Baca Juga
Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan Kesadaran Nasional
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesadaran Nasional sangat dibutuhkan karena untuk memperkuat rasa Nasionalisme sebagai warga negara yang baik. Dengan adanya Kesadaran Nasional akan mampu menumbuhkan semangat untuk bertindak menentang penjajahan. Kesadaran Nasional ini tumbuh setelah memahami sejarah bangsanya. Salah satu wujud adanya kesadaran itu adalah pertumbuhan organisasi pergerakan nasional seperti BU,SI,Insulinde,Indische Partij dsbnya. Disamping itu juga muncul strategi perjuangan seperti melalui cara kooperasi,non kooperasi. Bangsa Indonesia memperingati hari kebangkitan Nasionalnya setiap tanggal 20 Mei. Hal ini mengingatkan kita akan lahirnya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908.
Faktor eksternal karena kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905, perjalanan sejarah dunia menunjukkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, ternyata yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu adalah Jepang. Hal ini memberikan semangat juang terhadap para pelopor pergerakan nasional di Indonesia.
Masuknya paham-paham baru ke Indonesia seperti liberalisme pertama kali dicetuskan oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul Wealth of Nations. Dalam bidang politik, liberalisme bertujuan untuk mendapatkan pengakuan adanya kebebasan yang dimiliki oleh individu. Nasionalisme adalah suatu paham yang dapat memberi ilham kepada sebagian besar penduduk untuk bersatu dan dengan rasa kesetiaan yang mendalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Sosialisme adalah paham persamaan hak ekonomi yang muncul akibat adanya perkembangan industrialisasi yang ada di Eropa. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
B.Rumusan Masalah
- Apa pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia?
- Apa peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia?
- Apa perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan, sampai dengan terbentuknya nasionalisme Indonesia?
- Apa peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia?
C. Tujuan
- Mengetahui pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia.
- Mengetahui peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia.
- Mengetahui perkembangan pergerakan nasional dari yang bersifat etnik, kedaerahan, keagamaan, sampai dengan terbentuknya nasionalisme Indonesia.
- Mengetahui peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928, kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial, perkembangan pendidikan Barat, dan pendidikan islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia
- Pengaruh perluasan kekuasaan kolonial Barat. Pada mulanya kolonial Barat hanya ingin mendominasi perekonomian lama kelamaan kolonial Barat menguasai politik dan ekonomi. Akibatnya seluruh politik dan ekonomi Indonesia dirampas oleh kolonial Barat. Penjajahan dan penindasan inilah yang menyebabkan kesadaran Bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajah dengan cara berjuang.
- Pengaruh perkembangan pendidikan Barat. Sejak abad ke-19 pemerintah Belanda secara lambat laun membuat sekolah-sekolah. pendidikan itu ternyata begitu menarik bagi pemuda Indonesia. Selain lembaga pendidikan kolonial ada juga lembaga pendidikan swasta yaitu Taman Siswa, Muhamadiyyah, Missi, dan Zending. Lembaga-lembaga itulah yang kemudian menghasilkan tokoh2 nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
- Pengaruh pendidikan Islam. Sekolah-sekolah yang didirikan organisasi Islam seperti Muhamadiyyah bersifat Modern karena proses pembaharuan namun masih bersifat islami. Artinya ilmu pengetahuan modern dipadu dengan ajaran islam.
B. Peranan golongan terpelajar, Profesional dan pers dalam menumbuh kembangkan kesadaran Nasional Indonesia.
1. Peranan kaum terpelajar dan kaum professional, Salah satu penyebab tumbuhnya
penyebab Nasionalisme adalah kesadaran akan kesamaan politik yang disebabkan
oleh penjajahan oleh bangsa lain atau oleh penguasa yang otoriter. Para kaum
pelajar yang terpelajar membentuk berbagai organisasi yaitu:
- Boedi Oetomo, Didirikan tahun 1908 yang dipelopori oleh Dr. Soetomo. Organisazi ini banyak bergerak dibidang social, ekonomi,dan pendidikan.
- Indishe Partij, Didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai yaitu: Douwes Dekker,Ki Hajar Dewantara,Dr. Cipto Mangunkusumo. Semboyannya “Indonesia Lepas Dari Belanda”. Tujuannya membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.
- Perhimpunan Indonesia, Organisasi ini adalah sebuah organisasi pelajar2 Hindia yang didirikan di Belanda. Berjuang utntuk kemerdekaan Indonesia. Ketua Moh. Hatta.
- Partai Komunis Indonesia, Partai ini juga memperjuangkan Indonesia tetapi bersifat komunis atau tidak mengakui adanya Tuhan.
- Partai Nasional Indonesia, Dalam kongresnya, PNI sepakat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
2. Peranan Pers, dalam
sejarah dunia, pers sangat penting karena dapatmempengaruhi pendapat atau opini Publik,mendorong terjadinya perubahan dalam
masarakat,menjadi sarana propaganda yang efektif, perhatian masyarakat meluas
melampoi batas. Hal ini dipengaruhi oleh berkembangnya alat komunikasi
yang semakin canggih.
- Pers dan pergerakan nasional. Surat kabar dari Indonesia berisi tentang ajakn bangsa Indonesia untuk memerdekakan Indonesia. Salah satu tokohnya adalah Abdul Rivai.
- Pers dan peranan kaum terpelajar. Keterkaitannya adalah: Satu, kaum terpelajar dan professional dalah kelompok masyarakat Indonesia ayang pertama kali memahami dan menyadari nasib buruk bangsanya. Kedua, pers juga berperan penting sebagai pihak yang membawa ide-ide kemerdekaan.
- Organisasi pergerakan yang bersifat etnik, kedaerahan. Pada umumnya organizazi ini didirikan di daerah2 masing-masing oleh para pemuda. Contohnya:
- Tri Koro Dharmo. Berdiri pada 9 Maret 1915. Tri Koro Dharmo artinya tiga tujuan mulia.
- Jong Java. Berdiri tahun 1918 yang merupakan reinkarnasi dari Tri Koro Dharmo.
- Jong Sumatranen Bond. Organisasi yang dipelopori oleh pemuda Sumatra pada 9 Desember 1917.
- Jong Minahasa. Pada tahun 1918 pemuda Sulawesi Utara juga mendirikan organisasi ini.
- Jong Celebez. Adalah organisasi pemuda pelajar yang berasal dari Sulawesi.
- Organisasi pergerakan yang bersifat Keagamaan.
Didirikan oleh
Haji Samanhudi tahun1911 di Solo.Memiliki cirri keislaman dan ekonomis. Tujuan
didirikan organisasi ini melindungi dan menjamin kepentingan pedagang muslim
terhadap persaingan Negara CIna.
- Serikat Islam. Organisasi ini merupakan reinkarnasi dari Serikat Dagang Islam yangh didirikan oleh HOS. Cokroaminoto tahun 1911.
- Muhamadiyyah. Dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912. organisasi ini banyak bergerak dibidang pendidikan, social, ekonomi.
- Nahdatul Ulama(NU). Didirikan pada tahun 1926 oleh KH. Hasjim Asj’ari. Tujuan memperyahankan kepentingan kaum muslim tradisional.
D. Peran manifesto politik 1925, kongres pemuda 1928,
kongres perempuan pertama dalam proses pembentukan identitas kebangsaan
Indonesia.
- Manifesto Pilitik 1925, pada tahun 1925 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan politik yang kemudian dikenal dengan Manifesto Politik (Manipol). Isinya: PI tetap menggunakan nama Indonesia sekaligus memakai nama Belanda yaitu Indonesische Vereeniging sebagai nama perkumpulannya.
- Kongres Pemuda 1928, Pada kongres pemuda 1928 para pemuda mengeluarkan sebuah Sumpah yaitu Sumpah Pemuda. Kongres ini WR. Supratman dengan gesekan biolanya memeperdengarkan lagu Indonesia Raya.
Satu: Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia
Dua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia.
Tiga: Kami putra putri Indonesia menjunjung bahsa persatuan, bahasa Indonesia
- Kongres Perempuan, Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI) mengadakan kongres perempuan pada 22 Desember 1928. kongres ini menje3laskan bahwa kaum perempuan Indonesia harus berjuang untuk kepentingan seluruh perempuan Indonesia. Inilah yang menjadi hari Ibu yaitu tanggal 22 Desember.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Proses terbentuknya kesadaran nasional berawal dari
kaum cerdik pandai, penindasan, penderitaan dan perlakuan diskriminatif
terhadap kaum pribumi. Bukan hanya hal serupa politik balas budi menjadi salah
satu faktor kebangkitan bangsa dari keterpurukan. Pengaruh perkembangan di bidang pendidikan barat dan
islam telah memberi sumbangsih yang berdampak pada perkembangan pendidikan
nasional Indonesia, hal ini memunculkan dan membangkitkan jiwa nasionalisme
bangsa.
Sejak tahun 1908-1925 di Indonsia bermunculan berbagai
organisasi modern dikalangan elite pelajar seperti Budi Utomo yang pada
massanya menjadi organisasi modern pertama, dengan munculnya Budi Utomo menjadi
contoh dikalangan pelajar muda yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan
dan budaya namun seiring perkembangan semangat nasionalisme untuk lepas dari
pengaruh belanda, Jong Java sebagai
organisasi kepemudaan yang dulunya Trikooro Darma yang di harapkan pemuda sunda
bisa bersatu dalam membangun suatu persatuan Jawa raya demi nasionalisme.
B. Saran
Bangsa Indonesia harus bersyukur atas kemerdekaan
Indonesia yang dicapai dari proses yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu
sebagai penerus bangsa hendaknya kita melanjutkan perjuangan atau cita-cita para
pejuang dalam pergerakan nasional demi sebuah kemerdekaan yang sebenarnya.Dan
menjadiakan hari esok sebagai pembuktian lahirnya pemuda-pemuda pergerakan
Nasional Indonesia yang rela berjuang demi bangsa dan Negara. Dan para pemuda
di Indonesia harus membuktikan bahwa bangsa Indonesia dapat bersaing dengan
Negara-negara yang lebih maju.
Makalah ini hanya singkat pengetahuan mengenai
pergerakan nasional, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna menyempurnakan isi makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Poesponegoro, Notosusanto, N. 1981. Sejarah
Nasional Indonesia. Jilid V. Jakarta: Balai Pustaka
https://guruipsgempol1.wordpress.com/2012/04/10/proses-terbentuknya-kesadaran-nasional-identitas-indonesia-dan-perkembangan-pergerakan-kebangsaan-indonesia/
http://ndaru-ips.blogspot.com/2013/03/terbentuknya-kesadaran-nasional.html
http://hernigumaisha.blogspot.co.id/p/blog-page.html
Sumber : Laeli M.
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas