Friday, May 12, 2017

Makalah Sumber Daya Manusia (SDM) -Bagian 3

Baca Juga

Makalah Sumber Daya Manusia (SDM) -Bagian 3


BAB III
 PEMBAHASAN
3.1 AnalisisKeterkaitan Insentif dengan Prestasi Kerja
Perusahaan-perusahaan meyakini bahwa sistem imbalan pada umumnya dan sistem insentif pada khususnya mempengaruhi kinerja (prestasi kerja). Selain itu, banyak karyawan yang lebih menyukai bahwa bayaran mereka dikaitkan dengan prestasi kerja masing-masing.
            Insentif dan prestasi kerja adalah bagian dari pengelolaan yang kompleks untuk menyatakan dan mempertahankan hubungan kerja di antara perusahaan dan karyawan. Kedua hal tersebut mendemonstrasikan tidak hanya apa yang hendak dicapai oleh manajemen, namun juga keyakinan manajemen tentang hubungan tersebut.
            Untuk jelasnya penulis akan uraikan alasan-alasan mengaitkan bayaran dengan prestasi kerja menurut Simamora (1997;624),yaitu sebagai berikut :

1. Motivasi
Teori harapan/ekspektasi (expectancy theory) yang dikedepankan oleh Vroom menyatakan bahwa kaitan prestasi kerja dan pembayaran adalah esensial untuk memotivasi peningkatan prestasi kerja.
2. Retensi
Mengaitkan bayaran dengan Prestasi kerja kemungkinan akan membantu memperbaiki komposisi tenaga kerja. Karyawan – karyawan yang baik akan cenderung mendapatkan bagian yang lebih besar dari sumber daya kompensasi dan dengan demikian termotivasi untuk tetap bersama organisasi. Karyawan-karyawan yang di bawah rata-rata akan menjadi kecil hati dan meninggalkan organisasi.
3. Produktivitas
Pada saat prestasi kerja dikaitkan dengan imbalan-imbalan, orang-orang dengan produktivitas tinggi akan lebih termotivasi untuk bekerja.
4. Penghematan – penghematan Biaya
Manfaat paling kentara dari bayaran berdasarkan prestasi kerja adalah kapabilitas mengaitkan biaya-biaya konpensasi dengan hasil-hasil produktivitas. Dengan mendasarkan bayaran atas kinerja, perusahaan dapat memastikan bahwa biaya-biaya konpensasi akan bertalian dengan hasil-hasil organisasional.
5. Sasaran-sasaran Organisasional
Selalu merupakan suatu tantangan untuk memastikan bahwa semua karyawan memahami betul tujuan-tujuan organisasi. Dengan mengaitkan bayaran dengan prestasi kerja yang ditetapkan secara organisasional, adalah mungkin memastikan bahwa sasaran-sasaran individu adalah sejalan dengan tujuan-tujuan organisasional. Karyawan-karyawan yang upaya-upayanya tidak sinkron dengan tujuan-tujuan organisasi tidak bakal menikmati bagian imbalan yang setimpal. 


3.2 Analisis Pendapat Karyawan Terhadap Pemberian Insentif
Untuk menganalisis pelaksanaan pemberian insentif yang erat kaitannnya dengan prestasi kerja para karyawan , maka akan dinilai menurut beberapa pedoman dalam pemberian insentif yang bersangkutan , diantaranya adalah :

1. Memastikan upaya untuk memperoleh balas jasa
Insentif adalah balas jasa yang diberikan untuk mempengaruhi karyawan agar termotivasi untuk berprestasi dalam bekerja. Sehingga setiap karyawan merasa bahwa segala upaya yang mereka lakukan dan memberikan manfaat kepada perusahaan itu mendapatkan balas jasa yang adil. Pemberian insentif ini hendaknya menyediakan balas jasa kepada karyawan dalam proporsi yang sesuai dengan dorongan dan peningkatan prestasi kerja karyawan .
1.      Balas Jasa yang Tersedia Bernilai bagi karyawan
Perusahaan memberikan imbalan yang menarik pada karyawan atas kontribusi yang diberikan yaitu sejumlah uang yang memiliki nilai yang berarti bagi karyawan. Hal ini dikarenakan selain menerima gaji pokok, karyawan juga ingin menerima insentif yang dapat dijadikan tambahan yang bernilai. Sehingga karyawan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Program Insentif Mudah Dipahami oleh para karyawan
Perusahaan dalam menetapkan kebijaksanaan insentif tersebut berusaha agar karyawan dapat dengan mudah menghitung sendiri insentif yang akan mereka terima karena perhitungannya tidak dibuat sukar. Besarnya pemberian insentif ini dibedakan untuk setiap tingkat usaha yang dilakukan.
4. Jaminan Pekerjaan
Dalam melaksanakan sistem imbalannya, sebaiknya perusahaan berusaha untuk menciptakan jaminan pekerjaan, agar para karyawan merasa nyaman, aman, dan tenang dalam melakukan pekerjaannya.
5. Kebijakan Perusahaan
PT. Dunkindo Lestari selama ini merasa telah memberikan balas jasa yang sesuai agar semua kebijakan perusahaan dapat diterima dan dilaksanakan oleh setiap karyawan sehingga mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
pemasaran counter tidak merasa puas dengan kebijakan perusahaan tapi mereka tetap loyal terhadap perusahaan, khususnya dalam kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga apa yang mereka peroleh terasa tidak mencukupi kebutuhan mereka. 


3.3 Kualifikasi Karyawan terhadap Indikator Prestasi Kerja

Prestasi kerja merupakan salah satu ukuran terhadap hasil kerja seseorang dalam suatu organisasi perusahaan dan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pelaksanaan promosi. Prestasi kerja seseorang dapat dilihat berdasarkan oleh kualifikasi yang dimiliki, yaitu kecakapan, ketrampilan, pengalaman, dan lingkungan kerja (kemampuan adaptasi). Seluruh komponen tersebut merupakan indikator yang membantu perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja yang baik dan dibutuhkan sesuai dengan jabatan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Berikut ini adalah indikator prestasi kerja yang menjadi bahan penelitian penulis, yaitu :
1. Kecakapan
Kecakapan adalah total dari semua keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil kerja yang bisa dipertanggungjawabkan. Kesulitan dalam megukur kecakapan adalah menentukan kemampuan seseorang . Namun di banyak perusahaan, jenjang pendidikan dan nilai ijazah dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk mengukur kemampuan dan kecakapan seseorang.
2. Ketrampilan
Ketrampilan kerja merupakan kemahiran seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya termasuk dalam penguasaan alat kerja. Seringkali di berbagai perusahaan, mengharapkan memiliki seorang karyawan yang mempunyai beberapa ketrampilan khusus yang harus dimiliki sehubungan dengan tuntutan perusahaan, dimana ketrampilan juga dibutuhkan dalam rangka memecahkan masalah-masalah pekerjaan .
Di sisi lain ketrampilan merupakan salah satu bagian untuk memberikan kesempatan bagi karyawan dalam meningkatkan karir melalui program promosi. Melalui program ini diharapkan agar karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerja guna mencapai kerja yang maksimal. 
3. Pengalaman
Pengalaman merupakan lamanya seorang karyawan bekerja pada suatu bagian tertentu. Hal tersebut dapat memberikan suatu hasil kerja yang memuaskan kepada perusahaan. Seringkali pengalaman kerja seorang karyawan dipergunakan sebagai salah satu syarat untuk kenaikan jabatan. Sebab dengan pengalaman yang lebih banyak diharapkan memiliki kemampuan yang lebih tinggi serta mempunyai ide-ide yang dapat membangun kemampuan perusahaan.
4. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan oleh perusahaan. Untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien perlu diperhatikan faktor lingkungan kerja yang mendukung. Syarat yang umum misalnya kebersihan, ventilasi yang cukup, suhu udara di tempat kerja, dan sebagainya. Juga perlu diperhatikan faktor - faktor jaminan keamanan dan keselamatan kerja.Hal ini sangat perlu bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi tercapainya prestasi kerja karyawan.
           
         BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN 
4.1Kesimpulan
Adapun beberapa kesimpulan dan saran dari penelitian ini, yang sekiranya dapat diharapkan untuk memberikan kontribusi sekaligus sebagai solusi untuk menambah wacana dalam hal pembahasan masalah masalah penelitian , adalah sebagai berikut :
  1. Dengan melihat keberadaan tingkat biaya insentif yang dikeluarkan dan tingkat produktivitas karyawan maka diketahui bahwa ada pengaruh pemberian insentif dengan tingkat prestasi karyawan. 
  2. Insentif merupakan penggerak yang penting . Manusia cenderung untuk berusaha lebih giat apabila balas jasa yang diterima memberikan kepuasan terhadap apa yang diminta.
  3. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar insentif yang yang diberikan oleh perusahaan akan berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi karyawan.
4.2 Saran
Adapun saran - saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan pemberian insentif terhadap prestasi kerja karyawan adalah sebagai berikut :
  1. Dalam keadaan situasi ekonomi dan politik di Indonesia yang belum stabil mengikuti terjadinya inflasi dan kebutuhan hidup semakin meningkat . Untuk itu perusahaan agar perusahaan terus mempertahankan dan meningkatkan kebijaksanaan pemberian insentif sehingga karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya.
  2. Perusahaan perlu meningkatkan perhatiannya terhadap peningkatan kesejahteraan karyawan agar karyawan merasa hidupnya terjamindan hal ini juga diharapkan untuk mengurangitingkat kecurangan karyawan dalam bekerja. 
Sumber :Nurlaeli
Editor  : Admin Coretan Mahasiswa

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...