Sunday, February 18, 2018

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN - PENYUSUNAN ANGGARAN

Baca Juga

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN - PENYUSUNAN ANGGARAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ketika fase Pengendalian Manajemen masuk pada rana teknis pelaksanaan, maka menjadi penting kemudian untuk memahami dinamika dalam penganggaran. Penyusunan anggaran merupakan faktor penting yang harus dibahas secara matang dan penerapannya harus optimal. Proses dari penyusunan anggaran yang terjadi sebelum tahun atau periode perusahaan berjalan.
Anggaran pada dasarnya merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu.
1.2  Rumusan Masalah
1. Menjelaskan Definisi Anggaran
2. Memaparkan Hakikat Anggaran
3. Menganalisis Hubungan dengan Perencanaan Strategis
4. Menjelaskan Perbedaan dengan Prediksi
5. Menjelaskan Kegunaan Anggaran
6. Merincikan Isi dari Anggaran Operasi
7. Memaparkan serta menjelaskan Proses Penyusunan Anggaran
1.3  Tujuan Umum
  • Anggaran sebagai alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial ekonomi
  • Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang
  • Anggaran diperlukan sebagai alat untuk menunjukkan pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyat
BAB II
PEMBAHASAN

PENYUSUNAN ANGGARAN
Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan. Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu. Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
2.1 Definisi Anggaran
Dalam pengelolaan perusahaan, terlebih dahulu manajemen menetapkan tujuan dan sasaran, dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Dampak keuangan yang diperkirakan akan terjadi sebagai akibat dari rencana kerja tersebut, kemudian disusun dan dievaluasi melalui proses penyusunan anggaran. Adapun pengertian anggaran menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (1989 : 6), adalah sebagai berikut :

“Suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan”.

Pada dasarnya anggaran yang bermanfaat dan realistis tidak hanya dapat membantu mempererat kerja sama karyawan, memperjelas kebijakan dan merealisasikan rencana saja, tetapi juga dapat menciptakan keselarasan yang lebih baik dalam perusahaan dan keserasian tujuan diantara para manajer dan bawahannya. Menurut Mulyadi (1993 : 438), anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun untuk membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diperhitungkan.
Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya kondisi perusahaan.  Tanpa anggaran, dalam jangka pendek perusahaan akan berjalan tanpa arah, dengan pengorbanan sumber daya yang tidak terkendali (at any cost).
Lebih jelas lagi Munandar (2001 : 1), mengungkapkan pengertian anggaran adalah sebagai berikut :
“Suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan dating.”
Dari pengertian tersebut, anggaran mempunyai empat unsur, yaitu :
  • Rencana 
Yaitu suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di waktu yang akan dating.
  • Meliputi
Yaitu mencakup semua jegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada dalam perusahaan.
  • Dinyatakan dalam unit moneter
Yaitu unit (kesatuan) yangdapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam. Adapun unit moneter yang berlaku di Indonesia adalah unit “rupiah”.
  • Jangka waktu tertentu yang akan datang
Yaitu menunjukkkan bahwa anggaran berlaku untuk massa yang akan dating. Ini berarti Apa yang dimuat di dalam anggaran adalah taksiran-taksiran tentang apa yang akan terjadi serta apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang.
Dari pengertian anggaran yang telah diutarakan di atas dapatlah diketahui bahwa anggaran merupakan hasil kerja (out put) terutama berupa taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan di waktu yang akan dating. Karena suatu anggaran merupakan hasil kerja (out put), maka anggaran dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan sistematis. Secara lebih terperinci Munandar ( 2001 : 16) menjelaskan proses kegiatan yang tercakup dalam anggaran sebagai berikut :
  1. Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyususn anggaran.
  2. Pengelolaan dan penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan taksiran-takisiran dalam rangka menyusun anggaran.
  3. Menyusun anggaran serta meyajikannya secara teratur dan sistematis .
  4. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran.
  5. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja.
  6. Pengolahan dan penganalisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi dan memperoleh kesimpulan-kesimpulan dalam rangka mengadakan penilaian terhadap kerja yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan definisi-definisi dan pengertian anggaran dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Bahwa anggaran harus bersifat formal, artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis.
  2. Bahwa anggaran harus bersifat sistematis, artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika.
  3. Bahwa suatu saat manajer dihadapkan pada suatu tanggung jawab untuk mengambil keputusan.
  4. Bahwa keputusan yang diambil oleh manajer tersebut merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, koordinasi dan pengawasan.
2.2 Hakikat Anggaran
Anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi.  Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu. Anggaran memiliki karakteristik sebagai berikut :
  1. Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis tersebut.
  2. Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non moneter.
  3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun. Dalam bisnis-bisnis yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman, mungkin ada dua anggaran per tahun-misalnya, perusahaan busana biasanya memiliki anggaran musim gugur dan anggaran musim semi.
  4. Merupakan komitmen manajemen; manajer setuju untuk menerima langsung tanggung jawab atas pencapaian tujuan-tujuan anggaran.
  5. Usulan anggaran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya dari pembuat anggaran.
  6. Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu.
  7. Secara berkala, kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran, dan varians dianalisis serta dijelaskan.
2.3 Hubungan dengan Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah proses untuk memutuskan hakikat dan ukuran dari beberapa program yang harus dijalankan guna mengimplementasikan berbagai strategi organisasi. Baik perencanaan strategis dan penyusunan anggaran melibatkan perencanaan, namun jenis aktivitas perencanaannya adalah berbeda antara kedua proses tersebut. Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis fokus pada aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun. Perencanaan strategis mendahului penyusunan anggaran dan menyediakan kerangka kerja dalam mana anggaran tahunan dikembangkan. Suatu anggaran, intinya, merupakan potongan satu tahun dari rencana strategis organisasi.
Perbedaan lain antara rencana srategis dan anggaran adalah bahwa rencana srategis intinya terstuktur berdasakan lini produk atau program lain, sementara anggaran terstruktur berdasarkan pusat tanggung jawab.
2.4 Perbedaan dengan Prediksi
Anggaran berbeda dengan prediksi dalam beberapa hal. Suatu anggaran adalah suatu rencana manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah-langkah positif akan diambil oleh pembuat anggaran-manajer yang menyusun anggaran-guna membuat kegiatan nyata sesuai dengan rencana; suatu prediksi hanyalah suatu perkiraan akan apa yang mungkin terjadi, tetapi tidak mengandung implikasi bahwa pembuat prediksi akan berupaya untuk membentuk kejadian sehingga prediksinya akan terealisasi. Berbeda dengan anggaran, suatu prediksi memiliki karakteristik sebagau berikut:
  1. Suatu prediksi bisa dinyatakan atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter.
  2. Dapat untuk periode waktu kapan pun.
  3. Pembuat prediksi tidak menerima tanggung jawab untuk memenuhi hasil yang diprediksikan.
  4. Prediksi biasanya tidak disetujui oleh wewenang yang lebih tinggi.
  5. Suatu prediksi diperbaharui segera setelah informasi baru mengindikasikan adanya suatu perubahan dalam kondisi.
  6. Varians dari prediksi tidak Dianalisis secara formal maupun berkala.
Suatu contoh prediksi adalah prediksi yang dibuat oleh kantor bendahara untuk membantu perencanaan keuangan. Prediksi semacam itu meliputi estimasi pendapatan, beban, dan pos-pos lain yang mempengaruhi arus kas. Tetapi, bendaharawan tidak memiliki tanggung jawab untuk membuat agar penjualan, beban, atau pos-pos lain sesuai dengan prediksi tersebut. Prediksi keuangan tidak dijelaskan ke manajemen puncak; prediksi tersebut dapat berubah secara mingguan atau harian, tanpa persetujuan dari wewenang yang lebih tinggi; dan biasanya varians antara kenyataan dan prediksi tidak dianalisis secara sistematis. 
Dari sudut pandang manajemen, prediksi keuangan hanya merupakan alat perencanaan saja, sementara anggaran adalah alat perencanaan maupun pengendalian. Semua anggaran mencakup elemen-elemen prediksi, dalam hal mana pembuat anggaran tidak dapat dimintai pertanggungjawabannya atas peristiwa-peristiwa tertentu yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan yang dianggarkan. Akan tetapi, jika pembuat anggaran dapat mengubah anggaran tersebut setiap kuartalnya tanpa persetujuan formal, maka dokumen tersebut pada dasarnya merupakan suatu prediksi dan bukan anggaran yang sesungguhnya. Dokumen tersebut tidak dapat digunakan untuk evaluasi dan pengendalian, karena pada akhir tahun, hasil yang sebenarnya akan selama sama dengan anggaran yang direvisi.
2.5 Kegunaan Anggaran
Penyusunan anggaran operasi mempunyai empat tujuan utama: (1) untuk menyesuaikan rencana strategis; (2) untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi; (3) untuk menugaskan tanggung jawab kepada manajer, untuk mengotorisasi jumlah yang berwenang untuk mereka gunakan, dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kinerja yang diharapkan dari mereka, dan; (4) untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja aktual manajer.
1. Menyelaraskan dengan Rencana Strategis
Rencana strategis mempunyai karakteristik-karakteristik sebagai berikut: dibuat pada awal tahun, dikembangkan berdasarkan informasi terbaik yang tersedia pada saat itu, penyusunan melibatkan relatif sedikit manajer, dan dinyatakan dalam istilah yang relatif luas. Anggaran tersebut, yang diselesaikan sebelum permulaan tahun anggaran, memberikan peluang untuk menggunakan informasi terakhir yang tersedia dan didasarkan pada penilaian manajer di semua tingkatan dalam organisasi.
2. Koordinasi
Setiap manajer pusat tanggung jawab dalam organisasi berpartisipasi dalam penyusunan anggaran. Selanjutnya, ketika staf merangkai potongan-potongan tersebut menjadi suatu rencana keseluruhan, maka inkosistensi mungkin muncul. Penyebab yang paling umum adalah adanya kemungkinan bahwa rencana dari organisasi produksi tidak konsisten dengan volume penjualan yang direncanakan, baik secara total maupun untuk lini produksi tertentu. Dalam organisasi produksi, rencana pengiriman atas produk jadi mungkin tidak konsisten dengan rencana-rencana pabrik atau departemen di dalam pabrik untuk menyediakan komponen bagi produk-produk tersebut.
3. Penugasan tanggung Jawab
Anggaran yang telah disetujui seharusnya memperjelas tanggungjawab dari setiap manajer. Anggaran tersebut juga memberikan wewenang kepada para manager pusat tanggung jawab guna membelanjakan sejumlah tertentu uang untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa perlu persetujuan dari wewenang yang lebih tinggi.
4. Dasar untuk evaluasi Kinerja
Anggaran mencerminkan suatu komitmen oleh pembuatnya dengan atasannya. Oleh karena itu, anggaran menjadi tolak ukur terhadap mana kinerja aktual dapat dinilai. Komitmen tersebut dapat berubah bila asumsi-asumsi yang mendasarinya juga berubah. Namun demikian, anggaran merupakan titik awal yang terbaik dalam menilai kinerja. Anggaran menugaskan tanggung jawab pada ke setiap pusat tanggung jawab organisasi.
2.6 Isi dari Anggaran Operasi
Tampilan dibawah ini merupakan isi dari anggaran operasi yang umum dan membedakannya dengan jenis lain dari dokumen perencanaan : rencana strategis dan anggaran modal, anggaran kas, dan anggaran neraca. Jumlahnya adalah jumlah rupiah yang direncanakan untuk tahun itu, bersama-sama dengan jumlah kuantitatif, seperti jumlah kepala (misalnya: jumlah pegawai) dan penjualan dalam unit.

Rencana Strategis
Anggaran Operasi
Anggaran Modal
1.      Pendapatan dan beban untuk tiap program utama
2.      Tidak perlu bagi pusat tanggung jawab
3.      Rincian tidak sebanyak seperti dalam anggaran operasi
4.      Lebih banyak beban yang bersifat variabel
5.      Untuk beberapa tahun
6.      Jumlah totalnya sama dengan anggaran operasi
11.  Untuk organisasi secara keseluruhan dan untuk tiap unit bisnis
12.  Diklasifikasikan berdasarkan pusat tanggung jawab
13.  Umumnya meliputi :
a.       Pendapatan, Biaya Produksi dan penjualan
b.      Beban pemasaran
c.       Beban logistic
d.      Umum dan administrative
e.       Penelitian dan Pengembangan
f.       Pajak Penghasilan
g.      Laba bersih
h.      Beban dapat bersifat:
1.      Fleksibel
2.      Diskresioner
3.      Komitmen
4.      Untuk waktu satu tahun yang dibagi per bulan atau per kuartal
5.      Jumlah totalnya sama dengan rencan strategis (kecuali direvisi)
1.      Masing-masing proyek modal yang utama didaftarkan secara terpisah
2.      Total pengeluaran proyek per kuartal

Kategori Anggaran Operasi
Dalam organisasi yang relatif kecil, terutama yang tidak mempunyai unit bisnis, keseluruhan anggaran mungkin hanya setebal satu halama saja. Dalam organisasi yang relative besar, ada halaman ringkasan dan halaman-halaman lain yang berisi rincian dari unit bisnis, ditambah penelitian dan pengembangan, serta beban umum dan administratif.
  • Anggaran Pendapatan
Anggaran pendapatan berisi proyek penjualan unit dikalikan dengan harga jual yang diperkirakan. Dari semua elemen anggaran laba, anggaran pendapatan adalah yang paling penting, tetapi juga merupakan elemen yang dipengaruhi ketidakpastian paling besar.
  • Anggaran biaya Produksi dan biaya Penjualan
Anggaran biaya yang dikembangkan oleh manajer produksi mungkin saja tidak untuk kuantitas produk yang sama seperti yang ditunjukkan dalam anggaran penjualan; perbedaan tersebut menunjukkan tambahan atas atau pengurangan dari persediaan barang jadi. Tetapi, harga pokok penjualan yang dilaporkan dalam anggaran ringkasan adalah biaya standar dari produk yang dianggarkan akan dijual.
  • Beban Pemasaran
Beban pemasaran adalah beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penjualan. Sebagian besar dari jumlah yang tercantum dalam anggaran mungkin telah dikomitmen sebelum tahun tersebut dimulai. Jika anggaran tersebut adalah untuk suatu organisasi penjualan yang terdiri dari sejumlah tertentu kantor penjualan dengan jumlah karyawan tertentu, maka rencana-rencana untuk membuka ataupun menutup kantor penjualan dan untuk merektrut maupun melatih karyawan baru haruslah direncanakan jauh sebelum dimulainya tahun anggaran yang bersangkutan.
  • Beban logistik
Beban logistik biasanya dilaporkan secara terpisah dari beban untuk mendapatkan pesanan. Beban-beban tersebut mencakup entry pesanan, pergudangan dan pengambilan pesanan, transportasi ke konsumen, dan penagihan piutang. Secara konseptual, beban-beban ini memiliki perilaku yang lebih serupa dengan biaya produksi daripada biaya pemasaran; yaitu, banyak daripadanya yang merupakan biaya teknik.  Kendati demikian, banyak perusahaan yang memasukkan beban-beban tersebut dalam anggaran pemasaran, karena beban tersebut cenderung menjadi tanggung jawab dari organisasi pemasaran.
  • Beban Umum dan Administratif
Ini merupakan beban dari unit-unit staf, baik di kantor pusat maupun di unit bisnis. Secara keseluruhan, beban-beban ini merupakan biaya diskresioner, walaupun beberapa komponennnya (seperti biaya pembukuan dalam departemen akuntansi) merupakan biaya teknik.
  • Beban Penelitian dan Pengembangan
Anggaran penelitian dan pengembangan (litbang) menggunakan salah-satu dari dua pendekatan, atau kombinasi dari keduanya. Dalam pendekatan pertama, jumlah total merupakan fokusnya. Jumlah tersebut mungkin merupakan tingkat pengeluaran saat ini yang disesuaikan dengan inflasi; ataupun jumlah yang lebih besar, dengan keyakinan bahwa lebih banyak uang yang dapat dibelanjakan pada waktu yang baik, jika perusahaan memperkirakan suatu peningkatan dalam pendapatan penjualan atau jika terdapat peluang yang baik untuk mengembangkan suatu produk atau proses baru secara signifikan.
  • Pajak Penghasilan
Walaupun baris paling bawah adalah pendapatan setelah pajak penghasilan, beberapa perusahaan tidak mempertimbangkan pajak penghasilan dalam penyusunan anggaran untuk unit bisnis. Hal ini disebabkan karena kebijakan pajak penghasilan ditetapkan kantor pusat.
Anggaran-anggaran lain
Meskipun fokus utama adalah pada penyusunan anggaran operasi, anggaran yang lengkap juga meliputi anggaran modal, anggaran neraca, dan anggaran laporan arus kas.
  • Anggaran Modal
Anggaran modal menyatakan proyek-proyek modal yang telah disetujui, ditambah jumlah sekaligus untuk proyek-proyek kecil yang tidak memerlukan persetujuan tingkat yang lebih tinggi. Anggaran ini biasanya disusun secara terpisah dari anggaran operasi dan oleh orang yang berbeda.
  • Anggaran Neraca
Anggaran neraca menunjukkan implikasi neraca dari keputusan-keputusan yang tercakup dalam anggaran operasi maupun anggaran modal. Secara keseluruhan, anggaran neraca bukanlah alat pengendalian manajemen, namun beberapa bagiannya memang bermanfaat untuk pengendalian.
  • Anggaran laporan Arus Kas
Anggaran laporan arus kas menunjukkan berapa banyak yang yang dibutuhkan selama tahun tersebut yang akan dipasok laba ditahan dan berapa banyak, jika ada, yang harus diperoleh dari pinjaman atau dari sumber-sumber luar lainnya. Hal ini, tentunya, adalah penting untuk perencanaan keuangan.
  • Manajemen Berdasarkan Tujuan
Tujuan keuangan dimana manajer bertanggung jawab untuk mencapainya selama tahun anggaran ditetapkan dalam anggaran yang telah dijelaskan di atas. Implisit dalam jumlah anggaran juga terdapat tujuan-tujuan tertentu: membuka kantor penjualan baru, memperkenalkan lini produk baru, melatih kembali karyawan, memasang sistem komputer baru, dan seterusnya. Beberapa perusahaan membuat sasarannya menjadi eksplisit. Proses melaksanakan hal-hal tersebut disebut sebagai manajemen berdasarkan tujuan (Management by objective  MBO).

2.7  Proses Penyusunan Anggaran

1.    Organisasi
Departemen Anggaran dan Komite Anggaran
Departemen anggaran biasanya melapor ke kontroler korporat, menangani arus informasi dari sistem pengendalian manajemen. Komite anggaran terdiri dari anggota-anggota manajemen senior, seperti Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), dan Chief Financial Officer (CFO). Komite tersebut  meninjau dan menyetujui atau menyesuaikan masing-masing anggaran.
2.   Penerbitan Pedoman
Langkah pertama dalam proses penyusunan anggaran adalah mengembangkan pedoman yang mengatur penyusunan anggaran, untuk disebarkan ke semua manajer. Pedoman ini adalah yang dinyatakan secara implisit dalam rencana strategis dan dimodifikasi sesuai dengan perkembangan yang telah terjadi semenjak disetujui, khususnya kinerja perusahaan sampai tanggal tersebut dan prediksi terakhir.
3.   Usulan Awal Anggaran
Menggunakan pedoman tersebut, manajer pusat tanggung jawab, dibantu dengan stafnya, mengembangkan permintaan anggaran, Karena sebagian besar pusat tanggung jawab akan memulai tahun anggaran dengan fasilitas, karyawan, dan sumber daya lain yang sama seperti yang mereka miliki saat ini, maka anggaran ini didasarkan pada tingkatan yang ada, yang dikemudian dimodifikasi sesuai dengan pedoman.
4.   Negosiasi
Pembuat anggaran mendiskusikan usulan anggaran dengan atasannya. Ini merupakan inti dari proses tersebut. Alasan cenderung untuk menilai validitas dari tiap penyesuaian.
5.   Tinjauan dan Persetujuan
Usulan anggaran diajukan melalui beberapa tingkatan yang berjenjang dalam organisasi. Ketika usulan tersebut mencapai puncak dari unit bisnis, analis mengumpulkan potongan-potongan tersebut bersama-sama dan memeriksa totalnya. Sebagian, analisis mempelajari konsistensi-misalnya, apakah anggaran produksi konsisten dengan rencana volume penjualan? Persetujuan terakhir direkomendasikan oleh komite anggaran kepada CEO.  CEO juga menyerahkan anggaran yang telah disetujui kepada dewan direksi untuk disahkan. Hal ini terjadi pada bulan Desember, tepat sebelum awal tahun anggaran.
6. Revisi anggaran
Salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan anggaran adalah prosedur untuk merivisi anggaran setelah disetujui. jelasnya, jika dapat direvisi sesuai dengan keinginan membuat anggran , maka tidak ada gunanya meninjau dan menyetujui anggaran diawal. Dilain pihak, jika asumsi anggaran ternyata menjadi tidak realistis sehingga perbandingan angka aktual terhadap anggaran adalah  tidak berarti, maka revisi anggaran mungkin di inginkan.
Ada dua jenis umum revisi anggaran :
  1. Prosedur yang memungkinkan pemutakhiran anggaran secara sistematis (katakanlah, kuartalan).
  2. Prosedur yang memungkinkan adanya revisi dalam keadaan tertentu.
7. Anggaran kontinjensi
Bebrapa perusahaan secara rutin menyusun anggaran kontinjensi yang mengidentifikasikan tindakan-tindakan manajemen yang akan di ambil jika ada penurunan yang signifikan dalam volume penjualan dari apa yang telah di antisipasi ketika mengembangkan anggaran ( misalnya : tindakan yang akan di ambil berdasarkan penurunan 20% dari estimasi terbaik dari volume penjualan ). Anggaran kontinjensi menyediakan suatu cara yang cepat untuk menyesuaikan dengan kondisi yang berubah jika situasi telah tiba. Jika volume penjualan turun 20%, manajer unit bisnis dapat memutuskan sendiri, sesuai dengan anggaran kontinjensi yang telah ditentukan sebelumnya, tindakan harus di lakukan.
2.8 Aspek-aspek keperilakuan
1. Partisipasi dalam proses penyusunan anggaran
Suatu proses anggaran bisa bersifat dari “ atas-ke-bawah “ atau dari “ bawah-ke-atas .” dengan penyusunan anggaran dari atas-ke-bawah, manajemen senior ,menetapkan anggaran bagi tingkat yang lebih rendah. Dengan penyusunan anggaran dari bawah-ke-atas, manajer di tingkat yang lebih rendah berpartisipasi dalam menentukan besarnya anggaran .
Penelitian telah menunjukkan bahwa partisipasi anggaran (proses dimana pembuat anggaran ikut terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besarnya anggaran) mempunyai efek positif dari motivasi manajemen untuk 2 alasan:
1.     Ada penerimaan yang lebih besar dari tujuan  anggaran jika mereka merasa berada dalam kontrol manajer, dibandingkan dengan adanya paksaan dari luar. Hal ini menuju pada kepada tanggung jawab individu untuk mencapai tujuan.
2.    Hasil partisipasi pembuatan anggaran adalah pertukaran informasi yang efektif. Besar anggaran yang disetujui merupakan hasil dari keahlian dan pengetahuan pembuat anggaran, yang dekat dengan lingkungan produk/pasar. Lebih lanjut, pembuat anggaran mempunyai pengertian yang lebih untuk pekerjaan mereka melalui interaksi dengan atasan selama tahap pemeriksaan dan persetujuan.
2. tingkat kesulitan dari target anggaran
Anggaran yang ideal adalah anggaran yang menantang tapi dapat dicapai. Ada beberapa alasan manajemen senior menyetujui anggaran yang dapat dicapai untuk unit bisnis:
  • Jika target anggaran sulit, manajer akan mengambil tindakan jangka pendek yang mungkin tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang.
  • Target anggaran mengurangi motivasi manajer untuk memanupulasi data.
  • Mengungkapkan target laba ke analisis sekuritas, stockholder, dan pihak eksternal lain dengan perkiraan yang wajar
  • Anggaran yang sulit dicapai mengimplikasikan target penjualan terlalu optimis, hal ini mengarah pada komitmen yang berlebihan.
  • Pencapaian target manimbulkan suasana kemenangan dan sikap positif.
4. Keterlibatan Manajer Senior
Hal ini perlu agar sistem anggaran menjadi efektif dalam memotivasi pembuat anggaran.
5. Departemen Anggaran
Departemen ini harus menganalisis anggaran secara rinci dan harus yakin bahwa anggaran disusun dengan memadai dan informasinya akurat.
Teknik-teknik Kuantitatif
1. Simulasi
Simulasi adalah metode yang membangun model dari situasi riil dan kemudian memanipulasi model ini sedemikian rupa untuk mengambil kesimpulan tentang situasi riil.
2. Estimasi Probabilitas
Tiap angka dalam anggaran adalah estimasi titik, yaitu jumlah tunggal yang paling mungkin. Setelah anggaran disetujui, digunakan model komputer untuk mensubstitusi distribusi probabilitas untuk setiap estimasi titik, kemudian dijalankan beberapa kali, dan distribusi probabilitas dari perkiraan laba dapat dihitung dan digunakan untuk tujuan perencanaan. Ini disebut proses Monte Carlo.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan. Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu. Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
Karakteristik Anggaran :
  1. Anggaran mengestimasi  tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
  2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
  3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun
  4. Anggaran merupakan komitmen manajemen
  5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
  6. Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
  7. Secara periodik, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya dan dijelaskan
Kegunaan anggaran :
  1. Memperjelas rencana strategi
  2. Membantu koordinasikan kegiatan beberapa  bagian dari suatu organisasi
  3. Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer
  4. Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer
Isi anggaran :
  1. Anggaran pendapatan
  2. Anggaran Biaya produksi dan Biaya penjualan
  3. Anggaran biaya pemasaran
  4. Anggaran Biaya Adiministrasi dan Umum
  5. Anggaran litbang
  6. Anggaran lainnya : anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas
Proses penyusunan anggaran :
  1. Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
  2. Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
  3. Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
  4. Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan  biaya
  5. Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
  6. Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus
DAFTAR PUSTAKA
Robert N.Anthony Vijay Govindarajan. Management Control System, penerbit Salemba Empat,2005.
Anthony, Robert N. The Management Control Function. Boston: Harvard Business School Press, 1989.
Kaplan, Robert, dan David Norton. Balanced Scorecard. Boston: Harvard Business School Press, 1996.

Sumber :Yuni Mirati
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

STRATEGI MARKETING FRISIAN FLAG

Baca Juga

ARTIKEL PESAING
STRATEGI MARKETING FRISIAN FLAG


Dalam era globalisasi seperti saat ini, perusahan dituntut agar bisa menciptakan sebuah produk yang mampu bersaing dengan produk yang lain apabila ingin tetap bertahan dalam arus persaingan bisnis. Banyaknya pesaing baru yang bermunculan dengan strategi pemasaran yang baru pula akan membuat persaingan semakin ketat dan memanas. Suatu perusahaan dapat menjadi pemenang dalam persaingan bisnisnya apabila perusahaan mampu menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya. Dan sudah tentu perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan yang besar pula.

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahaan-perusahaan untuk memasarkan produk-produk perusahaan tersebut. Perusahaan dalam negeri maupun perusahaan asing berusaha mendirikan usaha bisnis dan menciptakan jenis-jenis produk yang nantinya akan digemari oleh calon pelanggan. Persaingan memperebutkan calon pelanggan oleh masing-masing perusahaan pun akan semakin gencar dan semakin ketat.

Untuk itu Frisian Flag tidak hanya menghasilkan susu berkualitas tinggi, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan pembangunan social sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, peternak, masyarakat, dan lingkungan dalam semua aspek operasional perusahaan. 
  • VISI

Memberikan kontribusi yang membangun ke arah transisi menuju masa depan yang lebih berkesinambungan dan ketersediaan pangan yang lebih terjamin.
  • MISI
  1. Memerangi kekurangan gizi.
  2. Mengembangkan standar di bidang peternakan sapi perah yang bertanggung jawab.
  3. Pemanfaatan yang lebih efisien terhadap bahan baku dan sumber daya manusia.
  4. Membantu peternak susu meningkatkan kualitas, produktivitas dan bisnis susu, dengan demikian produksi pangan lokal akan tetap terjamin.

STRATEGI BERSAING FRISIAN FLAG

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.

Menurut Kotler dan Amstrong (2001) mengatakan bahwa pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain.

Definisi dari American Marketing Association (AMA) dalam Lamb (2001) menyebutkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.

Strategi bersaing yang digunakan PT. Frisian Flag



Kemampuan kerja harus mampu ditampilkan oleh kemasan. Kemampuan kerja dapat berupa, kemampuan melindungi isi produk, kemudahan penyimpanan, kemundahan menggunakan produk, melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan. Frisian flag menggunakan strategi diferensiasi pada kemasannya. Kemasan Frisian Flag menampilkan kinerja yang mampu memuat susu segar yang lebih besar, yaitu 800 ml. Kemasan Frisian Flag mempunyai kemampuan untuk melindungi isi produk dalam jangka yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan. Kemasan Frisian Flag juga mampu melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan Iklan Frisian Flag juga ditnjukkan pada anak balita.

Disamping itu produk fisik perlu juga label untuk kepentingan identifikasi, penentuan jenjang, uraian penjelasan serta promosi. Pada umumnya setiap undang-undang menentapkan peraturan agar produsen mencatumkan informasi tertentu pada label tentang produk untuk kejelasan dan perlindungan konsumen.

Selain strategi diferensiasi pada kemasannya, frisian flag juga menggunakan strategi fokus, dimana frisian flag lebih berfokus pada produksi susu saja. setelah 91 tahun lebih berkiprah di industri susu, Frisian Flag juga melakukan perluasan lini produk dengan menggarap pasar ibu hamil melalui susu Frisian Flag Mama. Seperti apa strategi marketingnya ?

Fase kehamilan merupakan fase yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kehamilan menjadi periode yang menentukan bagi pembentukan generasi berikutnya, karena pembentukan organ yang menentukan tingkat kecerdasan dimulai sejak awal kehamilan. Oleh sebab itu, ibu hamil memerlukan asupan pangan lebih banyak ketimbang saat belum hamil, untuk dirinya sekaligus bayi yang dikandung. Salah satu cara untuk melengkapi asupan pangan tersebut adalah melalui susu. Susu yang diperuntukkan bagi ibu hamil umumnya memang diperkaya dengan protein tertentu yang lengkap untuk menyehatkan bayi.

Bagi produsen, aktivitas meminum susu dari para ibu hamil ini merupakan protein pasar yang menggiurkan. Bukan hanya karena jumlah angka kehamilan yang terus naik dari tahun ke tahun, melainkan juga karena jangka waktu/durasi konsumsi dari ibu hamil yang cukup panjang, yakni sembilan bulan lebih. Tidak heran jika segmen ibu hamil ini mulai ramai dibidik oleh pemilik brand. Hal yang sama juga dilakukan oleh PT Frisian Flag Indonesia melalui produk baru, Frisian Flag (FF) Mama.

Menurut Davy Djohan, Marketing Manager Frisian Flag Indonesia mengungkapkan bahwa “kami sadar betul keperluan nutrisi seorang anak bukanlah pada saat dia sudah lahir, melainkan pada saat sembilan bulan di dalam kandungan”. Jadi, karena Frisian Flag memang mengkhususkan diri pada nutrisi anak, belumlah lengkap bila pemberian nutrisi anak tidak dimulai sejak masa kehamilan sang ibu. Davy juga menjelakan bahwa sebagai strategi untuk menjadi pembeda dengan pesaing, susu FF Mama memiliki kandungan nutrisi lebih lengkap dengan standar internasional yang dirumuskan di Belanda. Selain itu, susu FF Mama ini juga diluncurkan dengan rasa cokelat yang menurutnya menjadi favorit bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

Rasa menjadi penting sekali karena masyarakat Indonesia tidak terlahir dengan kebiasaan rutin untuk minum susu, sehingga tidak jarang problem mual dijumpai. Rasa cokelat ini membuat FF Mama tidak terlalu terasa susu meskipun kandungannnya tetap layaknya susu. Produk yang dihadirkan ke pasaran sejak Juli 2012 ini tersedia dalam kemasan boks 200 gram dengan banderol harga Rp. 26.000. “Kami telah mengevaluasi market, dan hasilnya harga tersebut sangat affordable,”ujar Davy.
Ia juga sangat optimistis langkah Frisan Flag merambah pasar ibu hamil melalui susu FF Mama ini akan mendapat sambutan yang baik apabila didukung dengan edukasi mengenai pentingnya susu bagi ibu hamil dan aktivitas peningkatan awareness.

Menurut Davy “Penetrasi di pasar ini masih sangat rendah, hanya berkisar 20%. Itu dikarenakan kurang tahunya para ibu akan manfaat susu bagi janin mereka. Jadi, kami yakin bahwa dengan edukasi yang baik, potensi dari market ini akan bisa kami kembangkan. Susu memberikan rasa aman akan jumlah nutrisi yang dikonsumsi ibu bagi bayinya selama hamil”.

Educational Marketing tersebut nantinya akan berbentuk seminar, artikel, talkshow di radio, grup diskusi dengan komunitas, road show, dan sebagainya. Rangkain kegiatan tersebut juga akan disinergikan dengan komunikasi produk melalui channel konvensional dan digital. Namun, Davy menambahkan, sesuai dengan target pasarnya, kampanye susu FF Mama ini akan diprioritaskan pada kegiatan below the line (BTL) sebesar 75% dan 25% pada aktivitas above the line (ATL). Ibu-ibu lebih memerlukan edukasi dengan sistem yang menyeluruh. Mulai dari pemahaman mengenai manfaat, kandungan nutrisi, sampai uji coba secara langsung.

Soal distribusi, susu FF Mama saat ini difokuskan untuk kota-kota besar dengan saluran ditribusi di Indomaret, Carefour, Giant, dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan akan diperluas distribusinya ke daerah-daerah mengingat besarnya kebutuhan dan permasalahan gizi yang terjadi disana. Baginya target yang jauh lebih utama adalah berkontribusi dalam memberikan manfaat bagi anak dan ibu hamil di Indonesia dengan pola educational marketing. Dengan pengalaman lebih dari 91 tahun dalam menyediakan nutrisi bagi keluarga Indonesia, susu hadir dengan inovasi bru yakni Frisian Flag Mama agar para ibu dan janinnya dapat memperoleh nutrisi yang lengkap.

Dia menambahkan, nutrisi yang baik untuk ibu dan janin saja belum cukup, hal ini juga mesti disertai sentuhan kasih sayang dan perhatian dari keluarga terdekat, terutama sang suami. Davy benar, aspek eduaksi inilah yang sering terlewatkan dalam kampanye keluarga sehat di Indonesia, bahwa para suami juga harus menunjukkan kepeduliannya jika ingin menciptakan keluarga yang sehat.

Analisa Promotion Mix

Menurut hasil pencarian di google,Kotler (2005: 264-312), mengatakan bahwa unsur bauran promosi (promotion mix) terdiri atas lima perangkat utama, yaitu:
  1. Advertising : merupakan semua penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi produk atau jasa yang dilakukan sponsor tertentu yang dibayar.
  2. Sales Promotion : berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
  3. Public relation and publicity : berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
  4. Personal Selling : Interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih untuk melakukan suatu presentasi, menjawab langsung dan menerima pesanan.
  5. Direct marketing : penggunaan surat, telepon, faxsimail, e-mail dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

analisis brand produk susu frisian flag :

Dikenal dengan nama Susu Bendera oleh masyarakat Indonesia, Frisian Flag telah memimpin industri susu nasional selama lebih dari 91 tahun sejak tahun 1922. Tak heran jika Frisian Flag kini identik dengan susu dan pertumbuhan dari generasi ke generasi.

Selain memproduksi susu yang bernilai gizi tinggi, FFI (Frisian Flag Indonesia) juga bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan pengembangan kemasyarakatan dalam berbagai bidang yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Program tersebut diantaranya:
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup para peternak di beberapa daerah. Dalam hal ini FFI memfokuskan kegiatannya dengan memberikan bantuan untuk program-program kemasyarakatan yang sudah ada seperti peningkatan kualitas air, perbaikan sanitasi lingkungan dan melalukan pendidikan gizi. Di bidang kesehatan meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Posyandu Balita, PAUD, dan Pos Lansia.
  • Frisian Flag juga akan memberikan sebuah container cantik setiap pembelian produk-produknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  •  Frisian Flag Indonesia mengadakan Frisian Flag Milk Day dibeberapa daerah.
  • Peluncuran produk-produk Frisian Flag juga didukung oleh iklan di TV, iklan media cetak, serta artikel yang bersifat edukatif di beberapa media utama serta promosi in-store dan program edukasi sekolah.
Analisis SWOT
STRENGTH
  • Rasa susu kental manisnya yang khas memang sudah melegenda dari semenjak orang tua,kakek nenek kita sampai sekarang, sudah membuat susu bendera di ingat dibenak para masyarakat Indonesia
  • Produk-produknya yang meyertakan gambar bendera disetiap kemasan yang mudah diingat oleh setiap kalangan.
  • Susu bendera dengan produk susu kental manis yang pas untuk tambahan rasa dalam minuman kopi, teh, es teller, es campur, juga aneka jus
  • Susu bendera mengandung manfaat alami protein, dan diproses secara modern, dan menggunaka formula yang tepat untuk memastikan produk yang berkualitas tinggi,
  • Produk dikemas dengan bahan-bahan yang sudah disterilkan untuk menjaga kualitas susu.
  • Frisian Flag memiliki peternakan sendiri sehingga daat memastikan Susu yang diperoleh adalah susu segar dan berkualitas tinggi

WEAKNESS
  • Kurangnya penelitian dan pengembangan jenis-jenis susu kental manis.
  • Kurangnya promosi di kalangan masyarakat yang berkaitan tentang produk susu kental manis.
  • Kandungan gula yang tinggi cenderung banyak dihindari.

OPPURTUNITIES
  • Mulai muncul kesadaran yang tinggi untuk mengkonsumsi susu setiap hari.
  • Indonesia memiliki target pasar yang besar, dan belum banyak pesaing yang berkecimpung didalamnya.
  • Indonesia memiliki ladang peternakan yang baik.
  • Susu kental manis tidak hanya dikonsumsi langsung namun dapat menjadi tambahan rasa pada minuman dan makanan.
  • Harga susu kental manis yang mudah terjangkau oleh masyarakat.

THREAT
1.      Harga produk susu kental manis frisian flag cenderung lebih mahal dari kompetitornya.
2.      Persaingan produk yang memiliki kesamaan baik kandungan maupun rasa.
3.      Masyarakat kini banyak yang mulai beralih ke produk susu yang berbasis low fat.
4.      Adanya pemalsuan produk dari oknum yang tidak bertanggung jawab

Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka simpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut. Dikenal dengan nama Susu Bendera oleh masyarakat Indonesia, Frisian Flag telah memimpin industri susu nasional selama lebih dari 91 tahun sejak tahun 1922. Tak heran jika Frisian Flag kini identik dengan susu dan pertumbuhan dari generasi ke generasi.

Selain memproduksi susu yang bernilai gizi tinggi, FFI (Frisian Flag Indonesia) juga bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan pengembangan kemasyarakatan. Program tersebut diantaranya:
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup para peternak di beberapa daerah.
  • Frisian Flag juga akan memberikan sebuah container cantik setiap pembelian produk-produknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
ü  Frisian Flag Indonesia mengadakan Frisian Flag Milk Day dibeberapa daerah.
ü  Peluncuran produk-produk Frisian Flag juga didukung oleh iklan di TV, iklan media cetak, serta artikel yang bersifat edukatif di beberapa media utama serta promosi in-store dan program edukasi sekolah.

Saran

Berdasarkan simpulan di atas, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
Oleh karena telah lamanya pemasaran susu Frisian Flag di Indonesia, Frisian Flag harus tetap menjaga kualitas produknya agar tetap menjadi yang terbaik. Frisian flag juga harus melakukan inovasi dan pengembangan terus menerus. Promosi juga harus lebih efektif dan efisien agar produk yang sudah dikenal ini akan terus diminati dan tidak kalah dalam persaingan dengan merek atau brand produk susu lainnya.

  
DAFTAR PUSTAKA

http://derrymayendra.blogspot.co.id/2012/12/analisis-swot-dan-company-profilept.html
http://msuyanto.com/baru/wp-content/uploads/2008/09/strategi-penetapan-produk.doc
http://zhemwelelanor.blogspot.co.id/2016/08/strategi-bersaing-dan-strategi-plc-pt.html
https://www.frisianflag.com/tentang-kami/frisian-flag-indonesia/
https://derdan-company-profilept.htmlrymayendra.blogspot.co.id/2012/12/analisis-swot-


Sumber            : Noviana Rinjani

Editor              : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...