Friday, January 19, 2018

PENGERTIAN SISTEM HARGA

Baca Juga

PENGERTIAN SISTEM HARGA

A. Definisi / Pengertian Harga (Price)
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
B. Tujuan Penetapan Harga
1.Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal.
2. Mempertahankan perusahaan
Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan lain sebagainya.
3. Menggapai ROI (Return on Investment)
Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.
4. Menguasai Pangsa Pasar
Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.
5. Mempertahankan status quo
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.
C. Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk

1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
2. Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
3. Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.
Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

  • Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
7. Peranan modal sangat vital Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

HARGA DAN ALOKASI SUMBER DAYA ANTAR PRODUSEN

1. Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor :
  • Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi:
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
  • Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
  • Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer
Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3. Pelatihan pekerja dengan metode baru
4. Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
2. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain. Kegiatan tersebut berguna untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.

3. Pengertian Produksi
Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, danskills (organizational, managerial and technical skills).
4. Proses Produksi
Prose produksi yang berjalan dengan lancar dan baik merupakan suatu hal yang sangat diharapkan oleh suatu perusahaan. Untuk mewujudkan proses produksi agar selalu berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suatu manajemen yang bisa mengelola keseluruhan kegiatan produksi tersebut.
Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Jenis produksi dapat diklasifikasikan menurut perbedaan dalam proses-proses operasinya. Barang-barang produk berdasarkan apakah proses operasinya mengkombinasikan sumber daya atau dipecah menjadi beberapa bagian komponen. Kita dapat menjabarkan jasa berdasarkan tingkat kontak dengan pelanggan yang dibutuhkan.
Proses Pabrikasi Barang : Proses Analitis vs Sintetis
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau sintetis dari proses transformasi.
  • Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
  • Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah untuk memproduksi suatu barang jadi.
Proses jasa : Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
  • Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
  • Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya penyetoran  giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
Dapat pula ditinjau dalam segi:
1. Kelangsungan hidup
  • Produksi terus-menerus (Continous Production)
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. Proses ini menghasilkan produk yang standar (massal).
  • Produksi yang terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus dil;akukan sesuai tuntutan produk yang akan dihasilakan.
2. Teknik
a. Proses Ekstraktif  : proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu,perikanan, pertambangan.
b. Proses Analitis       : Proses memisahkan bahan-bahan seperti minyak mentah
menjadi minyak bersih.
c. Proses Pengubahan: Proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
d. Proses Sintetis        : Proses mencampur dengan unsur-unsur lain seperti bahan-
bahan kimia.
5. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Mutu/Kualitas
6. Ruang Lingkup Manajamen Produksi:
1. Perencanaan system produksi
2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi yang meliputi :
a. Seleksi dan design hasil produksi (produk).
b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan.
c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi.
d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses.
e. Perancangan tugas.
f. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.
7. Fungsi dan  Sistem Produksi dan Operasi
Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.  Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi:
1. Proses Pengolahan.
2. Jasa-jasa penunjang.
3. Perencanaan.
4. Pengendalian atau pengawasan.
B. Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara
terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

8. Lokasi dan Lay Out Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik merupakan hal penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.
Tujuan Perencanaan Lokasi Pabrik
Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi dan biaya distribusi barang yang dihasilkan dan faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya operasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
Faktor utama :
>Lingkungan masyarakat.
> Kedekatan dengan pasar.
> Tenaga kerja.
> Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok.
> Fasilitas dan biaya transportasi.
> Sumber daya alam lainnya.
Faktor sekunder:
> Harga tanah.
> Dominasi masyarakat.
> Peraturan tenaga kerja.
> Rencana tata ruang.
> Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing.
> Tingkat pajak.
> Cuaca atau iklim.
> Keamanan
> Peraturan lingkungan hidup
Pendekatan situasional atau contingency adalah penentuan lokasi berdasarkan faktor terpenting menurut kebutuhan dan kondisi masing-masing perusahaan. Misalnya :
> Dekat dengan pasar
> Dekat dengan sumber bahan baku saja
> Tersedia tenaga kerja
Perangkap Dalam Pemilihan Lokasi
> Lokasi sulit mendapatkan tenaga kerja .
> Lokasi dengan harga tanah murah, tetapi kondisinya jelek sehingga perlu biaya mahal untuk membuat pondasi.
> Lokasi diluar kota dengan harga murah, tetapi fasilitas prasarana jalan dan saran transportasi belum dibangun.
> Lokasi di sekitar pemukiman dan sulit membuang limbah.
Tahap Pemlihan Lokasi Pabrik
- Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
- Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.
- Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.
Sumber            : Nur Litta
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa

Friday, January 5, 2018

PENGARUH KEUANGAN DAN KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL

Baca Juga

PENGARUH KEUANGAN DAN KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL

Pengaruh keuangan, EPS, dan ROE
Perusahaan Trans Am saat ini tidak memiliki utang dalam struktur modal. CFO, Ms. Morris sedang mempertimbangkan restrukturisasi yang akan melibatkan menerbitkan utang. Pada tabel 16.3, aset perusahaan memiliki nilai pasar $ 8 juta, dan ada 400.000 saham yang beredar. Karena Trans Am adalah sebuah perusahaan semua-ekuitas, harga per saham adalah $ 20.

Masalah utang yang diusulkan akan menaikkan $ 4.000.000; suku bunga akan menjadi 10%. Karena saham dijual seharga $ 20 per saham, $ 4 juta dalam utang baru akan digunakan untuk membeli $ 4.000.000 / 20 = 200.000 saham. Setelah restrukturisasi, Trans Am akhirnya mengambil hutang 50%, sehingga rasio utang-ekuitas mengasumsikan jika harga saham akan tetap pada $20.

Untuk menyelidiki dampak dari restrukturisasi yang diusulkan, Ms. Morris telah menyiapkan Tabel 16.4, yang membandingkan struktur modal perusahaan saat ini untuk struktur modal yang diusulkan di bawah tiga skenario. Skenario mencerminkan asumsi yang berbeda tentang EBIT perusahaan. Berdasarkan skenario yang diharapkan, EBIT adalah $ 1 juta. Dalam skenario resesi, EBIT jatuh ke $ 500.000. Dalam skenario ekspansi, naik $ 1,5 juta.

EBIT adalah $ 1,5 juta, tanpa hutang (struktur modal saat ini) dan tidak ada pajak, laba bersih juga $ 1,5 juta. Dalam hal ini, ada 400.000 saham senilai $ 8.000.000 Total. EPS karena itu $ 1.500.000/ 400.000 = $ 3,75. Juga, karena pengembalian akuntansi ekuitas, ROE, adalah laba bersih dibagi dengan total ekuitas, ROE adalah $ 1.500.000/ 8 juta = 18,75%. 

Dengan $ 4 juta dalam utang (struktur modal yang diusulkan), hal-hal yang agak berbeda. Karena tingkat bunga adalah 10%, tagihan bunga adalah $ 400.000. Dengan EBIT sebesar $ 1,5 juta, bunga sebesar $ 400.000, dan tidak ada pajak, laba bersih adalah $ 1.100.000. Sekarang hanya ada 200.000 saham senilai $ 4.000.000 Total. EPS karena itu $ 1.100.000 / 200.000 = $ 5,50, versus $ 3,75 yang kita dihitung dalam skenario sebelumnya. Selanjutnya, ROE adalah $ 1.100.000/ 4 juta = 27,5%. Ini jauh di atas 18,75% yang dihitung untuk struktur modal saat ini.

EPS versus EBIT
Garis pertama, berlabel "Tidak ada utang," merupakan kasus leverage. Baris ini dimulai pada titik asal, yang menunjukkan bahwa EPS akan menjadi nol jika EBIT nol. Dari sana, setiap $ 400.000 peningkatan EBIT meningkat EPS sebesar $ 1 (karena ada 400.000 saham yang beredar).

Baris kedua merupakan struktur modal yang diusulkan. Di sini, EPS negatif jika EBIT adalah nol. Ini mengikuti karena $ 400.000 dari bunga harus dibayar terlepas dari keuntungan perusahaan. Karena ada 200.000 saham dalam hal ini, EPS adalah $ 2 seperti yang ditunjukkan. Demikian pula, jika EBIT adalah $ 400,000, EPS akan persis nol.

Untuk setiap $ 400.000 peningkatan EBIT, EPS naik sebesar $ 2, sehingga garis kemiringgannya dua kali lebih curam. Sehingga EPS dua kali lebih sensitif terhadap perubahan EBIT karena leverage keuangan yang digunakan.
 
Pengamatan lain untuk membuat pada Gambar 16.1 adalah bahwa garis berpotongan. Pada saat itu, EPS adalah persis sama untuk kedua struktur modal. Untuk menemukan titik ini, perhatikan bahwa EPS sama dengan EBIT? 400.000 dalam kasus tidak ada utang. Dalam kasus dengan utang, EPS adalah (EBIT - $ 400.000) 200.000. Jika kita mengatur ini sama satu sama lain, EBIT adalah:
 
EBIT/400,000 = (EBIT - $400,000)/200,000
EBIT   = 2 X (EBIT - $400,000)
= $800,000

Ketika EBIT sebesar $ 800.000, EPS adalah $ 2 di bawah struktur modal baik. Jika EBIT adalah di atas tingkat ini, leverage menguntungkan; jika di bawah titik ini, tidak. Cara melihat mengapa titik impas adalah $ 800.000. Perhatikan bahwa, jika perusahaan tidak memiliki utang dan EBIT adalah $ 800.000, laba bersih juga $ 800.000. Dalam hal ini, ROE adalah 10%. 

Break-Even EBIT
Setelah restrukturisasi, utang akan menjadi $ 1 juta. Tingkat bunga utang akan menjadi 9%. MPD saat ini memiliki 200.000 saham yang beredar, dan harga per saham adalah $ 20. Jika restrukturisasi diharapkan dapat meningkatkan EPS, apa tingkat minimum untuk EBIT bahwa manajemen MPD itu harus mengharapkan? Abaikan pajak dalam menjawab.

Pada setiap EBIT di atas ini, leverage keuangan yang meningkat akan meningkatkan EPS, jadi ini akan memberitahu kita tingkat minimum untuk EBIT. Di bawah struktur modal tua, EPS hanya EBIT / 200.000. Di bawah struktur modal baru, beban bunga akan $ 1.000.000 X 0,09 = $ 90.000. Selain itu, dengan $ 1.000.000 hasil, MPD akan membeli kembali $ 1.000.000 / 20 = 50.000 saham, meninggalkan 150.000 luar biasa. EPS sehingga akan (EBIT? - 90.000) =150.000.

EBIT/200,000 = (EBIT - $90,000)/150,000
EBIT   = 4/3 x (EBIT - $90,000)
= $360,000

Pastikan, dalam kedua kasus, EPS adalah $ 1,80 ketika EBIT adalah $ 360.000. Manajemen di MPD tampaknya berpendapat bahwa EPS akan melebihi $ 1,80.
 
Unlevering the Stock
Misalkan investor dimiliki 100 saham pilihan struktur modal asli. Investor dapat unlever saham dengan hanya meminjamkan uang dalam proporsi yang sama. Dalam hal ini, investor menjual 50 saham untuk $ 1.000 total dan kemudian meminjamkan $ 1.000 pada 10%.
 
THE COST OF EQUITY AND FINANCIAL LEVERAGE: M&M PROPOSITION II
Berdasarkan Bab 14, jika mengabaikan pajak, biaya rata-rata tertimbang modal, WACC, adalah:

WACC _ ( E_ V ) _ R E_ ( D _ V ) _ R D

di mana V= E+ D. Salah satu cara untuk menafsirkan WACC adalah sebagai pengembalian yang diminta dari aset keseluruhan perusahaan. Untuk mengingatkan kita tentang ini, kita akan menggunakan simbol RA untuk berdiri untuk WACC dan menulis:

            R A = ( E / V ) xR E + ( D / V ) x R D
Jika kita mengatur ulang ini untuk memecahkan biaya modal ekuitas, kita melihat bahwa:
            R E=R A+( R A-R D) x ( D /E )

The Cost of Equity Capital
Ricardo Corporation memiliki biaya rata-rata tertimbang modal (mengabaikan pajak) dari 12%. Hal ini dapat meminjam 8%. Dengan asumsi bahwa Ricardo memiliki struktur modal target ekuitas 80% dan utang 20%, apa biaya ekuitas? Berapa biaya ekuitas jika struktur modal target 50%ekuitas? Hitung WACC menggunakan jawaban Anda untuk memverifikasi bahwa itu adalah sama.

Menurut M & M Proposisi II, biaya ekuitas, RE, adalah:

R E = R A +( R A - R D ) x ( D / E )
Dalam kasus pertama, rasio utang-ekuitas adalah .2/ .8= .25, sehingga biaya ekuitas adalah:
RE = 12% + (12% - 8%) x .25
      = 13%
Dalam kasus kedua, memverifikasi bahwa rasio utang-ekuitas adalah 1,0, sehingga biaya ekuitas adalah 16%.

Kita sekarang dapat menghitung WACC dengan asumsi bahwa persentase pembiayaan ekuitas adalah 80 %, biaya ekuitas adalah 13 persen, dan tarif pajak adalah nol:
WACC = (E/V )x RE + (D/V ) x RD
 = .80 x 13% + .20 x 8%
=12%
Dalam kasus kedua, persentase pembiayaan ekuitas adalah 50 % dan biaya ekuitas adalah 16 %. WACC adalah:
WACC = (E/V ) x RE + (D/V ) x RD
 = .50 x 16% + .50 x 8%
 = 12%
Seperti yang telah kita hitung, WACC adalah 12% dalam kedua kasus.

TAXES AND M&M PROPOSITION I
$ 24 perisai akan dihasilkan setiap tahun selamanya. Setelah pajak arus kas untuk L sehingga akan sama $ 700 yang U mendapatkan ditambah $ 24 perisai pajak. Karena arus kas L's selalu $ 24 besar, Firm L bernilai lebih dari Firm U, perbedaan menjadi nilai ini $ 24 selamanya.
 
Karena pajak yang dihasilkan dengan membayar bunga memiliki risiko yang sama seperti utang, maka 8 % (biaya utang) adalah tingkat diskonto yang sesuai. Nilai tax shield adalah sbb:


Nilai sekarang dari perisai pajak bunga         = (TC x D x RD)/RD
= TC x D
Nilai Firm L, VL, melebihi nilai Firm U, VU, dengan nilai sekarang dari perisai pajak bunga, TC X D. M & M Proposisi saya dengan pajak karena itu menyatakan bahwa:
 
V L= V U+ T CX D

Pengaruh pinjaman dalam hal ini diilustrasikan pada Gambar 16.4. Korporasi menunjukkan bahwa hubungan diberikan oleh garis lurus dengan kemiringan TC dan ay -intercept dari VU.
Pada Gambar 16.4, telah ditarik garis horizontal mewakili VU. Seperti yang ditunjukkan, jarak antara dua garis adalah TC x D, nilai sekarang dari perisai pajak.
Misalkan biaya modal untuk Perusahaan U adalah 10 %. Disebut biaya unlevered modal, dan simbol RU untuk mewakilinya, RU sebagai biaya modal.. Arus kas perusahaan U adalah $ 700 setiap tahun selamanya, dan, karena U tidak memiliki utang, tingkat diskonto yang tepat adalah RU= 10%. Nilai perusahaan unlevered, VU, hanya:






Nilai perusahaan leverage, VS, adalah:




Gambar 16.4 menunjukkan, nilai perusahaan naik oleh $ 0,30 untuk setiap $ 1 pada utang. Dengan kata lain, NPV per dolar utang adalah $ 0,30. Sulit untuk membayangkan mengapa setiap \ perusahaan tidak akan meminjam ke maksimum absolut dalam situasi seperti ini. Namun, kami segera mencapai kesimpulan logis bahwa struktur modal yang optimal adalah utang 100%.

TAXES, THE WACC, AND PROPOSITION II
Struktur modal yang terbaik adalah 100% utang dengan memeriksa biaya rata-rata tertimbang modal. Pada Bab 14, efek dari pajak, WACC adalah:
 
 
Untuk menghitung WACC ini, kita perlu mengetahui biaya ekuitas. M & M Proposisi II dengan pajak perusahaan menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah:
 
Beberapa saat yang lalu, Perusahaan L bernilai total $ 7.300. Karena utang bernilai $ 1.000, ekuitas harus bernilai $ 7.300 - 1.000 = $ 6.300. Untuk Perusahaan L, biaya ekuitas ini:
 
Biaya rata-rata tertimbang modal adalah:

Tanpa utang, WACC lebih dari 10%, dengan utang 9,6%. Oleh karena itu, perusahaan akan lebih baik jika memiliki hutang.

The Cost of Equity and the Value of the Firm
Anda diberi informasi berikut untuk Format Co .:


Biaya modal utang adalah 10%. Nilai dari fi rm jika tidak memiliki utang, VU, adalah:

Dari M & M Proposisi saya dengan pajak, kita tahu bahwa nilai perusahaan dengan utang adalah:

Karena perusahaan bernilai Total $ 670 dan utang bernilai $ 500, ekuitas bernilai $ 170:

Berdasarkan M & M Proposisi II dengan pajak, biaya ekuitas adalah:

Akhirnya, WACC adalah:

Perhatikan bahwa ini jauh lebih rendah daripada biaya modal bagi perusahaan tanpa utang (RU = 20%), sehingga pembiayaan utang sangat menguntungkan.


CHAPTER 17
DIVIDENDS AND PAYOUT POLICY

17.1 Cash Dividends and Dividend Payment
Dewan direksi Airlines telah mengumumkan pembagian dividen sebesar $ 2,50 per saham dibayarkan pada Selasa, Mei 30, untuk pemegang saham yang tercatat pada Selasa, 9 Mei Cal Icon membeli 100 saham Terbagi pada Selasa, 2 Mei sebesar $ 150 per saham . Apa tanggal ex? Menggambarkan peristiwa yang akan terjadi sehubungan dengan dividen tunai dan harga saham.

Tanggal ex adalah dua hari kerja sebelum tanggal pencatatan, Selasa, 9 Mei; sehingga saham akan dibagikan malam Jumat, Mei 5. Cal membeli saham pada Selasa, Mei 2, jadi Cal pembelian dividen saham cum. Dengan kata lain, Cal akan mendapatkan $ 2,50 X 100 =$250 pada dividen. Cek akan dikirimkan pada hari Selasa, 30 Mei Tepat sebelum saham belum dibagikan malam Jumat, nilainya akan turun semalam sekitar $ 2,50 per saham.


17. 2 Does Dividend Policy Matter?
Dividen pada setiap tanggal ditetapkan sama dengan uang tunai aliran dari $ 10.000. Ada 100 saham yang beredar, sehingga dividen per saham adalah $ 100. Dalam Bab 6, ditunjukkan bahwa nilai saham sama dengan nilai sekarang dari dividen masa depan. Dengan asumsi 10% pengembalian yang diinginkan, nilai dari saham saham hari ini, P 0, adalah:


Perusahaan secara keseluruhan bernilai 100 x $ 173,55 = $ 17.355.
Beberapa anggota dewan Wharton telah menyatakan ketidakpuasan dengan kebijakan dividen saat ini dan telah meminta Anda untuk menganalisis kebijakan alternatif.

Alternative Policy: Initial Dividend Greater Than Cash Flow
Dividen per saham adalah:






Sumber            : Sri Retnoningsih
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...