Thursday, May 18, 2017

Mengembangkan Usaha

Baca Juga

Mengembangkan Usaha



Cara Mengembangkan Usaha Hingga Mencapai Puncak Bisnis

1. STARTING

Saat mulai usaha fokus “bagaimana bisa survive” atau sekedar dapur ngepul terlebih dahulu. Jangan berusaha mencari laba besar saat awal, tapi carilah omset. Fokus bagaimana meramaikan ’toko’ anda dan mengkonversi sebanyak mungkin calon pelanggan menjadi pelanggan.

Lakukan pemasaran secara agresif dan teragenda. Jangan biarkan seharipun tanpa promosi. Lakukan hal ini terus-menerus sampai ‘kursi’ (kapasitas) yang anda tawarkan setidaknya mencapai 70% kapasitas. Misal, bisnis rumah makan, minimum 70% bangkunya selalu terisi.
Jika bisnis anda adalah distribusi, bukalah jalur distribusi sebanyak mungkin dan secepat mungkin. Genjot volume penjualan anda bukan profit anda. Asalkan pembayaran bagus, profit rendahpun tidak menjadi masalah.

“ Rebut dan kuasai pasarnya terlebih dahulu, baru maksimumkan marginnya “Jangan terburu-buru membuat sistem secara detail, karena akan menghilangkan fleksibilitas dalam bisnis anda. Biasanya mantan karyawan diperusahaan besar akan fokus membuat sistem dibanding menggenjot penjualan. Ini adalah kesalahan fatal saat awal berbisnis!.

2. PROFITING

Setelah volume penjualan anda cukup besar atau kapasitas yang anda tawarkan sudah maksimum tiap saat, barulah cara mengembangkan usaha berikutnya adalah fokus menaikkan keuntungan usaha.
Ada 3 hal yang mampu menaikkan keuntungan usaha dari customer :
a. Menaikkan angka repeat order;
b. Menaikkan rata-rata pembelian tiap kunjungan;
c. Menaikkan margin.

Repeat order adalah segala upaya yang dilakukan untuk membuat pelanggan semakin sering berbelanja ke tempat kita. Menaikkan rata-rata pembelian adalah upaya agar pelanggan yang tadinya belanja sebesar Rp 1000.000,- tiap kunjungan, meningkat menjadi Rp 2000.000,- tiap kunjungan, bahkan lebih. Menaikan margin adalah upaya menaikkan nilai dan harga jual, serta menekan biaya produksi dengan cara menaikan produktifitas dan menekan pengeluaran. Di tahap profiting , promosi tetap jangan berhenti. Bedanya dengan tahap starting, promosi profiting lebih difokuskan ke pelanggan yang sudah ada. Secara detail materi profiting.

3. SYSTEMIZING

Setelah dapur ngepul dan keuntungan melimpah, kini saatnya mengembangkan usaha dengan cara menyempurnakan sistem. Sebenarnya sistem tersebut mungkin sudah dirintis sedikit demi sedikit sejak mulai usaha, hanya saja di tahap systemizing, kita akan fokus pada pembenahan sistem. Tujuan dari sistem adalah membuat bisnis ‘autopilot’ atau tetap berjalan tanpa anda dan siap dikembangbiakan (multiplying ). Materi systemizing akan kami paparkan sacara terpisah pada materi berikutnya. Jika profit anda besar, anda tidak perlu pusing untuk membuat sistem sendiri. Cukup membayar konsultan untuk membuat sistem di perusahaan Anda. Yang terpenting lagi, inilah saatnya Anda mencari GM/direktur yang jauh lebih pandai dan berpengalaman dari Anda.

4. MULTIPYING

Cara mengembangkan usaha berikutnya, Setelah sistem terbentuk, perlu dilakukan uji coba dengan cara menduplikasi bisnis yg sudah ada yaitu dengan membuka cabang. Jangan terburu-buru untuk diwaralabakan jika sistem belum teruji. Jika Anda membutuhkan modal untuk usaha, gunakan pilihan untuk menjual sebagian saham cabang utama untuk membangun cabang baru. Uji sistem Anda dengan membuka cabang di beberapa tempat atau kota yang berbeda, sebelum akhirnya bisnis Anda siap diwaralabakan.

5. REAPING FREEDOM
Kini tiba saatnya memetik apa yang telah ada tanam, yaitu kebebasan financial. Dengan kata  lain “Bisnis anda jalan, anda jalan-jalan…”.Sekarang tiba saatnya meninggalkan ‘gading’ kepada orang-orang sekitar anda.

Bagaimana jika dikaitkan dengan Kurva Pengalaman Kerja untuk membangun usaha

KURVA PENGALAMAN KERJA
(LEARNING CURVE)
  • Arti dan Tujuan
Penelitian telah dilakukan pada berbagai industri di dunia terhadap beberapa produk, dan mendapatkan suatu gambaran bahwa rata-rata ongkos persatuan barang akan mengalami penurunan sebagai akibat dari bertambahnya pengalaman di dalam mengerjakan pekerjaan itu atau memproduksikan barang tersebut. Hal ini adalah logis karena dengan bertambahnya pengalaman wewenang di dalam mengerjakan pekerjaan itu, tentu saja akan diperoleh pelajaran untuk melakukannya dengan lebih baik serta lebih efisien. Kekeliruan-kekeliruan yang telah diperbuatnya dapat diketahui dan untuk selanjutnya tidak diulang lagi terhadap kesalahan yang sama. Dengan jalan demikian maka logika hubugan antara pengalaman kerja dengan efisiensi tersebut dapat dijelaskan.

Dari penelitian yang telah dilakukan secara intensif khususnya penelitian yang dilakukan oleh The Boston Consulting Group yang telah melakukan penelitian terhadap lebih dari 2000 jenis produk di negara-negara industri didunia, telah diperoleh gambaran bahwa penurunan biaya per unit akan dapat dicapai secara cukup berarti apabila pengalaman dibidang itu telah mencapai dua kali lipat (double). Jadi apabila pengalaman kerja meningkat dan mencapai dua kali lipat dari semua maka akan terdapat suatu penurunan biaya produksi per unit yang cukup berarti besarnya. Penurunan biaya produksi sebgai akibat bertambahnya pengalaman kerja itu dapat digambarkan dalam bentuk grafik yang sering disebut “LEARNING CURVE” atau “EXPERIENCE CURVE”. Hukum dari Learning Curve ini mengatakan bahwa biaya produksi per unit dari suatu produk, bila diukur dengan nilai uang yang tetap ,akan mengalami penurunan sebesar prosentase tertentu, setiap kali pengalaman kerja meningkat menjadi dua kali lipat.

Pengalaman kerja di dalam berproduksi dapat ditunjukkan oleh kumulatif volume produksi dari tahun ke tahun atau dari bulan ke bulan. Oleh karena itu maka apabila kumulatif volume produksi bertambah brarti pengalaman kerja juga bertambah, dan apabila kumulatif volume produksinya mencapai dua kali lipat itu berarti pengalaman kerjanya juga sudah doubel (dua kali lipat) pula.

Penggambaran secara grafis terhadap Learning Curve ini dapat dilihat pada gambar berikut ini:


Sebagai suatu gambaran, andaikata suatu pabrik yang membuat suatu jenis mesin tertentu, dan tiap mesin yang dihasilkan itu dibubuhi nomor mesinnya, maka pengalaman kerja dari perusahaan itu dalam memproduksikan jenis mesin yang diproduksikan pada saat itu. Jadi:Pengalaman kerja = Komulatif Volume produksi.

Perlu ditekankan disini bahwa perturunan biaya produksi tersebut adalah tidak terjadi dengan sendirinya seperti halnya dalam gaya berat, tetapi penurunan biaya tersebut haruslah diusahakan secara terus menerus oleh produsen, dilakukan pengawasan terus menerus terhadap kegiatan itu. Apabila intensitas pengawasannya berkurang tentu saja pengaruh dari hukum learning curve ini juga akan berkurang pula.

Di samping itu orang sering mendengar dan mengalami bahawa  keadaannya justru sebaliknya yaitu setiap tahun (pengalaman juga selalu bertambah tentu saja) terlihat adanya gejala naiknya biaya produksi per satuan. Keadaan tersebut perlu memperoleh penjelasan lebih mengena. Kenaikan biaya produksi dari tahun ke tahun memang selalu naik, tingkat upah juga selalu naik, harga energi semakin hari semakin langka dan harganya juga semakin naik. Hal-hal itulah yang mendorong kenaikan biaya produksi tersebut. Jadi kenaikan biaya itu adalah karena faktor kelangkaan barang yang menyebabkan kenaikan harga serta faktor inflasi atau faktor nilai uang. Dalam hal learning curve ini maka kita meniadakan pengaruh nilai uang atau pengaruh nilai uang atau pengaruh inflasi tersebut, yaitu dengan menganggap (asumsi) nilai uang tetap atau tidak ada pengaruh inflasi. Apabila terdapat inflasi mak pengaruuh inflasi ini harus kita hilangkan lebih dahulu sebelum perhitungan kita, kita lakukan terhadap learning curve ini. Hal ini tentu saja dapat kita lakukan dengan mengurangi biaya produksi tersebut dari tahun – ketahun sebesar tingkat inflasi yang terjadi di negara itu. Dengan demikian maka perhitungan learning curve itu didasarkan pada nilai uang yang tetap, sehingga penurunan biaya itu adalah betul–betul menggambarkan adanya pengaruh meningkatnya efisiensi sebagai akibat bertambahnya pengalaman kerja.

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Komentarnya, Akan Segera Kami Balas

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...