Baca Juga
Makalah Etika Profesi
(Prinsip-Prinsip Etika Bisnis)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Etika Profesi. Ucapan terima kasih pun tidak
lupa kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari
bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu masukan maupun
kritikan dan saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Akhir kata
kita, kiranya makalah ini dapat berguna dan bisa menjadi pedoman bagi mahasiswa
untuk dapat memahami dan mempelajari tentang etika profesi. Sekian dan terima
kasih.
Semarang, 09 Oktober 2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Etika bisnis
adalah pemikiran atau refleksi moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas
berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, dan karenanya
diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas selalu berkaitan
dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan suatu bidang
perilaku manusia yang penting. Selama perusahaan memiliki produk yang
berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikelola dengan
manajemen yang tepat di bidang produksi, finansial, sumber daya manusia dan
lain-lain tetapi tidak mempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat
akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan tersebut. Bisnis dengan menjunjung
kode etik merupakan suatu unsure mutlak yang perlu dalam masyarakat modern.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan
menentukan kegiatan berbisnis, sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan
banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat
modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah hal yang
wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan banyak pihak.
Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada batasnya, kepentingan
dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan. Perilaku etis dalam kegiatan
berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu
sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika
dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja
bisnis yang menguntungkan, tetap ibisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut
menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik,
juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai
moral.
Bisnis juga terikat dengan hukum, dalam praktek hukum,
banyak masalah timbul dalam hubungan dengan bisnis, baik pada taraf nasional
maupun taraf internasional. Walaupun terdapat hubungan erat antara norma hukum
dan norma etika, namun dua macam hal itu tidak sama. Ketinggalan hukum,
dibandingkan dengan etika, tidak terbatas pada masalah-masalah baru, misalnya,
disebabkan perkembangan teknologi. Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika
bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak
pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang
berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para
pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Berbagai hal tersebut
merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin
menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga
mempengaruhi para pebisnis untuk melaku kanpelanggaranetikabisnis, antara lain
untuk memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga
faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan
pelanggaran etika dengan berbagai cara.
1.1
Rumusan Masalah
1.
Apa saja prinsip – prinsip dari etika bisnis ?
2.
Bagaimana penerapan prinsip – prinsip etika bisnis dalam perusahaan ?
3.
Apa saja contoh kasus prinsip etika bisnis ?
1.2
Tujuan Penulisan
1.
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Etika Profesi.
2.
Untuk mengetahui prinsip – prinsip etika bisnis.
3.
Untuk mengetahui penerapan prinsip etika bisnis.
4.
Untuk mengetahui kasus yang terjadi.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis
Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam
kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan
kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu sangat erat terkait
dengan sistem nilai yang dianut oleh masing – masing masyarakat. Bisnis Jepang akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat Jepang. Eropa dan Amerika Utara akan sangat
dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat tersebut dan seterusnya. Demikian
pula, prinsip – prinsip etika bisnis yang berlaku di Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai
masyarakat kita. Namun,
sebagai etika khusus atau etika terapan, prinsip-prinsip etika yang berlaku
dalam bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika pada umumnya.
Disini secara umum dapat
dikemukakan beberapa prinsip etika bisnis tersebut.
2.1.1
Prinsip Otonomi
Prinsip
otonomi adalah sikap dan kemampuan
manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran
diri sendiri tentang apa yang
dianggapnya baik untuk dilakukan. Seseorang dikatakan memiliki prinsip
otonomi dalam berbisnis jika ia sadar sepenuhnya akan kewajibannya dalam dunia
bisnis. Ia tahu mengenai bidang kegiatannya, situasi yang dihadapi, tuntutan
dan aturan yang berlaku bagi kegiatannya. Ia sadar dan tahu akan keputusan dan
tindakan yang akan diambilnya serta risiko atau akibat yang akan timbul baik
bagi dirinya dan perusahaan maupun bagi pihak lain.
Di samping itu
juga ia tahu bahwa keputusan dan tindakan yang akan diambilnya akan sesuai atau
sebaliknya bertentangan denga nilai atau moral tertentu. Orang otonom bukan
hanya sekedar mengikuti begitu saja norma dan nilai moral yang ada, melainkan
ia tahu dan sadar bahwa apa yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang baik.
Hal dmeikian
juga berlaku juga dalam bidang bisnis. Misalnya seorang pelaku bisnis hanya
mungkin bertindak secara etis kalau dia diberi kebebasan dan kewenangan penuh
untuk mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan apa yang dianggapnya
baik. Tanpa kebebasan ini para pelaku bisnis hanya akan menjadi robot yang hany
bisa tunduk pada tuntutan perintah dan kendali di luar dirinya. Hanya dalam
kebebasan seperti itu ia dapat menentukan dalam menjalankan dan mengembangkan
bisnisnya, dan prinsip otonomi sangatlah penting dalam dunia bisnis.
Pertama, dengan otonomi pelaku bisnis dan karyawan dalam
perusahaan manapun tidak lagi diperlakukan sebagai sekadar tenaga yang
dieksploitasi sesuai kebutuhan bisnis dan demi kepentingan bisnis. Dengan kata
lain, dengan otonomi para pelaku bisnis benar – benar menjadi subyek moral yang
bertindak secara bebas dan bertanggung jawab atas tindakannya. Ini berarti
sebagai subyek moral tidak lagi sekedar bertindak dan berbisnis seenaknya
dengan merugikan hak dan kepentingan pihak lain.
Kedua, Otonomi juga memungkinkan inovasi, mendorong
kreativitas, meningkatkan
produktivitas, yang semuanya akan sangat berguna bagi bisnis modern yang
terus berubah dalam persaingan yang ketat.
Ketiga, dengan prinsip otonomi, tanggung jawab moral juga
tertuju kepada semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders).
2.1.2
Prinsip Kejujuran
Kejujuran
merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasila perusahaan.
Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal
perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan,
maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa
ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan
berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran, yaitu :
a.
Pertama, jujur dalam pemenuhan
syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kejujuran ini sangat penting artinya bagi
masing – masing pihak dan sangat menentukan relasi dan kelangsungan bisnis
masing-masing pihak selanjutnya. Karena seandainya salah satu pihak berlaku
curang dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian tersebut, selanjutnya tidak
mungkin lagi pihak yang dicurangi itu mau menjalin relasi bisnis dengan pihak
yang curang tadi.
b.
Kedua, kejujuran dalam
penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Dalam pasar
yang terbuka dengan barang dan jasa yang beragam dan berlimpah ditawarkan
kedalam pasar, dengan mudah konsumen berpaling dari satu produk ke produk yang lain. Maka cara-cara bombastis, tipu menipu,
bukan lagi cara bisnis yang baik dan berhasil. Kejujuran adalah prinsip yang
justru sangat penting dan relevan untuk kegiatan bisnis yang baik dan tahan
lama.
c.
Ketiga, jujur dalam hubungan kerja
intern dalam suatu perusahaan. Kejujuran dalam perusahaan adalah inti dan
kekuatan perusahaan itu. Perusahaan itu akan hancur kalau suaana kerja penuh
dengan akal-akalan dan tipu-menipu. Kalau karyawan diperlakukan secara baik dan
manusiawi, diperlakukan sebagai manusia yang punya hak-hak tertentu, kalau
sudah terbina sikap saling menghargai sebagai manusia antara satu dan yang
lainnya, ini pada gilirannya akan terungkap keluar dalam relasi dengan
perusahaan lain atau relasi dengan konsumen. Selama kejujuran tidak terbina
dalam perusahaan, relasi keluar pun sulit dijalin atas dasar kejujuran.
Cek bagian selanjutnya
disini.....
Sumber : Dinda Julia C.
Editor : Admin
Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas