada umumnya
memberikan nilai yang lebih besar pada informasi dan cenderung menanggapi
pesan-pesan yang diarahkan hanya pada penjualan secara negatif. Mereka
menentukan jenis informasi pemasaran yang ingin mereka terima tentang jenis
produk dan jasa serta dalam jenis kondisi tertentu.
Pada
pemasaran on-line, konsumen, bukan pemasar,, yang memberikan izin dan
mengontrol interaksi itu. “ Mesin pencari” (search engines) Internet, seperti
Yahoo!, Infoseek, dan Exsite, memberikan kepada para konsumen akses ke berbagai
sumber informasi, yang membuat mereka menjadi pembelanja lebih terinformasi dan
lebih mutu. Para pembeli telah mendapatkan kemampuan berikut dalam rezim yang
kaya dengan informasi baru. Pertama, mereka dapat memperoleh informasi yang
obyektif mengenai lini berbagai merek, yang meliputi biaya, harga,
keistimewaan, dan mutu, tanpa mengandalkan produsen dan pengecer. Kedua, mereka
dapat mulai meminta iklan dan informasi dari produsen. Ketiga, mereka dapat
merancang tawaran dari produsen yang mereka inginkan. Keempat, mereka dapat
menggunakan agen perangkat lunak untuk mencari dan mengundang tawaran dari
berbagai penjual.
BAB II
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan dari
latar belakang diatas penulis mengambil beberapa poin untuk dijadikan
rumusan masalah dalam makalah ini,antara lain:
A. Apakah Pemasaran On-line ?
B. Apa manfaat bagi pembeli dan juga bagi pemasar dari pemasaran
on-line?
C.
Apakah pemasaran langsung?
D.
Apa saja sisi positif dan juga negatif dari pemasaran langsung?
E.
Saluran apa saja didalam pemasaran langsung?
BAB III
PEMBAHASAN
A. PEMASARAN ON-LINE
Anggapan
yang pertama : Pemasaran on-line yaitu dilakukan melalui system komputer
on-line interaktif, yang menghubungkan pembeli dan penjual secara elektronik.
Yang kedua : Pemasaran
On-line merupakan proses transaksi jual beli seperti halnya
transaksi biasanya, hanya bedanya pemasaran on-line dilakukan secara on-line melalui sistem komputer
on-line interaktif yang menghubungkan pelanggan dengan
penjual secara elektronik, pemasaran on-line ini bertujuan untuk menjual jasa
atau barang secara on-line. Seperti yang sudah kita ketahui
bersama, pemasaran on-line memanfaatkan media internet untuk menjual produk
atau jasa, bisnis on-line lewat
internet sangat mudah dilakukan dan mempunyai banyak pilihan yang bisa
dilakukan untuk memasarkan produk barang ataupun jasa yang di kelola.
B. MANFAAT APA SAJA BAGI PEMBELI DAN PEMASAR
Manfaat
bagi pembeli, Pertama : Kemudahan : Pertama pelanggan dapat memesan produk 24 jam
sehari di mana pun mereka berada. Mereka tidak harus berkendara, mencari tempat
parkir, dan berjalan melewati gang yang panjang mencari dan memeriksa barang –
barang. Kedua : Para pelanggan dapat memperoleh setumpuk informasi komparatif
tentang perusahaan, produk, dan pesaing tanpa meninggalkan kantor atau rumah
mereka. Ketiga : Rongrongan yang lebih sedikit: Para pelanggan tidak perlu
menghadapi atau melayani bujukan dan faktor – faktor emosional; mereka juga
tidak perlu menunggu dalam antrian.
Bagi
pemasar, Pertama: menyesuaikan yang cepat terhadap kondisi pasar: Perusahaan –
perusahaan dapat dengan cepat menambahkan produk pada tawaran mereka serta
mengubah harga dan deskripsi atau produk. Kedua : Biaya yang lebih rendah: Para
pemasar on-line dapat menghindari biaya pengelolaan toko dan dari biaya sewa,
asuransi, serta prasarana yang menyertainya. Mereka dapat membuat katalog
digital dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada biaya percetakan dan
pengirim katalog kertas. Ketiga : Pemupukan hubungan: Pemasar on-line dapat
berbicara dengan pelanggan dan belajar lebih banyak dari mereka. Pemasar juga
dapat men – download laporan yang berguna, atau demo gratis perangkat
lunak mereka, atau contoh gratis surat berkala mereka ke dalam sistem. Keempat
: Pengukuran besar pemirsa: Para pemasar dapat mengetahui berapa banyak
orang yang mengunjungi situs on-line mereka dan berapa banyak yang singgah di
tempat tertentu dalam situs tersebut. Informasi itu dapat menmbantu para
pemasar untuk meningkatkan tawaran dan iklan mereka.
Cek bagian
selanjutnya disini....
Sumber :
Wiwik Sulyani
Editor
: Admin Coretan Mahasiswa