Baca Juga
Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 3
Bab 3
Konsep Dasar
Pengambilan Keputusan Manajemen
3.2 Tipe Kegiatan Manajemen
Kegiatan-kegiatan
manajemen mempengaruhi pengolahan informasi, karena informasi yang dibutuhkan
berbeda untuk masing-masing tingkatan. Kegiatan manajemen untuk masing-masing
tingkatan dapat dikategorikan sebagai berikut ini :
Merupakan kegiatan manajemen tingkat atas.
Wu (1984) mendefinisikan perencanaan
stratejik sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi. Anthony
dan Dearden (1980) mendefinisikan perencanaan stratejik sebagai proses
penentuan tujuan-tujuan dari organisasi dan strategi yang digunakan untuk
mencapai tujuan tersebut.
Pada dasarnyaperencanaan stratejik
meliputi :
a.
Proses Evaluasi Lingkungan Luar Organisasi
Pengaruh dari lingkungan luar dapat berupa
kesempatan pasar, tekhnologi, tekanan politik, sosial, persaingan, inflasi dan
lain sebagainya. Manajemen tingkat atas harus dapat bereaksiterhadap kesempatan
yang diberikn oleh lingkungan luar.
b.
Penetapan Tujuan
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh
organisasi berdasarkan visi yang dimiliki oleh manajemen. Tujuan yang
ditetapkan oleh manajemen atas bersifat jangka panjang.
c.
Penentuan
Strategi
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan
yang harus dilakukan oleh organsasi
dengan maksud untuk mencapai tujuannya. Dengan strategi semua kemampuan
yang berupa sumber-sumber daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat
dicapai. Strategi diformulasikan oleh manajemen tingkat atas dan
diimlementasikan oleh manajemen tingkat menengah dan manajemen tingkat baawah.
2.
Pengendalian
Manajemen (management control)
Merupakan kegiatan manajemen tigkat
menengah. Adalah sistem untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan
strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Taktik yang
dijalankan biasanya bersifat jangka pendek. Pusat peetanggung jawaban merupaka
komponen dari sistem pengendalian manajemen yang dapat berbenuk pusat biaya,
pusat laba, dan pusat investasi.
Di dalam pengendalian manajemen terdapat
proses yang menunjukkan apa yang harus dilakukanoleh manajer. Prosesnya terdir
dari, progamming, budgeting, dan operating and measurement,, serta pelaporan
dan analisis.
3.
Pengendalian
Operasi (Operational Control)
Merupakan kegiatan manajemen tingkat
bawah. Merupakan sistem untuk meyakinkan bahwa tiap tugas tertentu telah
dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasidilakukan dibawah
pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas tingkat bawah.
3.3
Tipe Keputusan Manajemen
Pengambilan
keputusan adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan alternatif untuk
mencapai sasaran. Secara ringkas, keputusan oleh manajemen dapat
diklasifikasikan dalam 3 tipe, yaitu :
- Keputusan terprogram (progammed decision)
Merupakan
keputusan yang berulang-ulang dan rutin. Contoh : keputusan pemesanan barang,
penagihan piutang, dan lain sebagainya.
- Keputusan Setengah Terprogram (semi-progammed decision)
Merupakan
keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berualang-ulang dan rutin,
dan sebagiantidak terstruktur. Contoh : keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih.
- Keputusan tidak terstruktur (nonprogammed decision)
Keputusan yang
tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi, biasanya diambiloleh
manajemen tingkatt atas. Penalaman manajer merupakan hal yang sangat penting
didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur.
3.4
Tipe Informasi
Sistem
informasi dapat menyediakan tipe informasi, masing-masing mempunyai arti yang
berbeda untuk masing-masing tingkata manajemen, yaitu :
1.
Informasi
Pengumpulan Data
Merupakan informasi yang berupa akumulasi
atau pengumpulan data untuk menawab pertanyaan “ apakah sudah mengerjakannya
dengan baik atau belum ?”. Informasi ini berguna bag manajemen tingkat bawah.
2.
Informasi
Pengarahan Perhatian
Merupakan informasi untuk membantu
manajemen memusatkan perhatian pada masalah yang menyimpang, ketidakberesan,
ketidakefisien, dan kesempatan yang dapat dilakukan. Informasi ini berguna
untuk manajemen tingkat menengah.
3.
Informasi
Pemecahan Masalah
Merupakan informasi untuk membantu manajer
atas mengambil kepuusan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Problem
solving biasanya dihubungkan dengan keputusan yang tidak berulang-ulang serta
situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukanoleh manajemen tngkat atas.
3.5
KARAKTERISTIK INFORMASI
Karakteristik informasi misalnya adalah kepadatan
informasinya, luas informasinya, frekuensi informasi, skedul informasinya,
waktu informasinya, akses informasinya dan sumber informasinya.
- Kepadatan Informasi
Karakteristik
informasi adalah terperinci(detail) dan kurang padat, karena terutama digunakan
untuk pengendalian oprasi.
- Luas Informasi
Karateristik
informasinya adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, karna digunakan oleh
manajer bawah yang mempunyai tugas yang kusus.
- Frekuensi Informasi
Frekuensi
informasi yang di terimanya adalah rutin karna di gunakan oleh manajer
bawah yang mempunyai tugas yang
terstruktur dengan pola yang berulang-ulang dari waktu ke waktu .
- Sekedul Informasi
Informasi
yang di terimanya mempunyai jadwal atau sekedul yang jelas dan periodik , karna
digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang tersetruktur .
- Waktu Informasi
Informasi
yang dibutuhkan adalah informasi historis, karna digunakan oleh manajer bawah
di dalam pengendalian operasi yang memeriksa tugas-tugas rutin yang sudah
terjadi.
- Akses Informasi
Membutuhkan
informasi yang periodenya jelas dan berulang-ulang, sehingga dapat disediakan
oleh bagian sistem informasi yang memberikan dalam bentuk laporan periodik.
- Sumber Informasi
Lebih
berfokus pada pengendalian operasi internal perusahaan, maka manajer-manajer
tingkat bawah lebih membutuhkan informasi dengan data yang bersumber dari
internal perusahaan sendiri.
3.6.PERAN MANAJEMEN
Menurut
Henry Mintzberg , ahli manajemen dari Kanada ,manajer mempunyai peran
beberapa peran yang diklarifikasikan
kedalam tiga kategori , yaitu peran hubungan personal (interpersonal), peran informasi (informational)
dan peran keputusan (decisional).
Peran
interpersonal, yaitu peran hubungan personal dapat terdiri dari figur kepala
(figure head), pemimpin (leader) Dan sebagai penghubung (liaison), sebagai
penghubung (liaison). Sebagai kepala
(figure head) manajer mewakili organisasi untuk kegiatan kegiatan diluar
organisasi . sebagai pemimpin (leader), manajer mengkoordinasi mengendalikan,
memotivasi dan mendukung bawahan bawahanya. Sebagai penghubung (liaison),
manajer menghubungkan personal personal di semua tingkat manajemen.
Untuk
menjalankan peranannya, manajer manajer di organisasi memebutuhkan system
informasi. System system informasi . ini dapat digunakan oleh manajer manajer
untuk mendukung kegiatan dan perananya.
Peran
manajer
|
System
informasi
|
Peran
interpersonal
Figurehead
Leader
Liaison
Peran
informasi
Nerve senter
Disseminator
Spokesman
Peran
keputusan
Enterpreneun
Disturbance handler
Resource allocator
Negotiator
|
Sistem
informasi eksekutif, system informasi manajemen
System
informasi eksekutif, system informasi manajemen
System
otomatisasi kantor
System
informasi manajemen
System
otomatisasi kantor (e-mail,
web-site)
System
informasi manajemen
System
informasi manajemen
System
informasi manajemen
Decision
support system (DSS)
System
informasi manajemen
|
37. TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan bukan proses satu
aktivitas saja , tetapi melewati beberapa aktivitas. Simon(1960) memperkenalkan
empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan, yaitu intelligence design,
choise dan implementation . Tahap pertama yaitu intelligence adalah tahap
pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permsalahanya. Pada tahap
pertama ini, informasi yang diikumpukan dapat diperoleh dari system informasi
manajemen. Tahap kedua yaitu design adalah tahap perancangan solusi dalam
bentuk alternative altenatif pemecahan masalah.
Tahap kedua ini dapat dilakukan dengan
menggunakan decision support system yang memberikan banyak alternatip pilihan
alternatip pilihan solusi yang dapat dipilih. Tahap ketiga yaitu choise adalah
tahap memilih solusi alternatip alternatip yang disediakan. Tahap ini juga
dapat dilakukan dengan memilih alternatip alternatip solusi yang disedikan
decision support system. Tahap keempat yaitu implementation adalah tahap
melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya. System system informasi yang dapat
digunakan untuk masing masing tahap kegiatan pengambilan keputusan dapat
dilihat di gambar berikut :
Tahapan
pengambilan keputusan
|
System
informasi
|
Inteligence
Design
Choise
Implementation
|
Sistem
informasi manajemen
Decision support system
Decision support system
|
38. SISTEM SISTEM INFORMASI DI FUNGSI
FUNGSI ORGANISASI
System system informasi dapat diterapkan
secara internal dan eksternal, system system informasi yang ada ditarik ke luar
menjangkau ke pemasok dan pelanggan. Secara internal, system system informasi dapat diterapkan dalam
fungsi fungsi organisasi atau di tingkat tingkatan organisasi.
Tergantung
dari perusahanya,jika struktur organisasi didasarkan pada fungsi fungsi
organisasinya, maka unit unit di perusahaan dikelompokan ke dalam beberapa
fungsi atau departemen seperti akutansi,keuangan, pemasaran, produksi, sumber daya manusia dan lain sebagainya.
Konsep system informasi di bab 2 yang terdiri dari enam komponen jika
diterapkan kedalam fungsi akutansi akan menjadi system informasi akutansi (accounting informationsystem). Jika
konsep system yang sama diterapkan difungsi keuangan, maka akan menjadi system
informasi keuangan (financial information
system)
3.9.SISTEM
SISTEM INFORMASI DITINGKATAN ORGNISASI
Perkembangan persaingan menyebabkan
manajer manajer fungsi merasa tidak
cukup mendapaktan informasi dari system informasi dari system informasi
manajemen difungsinya, karena system informasi fungsional ini hanya menyediakan
informasi yang rutin. Karena persaingan yang lebih kompleks memaksa manajer
untuk medapatkan informasi yang lebih tepat waktu untuk mendukung permasalahan
mereka yang ad-hoc. untuk keperluan
ini, manajemen membutukan system system infromasi tambahan yang khusus yang
berbeda untuk masing masing tingkatanya (lihat bab 1).
3.10. KERANGKA KERJA SISTEM INFORMASI
Dari pembahasan pembahasan sebelumnya
dapat di rangkumkan sebagai berikut ini.
- Manajemen mempunyai tingkatan yang berbeda, yaitu tingkatan bawah menengah atas.
- Kegiatan manajemen masing masing tingkatan berbeda, yaitu pengendalian operasi untuk manajemen tingkat bawah, pengendalian manajemen untuk tingkat menengah dan perencanaan stratejik untuk tingkat atas
- Karena tipe kegiatan manajemenya yang berbeda untuk tiap tingkatanya, maka karakteristik kegiatanya juga berbeda untuk masing masing tingkatan, misalnya untuk tingkatan bawah lebih terrstruktur dan berulang ulang,sedang untuk tingkat atas lebih tidak terstruktur atau tidak berulang ulang
- Karena ketiga tingkatan manajemen mempunyai tipe karakteristik kegiatanya yang berbeda, maka informasi yang dibutuhkan oleh masing masing tingkatkan juga berbeda. Tipe informasi untuk tingkat bawah lebih ke pengumpulan dan tabulasi data yang disebut dengan informasi pengumpulan data(scorekeeping information)
- Tipe informasi ini berbeda untuk kegiatan tingkatan manajemen berbeda. Karena informasi ini berbeda, maka karakterisktik informasi yang disajikan juga berbeda supaya memenuhi kebutuhan manajemen yang menggunakanya. Misalnya untuk manajemen bawah, informasi yang disajikan harus terinci (untuk pengawasan internal) dan dapat diserahkan secara periodik (karena kegiatan manajemenya terstruktur dan berulang-ulang secara rutin dan jelas),sehingga untuk manajemen bawah disajikan sewaktu waktu dibutuhkan (karena kegiatan manajemennya)
- Dari tipe dan karakterisktik kegiatan manajemen dan informasi yang dibutuhkan, maka dapat ditentukan system system yang diperlunkanya, misalnya Executiv information system (EID) untuk manajemen tingkat atas, DSS dan ES untuk manajemen tingkat menengah. Misalnya EIS, dengan mengetahui tipe dan karakteristik informasi yang dibutuhkan, maka system EIS ini harus dirancang dan mempunyai karakteristik yang sesuai dengan karakteristik kegiatan manajemen dan karakteristik informasi yang dibutuhkanya, yaitu EIS harus berupa system on-line, informasinya tersaring dan padat, sumber informasinya .
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas