Baca Juga
Persediaan untuk Permintaan Independen
FUNGSI PERSEDIAAN
- Untuk memberikan suatau stok barang-barang agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan timbul dari konsumen.
- Untuk memangsangkan produksi dengan distribusi. Misalnya, bila permintaan produksinya tinggi hanya pada musim panas, suatu perusahaan dapat membentuk stok selama musim dingin, sehingga biaya kekurangan stok dan kehabisan stok dapat dihindari. Demikian pula, bila pasokan suatu perusahaan berfluktuasi, persedianaan bahan baku ekstra mungkin diperlukan untuk “memasangkan” proses produksinya.
- Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah, karena pembelian dalam jumlah besar dapat secara subtansial menurunkan biaya produk.
- Untuk melakukan hedging terhadap inflasi dan perubahan harga.
- Untuk menghindari dari kekurangan stok yang dapat terjadi karena cuaca, kekurangan pasokan, masalah mutu atau pengiriman yang tida tepat. “Stok pengaman”, misalnya, barang di tangan ekstra, dapat mengurangi risiko kehabisan stok.
- Untuk menjaga agar operasi dapat berlangsung dengan baik dengan menggunakan “barang-dalam-proses” dalam persediaan. Hal ini karena perlu waktu untuk memproduksi barang dan karena sepanjang berlangsungnya proses, terkumpul persediaan-persediaan.
Jenis Persediaan
Perusahaan mempertahankan 4 jenis persediaan:
- Persediaan bahan mentah
Telah dibeli, namun belum diproses. Bahan mentahnya dapat
digunakan dari proses produksi untuk pemasok yang berbeda-beda. Meskipun
demikian, pendekatan yang lebih disukai adalah dengan menghapus variabilitas
pemasok dalam hal mutu, jumlah, atau waktu pengiriman sehingga tidak diperlukan
pemisahan.
- Persediaan barang-dalam-proses (work-in-process)
Telah mengalami beberapa perubahan tetapi belum selesai.
WIP ini ada karena untuk membuat produksi, diperlukan waktu (disebut waktu
siklus). Pengurangan waktu siklus menyebabkan
persediaan WIP pun berkurang. Waktu kerja aktual atau waktu “jalan” merupakan
bagian kecil dari waktu arus bahan baku, mungkin hanya 5%.
- Persediaan MRO (perlengkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi)
MRO merupakan persediaan yang dikhususkan untuk
perlengkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi. MRO ini ada karena waktu dan kebutuhan
untuk pemeliharaan dan perbaikan dari beberapa peralatan tidak dapat diketahui.
Walaupun permintaan untuk persediaan MRO ini seringkali merupakan fungsi
jadwal-jadwal pemeliharaan, permintaan MRO lainnya perlu diantisipasi.
- Persediaan barang jadi
Selesai dan menunggu untuk dikirimkan. Barang jadi
dimasukkan ke dalam persediaan karena permintaan konsumen untuk jangka waktu
tertentu mungkin tidak diketahui.
MANAJEMEN
PERSEDIANAN
Analisis ABC
Membagi persediaan di tangan ke dalam tiga kelompok berdasarkan
volume tahunan dalam jumlah uang. Analisis ABC merupakan penerapan persediaan
dari Prinsip Pareto. Prinsip Pareto menyatakan bahwa ada “beberapa yang penting
dan banyak yang sepele”. Pemikiran yang mendasari prinsip ini adalah bagaimana
memfokuskan sumber daya pada bagian persediaan penting yang sedikit itu dan
bukan pada bagian persediaan yang banyak namun sepele.
Untuk
menentukan nilai uang tahunan dari volume dalam analisisnABC, kita mengukur
permintaan tahunan dari setiap butir persediaan dikalikan dengan biaya perunit
Butir persediaan kelas A adalah persediaan-persediaan yang jumlah nilai uang
per tahunnya tinggi. Butir-butir persediaan ini mungkin hanya mewakili sekitar
15% dari butir-butir persediaan total, tetapi mewakili 70% sampai 80% dari
total biaya persediaan. Butir prsediaan kelas B adalah butir-butir persediaan
ini mungkin hanya mewakili 30% dari keseluruhan persediaan dan 15% sampai 25%
dari nilainnya. Butir-butir persediaan yang volume tahunannya kecil, dinamakan
kelas C, yang mewakili hanya 5% dari keseluruhan volume tahunan tetapi sekitar
55% dari keseluruhan persediaan.
Secara
grafik,persediaan di beberapa perusahaan akan terlihat sebagaimana ditunjukan
Gambar 9.1.
Contoh 1
Silicon Chips,Inc, produsen chip 1 mega super cepat, telah mengatur pengelolaan persediannya yang terdiri atas 10 butir persediaan dengan menggunakan dasar volume tahunan dalam nilai uang. Yang ditampilkan di bawah ini adalah butir-butir persediaan perusahaan itu, permintaan tahunan atas butir-butir tersebut, biaya per unit,volume tahunan dalam nilai uang, dan persentase setiap butir persediaan terhadap keseluruhan persediaan. Pada tabel dibawah ini,kami tunjukkan butir-butir ini dikelompokkan menjadi klasifikasi ABC.
Kriteria selain
volume tahunan nilai uang dapat menentukan klasifikasi butir persediaan.
Misalnya, perubahan teknis yang diantisipasi, maslah-masalah pengiriman,
masalah-masalah mutu, atau biaya per unit yang tinggi dapat membawa butir
persediaan yang menaik ke dalam klasifikasi yang lebih tinggi. Keuntungan
pembagian butir-butir persediaan ke dalam kelas-kelas memungkinkan
ditetapkannya kebijakan dan pengendalian untuk setiap kelas yang ada.
Kebijakan yang dapat didasarkan pada
analisis ABC mencakup hal-hal dibawah ini:
- Perkembangan sumber daya pembelian yang dibayarkan kepada pemasok harus lebih tinggi untuk butir persediaan A dibandingkan butir persediaan C.
- Butir persediaan A, berlainan dengan butir persediaan B dan C, harus dikendalikan secara lebih ketat, mungkin karena keakuratan catatan persediannya harus lebih sering diverifikasi.
- Meramalkan butir persediaan A mungkin harus lebih berhati-hati dari pada meramalkan butir (kelas) persediaan yang lain.
Peramalan yang
lebih baik, pengendalian fisik, keandalan pemasok, dan pengurangan besar stok
pengaman dapat dihasilkan oleh semua teknik manajemen persediaan semacam
analsis ABC.
Keakuratan
Catatan Persediaan
Keakuratan
Catatan Persediaan mengenai persediaan ini penting dalam sistem produksi dan
persediaan. Keakuratan ini memugkinkan organisasi untuk tidak hanya memfokuskan
pada butir-butir persediaan yang dibutuhkan. Bila hanya suatu organisasi dapat
secara akurat menentukan apa yang ada di tangannyalah organisasi itu dapat
membuat keputusan yang tepat mengenai pemesanan, penjadwalan dan pengangkutan.
Penghitungan
Siklus
Walaupun suatu
organisasi mungkin telah melakukan berbagai usaha untuk mencatat persediaan
secara akurat, catatan atau arsip ini harus diverifikasi melalui
pemeriksaan/audit yang berkelanjutan. Audit semacam ini disebut penghitungan
siklus (cycle counting). Dulu, banyak perusahaan mengambil persediaan
fisik tahunan. Hal ini sering brarti penghentian fasilitas produksi dan
menyuruh orang-orang yang tidak berpengalaman untuk menghitung komponen dan
bahan baku. Arsip persediaan harus diverifikasi melalui penghitungan siklus,
bukannnya dengan cara diatas. Penghitungan siklus menggunakan klasifikasi
persediaan yang dikembangkan lewat analisis ABC. Dengan prosedur penghitungan
siklus, butir-butir persediaan dihitung, arsip diverifikasi, dan
ketidakakuratan didokumentasi secara berkala. Penyebab ketidakakuratan ini
kemudian dilacak dan tindakan perbaikan yang tepat kemudian diambil sesuai
klasifikasi butir persediaannya. Butir persediaan A akan dihitung secara rutin,mungkin
sekali sebulan, butir persediaan B kurang rutin, mungkin sekali dalam 4 bulan,
butir persediaan C akan dihitung mungkin sekali dalam setahun.
Pengendalian
Persediaan dalam Industri Jasa
Manajaemen
persediaan di sektor jasa perlu kita bahas juga. Walaupun kita cenderung
menganggap bahwa di sektor jasa tidak ada persediaan, sebenarnya tidak
demikian. Misalnya, persediaan yang berlebihan ditahan di bisnis eceran maupun
perdagangan besar, sehingga manajemen persediaan menjadi amat penting. Dalam
jasa makanan, misalnya, pengendalian persediaan dapat menentukan keberhasilan
atau kegagalan. Lebih jauh lagi, persdiaan yang singgah atau tidak terpakai di
gudang merupakan sesuatu yang nilainya telah hilang. Demikian pula, persediaan
yang rusak atau dicuri sebelum berhasil dijual merupakan kerugian. Dalam bisnis
eceran, persediaan yang tidak dicatat diantara penerimaan dan waktu penjualan
dinamakan penyusutan. Penyusutan ini terjadi karena pencurian, ataupun
administrasi yang berantakan. Dalam bisnis eceran, pencurian disebut juga
penyerobotan. Kerugian persediaan eceran yang berjumlah 1% dari angka penjualan
dianggap tidak membahayakan, karena kebanyakan dari toko-toko eceran
kerugiannya 3%. Pengaruh kerugian pada profitabilitas sangat substansial,
konsukuensinya, keakuratan dan pengendalian persediaan sangatlah penting.
Teknik-teknik yang dapat diterapkan mencakup:
- Pemilihan karyawan, pelatihan, dan displin yang baik. Hal-hal ini tidak pernah mudah dilakukan, tetapi sangat penting dalam bisnis makanan, perdagangan besar, dan operasi bisnis eceran dimana karyawan-karyawannya mempunyai akses kepada barang-barang yang langsung dapat dikonsumsi.
- Pengendalian yang ketat atas kiriman barang yang datang. Hal ini dilakukan berbagai perusahaan melalui pemakaian sistem kode-batang (bar code) yang membaca semua kiriman yang masuk dan secara otomatis memeriksa isinya dengan catatan pesanan pembelian. Bila dirancang dengan tepat, sistem ini sulit untuk dikelabui.
- Pengendalian yang efektif atas semua barang yang ke luar dari fasilitas. Hal ini barang dagangan, atau karyawan-karyawan yang ditempatkan di pintu ke luar dan di wilayah-wilayah yang risiko kehilangannya tinggi, seperti kasino di Las Vegas, melalui pengamatan langsung. Pengamatan langsung berbentuk kaca satu arah, video, atau pengawasan oleh manusia.
Sumber : Laeli M.
Editor : Admin Coretan
Mahasiswa


No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas