Monday, November 20, 2017

Sistem Informasi Geografis Hortikultura tahunan pada tanaman Kopi

Baca Juga

Sistem Informasi Geografis Hortikultura tahunan pada tanaman Kopi

 REPRESENTASI INFORMASI GIS

Sistem Informasi Geografis  Wilayah
Kopi Arabika adalah buah tropis. Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa yang artinya Indonesia sendiri beriklim tropis. Dengan iklim tropis ini, negara Indonesia sangat cocok untuk menanam berbagai tanaman perkebunan apalagi tanaman kopi. Dengan curah hujan yang akan membantu mempengaruhi pembentukan bunga menjadi buah. kopi jenis arabika dianjurkan curah hujan sekitar 1000 – 1500 mm pertahun, sedangkan kopi robusta maksimal 2000 mm pertahun. Untuk daerah dengan ketinggian  diatas 1000 m memiliki musim kering yang pendek.
Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.Kondisi tanah yang baik untuk penanaman kopi dianjurkan tanah yang memiliki top soil atau kandungan organik yang tebal, Tingkat keasaman atau derajat keasaman (pH) tanah yang dianjurkan untuk tanaman kopi sekitar 5,5 – 6,5

Pengumpulan Data

Karakteristik tanaman
Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak.Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.

Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera, untuk detailnya silahkan baca cara memanen buah kopi. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.

Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dari segi rasa, arabika mempunyai jangkauan yang luas. Setiap varietas kopi yang ditanam ditempat berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang dan tingkat keasaman tinggi. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding robusta yaitu sekitar 0,8-1,5%.

SUBSISTEM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
 A.    Input
  • Jenis Tanaman Kopi Arabica yang ditanam di Desa Sumowono Kabupaten Kendal
  • Wilayah yang ditanami Kopi Arabica di Kabupaten Kendal
  • Data hasil panen Kopi Arabica perkecamatan.
B.     Output
  •  Cara memilih Kopi Arabica yang baik dan berkualitas.
  • Kopi Arabica berdasarakan  jenisnya di Kabupaten Kendal pertahun
  • Menampilkan wilayah  yang ditanami Kopi Arabica di Kabupaten  Kendal dalam bentuk peta.
PERENCANAAN KEBUTUHAN SISTEM

Analisa Sistem 
Kebutuhan sistem sebagai berikut :
·         PerangkatKeras( Hardware )
1.      Processor :Intel core i3 2.40  GHz
2.      Harddisk :500 Gb
3.      Memory : 4 Gb
4.      Monitor :Resolusi 1280 x 1024 dengan 256 warna dan VRAM 4 Mb.

·         PerangkatLunak( Software )
1. SistemOperasi :Berbasiskan Windows 7 Ultimate
2. Aplikasi : ArcView versi 3.3

Data Spasial 
Data yang mempresentasikan aspek keruangan dari suatu fenomena atau mengidentifikasikan posisi geografis suatu fenomena. contoh data spasial antara lain letak suatu wilayah, posisi sumber minyak bumi,dsb. bentuk-bentuk data spasial : 
  •  titik (dot), contoh: posisi terminal
  •  garis (poly line), contoh: jaringan jalan raya
  • area (polygon), contoh: wilayah kecamatan
Data Non Spasial 
Data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.
Data Atribute 
Data yang mempresentasikan aspek-aspek deskripsi/penjelasan dari suatu fenomena di permukaan bumi dalam bentuk kata-kata, angka, atau tabel. contoh data atribut misalnya kepadatan penduduk, jenis tanah, dsb. bentuk-bentuk data atribut:
  • data kuantitatif (angka-angka/statistik), contoh: jumlah penduduk
  • data kualitatif (kualitas/mutu), contoh: tingkat kesuburan tanah
PERENCANAAN  DAN DESIGN PROSES MANIPULASI DATABASE SIG
A.    Analisis
Satuan pemetaan harus ditentukan dengan nilainya agar dapat dipadukan dengan peta lain untuk tujuan analisis. Kemampuan SIG dapat dikenali dari fungsi-fungsi analisis yang dapat dilakukannya.
Analisis spasial sig terdiri dari 
1. klasifikasi        : mengklasifikasikan kembali suatu data spasial/atribut menjadi data spasial baru dengan menggunakan suatu criteria
a.     jaringan : menunjukan kepada data spasial yang berupa titik-titik atau garis garis sebagai suatu jaringan yang tidak terpisahkan
b.     overlay  : menghasilkan data spasial baru dari dua data spasial yang menjadi masukannya
  • Union    : tumpang susun polygon yang menyimpan semua area kedua peta
  • Denity  : tumpang susun titik,garis,atau polygon pada polygon yang menyimpan semua jenis input.
  • Intersect : tumpang susun titik,garis, atau polygon dari polygon tetapi hanya menyimpan bagian input yang berbeda dalam satu tumpang susun.
2. Buffering : fungsi ini akan menghasilkan data spasial baru yang berbentuk polygon atau zone dengan jarak tertentu dari data spasial yang menjadi masukannya. 
3. 3D analisis : terdiri dari sub-sub fungsi yang berhubungan dengan presentasi data spasial dalam ruang tiga dimensi. 
4. Digital Image Processing : fungsi ini dimiliki SIG yang berbasis raster

B.     Proses dengan DML,DDL, dan QL 
1.      DDL (Data Definition Language)
Kumpulan perintah SQL yang di gunakan untuk membuat,mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database. Objek database yang dimaksud pada MySQL yang di gunakan dalam perancangan dan design database SIG tanaman holtikultura tahunan pada tanaman kopi sebagai berikut.
  •  Database
  • Tabel
  • View
  •  Index
  •  Function
  • Trigger
Rencana rancangan proses manipulasi database yang direncanakan sebagai berikut 
a.     Proses membuat tabel tanaman_kopi
CREATE TABLE tanaman_kopi {
id_tanaman varchar(10) not NULL ,
jenis_tanaman_kopi varchar(30) default NULL ,
ketinggian int(30) default NULL ,
curah_hujan double(30) default NULL ,
suhu varchar(10) default NULL ,
PRIMARY Key(id_tanaman) } 

b.    Proses membuat tabel batas wilayah
CREATE TABLE batas_wilayah {
id_wilayah varchar(10) not NULL ,
nama_batas varchar(30) default NULL ,
bentuk_representasi INDEX (30) default NULL ,
PRIMARY Key(id_wilayah) }

c.     Proses membuat tabel jalan
CREATE TABLE jalan {
id_jalan varchar(10) not NULL ,
nama_jalan varchar(30) default NULL ,
bentuk_representasi INDEX (30) default NULL ,
PRIMARY Key(id_jalan) }

d.     Proses membuat tabel produktifitas_tanaman_kopi
CREATE TABLE produktifitas_tanaman_kopi {
id_wilayah varchar(10) not NULL ,
nama_wilayah varchar(30) default NULL ,
jumlah_produksi Double(30) default NULL ,
PRIMARY Key(id_wilayah) }

e.      Proses membuat tabel kecamatan
CREATE TABLE kecamatan {
id_kecamatan varchar(10) not NULL ,
nama_kecamatan varchar(30) default NULL ,
jumlah_produksi Double(30) default NULL ,
PRIMARY Key(id_kecamatan) }

f.       Proses membuat tabel wilayah_tanam_kopi
CREATE TABLE wilayah_tanam_kopi{
id_kecamatan varchar(10) not NULL ,
jumlah_kopi double(30) default NULL ,
jenis_kopi VARCHAR(30) default NULL ,
kontur_tanah varchar(30) default NULL ,
PRIMARY Key(id_kecamatan) }
 
2.      DML (Data Manipulation Language)
Perintah SQL yang berhubungan dengan mengolah data di dalam sebuah tabel dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan tipe data dari objek database 
a. Menampilkan seluruh data dari masing-masing tabel
  • select*from tanaman_kopi
  • select*from batas_wilayah·       
  •  select*from jalan
  • select*from produktifitas_tananaman_kopi
  • select*from kecamatan
  • select*from wilayah_tanam_kopi 
b.  Memasukan data ke dalam tabel 
insert into tanam_kopi( id_kecamatan, jenis_tanaman_kopi, ketinggian, curah_hujan,suhu) values ('001','arabika','2000','1500','24';'001','robusta','2000','2000','24'); 

3.      QL (Query Language) : Bahasa khusus yang digunakan untuk melakukan query pada database 
A. Menampilkan isi tabel wilayah_tanam_kopi jika dilakukan pencaarian dengan menggunakan id_tanaman atau nama_tanaman 

select*from wilayah_tanam_kopi where id_tanaman="sesuai pencarian" or nama_tanaman="sesuai pencarian";
 B. Menampilkan isi tabel produktifitas_tanaman_kopi jika dilakukan pencaarian dengan menggunakan id_wilayah atau nama_wilayah

select*from produktifitas_tanaman_kopi where id_wilayah ="sesuai pencarian" or nama_wilayah="sesuai pencarian"; 

C. menampilkan isi tabel tanaman_kopi jika dilakukan pencaarian dengan menggunakan id_tanaman atau jenis_kopi

select*from tanaman_kopi where id_tanaman ="sesuai pencarian" or jenis_kopi="sesuai pencarian";
Perencanaan Proses Pengolahan Database SIG
No
Nama Proses
Tahapan
Hardware / software
1
Digitasi
Melakukan konversi data analog menjadi data digital
ArcGIS, ArcView
2
Koreksi  geometrik
Proses  transformasi data raster yang masih mentah ke dalam system proyeksi tertentu, sehingga nilai koordinatnya dapat ditumpang susunkan dengan data spasial lain
Arcgis
3
Integrasi
Mengintegrasikan fungsi google map API dengan tekonologi pemrograman lainnya
PHP,MySQL,Jquery
4
Editing
Proses perbaikan digitasi yang belum sempurna
ArcGIS, ArcView
5
View
Menampilkan semua data gambar yang ada baik dalam bentuk vector maupun bentuk raster
Arcview


Sumber            : Hendriyanto
Editor              : Admin Coretan Mahasiswa 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...