Baca Juga
Obligasi dan Valuasinya
A. OBLIGASI
1. PENGERTIAN
Obligasi (bond) merupakan suatu kontrak jangka
panjang dimana pihak peminjam setuju untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok
pinjaman pada tanggal tertentu kepada pemegang obligasi tersebut.
Obligasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis
utama, yaitu obligasi pemerintah (treasury bonds), obligasi perusahaan (corporate
bonds), obligasi pemerintah daerah (municipal bonds), dan obligasi
luar negeri (foreign bonds). Setiap jenis obligasi berbeda dalam hal
tingkat pengembalian harapan dan risikonya.
Obligasi pemerintah (treasury bonds), yang
terkadang disebut juga obligasi negara, diterbitkan oleh pemerintah federal.
Sangatlah beralasan untuk berasumsi bahwa pemerintah federal akan memenuhi
pembayaran yang dijanjikan sehingga obligasi pemerintah tidak memiliki risiko
gagal bayar. Namun, harga obligasi ini telah menurun ketika tingkat bunga naik
sehingga obligasi ini tidak sepenuhnya bebas risiko.
Obligasi perusahaan (corporate bonds), tidak
seperti obligasi pemerintah, obligasi perushaan memiliki risiko gagal bayar-
jika perusahaan memiliki masalah, perusahaan tersebut mungkin tidak mampu
melakukan pembayaran atas bunga dan pokok seperti yang dijanjikannya. Setiap
perusahaan memiliki risiko gagal bayar yang berbeda-beda, bergantung pada
karakteristik perusahaan emiten dan ketentuan spesifik dari setiap obligasi.
Risiko gagal bayar sering disebut sebagai “risiko kredit”. makin besar risiko
gagal bayar, makin tinggi tingkat bunga yang diminta oleh investor.
Obligasi pemerintah daerah (municipal bonds) diterbitkan
oleh pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal. Obligasi pemerintah daerah
juga memiliki risiko gagal bayar. Akan tetapi, obligasi pemerintah daerah
memberikan satu keunggulan penting dibandingkan jenis-jenis obligasi yang lain.
Bunga yang diterima atas sebagian besar oblgasi pemerintah daerah dikecualikan
dari pajak federal, dan dari pajak negara bagian jika pemegangnya merupakan
penduduk dari negara bagian yang menerbitkan. Akibatnya, tingkat bunga obligasi
pemerintah daerah jauh lebih rendah daripada obligasi pemerintah dengan risiko
yang ekuivalen.
Obligasi luar negeri (foreign bonds),
diterbitkan oleh pemerintah luar negeri atau perusahaan luar negeri. Obligasi
perusahaan luar negeri tentunya juga memiliki risiko gagal bayar. Munculnya
risiko tambahan jika obligasi dinyatakan dalam mata uang selain mata uang
negara investor.
2.
Karakteristik Obligasi dapat dilihat
dari Syarat-Syarat Obligasi
- Nilai Pari (Par Value), merupakan nilai pari obligasi yang dinyatakan; untuk tujuan ilustrasi. Nilai pari biasanya mencerminkan jumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan dijanjikan untuk dilunasi kembali pada saat tanggal jatuh tempo.
- Tingkat Bunga Kupon (Coupon Interest Rate), yaitu tingkat bunga tahunan yang dinyatakan atas suatu obligasi. Ketika pembayaran kupon (coupon payment) tahunan, dibagi dengan nilai parinya hasilnya adalah tingkat bunga kupon.
- Tanggal Jatuh Tempo (Maturity Date), yaitu suatu tanggal yang telah ditentukan untuk melunasi nilai pari suatu obligasi. Obligasi memiliki jatuh tempo 15 tahun pada saat diterbitkan. Kebanyakan obligasi memiliki jatuh tempo awal (original maturity), atau waktu jatuh tempo saat obligasi tersebut pertama kali diterbitkan, yang berkisar antara 10 hingga 40 tahun.
- Ketentuan Penebusan (Call Provision), yaitu ketentuan dalam kontrak suatu obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk menebus kembali obligasi berdasarkan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan sebelum tanggal jatuh tempo normal. Ketentuan penebusan biasanya menyatakan bahwa emiten harus membayar jumlah yang lebih besar dari nilai pari kepada pemegang obligasi jika obligasi tersebut ingin ditebus. Jumlah tambahan tersebut, disebut sebagai premi penebusan, sering kali ditentukan sama dengan bunga selama satu tahun.
- Ketentuan Dana Pelunasan (Sinking Fund Provision), yaitu ketentuan dalam kontrak suatu obligasi yang meminta emiten melunasi sebagian emisi obligasi setiap tahunnya.
- Fitur lain :
- Obligasi yang dapat dikonversi (convertible bond), adalah obligasi yang dapat ditukar dengan lembar saham biasa pada suatu harga tetap berdasarkan opsi pemegang obligasi.
- Waran (warrant), adalah opsi yang memungkinkan pemegang obligasi membeli saham pada satu harga yang telah ditentukan sehingga memberikan suatu keuntungan modal jika harga saham tersebut naik.
- Obligasi yang dapat dijual kembali (putable bond), memungkinkan investor menjual obligasi kembali pada perusahaan sebelum jatuh tempo pada harga yang telah ditentukan.
- Obligasi pendapatan (income bond) yang hanya akan membayarkan bunga jika perusahaan memiliki laba yang cukup untuk membayar bunga.
- Obligasi terindeks atau oblgasi daya beli (indexed/purchasing power bond). Tingkat bunga obligasi ini didasarkan pada suatu indeks inflasi seperti indeks harga konsumen sehingga bunga yang dibayarkan akan naik secara otomatis ketika tingkat inflasi meningkat.
B. VALUASI
OBLIGASI
Arus kas untuk untuk obligasi standar dengan kupon,
seperti allied food, terdiri atas pembayaran bunga sepanjang usia 15 tahun
obligasi ditambah jumlah pinjaman ( biasanya nilai pari ) ketika obligasi
tersebut jatuh tempo. Arus kas tediri atas suatu anuitas selama N tahun
ditambah pembayaran sekaligus ( lump sum ) pada akhir tahun N. Sederhananya
kita dapat mendiskontokan setia arus kas kembali ke nilai sekarang dan
menjumlahkan nilai-nilai PV ( arus kas keluar bagi investor ) untuk mendapatkan
obligasi.
Contoh :
Obligasi
dijual pada harga yang sama dengan nilai parinya. Ketika tingkat bunga berlaku,
sama dengan tingkat kupon, suatu obligasi tingkat bunga tetap akan dijual pada
nilai parinya. Tingkat kupon akan tetap sama setelah obligasi diterbitkan,
tetapi tingkat bunga di pasar akan bergerak naik dan turun.
Suatu kenaikan tingkat bunga pasar akan
menyebabkan turunya harga obligasi beredar, sedangkan kenaikan tingkat bunga
akan menyebabkan naiknya hara obligasi. Misalnya :
Jika
tingkat bunga pasar obligasi alliend naik 15% setelah obligasi diterbitkan,
kita akan menghitung menggunakan nilai tingkat bunga pasar yang baru.
![]() |
| Gambar 1 |
Ketika tingkat bunga yang berlaku
naik di atas tingkat kupon, harga obligasi tingkat bunga akan tetap turun di
bawah nilai parinya, ini disebut diskon
obligasi ( discound bond ).
Sebaliknya missal obligasi alliend
turun menjadi 5%, dan harga obligasi akan naik ketika tingkat bunga pasar
turun.
![]() |
| gambar 2 |
Ketika tingkat bunga berlaku turun
di bawah nilai kupon, harga obligasi tingkat bunga akan tetap naik di atas
nilai parinya, ini disebut obligasi
premium ( premium bond ).
A. IMBAL
HASIL OBLIGASI
Pada tabel bursa obligasi yang diberikan
diler obligasi umumnya kita akan melihat informasi tanggal jatuh tempo, harga,
tingkat bunga kupon setiap obligasi dan imbal hasil yang dilaporkan. Berbeda
dengan tingkat bunga kupon yang nilainya tetap, imbal hasil obligasi yang
dilaporkan akan bervariasi dari hari ke hari, bergantung pada kondisi pasar
saat itu. Ada tiga cara menghitung imbal hasil obligasi, yaitu :
1. Imbal
Hasil saat Jatuh Tempo
Adalah tingkat bunga yang akan
diterima atas investasi jika membeli dan memiliki obligasi sampai pada jatuh
tempo. Imbal hasil saat jatuh tempo juga dapat dilihat sebagai tingkat
pengembalian obligasi yang dijanjikan. Hal itu merupakan pengembalian yang akan
diterima oleh investor jika seluruh pembayaran yang dijanjikan terlaksanakan.
Namun, imbal hasil saat jatuh tempo akan sama dengan tingkat pengembalian yang
diharapkan hanya jika 1. Probabilitas gagal bayar adalah nol dan 2. Obligasi
tidak dapat ditebus.
2.
Imbal hasil saat Pelunasan
Jika kita membeli obligasi yang
dapat ditebus dan perusahaan , kemudian menebusnya, kita tidak akan memiliki
pilihan untuk menahannya sampai obligasi tersebut jatuh tempo. Jadi, imbal
hasil saat jatuh tempo tidak akan diterima. Missal tingkat bunga saat ini jauh
di bawah tingkat kupon obligasi yang beredar, maka obligasi yang dapat ditepus
kemungkinan besar akan ditebus dan investor akan memperkirakan tingkat
pengembalian yang diharapkan sebagai imbal hasil saat penebusan (yield to
call-YTC).
2. Imbal
Hasil Saat Ini
Laporan perusahaan tentang obligasi
sering kali mencatumkan imbal hasil saat ini (current yield) yang didefinisikan
sebagai pembayaran bunga tahunan dibagi dengan harga obligasi saat ini. Berbeda
dengan imbal hasil saat jatuh tempo, imbal hasil saat ini tidak mencerminkan
total pengembalian yang seharusnya akan diterima investor dari obligasi karena ia
tidak memperhitungkan keuntungan atau kerugian modal yang akan
terealisasikanjika obligasi ditahan sampai jatuh tempo ( atau ditebus ).
B.
MENILAI TINGKAT RESIKO OBLIGASI
1. Risiko
Tingkat Bunga ( Interest Rate Risk )
atau Risiko Harga Tingkat Bunga ( Interest
Rate Price Risk )
Adalah
tingkat bunga akan terus berflutuasi dari waktu ke waktu, dan kenaikan tingkat
bunga akan mengarah pada penurunan nilai obligasi beredar. Risiko penurunan
nilai obligasi yang diakibatkan oleh naiknya tingkat bunga. Risiko tingkat
bunga akan lebih tinggi pada obligasi dengan jatuh tempo yang lebih panjang
dibandingkan dengan obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Hal ini
terjadi karena semakin panjang waktu jatuh tempo, makin lama obligasi tersebut
akan dilunasi dan semakin lama pula pemegang obligasi dapat menggantikannya
dengan obligasi yang memiliki kupon lebih tinggi.
2.
Risiko tingkat reinvestasi ( reinvestasi
rate risk )
Adalah
risiko terjadinya penurunan pendapatan akibat turunnya tingkat bunga. Risiko
tingkat reinvestasi ini sudah pasti akan tinggi pada obligasi yang dapat
ditebus, risiko ini juga tinggi pada obligasijangka pendek, karena semakin
pendek waktu jatuh tempo obligasi, makin sedikit jumlah tahun sebelum obligasi
lama dengan kupon relatif tinggi digantikan dengan emisi baru dengan kupon
rendah.
3.
Membandingkan Risiko Tingkat Bunga Dan
Tingkat Reinvestasi
Jika
kita memiliki obligasi jangka panjang, kita akan menghadapi risiko tingkat
bunga yang signifikan karena nilai portfolio akan turun jika tingkat bunga
meningkat, tetapi kita tidak akan banyak menghadapi risiko tingkat reinvestasi
karena pendapatan kita akan tetap stabil. Jenis resiko yang lebih relevan bagi
seorang investor akan sangat bergantung pada lamnya investor tersebut berencana
memiliki obligasi atau disebut sebagai cakrawala investasi ( investmen horizon ). Investor dapat
menghilangkan risiko tingkat bunga dengan membeli efek pemerintah satu tahun
karena dijamin akan menerima nilai pari obligasi satu tahun dari sekarang ( cakrawala investasi ).
Satu
cara mudah meminimalkan risiko tingkat bunga dan risiko tingkat reinvestasi
adalah membeli obligasi pemerintah kupon nol dengan waktu jatuh tempo yang sama
dengan cakrawala investasi investor.
3. Risiko
Gagal Bayar
Kemungkinan
gagal bayar merupakan risiko penting yang dihadapi oleh pemegang obligasi. Jika
emiten gagal bayar, jumlah uang diterima oleh investor akan lebih sedikit
daripada pengembalian yang dijanjikan. Semakin tinggi kemungkinan gagal bayar,
makin tinggi preminya dan berakibat pada imbal hasilnya jatuh tempo. Risiko
gagal bayar untuk efek pemerintah adalah nol, tetapi beresiko subtansial untuk
perusahaan dan obligasi pemerintah daerah dengan mutu yang lebih rendah.
DAFTAR
PUSTAKA
Houston,Brigham.2010.”Dasar - Dasar Manajemen
Keuangan”.Edisi Ke-11.Jakarta Selatan : Salemba Empat.
Sumber : Dinda Julia C.
Editor : Admin
Coretan Mahasiswa


No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas