Baca Juga
Peran Sistem Informasi dalam Mencapai Keunggulan Bersaing di Dunia Bisnis
Tujuan Bisnis Strategis dari Sistem Informasi
Teknologi informasi merupakan dasar bagi bisnis pada abad 21, seperti kantor, telepon, tempat penyimpanan berkas, berikut gedung tinggi yang dilengkapi dengan tangga berjalan yang efisien yang merupakan fondasi bagi bisnis pada abad 20.
Ada ketergantungan satu sama lain yang terus berkembang antara kemampuan perusahaan dalam menggunakan teknologi, dan kemampuan dalam mengimplementasikan strategi perusahaan, dengan pencapaian tujuan perusahaan.
Saling ketergantungan antara organisasi dengan sistem informasi
· Dalam sistem kontemporer, terdapat saling ketergantungan yang berkembang antara sistem informasi perusahaan dan kemampuan bisnis atas sistem informasi tersebut. Perubahan strategi, peraturan, dan proses bisnis membutuhkan perubahan yang meningkat dalam perangkat keras, perangkat lunak, database, dan telekomunikasi. Sering kali apa yang diinginkan organisasi bergantung pada sistem informasinya.
Bagaimana keadaan suatu bisnis 5 tahun kemudian, sering kali bergantung pada apa yang mampu dilakukan oleh sistemnya. Meningkatkan pangsa pasar, menjadi produsen barang berkualitas tinggi atau produsen berbiaya rendah, mengembangkan produk baru, serta meningkatkan produktivitas karyawan, sering kali bergantung pada jenis dan kualitas sistem informasi yang tersedia dalam organisasi tersebut.
Secara spesifik, terdapat 6 tujuan bisnis strategis, yang mendorong perusahaan bisnis berinvestasi dalam jumlah besar di bidang sistem informasi, antara lain :
a) Keunggulan Operasional
Perusahaan terus berusaha meningkatkan efisiensi kegiatan operasionalnya dengan tujuan meningkatkan keuntungan perusahaan. Teknologi dan sistem informasi adalah beberapa perangkat penting yang tersedia bagi manajer dalam mencapai efisiensi dan produktivitas dalam kegiatan operasional bisnisnya apalagi jika disertai dengan perubahan gaya manajemen dan penerapan bisnis di lingkungan organisasi.
b) Produk, Layanan, dan Model Bisnis Baru
Teknologi dan sistem informasi merupakan perangkat utama bagi perusahaan untuk menciptakan produk dan layanan baru, hal demikian juga berlaku bagi model bisnis yang masih baru. Model bisnis (business model) dapat diartikan sebagai cara perusahaan dalam memproduksi, mengirim, dan menjual produk ataupun jasa untuk memperoleh keuntungan.
c) Hubungan Pelanggan dan Pemasok
d) Pengambilan Keputusan yang Semakin BaikKetika bisnis telah memahami dan melayani pelanggannya dengan baik, umumnya pelanggan tersebut akan kembali datang dan berbelanja lebih banyak. Hal ini akan meningkatkan pendapatan dan laba. Demmikian juga dengan pemasok : semakin sering bisnis berhubungan dengan pemasoknya, semakin baik input vital yang dapat diberikan oleh pemasok tersebut. Hal ini akan menurunkan biaya. Bagaimana cara memahami pelanggan dan pemasok adalah masalah utama bagi bisnis yang memiliki jutaan pelanggan offline dan online.
Banyak pengelola bisnis melakukan kegiatan operasionalnya meggunkan sumber informasi yang membingungkan, tidak pernah memperoleh informasi yang tepat. Sebagai gantinya, para pengeloa bisnis tersebut bergantung pada ramalan, perkiraan atau lebih parah lagi keberuntungan. Hasilnya adalah produksi barang dan jasa yang terlalu berlebihan atau kekurangan, pengalokasian sumber daya yang tidak tepat sasaran, dan respon yang lamban. Hasil-hasil yang buruk ini meningkatkan biaya dan mengankibatkan hilangnya pelanggan. Dalam 10 tahun belakangan ini, teknologi dan sistem informasi telah memungkinkan para manajer untuk mengakses data dari pasar secara real-time saat mengambil keputusan.
e) Keunggulan Kompetitif
Setelah perusahaan meraih satu atau lebih dari tujuan bisnis, perusahaan dianggap telah mencapai keunggulan kompetitif. Melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing, membayar lebih murah untuk produk lebih bagus, dan respons cepat dan terkini terhadap pelanggan dan pemasok, semuanya dapat meningkatkan penjualan dan laba yang tidak bisa diikuti oleh para pesaing. Apabila kita ingin menjadi pemimpin pangsa pasar, kita harus tahu bagaimana cara menggunakan sistem informasi untuk pencapaian tujuan.
f) Kelangsungan Usaha
Perusahaan berinvestasi dalam teknologi dan sistem informasi karena perusahaan memang membutuhkannya untuk melakukan bisnis. Kadang kebutuhan ini didorong oleh perubahan dalam industri. Ada banyak peraturan dan undang-undang pmerintah federal dan nasional yang menciptakan kewajiban legal bagi perusahaan dan karyawannya untuk menyimpan catatan, termasuk pencatatan secara digital. Perusahaan beralih ke teknologi dan sistem informasi untuk memiliki kemampuan atas kebutuhan-kebutuhan tersebut.
2. Perspektif dalam Sistem Informasi
Teknologi informasi-TI (information technology-IT) terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Teknologi informasi bukan sekedar mesin komputer, perangkat penyimpanan, perangkat mobile sebesar genggaman tangan, tetapi juga perangkat lunak, seperti sistem operasi Windows atau Linux, rangkaian aplikasi Microsoft Office, dan ribuan program aplikasi dapat ditemukan di perusahaan-perusahaan besar.
A. Apa yang Dimaksud dengan Sistem Informasi
Secara teknis sistem informasi (information system) dapat didefinisikan sebagai serangkaian komponenyang saling berhubungan yang mengumpulkan (mendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengawasan, sistem informasi juga membantu para manajer dan karyawan dalam menganalisis masalah, menggambarkan hal-hal rumit, serta menciptakan produk baru.
Sistem informasi berisi informasi-informasi penting mengenai orang, tempat/lokasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan organisasi terkait atau lingkungan di sekitarnya. Informasi (information) dapat diartikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti dan fungsi bagi manusia. Data (data) dapat diartikan sebagai sekumpulan fakta mentah yang mewakili kejadian-kejadian yang terjadi dalam suatu organisasi atau lingkungan fisiknya, sebelum diolah dan dibentuk ke dalam bentuk yang dapat dimengerti dan digunakan manusia.
Ada tiga kegiatandalam sistem informasi yang diperlukan perusahaan dalam mengambil keputusan, pengawasan kegiatan operasional, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Tiga kegiatan tersebut adalah input, proses dan output. Input kegiatan mengumpulkan data dari dalam ataupun luar organisasi. Pemrosesan (processing) kegiatan mengubah data mentah ke dalam bentuk yang memiliki arti (informasi. Output kegiatan menyalurkan informasi yang telah diproses kepada pihak yang berkepentingan atau kepada kegiatan-kegiatan yang memerlukannya. Sistem memerlukan umpan balik (feedback) dari anggota organisasi yang bersangkutan, dengan tujuan mengevaluasi ataupun memperbaiki tahapan input.
B. Dimensi Sistem Informasi
Fungsi Sistem Informasi
Daftar Pustaka
Keneth C.Loudon & Jane P.Loudon : Sistem Informasi Manajemen,Edisi 13,Penerbit Salemba 4.
Sumber : Wiwik SulyaniEditor : Admin Coretan Mahasiswa


No comments:
Post a Comment
Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas