Baca Juga
Makalah Sumber Daya Manusia (SDM) -Bagian 3
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 AnalisisKeterkaitan Insentif dengan Prestasi Kerja
Perusahaan-perusahaan meyakini bahwa sistem imbalan pada
umumnya dan sistem insentif pada khususnya mempengaruhi kinerja (prestasi
kerja). Selain itu, banyak karyawan yang lebih menyukai bahwa bayaran mereka
dikaitkan dengan prestasi kerja masing-masing.
Insentif dan prestasi kerja adalah bagian dari pengelolaan yang kompleks untuk
menyatakan dan mempertahankan hubungan kerja di antara perusahaan dan karyawan.
Kedua hal tersebut mendemonstrasikan tidak hanya apa yang hendak dicapai oleh
manajemen, namun juga keyakinan manajemen tentang hubungan tersebut.
Untuk jelasnya penulis akan uraikan alasan-alasan mengaitkan bayaran dengan
prestasi kerja menurut Simamora (1997;624),yaitu sebagai berikut :
1. Motivasi
Teori
harapan/ekspektasi (expectancy theory) yang dikedepankan oleh Vroom
menyatakan bahwa kaitan prestasi kerja dan pembayaran adalah esensial untuk
memotivasi peningkatan prestasi kerja.
2. Retensi
Mengaitkan
bayaran dengan Prestasi kerja kemungkinan akan membantu memperbaiki komposisi
tenaga kerja. Karyawan – karyawan yang baik akan cenderung mendapatkan bagian
yang lebih besar dari sumber daya kompensasi dan dengan demikian termotivasi
untuk tetap bersama organisasi. Karyawan-karyawan yang di bawah rata-rata akan
menjadi kecil hati dan meninggalkan organisasi.
3.
Produktivitas
Pada
saat prestasi kerja dikaitkan dengan imbalan-imbalan, orang-orang dengan
produktivitas tinggi akan lebih termotivasi untuk bekerja.
4.
Penghematan – penghematan Biaya
Manfaat
paling kentara dari bayaran berdasarkan prestasi kerja adalah kapabilitas
mengaitkan biaya-biaya konpensasi dengan hasil-hasil produktivitas. Dengan
mendasarkan bayaran atas kinerja, perusahaan dapat memastikan bahwa biaya-biaya
konpensasi akan bertalian dengan hasil-hasil organisasional.
5.
Sasaran-sasaran Organisasional
Selalu
merupakan suatu tantangan untuk memastikan bahwa semua karyawan memahami betul
tujuan-tujuan organisasi. Dengan mengaitkan bayaran dengan prestasi kerja yang
ditetapkan secara organisasional, adalah mungkin memastikan bahwa
sasaran-sasaran individu adalah sejalan dengan tujuan-tujuan organisasional.
Karyawan-karyawan yang upaya-upayanya tidak sinkron dengan tujuan-tujuan
organisasi tidak bakal menikmati bagian imbalan yang setimpal.
3.2 Analisis Pendapat Karyawan Terhadap
Pemberian Insentif
Untuk menganalisis pelaksanaan pemberian insentif yang erat
kaitannnya dengan prestasi kerja para karyawan , maka akan dinilai menurut
beberapa pedoman dalam pemberian insentif yang bersangkutan , diantaranya
adalah :
1.
Memastikan upaya untuk memperoleh balas jasa
Insentif
adalah balas jasa yang diberikan untuk mempengaruhi karyawan agar termotivasi
untuk berprestasi dalam bekerja. Sehingga setiap karyawan merasa bahwa segala
upaya yang mereka lakukan dan memberikan manfaat kepada perusahaan itu
mendapatkan balas jasa yang adil. Pemberian insentif ini hendaknya menyediakan
balas jasa kepada karyawan dalam proporsi yang sesuai dengan dorongan dan
peningkatan prestasi kerja karyawan .
1.
Balas Jasa yang Tersedia Bernilai
bagi karyawan
Perusahaan
memberikan imbalan yang menarik pada karyawan atas kontribusi yang diberikan
yaitu sejumlah uang yang memiliki nilai yang berarti bagi karyawan. Hal ini dikarenakan
selain menerima gaji pokok, karyawan juga ingin menerima insentif yang dapat
dijadikan tambahan yang bernilai. Sehingga karyawan mampu memenuhi kebutuhan
hidupnya.
3. Program Insentif Mudah Dipahami oleh para karyawan
Perusahaan
dalam menetapkan kebijaksanaan insentif tersebut berusaha agar karyawan dapat
dengan mudah menghitung sendiri insentif yang akan mereka terima karena
perhitungannya tidak dibuat sukar. Besarnya pemberian insentif ini dibedakan
untuk setiap tingkat usaha yang dilakukan.
4. Jaminan Pekerjaan
Dalam
melaksanakan sistem imbalannya, sebaiknya perusahaan berusaha untuk menciptakan
jaminan pekerjaan, agar para karyawan merasa nyaman, aman, dan tenang dalam
melakukan pekerjaannya.
5. Kebijakan Perusahaan
PT.
Dunkindo Lestari selama ini merasa telah memberikan balas jasa yang sesuai agar
semua kebijakan perusahaan dapat diterima dan dilaksanakan oleh setiap karyawan
sehingga mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
pemasaran
counter tidak merasa puas dengan kebijakan perusahaan tapi mereka tetap loyal
terhadap perusahaan, khususnya dalam kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan
sehingga apa yang mereka peroleh terasa tidak mencukupi kebutuhan mereka.
3.3 Kualifikasi Karyawan terhadap Indikator Prestasi Kerja
Prestasi kerja merupakan salah satu ukuran terhadap hasil
kerja seseorang dalam suatu organisasi perusahaan dan menjadi salah satu bahan
pertimbangan dalam pelaksanaan promosi. Prestasi kerja seseorang dapat dilihat
berdasarkan oleh kualifikasi yang dimiliki, yaitu kecakapan, ketrampilan,
pengalaman, dan lingkungan kerja (kemampuan adaptasi). Seluruh komponen
tersebut merupakan indikator yang membantu perusahaan dalam mendapatkan tenaga
kerja yang baik dan dibutuhkan sesuai dengan jabatan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Berikut
ini adalah indikator prestasi kerja yang menjadi bahan penelitian penulis,
yaitu :
1.
Kecakapan
Kecakapan
adalah total dari semua keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil kerja
yang bisa dipertanggungjawabkan. Kesulitan dalam megukur kecakapan adalah
menentukan kemampuan seseorang . Namun di banyak perusahaan, jenjang pendidikan dan nilai
ijazah dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk mengukur kemampuan dan
kecakapan seseorang.
2.
Ketrampilan
Ketrampilan
kerja merupakan kemahiran seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya termasuk
dalam penguasaan alat kerja. Seringkali di berbagai perusahaan, mengharapkan
memiliki seorang karyawan yang mempunyai beberapa ketrampilan khusus yang harus
dimiliki sehubungan dengan tuntutan perusahaan, dimana ketrampilan juga
dibutuhkan dalam rangka memecahkan masalah-masalah pekerjaan .
Di
sisi lain ketrampilan merupakan salah satu bagian untuk memberikan kesempatan
bagi karyawan dalam meningkatkan karir melalui program promosi. Melalui program
ini diharapkan agar karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi
kerja guna mencapai kerja yang maksimal.
3.
Pengalaman
Pengalaman
merupakan lamanya seorang karyawan bekerja pada suatu bagian tertentu. Hal
tersebut dapat memberikan suatu hasil kerja yang memuaskan kepada perusahaan.
Seringkali pengalaman kerja seorang karyawan dipergunakan sebagai salah satu
syarat untuk kenaikan jabatan. Sebab dengan pengalaman yang lebih banyak
diharapkan memiliki kemampuan yang lebih tinggi serta mempunyai ide-ide yang
dapat membangun kemampuan perusahaan.
4.
Lingkungan Kerja
Lingkungan
kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar karyawan dan dapat
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan oleh
perusahaan. Untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien perlu
diperhatikan faktor lingkungan kerja yang mendukung. Syarat yang umum misalnya
kebersihan, ventilasi yang cukup, suhu udara di tempat kerja, dan sebagainya.
Juga perlu diperhatikan faktor - faktor jaminan keamanan dan keselamatan
kerja.Hal ini sangat perlu bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja
yang baik bagi tercapainya prestasi kerja karyawan.
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1Kesimpulan
Adapun beberapa kesimpulan dan saran dari penelitian ini,
yang sekiranya dapat diharapkan untuk memberikan kontribusi sekaligus sebagai
solusi untuk menambah wacana dalam hal pembahasan masalah masalah penelitian ,
adalah sebagai berikut :
- Dengan melihat keberadaan tingkat biaya insentif yang dikeluarkan dan tingkat produktivitas karyawan maka diketahui bahwa ada pengaruh pemberian insentif dengan tingkat prestasi karyawan.
- Insentif merupakan penggerak yang penting . Manusia cenderung untuk berusaha lebih giat apabila balas jasa yang diterima memberikan kepuasan terhadap apa yang diminta.
- Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar insentif yang yang diberikan oleh perusahaan akan berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi karyawan.
4.2
Saran
Adapun
saran - saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan pemberian insentif
terhadap prestasi kerja karyawan adalah sebagai berikut :
- Dalam keadaan situasi ekonomi dan politik di Indonesia yang belum stabil mengikuti terjadinya inflasi dan kebutuhan hidup semakin meningkat . Untuk itu perusahaan agar perusahaan terus mempertahankan dan meningkatkan kebijaksanaan pemberian insentif sehingga karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya.
- Perusahaan perlu meningkatkan perhatiannya terhadap peningkatan kesejahteraan karyawan agar karyawan merasa hidupnya terjamindan hal ini juga diharapkan untuk mengurangitingkat kecurangan karyawan dalam bekerja.
Sumber :Nurlaeli
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas