Tuesday, May 2, 2017

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 2

Baca Juga

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi - Bagian 2

1.7. PERAN MANAJER SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang memimpin dan mengelola organisasi sistem teknologi informasi. Dulunya, manajer STI ini lebih berorientasi pada masalah teknikal dan teknologinya serta penekanannya untuk efisiensi. Manajer STI harus mempunyai pengetahuan bisnis secara umum.


Tabel 1.1. Perubahan peran maajer STI

Peran Dulu
Peran Sekarang
80% Pengetahuan teknikal
Berorientasi pada teknologi
Penekanan pada efisiensi
80% pengetahuan bisnis
Berorientasi pada manusia
Penekanan pada kompetisi

Tabel 1.2. Peran manajer STI

  1. Menyelaraskan strategi bisnis dan STI secara dua arah.
  2. Menciptakan hubungan yang efektif dengan manajemen lini.
  3. Merencanakan, merancang dan mengimplementasikan sistem-sistem baru.
  4. Membangun da mengelola infrastruktur.
  5. Meningkatkan keahlian organisasi STI.
  6. Mengelola kerjasama dengan pemasok.
  7. Membangun kinerja yang tinggi.
  8. Mendesain ulang dan mengelola organisasi STI.

Tabel 1.3. Pegeseran agenda peran eksekutif STI yang lama dengan yang baru.


Agenda
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
  • Pengendalian dan perencanaan strategik STI
  • Pengelolaan arsitektur STI
  • Pengelolaan sumber daya manusia
  • Operasi sistem
  • Pengembangan sistem dan perawatannya
  • Pengelolaan risiko
  • Pekerjaan STI lainnya
  • Pekerjaan bukan STI
16%

20%
20%
14%
17%

3%
10%
-
27%

19%
17%
13%
9%

6%
2%
7%

Tabel 1.4. pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.

Tanggung jawab ke
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
13%
19%
48%
17%
3%
27%
12%
44%
17%
-


Tabel 1.4. pergeseran tanggung jawab eksekuif STI yang lama dengan yang baru.

Tanggung jawab ke
Eksekutif STI lama
Eksekutif STI baru
- CEO
- Wakil Presiden
- CFO atau manajer keuangan
- manajer operasi
- lainnya
13%
19%
48%
17%
3%
27%
12%
44%
17%
-

2.2 Konsep Dasar Sistem

Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Cintoh : sistem akuntansi. Sistem ini definisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar.

Dengan pendekatan komponen, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : sistem komputer yang didefinisikan sebagai perangkat lunak dan keras.

Pendekatan komponen merupakan pendekatan yang relatif baik digunakan untuk menjelaskan suatu sistem informasi. Kelemahan utama penggunaan pendekatan ini adalah jika komponen dari sstem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja tidak teridentifikasi, maka akan gagal untuk menggambarkan sisitem itu dengan baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya.

2.3 Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung ole 3 pilar sebagai berikut : tepat kepada orangnya atau relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya atau akurat. Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang bergua, tetapi merupakan samapah

2.4 Komponen sistem Informasi

Telah diketahui bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut juga dengan nama siklus informasi. Data yang masih belum diolah peru disimpan untuk pengolahan lebih lanjut, karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di simpanan dalam bentuk basis data. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan informasi.siklus pengolahan data yang dikembangkan ini disebut dengan extended data processing life cycle.

Dari siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data, maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan demikian komponen sistem informasi yaitu komponen input, komponen model dan komponen output sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Informasi yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga membuat informasi dapat disajikan tepat waktunya.

Informasi yang akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen kontrol atau pengendalian akan menjga sistem informasi dari kesalahan-kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem informasi menghasilkan sistem informasi yang akurat.

Dengan demikian sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
  1. Komponen input
  2. Komponen model
  3. Komponen output
  4. Komponen teknologi
  5. Komponen basis data
  6. Komponen kontrol.
2.4.1 komponen input

Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupkan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang masuk kedalam sistem informasi dapat langsung diolah menjad iinformasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk basis data. Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap dari data yang terjadi. Dokumen dasar ini dapat membntu didalam penanganan arus data sistem informasi yaitu:
  1. Dapat menunjukkan macam dar data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
  2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
  3. Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
  4. Bertindak sebagai pendistribusi data.
  5. Dokumen dasar dapat membantu dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
  6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan dari file-file data di komputer.
2.4.2 komponen output

Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para penggunanya. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang yang dalam.

2.4.3 komponen basis data

Kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Terdapat 3 hal yang berhubungan dengan basis data yaitu sebagai berikut:
  1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
  2.  Simpaan permanen untuk menyimpan basisi data tersebut.
  3.  Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.
2.4.4 komponen model

Informasi yang dihasilakn oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem informasi berupa model logika atau model matematik.

 2.4.5 komponen teknologi

Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang tepat waktu. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen teknologi dapat dikelompokkan kedalam 2 macam kategori yaitu teknologi sistem komputer dan teknologi telekomunikasi.

 2.4.6 komponen kontrol

Digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi yang akurat. Sistem pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sitem pengendalian secara umum dan sistem pengendalian aplikasi. Lebih lanjut pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-pengendalian sebagai berikut:
  1.  Pengendalian organisasi.
  2. Pengendalian dokumentasi
  3. Pengendalian perangkat keras
  4. Pengendalian keamanan fisik
  5. Pengndalian keamanan data
  6. Pengendalian komunikasi
2.5 Klasifikasi Sistem

Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai sistem abstrak lawan sistem fisik, sistem alamiah lawan sistem buatan manusia, sistem pasti lawan sistem probabilistik, dan sistem tertutup lawan sistem terbuka. Sistem informasi masuk didalam sistem klasifikasi sistem fisik, buatan manusia, sistem pasti dan sistem manusia.

2.6 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mepunyai karakteristik. Karakteristik tersebut adala sebagai berikut :
  1.  Suatu sistem mempunyai komponen sistem atau sub sistem-sub sistem.
  2.  Suatu sistem mempunyai batas sistem.
  3. Suatu sistem mempunyai ingkungan luar.
  4. Suatu sistem mempunyai penghubung.
  5. Suatu sistem mempunyai tujuan.
2.7 sistem sosio-teknologi

Sistem informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi. Sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi, struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Komponen-komponen lainnya dari organisasi selain komponen sistem informasi adalah komponen sosial dan komponen sistem informasi adalah komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut dengan sistem sosio-teknologi.

Bagian ketiga baca disini

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa


Monday, May 1, 2017

Sistem Informasi Manajemen

Baca Juga

Sistem Informasi Manajemen

A. Konsep dasar sistem
Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Cintoh : sistem akuntansi. Sistem ini definisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar.

Dengan pendekatan komponen, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : sistem komputer yang didefinisikan sebagai perangkat lunak dan keras.

Pendekatan komponen merupakan pendekatan yang relatif baik digunakan untuk menjelaskan suatu sistem informasi. Kelemahan utama penggunaan pendekatan ini adalah jika komponen dari sstem tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Satu komponen saja tidak teridentifikasi, maka akan gagal untuk menggambarkan sisitem itu dengan baik dan sistem tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya. Dapat dikatakan gagal dalam pembuatan atau penerapan suatu sistem teknologi informasi ketika pemahaman mengenai konsep informasi yang merupakan sebuah hal yang penting tentang teknologi informasi secara umum tidak dapat menghasilkan sebuah produk.

B. Tujuan Sistem Informasi
Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung ole 3 pilar sebagai berikut : tepat kepada orangnya atau relevan, tepat waktu, dan tepat nilainya atau akurat. Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang bergua, tetapi merupakan samapah.

C. Komponen sistem Informasi 
Telah diketahui bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut juga dengan nama siklus informasi. Data yang masih belum diolah peru disimpan untuk pengolahan lebih lanjut, karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan di simpanan dalam bentuk basis data. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan informasi.siklus pengolahan data yang dikembangkan ini disebut dengan extended data processing life cycle.

Dari siklus data yang dikembangkan, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data, maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan demikian komponen sistem informasi yaitu komponen input, komponen model dan komponen output sekarang bertambah sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Informasi yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga membuat informasi dapat disajikan tepat waktunya.

Informasi yang akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen kontrol atau pengendalian akan menjga sistem informasi dari kesalahan-kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem informasi menghasilkan sistem informasi yang akurat.
Dengan demikian sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
1.                  Komponen input
2.                  Komponen model
3.                  Komponen output
4.                  Komponen teknologi
5.                  Komponen basis data
6.                  Komponen kontrol.
  • Komponen Input
Input merupakan data yang masuk kedalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karena merupkan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input. Input yang masuk kedalam sistem informasi dapat langsung diolah menjad iinformasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu di storage dalam bentuk basis data. Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap dari data yang terjadi. Dokumen dasar ini dapat membntu didalam penanganan arus data sistem informasi yaitu:
  1. Dapat menunjukkan macam dar data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
  2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
  3. Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
  4. Bertindak sebagai pendistribusi data.
  5. Dokumen dasar dapat membantu dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
  6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan dari file-file data di komputer
  • Komponen Output
Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang berguna bagi para penggunanya. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang yang dalam.
  • Komponen Basis data
Kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Terdapat 3 hal yang berhubungan dengan basis data yaitu sebagai berikut:
  1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
  2. Simpaan permanen untuk menyimpan basisi data tersebut.
  3. Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya.
  • Komponen  Model
Informasi yang dihasilakn oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model tertentu. Model yang digunakan dalam sistem informasi berupa model logika atau model matematik. 
  • Komponen  Teknologi
Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan menghasilkan informasi yang tepat waktu. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen teknologi dapat dikelompokkan kedalam 2 macam kategori yaitu teknologi sistem komputer dan teknologi telekomunikasi.
  • Komponen Kontrol
Digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi merupakan informasi yang akurat. Sistem pengendalian atau kontrol dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sitem pengendalian secara umum dan sistem pengendalian aplikasi. Lebih lanjut pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian-pengendalian sebagai berikut:
  1. Pengendalian organisasi.
  2. Pengendalian dokumentasi.
  3. Pengendalian perangkat keras.
  4. Pengendalian keamanan fisik.
  5. Pengndalian keamanan data.
  6. Pengendalian komunikasi.
  • Karakteristik Sistem
Suatu sistem mepunyai karakteristik. Karakteristik tersebut adala sebagai berikut :
  1. Suatu sistem mempunyai komponen sistem atau sub sistem-sub sistem.
  2. Suatu sistem mempunyai batas sistem.
  3. Suatu sistem mempunyai ingkungan luar.
  4. Suatu sistem mempunyai penghubung.
  5. Suatu sistem mempunyai tujuan.
  • Sistem Sosio-Teknologi
Sistem informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi. Sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu sistem informasi, struktur organisasi, kultur, tugas-tugas dan manusia. Komponen-komponen lainnya dari organisasi selain komponen sistem informasi adalah komponen sosial dan komponen sistem informasi adalah komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut dengan sistem sosio-teknologi.

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

Wednesday, April 5, 2017

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi

Baca Juga

Perkembangan Dan Peranan Sistem Teknologi Informasi

BAB I

1.1  PENDAHULUAN

sistem teknologi informasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari sistem teknologi informasi dimulai dari era akuntan sampai ke era jejarin dimulai tahun 1990. Perkembagan teknologi ini menyebabkan perubahan perubahan peran dari sistem teknologi informasi itu sendiri,mulai dari peranannnya membantu organisasi menjadi lebih efisien sampai perannya sebagai alat memenangkan kompetisi.perkembangan ini juga menyebabkan perubahan-perubahan peran manajer didalam organisasi.

1.2. PERUBAHAN TERMINOLOGI

Beberapa istilah sebagai nama sistem teknologi informasi yaitu sistem informasi manajemen , sistem informasi manajemen berbasis komputer, teknologi informasi, teknologi sistem informasi,sistem komputer , sistem informasi teknologi, manajemen informasi , dan sistem informasi.

Istilah sistem informasi manajemen (SIM) atau management information system (MIS) menunjukkan sistem sistem informasi fungsional, yaitu sistem-sistem informasi yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Istilah sistem informasi manajemen berbasis manajemen menekankan bahwa teknologi komputer digunakan disistem ini. Teknologi informasi adalah sub-sistem atau sistem bagian dari sistem informasi.  Sistem komputer merupakan sub sistem atau sistem bagian dari teknologi informasi.sedangkan sistem teknologi informasi yaitu sistem yang menggunakan teknologi informasi.

1.3  PERUBAHAN-PERUBAHAN MATERI PENGAJARAN

Perubahan materi pengajaran

pemahaman konsep yang penting tentang sistem teknologi informasi secara umum. Pemahaman mengenai konsep informasi yang menyatakan jika sistem teknologi informasi tidak dapat menghasilkan produk ini, maka pembuatan atau atau penerapan sistem teknologi informasi dapat dikatakan gagal.

Pemahaman yang tidak kalah pentingnya yaitu pemahaman tentan komponen-komponen yang membentuk sistem teknologi itu. Sebagai suatu sistem yang fisik , sistem teknologi informasi sebenarnya memiliki komponen-konponen dan macam yang sudah pasti ketidak mampuan mengidentifikasikan dan memahami komponen komponen ini akan mengakibatkan sistem teknologi informasi yang dibuat tidak dapat mencapai tujuannya. 
Konsep dasar lainnya yaitu kosep dasar sistem teknologi informasi untuk pengambilan keputusan manajemen. Didalam organisasi bisnis, sistem teknologi digunakan untuk manajemen.

1.3.2 Teknologi

Teknologi dalam sistem teknologi informasi adalah teknologi komputer,teknologi telekomunikasi dan ternologi apapun yang memberikan nilai tambah untuk organisasi.

1.3.3 Aplikasi sistem teknologi informasi

Ini dapat diterapkan secara internal atau eksternal. Di internal organisasi sistem teknologi informasi dapat diterapkan difungsi fungsi organisasi dan ditingkatan tingkatan manajemen. Sistem teknologi informasi juga diterapkan ditingkatan manajemen bawah,menengah dan atas. Sistem teknologi secara eksternal merupakan sistem teknologi informasi internal yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi telekomunikasi. Tujuan dari sistem teknologi informasi ini adalah untuk menjangkau perusahaan eksternal dengan lebih efektif.

Tujuan utama menarik sistem teknologi informasi ke luar sehingga menjangkau langsung secara efektip pemasok dan pelanggan perusahaan di maksudkan supaya perusahaan dapat memenangkan persaingan, karena sistem teknologi informasi sekarang merupakan alat yang memungkinkan menciptakan keunggulan kompetisi.

1.3.4.Pengembangan Sistem Teknologi informasi  

Secara konvensional sistem teknologi informasi dapat di kembangkan dengan metode SDLC (System development life cycle),karena terdiri dari beberapa tahapan-tahapan pengembangan sistem yang membentuk suatu siklus hidup. Yaitu tahapan analisis,desain,implementasi dan perawatan.

1.3.5. pengelolaan sistem teknologi informasi

Sistem teknologiinformasi yangg sudah dioperaikan harus diklola dengan baik karena nilai dan manfaat dari sitem teknologi informasi secara finansial adalah signifikan. Isu-isu penting tentang pengelolaan sistem teknologi yaitu pengelolaan pengendalian,pengelolaan etika dan pengelolaan politikinformasi.

Pengendalian atau kontrol merupakan hal yang penting, karena jika kontrol tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan sistem teknologi informasi tidak dapat mencapai tujuannya karena sistem teknologi informasi menghasilkan output yang tidak akurat. Pengelolaan etika akibat teknlogi informasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan penurunan kinerja pemakai sistem.

Demikian juga dengan penanganan politik informasi di dalam perusahaan .banyak sistem teknologi informasi secara teknis bagus tapi gagal penerapannya karena adanya politik informasi didalam organisasi yang menggagalkan sistem teknologi informasi tersebut.

1.4. PERKEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Perkembangan sistem teknologi informasi di mulai pada tahun 1964 yaitu pada saat IBM memperkenalkan MT/ST (Magnetic type/selectric type) Writer,yaitu mesin ketik eletronik yang dpat merekamkan ke pita magenetik. Perkembangan selanjutnya dari sistem teknologi informasi tidak terlepas dari sistem perkembangan dari komputer.(Electronic numerical integrator and computer) pada era komputer ini,aplikasi yang banyak di lakukan adalah aplikasi teknik,karena pada waktu itu komputer di maksudkan sebagai alat untuk menghitung (compute).pada tahun 1964 IBM memperkenalkan komputer IBM S 360.IBM memberi nama S 360 yang artinya system 360 dengan maksud komputer ini dapat melayani semua aplikasi sepanajng 360 derajat.sejak dikenalkan S IBM 360 , komputer mulai digunakan untuk aplikasi bisnis yang merupakan tonggak awal sistem teknologi informasi.

Awal tahun 1970-an, teknologi juga mulai digunakan diproduksi. Teknologi ini adalah teknologi komputer dan robot untuk mengendalikan proses produksi supaya efisien dan efektif. Pada tahun 19980-an, suatu sistem yang dikenal dengan nama penunjang keputusan (SPK) atau Decision Support Systems (DSS) mulai dikenalkan oleh ilmuwan yaitu Michael S.scott dan kawan kawan. Sistem ini banyak diterapkan untuk manajemen tingkat menengah. Sedangkan sistem ini sendiri merupakan sistem interaktif dan ad-hoc untuk mendukung keputusan setengah terstruktur manajer-manajer tingkat menengah.

Pada tahun 1990 memulai sistem informasi eksekutif (EIS) . sistem ini diperlukan oleh eksekutif puncak karena persaingan bisnis lebih tajam yang menuntut eksekutif didukung oleh sistem teknologi informasi yang interaktif , mudah digunakan serta mempunyai fasilitas drill drown. Pertengahan tahun 1990 dimulai geograpic information system yang merupkan sistem teknologi informasi apapun baik itu SIM atau DSS yang menggukan tampilan peta geografis.

Perkembangan terakhir dari sistem teknologi informasi adlah dengan dikembangkannya jaringan saraf (neural) buatan atau artificial neural network (ANN) yang meruupakan sistem teknologi yang mencoba meniru sitem kerja dari jaringan sitem kerja saraf otak. Perbedaannya dengn sistem teknologi informasi yang lain adalah ANN memiii kelebihan proses belajar seperti halnya otak,sehingga proses yang sama selanjutnya akan dilakukan dengan lebih baik.

Yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen (SIM) yang sebenarnya adalah sistem informasi fungsional yang ada difungsi-fungsi organisasi yang dikembangkan di amerika serikat pada tahun 1970.

1.5. PERAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DI DALAM ORGANISASI

Sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di dalam organisasi,yaitu untuk meningkatkan (1) efisiensi, (2) efektivitas, (3) komunikasi, (4) kolaborasi dan (5) kompetitif.pada awalnya sisitem teknologi informasi digunakan untuk pengolahan transaksi (TPS).tujuan dari TPS adalah menggantikan pengolahan transaksi oleh manusia dengan teknologi sistem teknologi informasi.peran efisiensi lainya juga di capai oleh PCS (Proces Control System)  yang menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.

         Peran sistem teknologi informasi yang ke dua untuk meningkatkan efektivitas dapat di capai dengan SIM ,DSS,GSS,GIS,ES,EIS dan ANN.lebih efektip karena pengambilan keputusan di dasar dengan informasi akurat,tepat waktu dan relevan,manfaat efektivitas juga dapat di capai dengan PCS untuk mendapatkan hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sarana produksi yang diinginkan.

         Peran ketiga dan keempat dari sistem teknologi informasi adalah uantuk komunikasi dan kolaborasi di capai dengan menerapkan OAS (Office Automation System) yang akan mengintegrasikan pengguna sistem teknologi informasi termasuk para manajer secara elektronik. Peningkatan komunikasi dicapai dengan menggunakan e-mail dan chat. Peningkatan kolaborasi dicapai dengan menggunakan video con   ference dan teleconference.

            Peran kelima dari sistem teknologi informasi adalah untuk meningkatkan daya kompetisi. SIS merupakan sistem-sistem teknologi informasi dan teknologi informasi apapun di dalam organisasi untuk mengimplementasikan strategi untuk keunggulan kompetisi.


1.6. PERAN ORGANISASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Menurut Rockart (1998), perkembangan peran organisasi sistem teknologi informasi dapat dikelompokkan kedalam lima era, yaitu era akuntansi, era operasional, era informasi, era jejaring dan jejaring global. Era akuntansi (accoounting era) dimulai awal 1950 sampai 1960-an. Disebut dengan era akuntansi (accounting era) karena fokus dari aplikasinya adalah untuk aplikasi akuntansi seperti aplikasi penggajian, piutang dagang, kas dan lainnya. Metode pemasukan datanya masih menggunakan sistem batch.

Era operasional (operational era) dimulai dari pertengahan 1960-an sampai dengan pertengahan 1970-an. Disebut dengan era operasional (operational era), karena aplikasi sistem teknnologi ini tidak hanya untuk akuntansi, tetapi untuk aplikasi operasi yang lainnya seperti misalnya untuk pengendalian persediaan dan penjadwalan produksi. Metode pemasukan datanya sudah mengarah ke sistem on-line. Peranan staff sistem teknologi informasi masih sama, yaitu lebih banyak mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi dan operasionalnya.

Ewra informasi (informatin era) dimulai dari akhir tahun 1970-an sampai dengan awal 1980-an. Disebut dengan era informasi (information era), karena aplikasi sistem teknologi informasi ini tidak hanya akuntansi dan opeasional saja, tetapi sudah digunakan sebagai inormasi pengambilan keputusan oleh manajemen. Metode pemasukan datanya secara sistem on-line. Peranan staff sistem teknologi informasi sudah berkembang, yaitu selain mengembangkan, mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi-aplikasi sistem teknologi informasi, juga mendukung dan membantu pengembangan sistem pemakai sistem (end user computing).

 Era jejaring (wired society era) dimulai dari pertengahan tahun 1980-an. Disebut dengan era jejaring  (wired society era) karena perusahaan-perusahan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem sistem teknologi informasiuntuk keperluan keuntungan strategik. Era jejaring global (global wired society era) dimulai dari pertengahan tahun tahun 1990-an. Karena perusahaan-perusahaan sudah dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi secara global dengan teknologi telekomunikasi melalui internet.

Cek bagian selanjutnya disini.

Sumber : Laeli M.
Editor   : Admin Coretan Mahasiswa

PAJAK, BUMI DAN BANGUNAN

1.Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah dan perai...