Baca Juga
Manajemen Perbankan
- Keberlangsungan Kegiatan Bank, Lingkungan Perbankan dan Manajemen Integratif
Bank komersial mempunyai perangkat
fungsi yaitu fungsi usaha dan fungsi ekonomi. Fungsi usaha suatu bank adalah
mencari pendapatan bagi para pemiliknya, sedangkan fungsi ekonomi suatu bank
adalah menyediakan berbagai jasa keuangan yang diperlukan dalam perekonomian.
Bank dapat memperoleh pendapatan bila mampu menyediakan jasa keuangan yang
diperlukan publik. Untuk dapat menjalankan fungsi ekonominya suatu bank harus
dapat berinteraksi dengan lingkungannya.
Penyesuaian terhadap lingkungan,
kemampuan menjalankan fungsi ekonomi dan usaha harus dilakukanj dengan baik.
Untuk bisa menjalankan fungsi dengan baik, setiap unit kerja di bank perlu
menjalankan prangkat fungsi sebagai bagian organik dari suatu sistem.
Perangkat fungsi bank ada dua yaitu perangkat fungsi keluar yang terdiri dari
fungsi usaha dan fungsi ekonomi, dan perangkat fungsi nke dua yaitu perangkat
fungsi antara sistem maka memungkinkan secara integratif bank dapat menjalankan
fungsi usaha dan fungsi ekonomi. Manajemen yang menjalankan pendekatan sistem
ini disebut manajemen integratif.
Keberhasilan bank dalam menjalankan
usaha sangat tergantung dari kemampuan memahami/ menyesuaikan dengan
lingkungannya, kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya, kemampuan melakukan
penyesuaian terhadap perubahan lingkungan serta kemampuan menjalankan manajemen
integrative.
- Efisiensi Ekonomi, Persaingan dan Pasar Kompetitif
Setiap kegiatan ekonomi diharapkan
dapat menciptakan barang dan jasa dengan biaya yang paling rendah yang mungkin
bisa dicapai, serta mampu mengalokasikan sumber-sumber ekonomi pada penggunaan
yang paling bernilai. Efisiensi ekonomi pada perbankan mengandung dua dimensi
yaitu tersedianya berbagai macam instrumen finansial bagi pemilik aktiva yang
paling menguntungkan, memberikanportofolio yang paling optimal untuk
kepentingan return,risk dan likuiditas. Alokasi sumber dana pada penggunaan
yang paling bernilai dan tersedianya berbagai ninstrumn keuangan akan terjadi
bila bank-bank berada pada lingkungan yang kompetitif. Lingkungan kompetitif
akan gterjadi kalau ada keleluasaan dan kepastian hukum bagi stakeholder dalam
menjalankan fungsi-fungsinya.
Lingkungan kompetitif akan melahirkan
persaingan yang kompetitif. Persaingan akan timbul bila terdapat banyak
penjual/ bank sehingga sering disebut penawaran kompetitif. Pada sisi
permintaan, semakin banyak jumlah pembeli juga akan menciptakan permintaan
kompetitif. Pertemuan penawaran kompetitif dengan permingtaan kompetitif akan
membentuk pasar vyang kompetitif.
Pasar kompetitif merupakan syarat danya
persaingan. Persaingan dari sisi penawaran dapat dibedakan persaingan harga dan
persaingan bukan harga. Persainagn harga bisa diatasi dengan bekerja pada
tingkat yang paling efisien untuk menurunkan biaya tetap dan atau biaya
variabel. Keberhasilan menurunkan biaya akan meningkatkan penjualan produk dan jasa.
Peningkatan penjualan akan mendorong perkembangan bank.
Pertsainagn bukian harga pada era
skarang, sangat tajam. Dengan adanya prsaiangan, tampak bahwa konsumen pada
posisi yang diuntungkan sebab dapat menikmati berbagai produk dan jasa yang
berkualitas, pelayanan yang berkualitas dan mudah memperolehnya dengan harga
yang relatif lebih murah. Konsentrasi pasar yang diwujudkan dalam monopoli dan
oligopoli juga dapat menganggu keefektifan kebijakan moneter maupunj fiskal,
baik yang bertujuan untuk menurunkan harga maupun untuk menciptakan pertumbuhan
ekonomi. Oleh karena itu, penciptaan pasar yang kompetitif pleh pemerintah bisa
dilakukan dengan cara mengaturnya. Regulasi menjadi alat yang ampuh untuk
mencegah terjadinya konsentrasi pasar.
- Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan Arah Kebijakan Perbankan
Arsitektur perbankan Indonesia (API)
merupakan suatu kerangkan dasar sistem perbankan indonesia yang bersifat
menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk
rentang waktu sampai lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan
pengembngan industri perbankan di masa datang oleh API dilandasi oleh visi
mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisiensi guna
meenciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional. API menjadi kebutuhan yang mendesak bagi
perbankan Indonesia dalam rangka memperkuaat fundamental industri perbankan.
Guna mempermudah pencapaian visi API
tersebut, maka dapat ditetapkan beberapa sasaran yang ingin dicapai yaitu :
- Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
- Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
- Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko.
- Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
- Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mewujudkan terciptanya industri perbankan yang sehat.
- Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.
Keenam pilar API tersebut menunjang
pencapaian visi API yaitu menciptakan sistem perbankan yang sehat, kuat, dan
fiasiensi gunja menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Keenam sasaran tersebut digambarkan
sebagai 6 pilar penunjang pencapaian visi API. Sejak diluncurkan pada 2001, API
telah mendapat beragam tanggapan dalam bentuk saran dan kritik membangun untuk
menjadikan program-program API terintregrasi dengan program perekonomian
nasional. Bank indonesia menyusun kembali program-program API. Secara
keseluruhan, penyempurnaan ini mengakibatkan beertambahnya program kegiatan API
yang akan dilakukan secara brtahap sampai dengan tahun 2013 dari 19 program
yang tertuang dalam 34 kegiatan menjadi 20 program yang dijabarkan ke dalam 55
kegiatan. Program-program API tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
- Program Penguatan Struktur Perbankan Nasional
Tabel 1
Daftar Program penguatan Struktur
Perbankan Nasional
|
No
|
Kegiatan ( pilar 1)
|
|
1
2
3
|
Memperkuat permodalan bank
Memperkuat daya saing dan kelembagaan
BPR dan BPRS
Meningkatkan akses kredit dan
pembiayaan UMKM
|
- Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan
Tabel 2
Daftar Program Peningkatan Kulitas
Pengaturan Perbankan
|
No
|
Kegiatan
(pilar 2)
|
|
1
2
|
Memformalkan proses sidikasi dalam
membuat kebijakan perbankan
Implementasi secara bertahap
international best practices
|
- Program Peningkatan Fungsi Pengawasan
Tabel 3
Daftar Program Peningkatan Fungsi
Pengawasan
|
No
|
Kegiatan ( pilar 3)
|
|
1
|
Meningkatkan
koordinasi dengan lembaga pengawas lain
Melakukan reorganisasi sektor
perbankan di Bank Indonesia
|
Writer : Laeli M
Editor : Admin Coretan Mahasiswa
No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas