Wednesday, May 17, 2017

Persediaan untuk Permintaan Independen

Baca Juga

Persediaan untuk Permintaan Independen

FUNGSI PERSEDIAAN
  1. Untuk memberikan suatau stok barang-barang agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan timbul dari konsumen.
  2. Untuk memangsangkan produksi dengan distribusi. Misalnya, bila permintaan produksinya tinggi hanya pada musim panas, suatu perusahaan dapat membentuk stok selama musim dingin, sehingga biaya kekurangan stok dan kehabisan stok dapat dihindari. Demikian pula, bila pasokan suatu perusahaan berfluktuasi, persedianaan bahan baku ekstra mungkin diperlukan untuk “memasangkan” proses produksinya.
  3. Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah, karena pembelian dalam jumlah besar dapat secara subtansial menurunkan biaya produk.
  4. Untuk melakukan hedging terhadap inflasi dan perubahan harga.
  5. Untuk menghindari dari kekurangan stok yang dapat terjadi karena cuaca, kekurangan pasokan, masalah mutu atau pengiriman yang tida tepat. “Stok pengaman”, misalnya, barang di tangan ekstra, dapat mengurangi risiko kehabisan stok.
  6. Untuk menjaga agar operasi dapat berlangsung dengan baik dengan menggunakan “barang-dalam-proses” dalam persediaan. Hal ini karena perlu waktu untuk memproduksi barang dan karena sepanjang  berlangsungnya proses, terkumpul persediaan-persediaan.
Jenis Persediaan
Perusahaan mempertahankan 4 jenis persediaan:
  • Persediaan bahan mentah
Telah dibeli, namun belum diproses. Bahan mentahnya dapat digunakan dari proses produksi untuk pemasok yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pendekatan yang lebih disukai adalah dengan menghapus variabilitas pemasok dalam hal mutu, jumlah, atau waktu pengiriman sehingga tidak diperlukan pemisahan.
  • Persediaan barang-dalam-proses (work-in-process)
Telah mengalami beberapa perubahan tetapi belum selesai. WIP ini ada karena untuk membuat produksi, diperlukan waktu (disebut waktu siklus). Pengurangan waktu siklus menyebabkan persediaan WIP pun berkurang. Waktu kerja aktual atau waktu “jalan” merupakan bagian kecil dari waktu arus bahan baku, mungkin hanya 5%.
  • Persediaan MRO (perlengkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi)
MRO merupakan persediaan yang dikhususkan untuk perlengkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi. MRO ini ada karena waktu dan kebutuhan untuk pemeliharaan dan perbaikan dari beberapa peralatan tidak dapat diketahui. Walaupun permintaan untuk persediaan MRO ini seringkali merupakan fungsi jadwal-jadwal pemeliharaan, permintaan MRO lainnya perlu diantisipasi.
  • Persediaan barang jadi
Selesai dan menunggu untuk dikirimkan. Barang jadi dimasukkan ke dalam persediaan karena permintaan konsumen untuk jangka waktu tertentu mungkin tidak diketahui.

  MANAJEMEN PERSEDIANAN

Analisis ABC
Membagi persediaan di tangan ke dalam tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah uang. Analisis ABC merupakan penerapan persediaan dari Prinsip Pareto. Prinsip Pareto menyatakan bahwa ada “beberapa yang penting dan banyak yang sepele”. Pemikiran yang mendasari prinsip ini adalah bagaimana memfokuskan sumber daya pada bagian persediaan penting yang sedikit itu dan bukan pada bagian persediaan yang banyak namun sepele.

Untuk menentukan nilai uang tahunan dari volume dalam analisisnABC, kita mengukur permintaan tahunan dari setiap butir persediaan dikalikan dengan biaya perunit Butir persediaan kelas A adalah persediaan-persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya tinggi. Butir-butir persediaan ini mungkin hanya mewakili sekitar 15% dari butir-butir persediaan total, tetapi mewakili 70% sampai 80% dari total biaya persediaan. Butir prsediaan kelas B adalah butir-butir persediaan ini mungkin hanya mewakili 30% dari keseluruhan persediaan dan 15% sampai 25% dari nilainnya. Butir-butir persediaan yang volume tahunannya kecil, dinamakan kelas C, yang mewakili hanya 5% dari keseluruhan volume tahunan tetapi sekitar 55% dari keseluruhan persediaan.

Secara grafik,persediaan di beberapa perusahaan akan terlihat sebagaimana ditunjukan Gambar 9.1.



Contoh 1
Silicon Chips,Inc, produsen chip 1 mega super cepat, telah mengatur pengelolaan persediannya yang terdiri atas 10 butir persediaan dengan menggunakan dasar volume tahunan dalam nilai uang. Yang ditampilkan di bawah ini adalah butir-butir persediaan perusahaan itu, permintaan tahunan atas butir-butir tersebut, biaya per unit,volume tahunan dalam nilai uang, dan persentase setiap butir persediaan terhadap keseluruhan persediaan. Pada tabel dibawah ini,kami tunjukkan butir-butir ini dikelompokkan menjadi klasifikasi ABC.



Kriteria selain volume tahunan nilai uang dapat menentukan klasifikasi butir persediaan. Misalnya, perubahan teknis yang diantisipasi, maslah-masalah pengiriman, masalah-masalah mutu, atau biaya per unit yang tinggi dapat membawa butir persediaan yang menaik ke dalam klasifikasi yang lebih tinggi. Keuntungan pembagian butir-butir persediaan ke dalam kelas-kelas memungkinkan ditetapkannya kebijakan dan pengendalian untuk setiap kelas yang ada.

Kebijakan yang dapat didasarkan pada analisis ABC mencakup hal-hal dibawah ini:
  1. Perkembangan sumber daya pembelian yang dibayarkan kepada pemasok harus lebih tinggi untuk butir persediaan A dibandingkan butir persediaan C.
  2. Butir persediaan A, berlainan dengan butir persediaan B dan C, harus dikendalikan secara lebih ketat, mungkin karena keakuratan catatan persediannya harus lebih sering diverifikasi.
  3. Meramalkan butir persediaan A mungkin harus lebih berhati-hati dari pada meramalkan butir (kelas) persediaan yang lain.

Peramalan yang lebih baik, pengendalian fisik, keandalan pemasok, dan pengurangan besar stok pengaman dapat dihasilkan oleh semua teknik manajemen persediaan semacam analsis ABC.

Keakuratan Catatan Persediaan

Keakuratan Catatan Persediaan mengenai persediaan ini penting dalam sistem produksi dan persediaan. Keakuratan ini memugkinkan organisasi untuk tidak hanya memfokuskan pada butir-butir persediaan yang dibutuhkan. Bila hanya suatu organisasi dapat secara akurat menentukan apa yang ada di tangannyalah organisasi itu dapat membuat keputusan yang tepat mengenai pemesanan, penjadwalan dan pengangkutan.

Penghitungan Siklus

Walaupun suatu organisasi mungkin telah melakukan berbagai usaha untuk mencatat persediaan secara akurat, catatan atau arsip ini harus diverifikasi melalui pemeriksaan/audit yang berkelanjutan. Audit semacam ini disebut penghitungan siklus (cycle counting). Dulu, banyak perusahaan mengambil persediaan fisik tahunan. Hal ini sering brarti penghentian fasilitas produksi dan menyuruh orang-orang yang tidak berpengalaman untuk menghitung komponen dan bahan baku. Arsip persediaan harus diverifikasi melalui penghitungan siklus, bukannnya dengan cara diatas. Penghitungan siklus menggunakan klasifikasi  persediaan yang dikembangkan lewat analisis ABC. Dengan prosedur penghitungan siklus, butir-butir persediaan dihitung, arsip diverifikasi, dan ketidakakuratan didokumentasi secara berkala. Penyebab ketidakakuratan ini kemudian dilacak dan tindakan perbaikan yang tepat kemudian diambil sesuai klasifikasi butir persediaannya. Butir persediaan A akan dihitung secara rutin,mungkin sekali sebulan, butir persediaan B kurang rutin, mungkin sekali dalam 4 bulan, butir persediaan C akan dihitung mungkin sekali dalam setahun.

Pengendalian Persediaan dalam Industri Jasa

Manajaemen persediaan di sektor jasa perlu kita bahas juga. Walaupun kita cenderung menganggap bahwa di sektor jasa tidak ada persediaan, sebenarnya tidak demikian. Misalnya, persediaan yang berlebihan ditahan di bisnis eceran maupun perdagangan besar, sehingga manajemen persediaan menjadi amat penting.  Dalam jasa makanan, misalnya, pengendalian persediaan dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan. Lebih jauh lagi, persdiaan yang singgah atau tidak terpakai di gudang merupakan sesuatu yang nilainya telah hilang. Demikian pula, persediaan yang rusak atau dicuri sebelum berhasil dijual merupakan kerugian. Dalam bisnis eceran, persediaan yang tidak dicatat diantara penerimaan dan waktu penjualan dinamakan penyusutan. Penyusutan ini terjadi karena pencurian, ataupun administrasi yang berantakan. Dalam bisnis eceran, pencurian disebut juga penyerobotan. Kerugian persediaan eceran yang berjumlah 1% dari angka penjualan dianggap tidak membahayakan, karena kebanyakan dari toko-toko eceran kerugiannya 3%. Pengaruh kerugian pada profitabilitas sangat substansial, konsukuensinya, keakuratan dan pengendalian persediaan sangatlah penting. Teknik-teknik yang dapat diterapkan mencakup:
  1. Pemilihan karyawan, pelatihan, dan displin yang baik. Hal-hal ini tidak pernah mudah dilakukan, tetapi sangat penting dalam bisnis makanan, perdagangan besar, dan operasi bisnis eceran dimana karyawan-karyawannya mempunyai akses kepada barang-barang yang langsung dapat dikonsumsi.
  2. Pengendalian yang ketat atas kiriman barang yang datang. Hal ini dilakukan berbagai perusahaan melalui pemakaian sistem kode-batang (bar code) yang membaca semua kiriman yang masuk dan secara otomatis memeriksa isinya dengan catatan pesanan pembelian. Bila dirancang dengan tepat, sistem ini sulit untuk dikelabui.
  3. Pengendalian yang efektif atas semua barang yang ke luar dari fasilitas. Hal ini barang dagangan, atau karyawan-karyawan yang ditempatkan di pintu ke luar dan di wilayah-wilayah yang risiko kehilangannya tinggi, seperti kasino di Las Vegas, melalui pengamatan langsung. Pengamatan langsung berbentuk kaca satu arah, video, atau pengawasan oleh manusia.
Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa


No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...