Baca Juga
STATISTIKA
DESKRIPTIF
1.1
PENGANTAR
Upaya
memperoleh dan mengolah informasi statistik mempunyai sejarah yang sangat
panjang, sepanjang peradaban manusia. Pada jaman sebelum masehi, bangsa-bangsa
di mesopotamia, mesir, dan cina telah mengumpulkan data statistik untuk
memperoleh informasi tentang berapa pajak yang harus dibayar oleh setiap
penduduk, berapa hasil pertanian yang mampu diproduksi, berapa cepat atlet lari
dan sebagainya. Pada abad pertengahan, lembaga gereja menggunakan satistika
untuk mencatat jumlah kelahiran, kematian, dan perkawinan.
Pada
saat ini statistika telah berkembang jauh, seiring dengan telah ditemukan dan
berkembangnya teori peluang. Statistika telah memungkinkan untuk melihat jauh
kedepan diluar data itu sendiri. Statistika pada tahun 1990-an telah memasuki
wilayah pengambilan keputusan melalui proses generalisasi dan peramalan dengan
memperhatikan faktor resiko dan ketidakpastian.
Sedemikian
jauh telah terlihat bahwa peranan statistika relatif luas dan penting.
Statistika yang dimulai dengan pengumpulan dan penyajian data, kemudian semakin
berkembang dengan ditemukannya teori probabilitas dan teori pengambilan
keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari agar efisien pada
semua bidang baik ekonomi, manajemen, maupun teknik.
1.2 PENGERTIAN
DAN PENGGUNAAN STATISTIKA
Statistika
adalah ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan
menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan
keputusan yang efektif.
Istilah
statistika perlu dipahami mempunyai makna yang berbeda dengan statistik.
Istilah statistik dapat diartikan sebagai suatu kumpulan angka yang tersusun
lebih dari satu angka.
Statistika
seperti dikemukakan pada sub-bab didepan mempunyai kegunaan yang luas dalam
bisnis dan bidang-bidang lainnya. Statistika dipergunakan dalam bidang
pemasaran, akuntansi, manajemen, pengawasan mutu, melihat kepuasan konsumen,
dan sebagainya. Berikut beberapa pihak yang berkepentingan dengan statistika
terkait dengan bidang bisnis, manajemen, akuntansi, dan keuangan.
|
Pengguna statistika
|
Masalah yang dihadapi
|
|
Manajemen
|
|
|
Akuntansi
|
|
|
Pemasaran
|
|
|
Keuangan
|
|
|
Ekonomi
pembangunan
|
|
|
Agribisnis
|
|
Selain dalam
bidang ekonomi, statistika juga digunakan dalam bidang teknik, pertanian,
komunikasi dan bidang lainnya.
1.3 JENIS-JENIS
STATISTIKA
Berdasarkan
pada definisi statistika dibagi dalam dua jenis yaitu statistika deskriptif dan
dan statistika induktif. Beberapa buku statistika menyebutnya dengan statistika
inferensia.
Statistika deskriptif adalah metode statistika
yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah
dikumpulkan menjadi sebuah informasi.
Statistika
deskriptif mempunyai kegiatan mulai dari pengumpulan data, mengolah, dan
menyajikan data. Penyajian data dapat berbentuk tabel, diagram, ukuran, dan
gambar.
Statistika induktif adalah metode yang
digunakan untuk mengetahui tentang sebuah populasi berdasarkan suatu smpel atau
contoh dengan menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi sebuah
kesimpulan.
Populasi adalah sebuah kumpulan dari semua
kemungkinan orang-orang, benda-benda dan ukuran lain dari obyek yang menjadi
perhatian.
Sampel adalah suatu bagian dari populasi
tertentu yang menjadi perhatian.
1.4 JENIS-JENIS DATA
Jenis
data dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (A) data yang diperoleh dari
sampel atau populasi berupa data kuantitatif, data tersebut bukan berupa angka
dan disebut dengan data kualitatif atau
atribut. (B) data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data
kuantitatif atau data berupa angka dan disebut dengan data kuantitatif.
Diagram
jenis-jenis data dapat disajikan sebagai berikut :
data kualitatif merupakan data non angka (numerik) seperti jenis kelamin, warna kesayangan, dan asal suku. Data kualitatif digunakan apabila kita tertarik melihat proporsi atau bagian yang termasuk dalam katagori.
data kuantitatif merupakan data angka atau
numerik seperti jumlah mobil, jumlah tv yang dijual suatu toko, berat badan,
jarak solo-jakarta, dan sebagainya. Semua ukuran tersebut berupa angka. Data
kuantutatif dibedakan menjadi dua bagian yaitu data diskret dan data kontinu.
Data diskret merupakan data kuantitatif
yang nilainya khusus dan merupakan hasil perhitungan serta biasanya berupa
bilangan bulat. Data diskret seperti jumlah mobil dan sebagainya, jadi datan
diskret biasanya berupa angka bulat.
Data kontinu merupakan data kuantitatif
yang nilanya menempati semua interval pengukuran dan merupakan hasil pengukuran
serta bisa berupa bilangan pecahan dan bulat. tinggi badan, luas rumah, panjang
jalan dan lain-lainnya yang merupakan hasil pengukuran merupakan data kontinu.
Selain
pembagian kualitatif, kuantitatif, diskret, dan kontinu, ada yang membagi data
dalam data primer dan data skunder. Data
primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau objek
penelitian. Data sekunder merupakan
data yang sudah diterbitkan atau digunakan pihak lain.
1.5 SUMBER DATA STATISTIK
Sumber
data sekunder:
- Badan pusat statistik (BPS) banyak menerbitkan data baik bulanan maupun tahunan. Statistik indonesia mencakup data ekonomi indonesia seperti indeks harga konsumen, inflasi, pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional. Data sektoral juga ada seperti produksi, konsumsi, ekspor, dan impor komoditi penting. Data sosial seperti kependudukan, pendidikan, dan ketenagakerjaan juga anda bisa dapatkan. BPS juga menerbitkan indikator ekonomi yang bersifat bulanan. Anda juga bisa mengunjungi website BPS di http://www.bps.go.id
- Bank Indonesia (BI) setiap bulan, triwulan, dan tahunan menerbitkan laporan perbankan ekonomi keuangan dan kerja sama internasional. Laporan ini memberikan data perkembangan ekonomi dunia, perkembangan pasar keuangan, kerja sama internasional, dan lain-lain. Anda bisa menghubungi direktorat riset ekonomi dan kebijakan moneter BI, atau anda bisa mengunjungi website BI di http://www.bankindonesia.go.id
- Selain BPS dan BI beberapa data produksi, konsumsi dan data lain yang bersifat khusus, anda dapat mencari di departemen masing-masing seperti didepartemen perindustrian dan perdagangan, departemen pertanian, departemen keuangan, dan lain-lain.
Sumber data primer:
- Wawancara langsung dengan objek penelitian atau responden baik dengan tatap muka, melalui telephon, atau melalui panduan kuesioner yaitu berupa pertanyaan yang sudah disiapkan dan akan diisi oleh responden.,
- Wawancara tidak langsung dilakukan menggunakan pihak ketiga atau informan. Pihak informan yang menanyakan pada responden berdasarkan panduan pertanyaan dari bahan penelitian. Cara ini dilakukan apabila ada kecenderungan ketertutupan dari pihak responden atau untuk menghindari jawaban tidak jujur.
- Mengirim kuesioner pada responden. Kuesioner dapat dikirimkan melalui pos, email, atau bersama barang yang diperjual belikan. Untuk mendapatkan data primer, baik wawancara langsung, tidak langsung, maupun mengirim kuesioner membutuhkan serangkaian pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
1.6 SKALA PENGUKURAN
1. Skala NominalSkala nominal adalah ukuran yang paling sederhana, dimana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja, dan tidak menunjukan tingkatan apa-apa.2. Skala OrdinalSkala ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ordinal digunakan untuk mengurutkan objek atau data yang terendah sampai data tertinggi atau sebaliknya.3. Skala IntervalSkala interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan ciri dari objek yang diukur.4. Skala RasioSkala rasio adalah skala yang mencakup semua skala, disamping memberikan keterangan tentang nilai absolute dari objek yang diukur. Angka pada skala rasio menunjukan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. Perbedaan utama antara skala interval dan rasio adalah (a) data skala rasio memiliki titik nol yang mempunyai arti, (b) rasio antara keduanya juga mempunyai arti.
BAB
2
PENYAJIAN
DATA
2.1 PENGANTAR
Banyak sekali
permasalahan ekonomi baik manajemen maupun akuntansi dan situasi ekonomi makro
yang dihadapi oleh manajer, direktur, pemilik perusahaan, bahkan karyawan dalam
suatu perusahaan. Terhadap suatu permasalahan yang dihadapi, seseorang haruslah
bertindak dengan cermat, dan tepat yaitu dimulai dengan melakukan pengumpulan
data yang terkait dengan permasalahan, menyajikan dan menata data menjadi
informasi yang tepat untuk pengambilan keputusan.
Langkah-langkah statistik deskriptif
2.2 DISTRIBUSI FREKUENSI
Distribusi
frekuensi adalah pengelompokan data kedalam beberapa kategori yang menunjukan banyaknya
data dalam setiap kategori, dan setiap data tidak dapat dimasukan kedalam dua
atau lebih kategori.
Langkah pertama adalah mengurutkan dT dari yang
terkecil ke yang terbesar atau sebalinya. Tujuan dari langkah ini adalah agar
memudahkan dalam melakukan penghitungan pada langkah ketiga.
Langkah kedua adalah membuat kategori atau kelas
yaitu data dimasukan kedalam kategori yang sama sehingga data dalam satu
kategori mempunyai karakteristik yang sama.
Untuk membuat
kategori atau kelas tidak ada ketentuan pasti yang mengatur berapa banyaknya
kelas. Jumlah kelas bisa hanya dua, tiga atau bahkan sepuluh atau lebih.
Langkah ketiga adalah melakukan penturusan atau
pentabulasian dari data mentah yang sudah diurutkan kedalam kelas interval yang
sudah dihasilkan pada langkah ketiga.
Setelah data
dikelompokkan dalam bentuk distribusi frekuensi terdapat keinginan untuk
melihat sebaran dalam bentuk persentase, berapa banyak data yang masuk dalam
suatu kategori atau kelas,. Keinginan mengubah bentuk dari frekuensi yang
absolute menjadi frekuensi yang relatif diharapkan dapat memudahkan dalam
membaca data secara tepat dan tidak kehilangan makna dari kandungan data.
2.3 PENYAJIAN
DATA
Grafik poligon
menghubungkan antara nilai tengah dengan jumlah frekuensi, grafik histogram
menghubungkan tepi kelas dengan jumlah frekuensi, sedang grafik ogif
menghubungkan tepi kelas dengan frekuensi kumulatif.
Batas kelas dalam suatu interval kelas atau
katagori terdiri dua macam yaitu batas kelas bawah yaitu nilai dalam suatu
interval kelas dan batas kelas atas yaitu nilai tertinggi dalam suatu interval
kelas.
Nilai tengah kelas adalah tanda atau penciri
dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap
mewakili suatu interval kelas.
Nilai tepi kelas adalah nilai batas kelas yang memisahkan nilai
antara kelas astu degan kelas lainnya.
Frekuensi kumulatif menunjukan seberapa besar jumlah frekuensi
pada tingkat kelas tertentu. Frekuensi kumulatif dibedakan menjadi dua bentuk
yaitu frekuensi kumulatif kurang dari yang merupakan penjumlahan dari
mulai frekuensi kelas terendah sampai kelas tertinggi dan jumlah akhirnya
merupakan jumlah data. Frekuensi kumulatif lebih dari merupakan
pengurangan dari jumlah data dengan frekuensi setiap kelas dimulai dari kelas
terendah dan jumlah akhirnya adalah nol.
2.3.1
HISTOGRAM
Histogram
merupakan bentuk diagram yang mudah dipahami. Histogram merupakan diagram
balok, karena frekuensi disajikan dalam bentuk balok. Histogram menghubungkan
antara tepi kelas interval pada sumbu horisontal (X) dan frekuensi setiap kelas
pada sumbu vertikal (Y).
2.3.2 poligon
Poligon hampir
sama dengan histogram, perbedaannya histogram menggunakan balok, sedangkan
poligon menggunakan garis yang menghubungkan titik-titik yang merupakan koordinat
antar nilai tengah kelas dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut. Titik
tengah kelas merupakan representasi dari karakter kelas dan nilai tengah ini
menggantikan posisi interval kelas pada
diagram histogram. Pada grafik poligon, sumbu horisontal merupakan nilai tengah
dan sumbu vertikal adalah jumlah frekuensi setiap kelas.
2.3.3 KURVA
OGIF
Kurva ogif
merupakan diagram garis yang menunjukan kombinasi antara interval kelas
dengan frekuensi kumulatif. Kurva ogif
menunjukan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu
horisontal pada kurva ogif menunjukan tepi interval kelas dan sumbu vertikal
menunjukan frekuensi kumulatif. Kurva ogif memudahkan kita untuk melihat
frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolut maupun nilai relatif pada
tungkat atau interval tertentu.
Sumber : Nur Litta
Editor : Admin Coretan Mahasiswa


